<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312</id><updated>2011-11-27T15:23:28.288-08:00</updated><category term='Gallery'/><category term='Hadist Arbain'/><category term='Tafakur'/><category term='Sejarah'/><category term='Hadist Palsu'/><category term='Download'/><category term='Thinking'/><category term='Akhwat FKMKI'/><category term='Islam and Science'/><category term='Aksi FKMKI'/><category term='Do You Know?'/><category term='Sahabat'/><category term='Hot News'/><category term='Aa Gym'/><category term='taujihat'/><title type='text'>LDK FKMKI Unhas</title><subtitle type='html'>Lembaga Dakwah Kampus Forum Komunikasi Mushalla dan Kerohanian Islam Universitas Hasanuddin</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://fkmki.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>196</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1047995615364209739</id><published>2011-11-21T18:16:00.000-08:00</published><updated>2011-11-21T18:26:01.995-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><title type='text'>Kiat Sukses Berdakwah</title><content type='html'>Berdakwah tidak boleh asal. Harus memakai kiat-kiat jitu, sebagai bentuk usaha optimal agar Allah mengkaruniakan kesuksesan. Berikut ini beberapa kiat yang bisa dilakukan untuk dakwah yang sukses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;1. Ikhlas lillahi ta’ala. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagaimanapun juga, ikhlas adalah syarat agar Allah memberikan taufiq dan pertolongan terhadap amalan yang kita lakukan. Jika Allah sudah menjadi penyerta dan penolong kita, siapa yang bisa menghalangi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;2. Selalu berpegang teguh pada norma dan aturan Islam.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena berdakwah itu mengajak manusia pada norma dan aturan Islam, maka prosesnya pun harus dilakukan sesuai dengan norma dan aturan Islam. Apakah pantas kita mendakwahkan Islam dengan cara-cara yang bertentangan dengan norma dan aturan Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;3. Miliki fikrah yang syamilah (komprehensif, menyeluruh, tidak parsial). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah agama yang syamil. Inilah materi yang mesti kita dakwahkan. Jangan sampai kita menyebarluaskan persepsi yang parsial mengenai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;4. Mu’ashirah (mengikuti perkembangan zaman). &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peradaban dan cara hidup manusia terus berkembang dari waktu ke waktu. Perkembangan ini harus disadari oleh para dai. Materi yang didakwahkan dan cara-cara berdakwah harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. Jika tidak, dakwah akan dianggap sebagai sesuatu yang kuno, membosankan, dan akan ditinggalkan oleh orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;5. Memanfaatkan segenap sarana, tidak hanya dengan kata-kata. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini banyak sekali sarana-sarana yang bisa dipakai untuk berdakwah. Dengan sarana-sarana baru ini, diharapkan dakwah akan tampil lebih menarik. Dengan bantuan komputer, slide, video dan multimedia misalnya, dakwah akan terlihat lebih menarik. Demikian pula dakwah jangan hanya sebatas retorika, tetapi harus dibarengi dengan keteladanan. Saat ini masyarakat sangat membutuhkan keteladanan ditengah-tengah kehidupan yang tidak karuan. Seorang dai yang bisa dijadikan teladan akan menjadi daya tarik tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;6. Think globally, act locally. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di zaman yang sudah serba global ini, kita juga harus memiliki cara berpikir yang global. Jangan sampai pikiran kita sempit dan picik. Meski demikian, tindakan dan aksi tetap harus bersifat lokal, sesuai dengan tantangan, situasi, dan kondisi tempat dimana kita berada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;7. Tidak melupakan dakwah fardiyah. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah bukan hanya berceramah dalam suatu kegiatan tabligh akbar, lalu selesai. Para obyek dakwah memerlukan pendekatan yang bersifat lebih personal. Dengan pendekatan personal, obyek dakwah akan merasa lebih diperhatikan. Disamping itu, pendekatan personal memungkinkan mutaba’ah (evaluasi) terhadap obyek dakwah, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh forum-forum besar seperti majelis taklim dan tabligh akbar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;8. Perhatikan pentahapan dan fiqih prioritas. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jangan tergesa-gesa ketika berdakwah. Untuk bisa menjadi baik, seseorang butuh proses, dan proses butuh waktu. Perubahan menjadi lebih baik harus dilakukan perlahan-lahan, tidak bisa berlangsung seketika seperti membalik telapak tangan. Beban-beban ibadah harus diberikan secara bertahap, mulai dari yang paling ringan, kemudian meningkat lebih berat, kemudian lebih berat lagi, dan demikian seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;9. Tahu medan dan menyesuaikan diri dengan medan.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang dai harus mengetahui medan dakwahnya. Masyarakat seperti apa yang dihadapi. Permasalahan apa yang sedang dihadapi oleh masyarakat. Tantangan-tantangan apa saja yang ada dan berpotensi menghadang. Demikian pula bahasa apa dan cara seperti apa yang disukai oleh masyarakat. Hendaknya seorang dai berdakwah dengan menggunakan bahasa kaumnya, dan menyesuaikan kadar akal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;10. Para dainya hendaknya memiliki bekal&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt; &lt;/span&gt;yang mencukupi, baik itu bekal ruhiyah (spiritual), tsaqafiyah (ilmu dan wawasan), maliyah (finansial), jasadiyah (fisik), maupun idariyah (manajerial). Tanpa bekal yang cukup, seorang dai pasti akan merasa berat atau bahkan tidak mampu untuk menanggung beban dan menghadapi tantangan-tantangan yang ada selama berdakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;11. Jaga ukhuwah dan soliditas, hindari perpecahan, dan kedepankan syura. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berdakwah membutuhkan amal jama’i (kerjasama, teamwork), bukan amal nafsi-nafsi. Karena keniscayaan amal jama’i inilah, ukhuwah dan soliditas menjadi sangat penting. Sebaliknya, perpecahan akan melemahkan dakwah. Untuk bisa menguatkan ukhuwah dan soliditas, hendaknya kita menjunjung tinggi prinsip syura. Pecahkanlah dan bahaslah permasalahan-permasalahan penting melalui syura. Jika syura dilakukan dengan baik, insyaallah potensi perpecahan akan bisa diminimalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;12. Perhatikan kaderisasi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dakwah adalah sebuah proses yang panjang. Lebih panjang dari umur seorang manusia. Lebih panjang dari umur satu generasi. Untuk itu, diperlukan kaderisasi agar dakwah bisa terus berjalan dari generasi ke generasi. Kaderisasi penting untuk memastikan ketersediaan para dai yang berkualitas dari generasi ke generasi, dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;13. Lakukan staffing dan pengorganisasian SDM sesuai dengan potensi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ini penting dilakukan agar setiap orang mendapatkan peran terbaik dalam amal dakwah. Harapannya, hasil dakwah pun bisa maksimal. Penempatan SDM yang salah akan menyebabkan inefisiensi, dan bahkan ketidakpuasan dan gejolak. Ini tentu saja kerugian bagi dakwah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;14. Terapkan manajemen yang baik.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah sama-sama diketahui bahwa kejahatan yang terorganisasi bisa mengalahkan kebaikan yang tidak terorganisasi. Agar ini tidak terjadi, kebaikan harus di-manage dengan baik. Tidak terkecuali dakwah. Manajemen dalam dakwah meliputi banyak hal. Mulai dari analisis, perencanaan (long-term, mid-term, short term; strategis, taktis, teknis), implementasi, kontrol dan evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;15. Padukan antara fiqih dakwah dan management tools. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seorang dai mesti memahami fiqih dakwah sebelum berdakwah. Namun fiqih dakwah saja tidak cukup karena fiqih dakwah hanya sebuah konsep. Diperlukan juga tools yang bersifat praktis untuk mendukung konsep-konsep fiqih dakwah yang sudah dipahami. Tools itu tidak lain adalah management tools. &lt;span style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;/span&gt;&lt;a style="font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);" href="http://menaraislam.com/content/view/170/37/"&gt;Menara Islam&lt;/a&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1047995615364209739?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1047995615364209739'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1047995615364209739'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2011/11/kiat-sukses-berdakwah.html' title='Kiat Sukses Berdakwah'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-523262676083973351</id><published>2011-10-24T21:23:00.000-07:00</published><updated>2011-10-24T21:37:03.188-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Surah Al Hajj (22) : 34</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 51); font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 51); font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(153, 0, 51); font-size: medium; "&gt;&lt;div id="arabic" dir="rtl" style="color: black; text-align: right; font-size: xx-large; font-family: 'Traditional Arabic'; padding-top: 1cm; "&gt;وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُم مِّن بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا وَبَشِّرِ الْمُخْبِتِينَ&lt;/div&gt;&lt;div id="transliteration" style="margin-top: 0.5cm; font-size: small; color: black; font-style: italic; "&gt;Walikulli ommatin jaAAalna mansakan liyathkuroo isma Allahi AAala ma razaqahum min baheemati alanAAami failahukum ilahun wahidun falahu aslimoo wabashshiri almukhbiteena&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 51); font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(204, 0, 51); font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzkikan Allah kepada mereka, maka Tuhanmu ialah Tuhan Yang Maha Esa, karena itu berserah dirilah kamu kepada-Nya. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang tunduk patuh (kepada Allah),&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(128, 0, 0); font-variant: small-caps; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(128, 0, 0); font-variant: small-caps; "&gt;Dr. M. Taqiud-Din &amp;amp; Dr. M. Khan:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;And for every nation We have appointed religious ceremonies, that they may mention the Name of Allah over the beast of cattle that He has given them for food. And your Ilah (God) is One Ilah (God Allah), so you must submit to Him Alone (in Islam). And (O Muhammad &lt;span id="singkatan" style="vertical-align: middle; font-family: 'AGA Arabesque'; font-variant: normal; "&gt;r&lt;/span&gt;) give glad tidings to the Mukhbitin (those who obey Allah with humility and are humble from among the true believers of Islamic Monotheism),&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(128, 0, 0); font-variant: small-caps; "&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(128, 0, 0); font-variant: small-caps; "&gt;Yusuf Ali:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-family: 'Times New Roman'; "&gt;To every people did We appoint rites (of sacrifice), that they might celebrate the name of Allah over the sustenance He gave them from animals (fit for food). But your Allah is One Allah. submit then your wills to Him (in Islam): and give thou the good news to those who humble themselves,-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="color: rgb(0, 0, 255); font-family: sans-serif; font-size: small; "&gt;Dibuat oleh &lt;b&gt;&lt;a href="http://salafidb.googlepages.com"&gt;SalafiDB&lt;/a&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-523262676083973351?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/523262676083973351'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/523262676083973351'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2011/10/surah-al-hajj-22-34.html' title='Surah Al Hajj (22) : 34'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4928248616866730064</id><published>2011-10-11T18:29:00.001-07:00</published><updated>2011-10-11T19:18:23.679-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Surah Annur : 22</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/24_22.png"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 343px; height: 103px;" src="http://c00022506.cdn1.cloudfiles.rackspacecloud.com/24_22.png" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;[An-Nur (24) : 22]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;div id="verse_2813_language_24" class="ayah language_24 text"   style="  text-align: left; line-height: 24px;font-family:Georgia;font-size:18px;"&gt;&lt;span id="verse_2813_language_24_content"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelajaran yang bisa diambil dari ayat ini, &lt;/span&gt;&lt;a style="font-weight: bold;" href="http://imamuna.wordpress.com/2008/11/21/pelajaran-keenam-tafsir-surat-an-nur-ayat-11-26/"&gt;baca disini&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Indonesian&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) akan memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang miskin dan orang-orang yang berhijrah pada jalan Allah, dan hendaklah mereka &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;memaafkan&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;berlapang dada&lt;/span&gt;. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Sahih International&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;And let not those of virtue among you and wealth swear not to give [aid] to their relatives and the needy and the emigrants for the cause of Allah , and let them pardon and overlook. Would you not like that Allah should forgive you? And Allah is Forgiving and Merciful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Muhsin Khan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;And let not those among you who are blessed with graces and wealth swear not to give (any sort of help) to their kinsmen, Al-Masakin (the poor), and those who left their homes for Allah's Cause. Let them pardon and forgive. Do you not love that Allah should forgive you? And Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Pickthall&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;And let not those who possess dignity and ease among you swear not to give to the near of kin and to the needy, and to fugitives for the cause of Allah. Let them forgive and show indulgence. Yearn ye not that Allah may forgive you? Allah is Forgiving, Merciful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Yusuf Ali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Let not those among you who are endued with grace and amplitude of means resolve by oath against helping their kinsmen, those in want, and those who have left their homes in Allah's cause: let them forgive and overlook, do you not wish that Allah should forgive you? For Allah is Oft-Forgiving, Most Merciful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Shakir&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;And let not those of you who possess grace and abundance swear against giving to the near of kin and the poor and those who have fled in Allah's way, and they should pardon and turn away. Do you not love that Allah should forgive you? And Allah is Forgiving, Merciful.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);font-size:85%;" &gt;Dr. Ghali&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;And let not the ones endowed with the Grace (of Allah) and affluence swear off bringing (charity) to near of kin (Literally: endowed with kinship) and the indigent and to the ones emigrating in the way of Allah; and let them be clement and let them pardon. Do you not love that Allah should forgive you? And Allah is Ever-Forgiving, Ever-Merciful.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4928248616866730064?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4928248616866730064'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4928248616866730064'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2011/10/nur-24-22.html' title='Surah Annur : 22'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-8310463424896599973</id><published>2010-10-28T00:46:00.000-07:00</published><updated>2010-10-28T00:49:10.968-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Bencana Kembali Menimpa Negeri ini..</title><content type='html'>Masih Terngiang di benak kita Bencana banjir bandang wasior Papua barat,100 an meninggal.dan Sekarang Gunung merapi Yogyakarta meletus dengan korban 30 orang meninggal dan ribuan mengungsi..di tempat lain mentawai Sumatera Barat tengah terjadi Banjir Tsunami yang memakan korban 282 orang meninggal,411 orang dinyatakan hilang,Ribuan Mengungsi..tsunami 3 Meter dan diguncang Gempa 7,3 SR..&lt;br /&gt;Data Korban:&lt;br /&gt;Gunung Merapi Yogyakarta:&lt;br /&gt;Meninggal :30 orang&lt;br /&gt;Ribuan Mengungsi dan korban membutuhkan Masker karena debu panas yang tersembur..&lt;br /&gt;Tsunami Mentawai Sumatera Barat&lt;br /&gt;Meninggal :282 orang&lt;br /&gt;Dinyatakan hilang : 411 orang&lt;br /&gt;Ribuan mengungsi ketempat yang aman..&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Semoga Allah tetap melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya kepada kita. Amin&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-8310463424896599973?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/8310463424896599973'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/8310463424896599973'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/10/bencana-kembali-menimpa-negeri-ini.html' title='Bencana Kembali Menimpa Negeri ini..'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6971352671146403055</id><published>2010-04-15T07:01:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T07:05:33.188-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>TUKANG CUKUR NGGAK PERCAYA ALLAH</title><content type='html'>Kisah berikut ini hanya sebagai bahan renungan dan pembelajaran bagi kita semua. Tanpa sedikitpun berniat untuk menjelek-jelekan profesi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang Agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau ALLAH itu ada”.&lt;br /&gt;“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menjawab: “Begini, coba kamu perhatikan di kehidupan ini, banyak orang yang kesusahan, sakit, miskin dll. Jika ALLAH itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tidak dapat membayangkan ALLAH Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang gila di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar, kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :&lt;br /&gt;“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : ”Kamu kok bisa bilang begitu?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”&lt;br /&gt;“Tidak!” elak si konsumen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana“, si konsumen menambahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, kenapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.&lt;br /&gt;“Itulah point utamanya!.. Sama dengan ALLAH.&lt;br /&gt;“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ALLAH ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?&lt;br /&gt;Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”&lt;br /&gt;Si tukang cukur terbengong !!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..kenapa aku tidak mau datang kepada ALLAH SWT, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari tulisan &lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=1846682292"&gt;Kang Hendra &lt;/a&gt;di Group "&lt;a href="http://www.facebook.com/group.php?gid=154698186446"&gt;TIPS  PERSIAPAN MALAM PERTAMA&lt;/a&gt;" di Facebook&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6971352671146403055?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6971352671146403055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6971352671146403055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/tukang-cukur-nggak-percaya-allah.html' title='TUKANG CUKUR NGGAK PERCAYA ALLAH'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7731868174261503962</id><published>2010-04-15T06:49:00.000-07:00</published><updated>2010-04-15T06:56:56.415-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><title type='text'>Wahai Muslimah, Ringankanlah Maharmu!</title><content type='html'>Bersama izin wali, kerelaan calon mempelai wanita, dan saksi, mahar menjadi syarat sahnya akad nikah. Mahar adalah harta yang diberikan pihak calon suami kepada calon istrinya untuk dimiliki sebagai penghalal hubungan mereka. Allah SWT berfirman, “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dan berikanlah maskawin (mahar) kepada perempuan (yang kamu nikahi) sebagai pemberian yang penuh kerelaan&lt;/span&gt;.” (An-Nisa’ 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsirnya, Imam Al-Qurthubi menafsirkan ayat di atas dengan mengatakan, “Ayat ini menunjukkan adanya kewajiban atas seorang suami untuk memberikan mahar bagi istri. Hal demikian sudah menjadi kesepakatan para ulama dan tidak ada perselisihan dalam masalah ini.” Allah menyatakan, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Berikanlah maskawin kepada mereka sebagai suatu kewajiban.”&lt;/span&gt; (An-Nisa’ 24).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Mahar ini menjadi hak istri sepenuhnya, sehingga bentuk dan nilai mahar ini pun sangat ditentukan oleh kehendak istri. Syariat Islam tidak menentukan batasan minimum atau maksimum untuk mahar pernikahan. Dan bisa saja mahar itu berbentuk uang, benda atau pun jasa, tergantung permintaan pihak istri. Namun syariat menganjurkan wanita agar meringankan mahar kepada calon suaminya dan tidak berlebihan, guna memudahkan proses pernikahan dan menghindari maraknya perzinaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;… Islam mengajarkan wanita agar meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam fatwanya, Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz menyatakan bahwa Islam mengajarkan wanita agar meringankan mahar dan menyederhanakannya serta tidak melakukan persaingan, sebagai pengamalan kita kepada banyak hadits yang berkaitan dengan masalah ini, untuk mempermudah pernikahan dan untuk menjaga kesucian kehormatan pemuda-pemudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski demikian, lanjut Syaikh Bin Baz, para wali tidak boleh menetapkan syarat uang atau harta (kepada pihak lelaki) untuk diri mereka, sebab mereka tidak mempunyai hak dalam hal ini; ini adalah hak perempuan (calon istri) semata, kecuali ayah. Ayah boleh meminta syarat kepada calon menantu sesuatu yang tidak merugikan putrinya dan tidak mengganggu pernikahannya. Jika ayah tidak meminta persyaratan seperti itu, maka itu lebih baik dan utama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT berfirman, “&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya.&lt;/span&gt;” (An-Nur: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit, demikian pula dalam hal mahar untuk pernikahan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Rasulullah mengajarkan kepada umatnya untuk mempermudah urusan, bukan mempersulit, demikian pula dalam hal mahar untuk pernikahan. Dikutip dari Ishlah An-Nisa’; fi Al-‘Aqidah wa Al-‘Ibadah wa Al-Bait wa As-Suluk, Al-Bukhari meriwayatkan hadits dari Sahl bin Sa’ad bahwa ada wanita yang mengajukan dirinya untuk dinikahi, oleh Rasulullah, namun beliau menolaknya. Lalu ada seorang sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, nikahkanlah aku dengannya.” Beliau pun bertanya, “Apa yang engkau miliki (sebagai mahar)?” Sahabat itu menjawab, “Aku tidak memiliki apa pun.” Rasulullah berkata, “Kalau begitu, pergi dan carilah mahar, walaupun hanya sebuah cincin dari besi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat itu pun pergi kemudian datang lagi seraya melapor kepada Nabi, “Demi Allah aku tak menemukan apa pun termasuk cincin besi. Namun aku memiliki kain ini, dan untuknya (sebagai mahar) separuh kain ini.” Nabi balik bertanya, “Apa yang dapat engkau lakukan dengan kainmu itu? Jika engkau mengenakannya, dia tidak bisa memakainya. Sebaliknya jika dia yang mengenakannya, maka engkau tidak bisa memakainya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat itu pun lalu duduk. Setelah duduk lama, dia pun bangkit. Nabi melihatnya, lalu beliau memanggilnya. Nabi bertanya, “(Hafalan) apa yang engkau punya dari Al-Qur’an?” Dia menjawab, “Aku punya hafalan beberapa surat; surat ini dan surat itu.” Nabi pun bersabda, “Aku nikahkan engkau dengan dia dengan mahar hafalan surat yang engkau miliki.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun melarang para muslimah berlebihan dalam menetapkan mahar pernikahan. Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya perkawinan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya. Dan beliau bersabda: perempuan yang baik hati adalah yang murah maharnya, memudahkan urusan perkawinannya dan baik akhlaknya. Adapun perempuan yang celaka yaitu yang mahal maharnya, menyusahkan perkawinannya, dan buruk akhlaknya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Rasulullah bersabda, Sesungguhnya perkawinan yang besar keberkahannya adalah yang paling murah maharnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Islam yang mudah pun menetapkan bahwa mahar tidak selalu berbentuk materi fisik atau hal-hal yang merefleksikan kekayaan dan kesejahteraan. Selain harta kekayaan, mahar bisa berupa sesuatu yang diambil upahnya (jasa) dan manfaat yang akan kembali kepada sang wanita, seperti keislaman dan hafalan Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam An-Nasa’i meriwayatkan hadits shahih, bahwasanya Anas bin Malik menuturkan, “Abu Thalhah menikahi Ummu Sulaim dengan mahar keislaman dirinya. Adalah Ummu Sulaim masuk Islam sebelum Abu Thalhah. Abu Thalhah bermaksud meminang dirinya. Ummu Sulaim menjawab, “Sungguh aku telah masuk Islam. Apabila engkau masuk Islam, aku bersedia menikah denganmu. Lalu Abu Thalhah pun masuk Islam, dan hal itu menjadi mahar bagi pernikahan di antara keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain diterangkan bahwa Abu Thalhah meminang Ummu Sulaim. Ummu Sulaim menjawab, “Demi Allah wahai Abu Thalhah, tak ada seorang seperti dirimu pantas ditolak, namun sayang engkau ini orang kafir. Sedangkan aku ini wanita muslimah, dan tak boleh menikah denganmu. Bila engkau mau masuk Islam, itulah maharku dan aku tidak minta yang lain lagi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Thalhah pun kemudian masuk Islam, dan itulah mahar untuk menikahi Ummu Sulaim. Tsabit Al-Bannani, seorang tabiin terkemuka, mengomentari riwayat tadi dengan mengatakan, “Aku tidak mendengar lagi ada wanita yang maharnya lebih mulia ketimbang maharnya Ummu Sulaim. Mereka pun menikah dan mendapatkan keturunan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan. Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai ukhti muslimah, lihatlah bagaimana wanita shalihah seperti Ummu Sulaim yang lebih mengutamakan agama daripada nafsu syahwat. Mahar Ummu Sulaim menjadi sebaik-baik mahar di dalam Islam. Hikmah di balik anjuran untuk meringankan mahar adalah mempermudah proses pernikahan. Berapa banyak laki-laki yang mundur teratur akibat adanya permintaan mahar yang tinggi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam menetapkan aturan-aturan yang mudah dan mulia. Tidak perlulah para muslimah mengikuti wanita-wanita jahiliyah yang berlebih-lebihan dalam menetapkan mahar dan merasa bangga dengan hal itu. Betapa kasihannya para wanita yang tidak kunjung menikah karena menetapkan mahar yang begitu tinggi. Dengan demikian, permudah dan ringankanlah maharmu wahai muslimah! [ganna pryadha/voa-islam.com]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Syaikh Sa’ad Yusuf, Ishlah An-Nisaa`; fi Al-‘Aqidah wa Al-‘Ibadah wa Al-Bait wa As-Suluk.&lt;br /&gt;2. Fatwa-fatwa Terkini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: &lt;a href="http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2010/04/11/4982/wahai-muslimahringankanlah-maharmu/" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;http://www.voa-islam.com/muslimah/artikel/2010/04/11/4982/wahai-muslimahringankanlah-maharmu/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7731868174261503962?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7731868174261503962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7731868174261503962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/wahai-muslimah-ringankanlah-maharmu.html' title='Wahai Muslimah, Ringankanlah Maharmu!'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6636337788805450088</id><published>2010-04-09T06:29:00.000-07:00</published><updated>2010-04-09T06:33:53.234-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Anti Virus Tercanggih Sejagat</title><content type='html'>Saudaraku seiman, seandainya kita ingin berfikir seiring dengan mata hati kita niscaya kita akan menemukan posisi hidup kita pada zaman sekarang ini. Jika dibayangkan sekilas kehidupan sekarang yang penuh gelamoran membuat mata kita melek tapi mata hati jadi buta. Kini berbuat maksiat pun dianggap biasa,buka-bukaan apalagi,dan banyak lagi bentuk-bentuknya.semua itu tidak lain karrena akibat gemerlapnya kehidupa dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga,dengan gesekan kehidupan yang begitu cepat berubah dan perkembangan peradaban yang tidak sejalan dengan kemajuan sumber daya manusia melahirkan pribadi-pribadi yang cacat moral . sungguh sangat mengerikan posisi manusia sekarang ini khususnya bagi kita yang mengaku beriman pada Allah dan Rasulnya .&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman globalisasi ini adalah zaman dimana hal-hal yang bersifat klasik di zaman rasullah sudah tidak berlaku lagi di zaman kita, ini membuat permasalahan menjadi komplek dan rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Posisi kita semakin runyam tak terarah maka kita sebagai umat islam sulit memposisikan diri jika tidak dibarengi dengan peningkatan SDM terlebih peningkatan aspek pemahaman agama islam. karenya di dalam islam umat muslim dituntut untuk belajar mulai dari sejak lahir sampai masuk keliang lahat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Artinya bahwa sumber daya manusia khususnya umat Islam harus sejalan dengan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum lagi permasalahan lain yang timbul dari internal kita sebagai manusia dimana disinyalirkan dalam hadisnya rasullah " bahwa manusia itu di kepung oleh lima hal yang akan merusak dirinya,,yang pertama syaithan yang siap menyesatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaithan terus menggoda anak cucu adam dengan berbagai macam cara baik lewat depan,belakang,atas bawah,samping kiri dan samping kanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahsyatnya lagi ia menggoda dengan cara halus dan lembut. Lihatlah bagaimana orang yang berjihad dijalan Allah mampu ia taklukkan dengan halus, menaburkan benih-benih riya dalam diri nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Allah memanggil para mujahidin ini seraya berfirman, ” Bohong, kamu berjihad semasa hidupmu di dunia hanya supaya orang-orang mengatakan kamu pahlawan”. Kemudian Allah mencampakkannya ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan juga bagaimana syaithan menyusup halus ke dalam diri seorang dermawan membisikan kedudukan tinggi dihadapan manusia. Maka Allah memanggil orang ini seraya berfirman, ”Bohong, kamu mendermakan hartamu semasa hidup di dunia bukan karena aku melainkan karena pujian,supaya orang-orang mengatakan kamu orang dermawan .” maka Allah mencampakkannya ke dalam neraka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perhatikan dengan seksama susunan tubuh kita,semuanya adalah saluran yang bisa digunakan syaithan untuk menyesatkan anak cucu adam, mulai dari mata sampai kaki. Sesungguhnya hati, mata, telinga dan kaki kita kelak akan dimintai pertanggungjawaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya&lt;/span&gt;.( &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qs. 15 : 36&lt;/span&gt; )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang cerdik si syaithan,tahu betul saluran-saluran sensitif yang digunakan untuk menjerumuskan keturunan nabi Adam as.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu untuk diketahui bahwa syaithan adalah musuh nyata manusia karena serangannya jelas dan bertubi-tubi.sekaligus musuh tidak nyata karena tidak bisa dilihat dan dimusnahkan, itulah sebabnya rasullah mengajarkan kita wirid, membaca ma’udzatain tiga kali baik sebelum tidur ataupun selepas shalat fardu. Karena latarkan belakang ayat itu memang diturunkan untuk melindungi manusia baik dari keburukan yang nyata ataupun tidak nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saking agresifnya si syithan ia bersumpah di hadapan Allah untuk terus menggoda, menjerumuskan keturunan adam sampai hari akhir. Namun sayang sekali, banyak diantara kaum muslimin yang lemah imannya terlena dengan tipu muslihatnya,seolah syaitan bukan lagi musuh. Padahal jelas sekali iblis mengobarkan permusuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iblis berkata: "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat, pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma'siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka&lt;/span&gt;".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dimaksud dengan mukhlis ialah orang-orang yang telah diberi taufiq untuk mentaati segala petunjuk dan perintah Allah s.w.t.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua adalah orang-orang kafir ( tidak semuanya) yang selalu memusuhi, tidak terbayang bagaimana orang-orang kafir secara tidak langsung bersekongkol dengan syaithan untuk menjauhkan umat islam dari nilai-nilai Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zaman modern ini tidak terlepas dari pengaruh orang-orang kafir yang senantiasa mencari berbagai macam cara untuk memusuhi,meyesatkan, dan memusnahkan orang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini tersirat pada surat al-Baqarah ayat 120 yang menyatakan tidak akan pernah ridho dengan orang-orang Islam. begitu juga sejarah membenarkan tentang permusuhan mereka terhadap orang islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kini kita rasakan bagaimana pengaruh-pengaruh mereka datang menghampiri kehidupan kita bahkan sudah masuk di kehidupan keluarga dan pribadi kita. bagaimana hal itu bisa terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Isu-isu global yang dikuasai mereka terus digembar-gemborkan, disosialsasikan, dan digambarkan seakan-akan ini adalah kebenaran yang tidak bertentangan dengan nilai islam,mereka terus berusaha supaya isu ini menggelobal, dikukuhkan lagi oleh berbagaimacam argument yang menghipnotis otak-otak para pembacanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga ketika isu ini berhasil maka dunia ini menjadi terbalik bagi orang yang tersihir olehnya. Misalnya kaum hawa yang berpakaian minim bahkan setengah telanjang, sudah jelas menjatuhkan martabat mereka, dianggap trendy masa kini, sesuai dengan zaman dan aturan HAM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya yang berpakaian menutup seluruh aurat yang tujuannya untuk mengangkat dan memuliakan perempuan dianggap feminim, katrok, tidak sesuai dengan zaman, dan mengekang kebebasan kaum hawa. Padahal, kehormatan adalah inti dari kebebasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana kita bilang seorang wanita yang berpakaian membuka aurat dengan alasan trendy, itu bebas? Kalau ditinjau secara logika mereka inilah yang dikekang kebebasannya, diperbudak oleh trendy nafsu belaka. Bak budak jalanan tak bertuan yang kelaparan, kemana sisa makanan dilempar kesitu ia berlari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hati kecil siapa saja mengakui akan hal itu. Ada juga, orang yang berusaha menginterkoneksikan gejala-gejala alam, atau argument-argumen dengan dalil-dalil dari al-quran hadist dianggap kampungan, tidak faham perkembangan, sementara mereka yang melandaskan argumennya dengan filsafat miring. Yaitu orang-orang atheis seperti Karl Max, Stalin yang sudah tidak memanusiakan manusia dan sejenisnya yang menuhankan otak, dianggap sejalan dengan perkembangan zaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walahal, jika dibandingkan keilmiah, di mana Al Quran dan As-Sunah secara silsilah priwayatannya 100 persen tidak diragukan dari mana datangnya atau siapa perawinya, alquran yang kita baca sekarang dan kaum muslimin sedunia sama dengan alquran yang dibaca Rasullah, begitu juga dengan As-Sunnah. Jika ditinjau dari substansi maka Alquran dan assunah jauh lebih akurat dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka bisa kita menarik sebuah konklusi bahwa mereka yang merujuk pada buku-buku filsafat seperti karlkmax,stalin, dan selainnya, jauh lebih katrok,kampungan,sok berfikir realistis. Walaupun dalam islam tetap mengedepankan sikap objek dan frofesional terhadap suatu masalah,yang benar diambil, yang salah disingkirkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita yang punya akal fikiran sehat yang didukung dengan nilai-nilai islam semestinya harus selektif dengan hal itu. Ironis sekali ketika seseorang merujuk kepada orang-orang ateis yang tidak memperlakuakan manusia sebagai manusia, dipandang lebih maju dan sesuai dengan trendi pemikiran modern.memang dunia terbalik ,Masih banyak lagi contoh dunia terbaik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun konsekuwensinya adalah mereka yang diperbudak hawa nafsu mendapatkan tempat di khalayak ramai, di akui dunia sementara mereka yang terus menjaga auratnya ( kaum muslimin)  atau yang berpegang teguh dengan nilai ajaran Islam, cendrung diasingkan bahkan diintimidasi, dilecehkan dan dihina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan apa yang dikatakan ibnu Qayyim Al-Jauzy, " Jika engkau amati,  kebanyakan manusia rela dengan dunia dan berpaling dari ayat-ayat Allah, dan sangat sedikit yang sanggup berbeda dengan mereka karena ia akan menjadi terasing diantara mereka". Tapi itulah hukum alam, di mana ada kebenaran pasti ada kejahatan. Inilah sekilas bagaiman orang-orang musyrikin membalik dunia hanya untuk menyesatkan kita umat muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga orang munafik yang membencinya,jelas sekali bagaimana orang munafik ingin membahayakan kehidupan orang muslim,dikatakan sebagian ulama bahwa mereka lebih jahat dari orang kafir karena mereka faham agama dan hidup bersama orang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ibarat musuh dalam selimut yang statusnya tidak banyak orang tahu. Mereka mengatakan diri mereka muslim,beramal sebagaimana orang islam tapi sedikit demi sedikit mereka memudarkan ajaran-ajaran Islam, menginterpretasi nilai-nilai Islam dengan nafsu mereka . Sehingga banyak diantara orang islam jauh dari pengamalan dan ajaran-ajaran islam.diantara mereka ada yang mengatakan shalat itu cukup dengan megingatNya,menikah sama jenis itu boleh dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat nafsu syahwat yang siap membinasakannya dimana saja. ia adalah musuh terbesar manusia setelah syaithan bagaiman tidak?,ia adalah musuh sekaligus sahabat manusia yang bersamayam dalam diri manusia, sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secanggih apapun senjata yang dimiliki negara super power untuk menghancurkannya, hatta nuklir pun tidak akan mampu untuk menghancurkannya. Banyak orang muslim yang binasa olehnya, setiap hembusan nafas dan sejengkal langkah, ia terus mengintai, tidak memandang bulu siapa yang akan ia binasakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah,  "Sesungguhnya nafsu itu selalu memerintahkan kepada kejelekan". Begitulah al-Quran memperingati umat Islam. Rasullah pernah mengatakan kepada para sahabatnya bahwa perang yang terbesar adalah perang melawan hawa nafsu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima orang mukmin yang hasad,ini adalah ancaman kita sebagai seorang muslim. sudah menjadi hukum alam jika ada diiantara kita ada yang hasad. namun jika hasad ini tidak diantisipasi sejak dini maka kitalah yang akan kena getahnya. hasad kadang berakhir dengan permusuhan,permusuhan kadang berakhir dengan pembunuhan,dan pembunuhan berakhir dengan dosa besar,maka orang yang melakukan dosa besar tanpa bertaubat maka balasan adalah neraka. Jadi tidak heran jika ada diantara kaum muslimin saling membunuh, perang saudara karena hasad,maka berangkat dari hal ini kita harus tetap memilih dan memilah sahabat diantara mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh karenanya hendaknya kehidupan pada zaman sekarang ini tetap dibungkus dengan nilai-nilai islam,tunduk dalam rengkuhan ajaran islam yang terkandung dalam Al-Quran dan As-Sunnah, yang murapakan fitrah kehidupan manusia di dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehigga terproteksi dari virus-virus kehidupan baik itu virus dari internal yaitu dalam diri kita sendiri,dan lima hal yang membinasakan tadi, ataupun virus eksternal yaitu gemerlapnya kehidupan dunia yang menipu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesungguhnya hanya ajaran Islamlah yang mampu menjaga kita dari berbagai macam gangguan virus. Ia adalah anti virus tercangging sejagad. wallahu'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 04-06-2010&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Muhammad Safil&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;em&gt;,&lt;br /&gt;PPT Darul Quran Mulia Bogor; S 1 Tarbiyah, Al-Qudwah-Depok&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.eramuslim.com/suara-kita/pemuda-mahasiswa/muhammad-safil-mahasiswa-al-qudwah-depok-anti-virus-tercanggih-sejagat.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6636337788805450088?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6636337788805450088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6636337788805450088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/anti-virus-tercanggih-sejagat.html' title='Anti Virus Tercanggih Sejagat'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-2561089624948677207</id><published>2010-04-07T23:40:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:42:34.743-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Hanzhalah bin Abi Amir –Radiallahu anhu-</title><content type='html'>Malam telah menyelimuti kota Madinah Al Munawwarah, bintang -bintang yang bertaburan membawa kedamaian dan ketenangan serta mimpi indah, yang jelas malam itu sebenarnya malam biasa, tapi tidak sama sekali bagi Hanzhalah bin Abi Amir Radiallahuanhu. Hari itu hari dimana mimpinya terwujud, hari yang lama datangnya hari yang lama ditunggunya hari itu Hanzhalah naik ke pelaminan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanzhalah menikah pada suatu malam yang besok paginya terjadi perang di Uhud. Hanzhalah minta izin kepada Nabi Shalallahu alaihi wa salam untuk bermalam bersama isterinya. Sementara dia sendiri tidak tahu dengan pasti apakah malam itu malam pertemuan atau justru malam perpisahan. Nabi Muhammad Shalallahu alaihi wa salam memberinya ijin untuk menginap malam itu bersama pasangan kemantennya.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Manis macam apakah yang ada pada malam itu ? Rahasia apa yang dipendam hari itu dari Hanzhalah? Bersamaan dengan menyembulnya fajar pertama terdengar gemuruh perang, terdengar seorang menyeru dan mengumumkan jihad. Beberapa saat dia timbang-timbang antara kenikmatan dunia dan kenikmatan Akhirat. Akhirnya dia memilih akhirat demi kenikmatannya. Untuk kemudian menyongsong panggilan jihad dan meninggalkan dunia dengan segala isinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu itu Hanzhalah Radiallahuanhu masih Junub, belum sempat mandi besar, melesat memenuhi seruan kebenaran, serta melayang tidak menginjak bumi, Sepasang penganten malam itu melesat dengan membawa senjatanya untuk bergabung dengan Nabi Shalallahu alaihi was salam yang sedang menyiapkan barisan Muslimin, meyiapkan hati untuk melakukan transaksi dijalan Allah Hanzhalah masuk pasar surga …………&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perang sangat dahsyat berkemilau dengan serunya pada awalnya kemenagan diraih tapi tatkala pasukan pemanah meninggalkan posisi&lt;br /&gt;mereka, keadaan berbalik menjadi kacau dan orang-orang musyrik maju. Akan tetapi beberapa tentara tetap teguh bertahan bersama Rasulullah Shalallahu alihi wasalam , termasuk di dalamnya Hanzhalah Dia terus menunjukkan dan membuktikan kecintaannya terhadap Allah Subhanahu wa ta'ala. Dia maju menghadap Abu Sofyan bin Harb Dengan cepat dia menebas kaki kuda Abu Sofyan&lt;br /&gt;dari belakang sehingga Abu Sofyan terjatuh dia menjatuhkannya dari atas kudanya seakan-akan dia menjatuhkan kebathilan yang telah mencuri kebenaran dan kebathilan yang mengacau akidahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat itu datanglah Syaddad bin Al Aswad membantu Abu Sofyan melawan Hanzhalah Radiallahuanhu, untuk kemudian salah satu dari dua orang itu bisa membunuh hati yang bersih dengan&lt;br /&gt;lemparan lembing yang tembus Abu Sofyan berteriak “ Hanzhalah dengan Hanzhalah yang maksudnya dia telah membalaskan dendam anaknya yang terbunuh dalam perang Badar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanzhalah Radiallahuanhu meninggalkan kita, tetapi bau wangi misik darinya tetap semerbak menyirami jiwa-jiwa generasi sesudahnya agar jiwa yang sedang tertidur menjadi bangkit dengan harapan suatu ketika akan menunggangi kuda-kuda Syahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanah menjadi suci dengan kemanten kita tadi lalu perang usai mereka yang telah melakukan transaksi telah menjajakan semua barangnya mereka membawa hati mereka dalam genggaman Untuk diterima atau ditolak oleh Allah Subhanahu wa ta'ala sesuai dengan&lt;br /&gt;kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka yakin bahwa kesungguhan / kejujuran pada waktu itu adalah kekayaan yang paling berharga. Dan siapa yang sungguh- sungguh jujur dengan Allah tidak akan sia-sia. Para Sahabat Radiallahuanhu yang masih tersisa mulai mencari saudara-saudara mereka yang masih menanti janji dari langit memilah-milah siapa yang lebih dahulu ke langit. Tangan mereka yang berusaha menyentuh jasad Hanzhalah Radiallahuanhu yang berlumur darah mereka kagum adanya rintik rintik air mengalir dari dahinya seperti&lt;br /&gt;butiran-butiran mutiara dan berjatuhan dari sela-sela rambutnya. Ini tentu menjadi misteri Apa maksudnya sampai kemudian para sahabat mendengar suara Nabi Shalallahu alaihi wa salam&lt;br /&gt;bersabda : “Sungguh Aku melihat Malaikat memandikan Hanzhalah bin Amir ra antara langit dan bumi dengan air awan dalam bejana terbaut dari perak."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah telah membeli jiwa dan harta orang-orang yang beriman dengan mendapatkan harga surga Selamat wahai anda Hanzhalah anda telah mendapat surga orang-orang Aus, Suku Hanzhalah sangat bangga dengannya karena dari suku mereka ada&lt;br /&gt;yang dimandikan Malaikat. Sesungguhnya Hanzhalah akan tetap menjadi kebanggaan dan terpatri dalam dada kaum muslimin bukan hanya untuk Aus saja! Semoga Allah ridha terhadap Hanzhalah bin Abi Amir Radiallahuanhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-2561089624948677207?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2561089624948677207'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2561089624948677207'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/hanzhalah-bin-abi-amir-radiallahu-anhu.html' title='Hanzhalah bin Abi Amir –Radiallahu anhu-'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3554472221054216336</id><published>2010-04-07T23:36:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:40:00.264-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><title type='text'>Ghibah dan turunannya</title><content type='html'>Apa pun yang terlarang ( menurut syariat ) kita lakukan, tentu ada manfaat yang kadang tidak kita ketahui. Tapi percayalah agama kita memang sebuah agama yang sempurna, hingga masalah membicarakan aib orang lain pun diberikan batasan yang jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membicarakan suatu kekurangan orang lain, memang kerap dilakukan. Bahkan kadang kita tidak menyadari, bahwa saat itu telah terjadi ghibah diantara kita. Masih bersyukur, bila di lingkaran itu ada yang mampu menghentikan, dan mengatakan, “awas, kita ghibah lho!?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pada kenyataannya sering-kali tanpa sadar, kita malah menambah bara, dan mengipasi si pembicara. Karena kita ingin sekali mengetahui duduk persoalan yang sedang disiarkan seseorang. Padahal saat itu terjadi tiga jalan yang terhampar, untuk kita lalui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jalan pertama, tentu bila kita seorang yang punya jiwa “peduli” dengan gossip, membuat kita malah bersemangat untuk memasang telinga. Dan mungkin siap pula memberi tambahan “bahan bakar” agar cerita yang tersampaikan merupakan kisah yang dramatis. Tentu jalan ini, bukan jalan yang diinginkan sang Khalik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan kedua yang dapat kita gunakan, bila kita memang mampu menjadi “polisi” saat itu, dan mengingatkan peserta, bahwa apa yang diperbincangkan merupakan sebuah kemungkaran. Karena bila kita mensiarkan keburukan saudara kita, maka sama saja kita memakan bangkai saudara sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu pilihan selanjutnya adalah, bila kita tidak PD ( percaya diri ) untuk men-“semprit” dengan kata-kata, maka sebaiknya kita mengundurkan diri dari lingkaran kemungkaran itu. Karena apabila kita sudah tidak setuju tapi masih tetap berada di tempat, berarti kita masih termasuk orang yang ber-ghibah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan lalu ada seorang yang menyampaikan sebuah hikmah kepada saya. Dia seorang ibu dan sangat dekat dengan tetangganya. Suatu hari ibu ini, saya panggil saja Mila, mendapatkan “info” dari tetangganya . Beritanya adalah seorang ibu yang bernama A, sering-kali bergerilya setiap jam 10 pagi dengan anak balitanya. Setiap pagi dia akan bersilaturahmi sekalian numpang makan. Bahkan kadang membawa pulang bahan mentah; berupa cabe atau lauk yang sudah dimasak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A yang merasa kesal dengan sifatnya B ( suka bergerilya ), ternyata tidak mampu membuka mulutnya untuk menghentikan kebiasaan buruknya B. Tapi sayangnya dia menceritakannya kepada Mila dengan harapan, agar Mila ini mengetahui sifat B yang sudah terkenal di lingkungan rumah A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari, Mila jalan-jalan pagi ke rumah A. Bukan kebiasaan Mila untuk jalan ke tetangga saat pagi. Karena biasanya jam 9 atau jam 10 pagi, adalah waktunya dia di rumah. Tapi begitu lah bila memang Allah memberikan jalan kebajikan kepada kita. Untuk mengetahui apa yang sebenarnya hikmah yang dapat kita petik dari peristiwa di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena saat Mila bertandang adalah mendekati jam makan siang, dan tuan rumah baru selesai memasak, maka dia pun ditawari makan. Padahal saat itu dia membawa serta kedua anaknya yang masih balita. A pada itu memang telah memasak bakso yang lumayan banyak, karena dia menyiapkan pula untuk dimakan oleh tukang yang masih membangun rumahnya. Karena memang rumahnya masih belum selesai dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ditawari makan, Mila malah teringat ceritanya si A. Dia mengingat dengan jelas bagaimana mimik wajah di A ketika menceritakan B. Dia mengandaikan dirinya saat itu adalah B, yang sedang makan di rumah A. Hingga mengganggu pikirannya. Betapa inginnya dia memasukkan pentolan ke mulutnya, tapi nuraninya serasa melarangnya. Dia hampir-hampir tak bisa memakan hidangan yang tersedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jika aku makan di rumahnya, jangan-jangan aku akan pula diceritakan kepada orang lain. Padahal saat ini kedua buntutku bersamaku.” Pikirannya maju mundur, apakah dia akan menikmati hidangan yang kelihatan nikmat di pandang dan membuat hidungnya kembang kempis karena aromanya yang segar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak menceritakan selanjutnya apa yang terjadi. Tapi begitulah hikmah yang kita dapat dari cerita Mila di atas. Bahwa kadang kita tidak pernah menyangka, menceritakan tentant aib seseorang, tapi ternyata pendengar kita malah menarik sebuah garis pembelajaran. Karena A menceritakan sifat B yang minus, maka dia pun punya sebuah persepsi yang kuat terhadap A. Bahwa ternyata A suka menceritakan orang yang makan di rumahnya, dan menyebabkan Mila takut untuk memakan makanan yang dihidangkan oleh A.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata ghibah yang dilakukan seseorang, dengan harapan orang akan memberikan penilaian “lebih” pada dirinya dan disisi lain menjatuhkan martabat orang lain, ternyata malah sebaliknya yang terjadi. Karena apa yang dilakukannya menjadikan pendengar membuat sebuah rumus turunan; ” dia pasti akan pula memanjangkan mulutnya kepada orang lain, bila ada hal yang tidak disukainya pada diri kita.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.eramuslim.com/oase-iman/halimah-ghibah-dan-rumus-turunannya.htm"&gt;Sumber&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3554472221054216336?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3554472221054216336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3554472221054216336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/apa-pun-yang-terlarang-menurut-syariat.html' title='Ghibah dan turunannya'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-670938974440617580</id><published>2010-04-07T23:33:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:35:14.517-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Dua Waktu Tidur Yang Dilarang Rasul</title><content type='html'>Tidur menjadi sesuatu yang esensi dalam kehidupan kita. Karena dengan tidur, kita menjadi segar kembali. Tubuh yang lelah, urat-urat yang mengerut, dan otot-otot yang dipakai beraktivitas seharian, bisa meremaja lagi dengan melakukan tidur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, semua perbuatan bisa menjadi ibadah. Begitu pula tidur, seperti yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Dalam Al-Quran, Allah swt pun menyuruh kita untuk tidur. Namun, ternyata ada dua waktu tidur yang dianjurkan oleh Rasulullah untuk tidak dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Tidur di Pagi Hari Setelah Shalat Shubuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sakhr bin Wadi’ah Al-Ghamidi radliyallaahu ‘anhu bahwasannya Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Ya Allah, berkahilah bagi ummatku pada pagi harinya” (HR. Abu dawud 3/517, Ibnu Majah 2/752, Ath-Thayalisi halaman 175, dan Ibnu Hibban 7/122 dengan sanad shahih).&lt;br /&gt;Ibnul-Qayyim telah berkata tentang keutamaan awal hari dan makruhnya menyia-nyiakan waktu dengan tidur, dimana beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Termasuk hal yang makruh bagi mereka – yaitu orang shalih – adalah tidur antara shalat shubuh dengan terbitnya matahari, karena waktu itu adalah waktu yang sangat berharga sekali. Terdapat kebiasaan yang menarik dan agung sekali mengenai pemanfaatan waktu tersebut dari orang-orang shalih, sampai-sampai walaupun mereka berjalan sepanjang malam mereka tidak toleransi untuk istirahat pada waktu tersebut hingga matahari terbit. Karena ia adalah awal hari dan sekaligus sebagai kuncinya. Ia merupakan waktu turunnya rizki, adanya pembagian, turunnya keberkahan, dan darinya hari itu bergulir dan mengembalikan segala kejadian hari itu atas kejadian saat yang mahal tersebut. Maka seyogyanya tidurnya pada saat seperti itu seperti tidurnya orang yang terpaksa” (Madaarijus-Saalikiin 1/459).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tidur Sebelum Shalat Isya’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Abu Barzah radlyallaahu ‘anhu : ”Bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam membenci tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya” (HR. Bukhari 568 dan Muslim 647).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas hadits-hadits Nabi menerangkan makruhnya tidur sebelum shalat isya’. Oleh sebab itu At-Tirmidzi (1/314) mengatakan : “Mayoritas ahli ilmu menyatakan makruh hukumnya tidur sebelum shalat isya’ dan mengobrol setelahnya. Dan sebagian ulama’ lainnya memberi keringanan dalam masalah ini. Abdullah bin Mubarak mengatakan : “Kebanyakan hadits-hadits Nabi melarangnya, sebagian ulama membolehkan tidur sebelum shalat isya’ khusus di bulan Ramadlan saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidh Ibnu Hajar berkata dalam Fathul-Baari (2/49) : “Di antara para ulama melihat adanya keringanan (yaitu) mengecualikan bila ada orang yang akan membangunkannya untuk shalat, atau diketahui dari kebiasaannya bahwa tidurnya tidak sampai melewatkan waktu shalat. Pendapat ini juga tepat, karena kita katakan bahwa alasan larangan tersebut adalah kekhawatiran terlewatnya waktu shalat.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-670938974440617580?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/670938974440617580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/670938974440617580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/dua-waktu-tidur-yang-dilarang-rasul.html' title='Dua Waktu Tidur Yang Dilarang Rasul'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1680711807841044272</id><published>2010-04-07T23:13:00.000-07:00</published><updated>2010-04-07T23:44:10.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Sejarah April Mop</title><content type='html'>Sebenarnya, April Mop adalah sebuah perayaan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekadar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Biasanya orang akan menjawab bahwa April Mop—yang hanya berlaku pada tanggal 1 April—adalah hari di mana kita boleh dan sah-sah saja menipu teman, orangtua, saudara, atau lainnya, dan sang target tidak boleh marah atau emosi ketika sadar bahwa dirinya telah menjadi sasaran April Mop. Biasanya sang target, jika sudah sadar kena April Mop, maka dirinya juga akan tertawa atau minimal mengumpat sebal, tentu saja bukan marah sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun belum sepopuler perayaan tahun baru atau Valentine's Day, budaya April Mop dalam dua dekade terakhir memperlihatkan kecenderungan yang makin akrab di masyarakat perkotaan kita. Terutama di kalangan anak muda. Bukan mustahil pula, ke depan juga akan meluas ke masyarakat yang tinggal di pedesaan. Ironisnya, masyarakat dengan mudah meniru kebudayaan Barat ini tanpa mengkritisinya terlebih dahulu, apakah budaya itu baik atau tidak, bermanfaat atau sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan April Mop berawal dari suatu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan? April Mop, atau The April's Fool Day, berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 M, atau bertepatan dengan 892 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walaupun sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah barat yang berupa pegunungan. Islam telah menerangi Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sikap para penguasa Islam yang begitu baik dan rendah hati, banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan saja beragama Islam, namun sungguh-sungguh mempraktikkan kehidupan secara Islami. Tidak saja membaca Al-Qur'an, namun bertingkah-laku berdasarkan Al-Qur'an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun selalu gagal. Maka dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka menemukan cara untuk menaklukkan Islam, yakni dengan pertama-tama melemahkan iman mereka melalui jalan serangan pemikiran dan budaya. Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirimkan alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari daripada membaca Al Qur'an. Mereka juga mengirimkan sejumlah ulama palsu untuk meniup-niupkan perpecahan ke dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan salib. Penyerangan oleh pasukan salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang dibantai, tetapi juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua. Satu-persatu daerah di Spanyol jatuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara salib terus mengejar mereka. Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara salib mengetahui bahwa banyak muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Namun beberapa dari orang Muslim diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah disediakan, mereka pun segera bersiap untuk meninggalkan Granada dan berlayar meninggalkan Spanyol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk muslim Granada keluar dari rumah-rumah mereka dengan membawa seluruh barang-barang keperluan, beriringan berjalan menuju ke pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai pasukan salib, memilih bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumah mereka. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara salib menggeledah rumah-rumah yang telah ditinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika mereka membakari rumah-rumah tersebut bersama dengan orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan, hanya bisa terpana ketika tentara salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dengan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang para tentara salib telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara salib segera membantai umat Islam Spanyol tanpa rasa belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The April's Fool Day). Pada tanggal 1 April, orang-orang diperbolehkan menipu dan berbohong kepada orang lain. Bagi umat kristiani, April Mop merupakan hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib lewat cara-cara penipuan. Sebab itulah, mereka merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan walau dibungkus dengan dalih sekedar hiburan atau keisengan belaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam, April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya se-iman disembelih dan dibantai oleh tentara salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas juga ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Siapapun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, 5 abad silam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, perhatikan sekeliling Anda, anak Anda, atau Anda sendiri, mungkin terkena bungkus jahil April Mop tanpa kita sadari. (sa/berbagaisumber)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menjadi alasan salah informasi dari Group FKMKI.. Mudah2 kebudayaan hina ini segera disadari mudharatnya oleh sluruh ummat muslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1680711807841044272?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1680711807841044272'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1680711807841044272'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2010/04/sejarah-april-mop.html' title='Sejarah April Mop'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3537590646009115433</id><published>2009-12-24T05:28:00.000-08:00</published><updated>2009-12-24T05:32:04.640-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Sekilas tentang Coto Makassar dan cara membuatnya</title><content type='html'>Coto Makassar diduga pula telah ada sejak Somba Opu (pusat Kerajaan  Gowa) berjaya pada tahun 1538 hingga terhidangkan dalam bentuk  warung-warung yang ada sekarang dibeberapa pinggiran jalan. Sajian coto  makassar diduga terpengaruh pula oleh makanan cina yang telah datang di  abad 16, ini terlihat dari sambal yang digunakan yakni sambal tao-co  merupakan bagian dari ketata bogaan Cina yang mempengaruhi budaya ketata  bogaan Makassar,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hidangan coto makassar ini, dalam  aliran modern digolongkan sebagai hidangan sup. Bila dalam tradisi  sejarah masyarakat Eropa yang muncul pada era sebelum revolusi industri  di Inggris, sup disandingkan dengan roti sebagai pengganjal perut di  malam hari. Maka Coto Makassar juga telah menjadi makanan bagi para  pengawal kerajaan untuk mengisi perut di subuh hari sebelum bertugas  dipagi harinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coto Makassar pun dianggap hambar bila  tak diiringi dengan ketupat atau burasa. Keenakan menikmati coto  makassar tak terlepas pula dari tradisi peramuaanya yang secara khusus  diolah dalam kuali tanah yang disebut: korong butta atau uring butta dan  dengan rampah patang pulo (40 macam rempah) yang terdiri dari kacang,  kemiri, cengkeh, pala, foeli, sere yang ditumbuk halus, lengkuas,  merica, bawang merah, bawang putih, jintan, ketumbar merah, ketumbar  putih, jahe, laos, daun jeruk purut, daun salam, daun kunyit, daun  bawang, daun seldri, daun prei, lombok merah, lombok hijau, gula talla,  asam, kayu manis, garam, papaya muda untuk melembutkan daging, dan kapur  untuk membersihkan jerohan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khasnya rasa dari kentalnya  coto Makassar dari ramuan rempahnya yang juga berfungsi sebagai penawar  zat kolesterol yang terdapat dalam hati, babat, jantung, limpah dsb.  Rasa khas inilah yang menurut dugaan bahwak keberadaan soto babat dari  Madura, soto Tegal, soto Betawi, terinspirasi dari coto makassar karena  dahulu dibawa oleh para pelaut kedaerah tempa tsoto yang lain berada  sehingga diduga bahwa coto Makassar itu “lebih tua” dari pada soto di  persada Nusantara ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Makassar, Coto disajikan  dengan harga yang beragam. Dari mulai Rp. 3.500,- per mangkuk hingga Rp.  7.000,-, tergantung kelas si pedagang. Beberapa pedagang Coto yang  paling terkenal seperti Coto Gagak, Coto Latimojong dan Coto Paraikatte  biasanya sudah dipadati pengunjung sejak pagi hari sekitar pukul 7.  Warung-warung Coto ini biasanya buka hingga malam. Ada juga beberapa  warung yang mengambil spesialisasi buka di malam hari hingga pagi hari  tiba, namanya Coto Bagadang (begadang). Waktu yang paling tepat untuk  menyantap Coto memang adalah di pagi hari hingga siang hari, atau malam  hingga tengah malam. Tapi itu bukan patokan utama, karena Coto  sebenarnya bisa disantap kapan saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MEMBUAT&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang tak tahu coto Makassar. Rasanya sangat kental sapi, pedas,  dan tidak terlalu encer. makanan satu ini selalu dapat ditemui di  sudut-sudut jalan. Namun, jika Anda berselera dengan coto satu ini,  silakan buat sendiri, karena kami telah menyediakan resep terenak dari  coto ini. Selamat mencoba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingredients:&lt;br /&gt;500  gram daging sapi, sandung lamur&lt;br /&gt;500 gram babat, rebus matang&lt;br /&gt;300  gram hati sapi, rebus matang&lt;br /&gt;200 gram jantung sapi, rebus matang&lt;br /&gt;5  batang serai memarkan4 sm lengkuas memarkan&lt;br /&gt;2 cm jahe memarkan&lt;br /&gt;5  lembar daun salam&lt;br /&gt;250 gram kacang tanah, goreng haluskan&lt;br /&gt;2,5 liter  air cuci beras/tajin&lt;br /&gt;1 sdm bumbu kaldu bubuk rasa sapi&lt;br /&gt;6 sdm  minyak sayur&lt;br /&gt;Haluskan:&lt;br /&gt;10 siung bawang putih,&lt;br /&gt;8 butir kemiri  sangrai1 sdm ketumbar sangrai&lt;br /&gt;1 sdt jintan sangrai&lt;br /&gt;1 sdt garam dan&lt;br /&gt;1  sdt merica butiran&lt;br /&gt;Pelengkap : bawang goreng, irisan daun bawang dan  irisan seledri, sambal taocoHaluskan : 10 bawang merah, 5 siung bawang  putih, 10 cabai keriting rebus sebentar, 100 gram taoco, tumis dengan 6  sdm minyak sayur hingga matang, haluskan tambahkan garam dan gula merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Directions:&lt;br /&gt;1.  Rebus daging sapi, babat, hati dan jantung, beri serai, lengkuas, jahe  dan salam setelah matang angkat, tiriskan, potong dadu. Jerohan sapi  matang, potong dadu. Sisihkan.&lt;br /&gt;2. Panaskan minyak, tumis bumbu yang  dihaluskan hingga harum, masukkan kedalam kaldu, tambahkan kacang tanah  goreng, didihkan.&lt;br /&gt;3. Penyajian, siapkan mangkuk, isi dengan daging  dan jerohan beri kuahnya, taburi bawang goreng, irisan daun bawang dan  seledri sajikan dengan buras dan sambal taoco&lt;br /&gt;4. Sajikan hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3537590646009115433?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3537590646009115433'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3537590646009115433'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/12/sekilas-tentang-coto-makassar-dan-cara.html' title='Sekilas tentang Coto Makassar dan cara membuatnya'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7377276637059986249</id><published>2009-12-19T08:39:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T08:43:41.738-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (3)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Syubhat 6&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan: “Karena seringnya ia meriwayatkan hadits, Ummul  Mukminin ‘A’isyah dan para sahabat yang utama menuduhnya sebagai  berbicara tak keruan (mazzah), berbohong (kadzdzab) dan lain-lain. Umar  mengancam akan memukul dan mengasingkannya apabila ia meriwayatkan  hadits. Ia sendiri mengaku tidak berani mengucapkan sebuah hadits di  zaman Umar. Ummul Mukminin ‘A’isyah mengatakan bahwa ia tidak pernah  mendengar Rasul bercerita seperti yang disampaikan Abu Hurairah. ‘Ali  menamakannya pembohong umat. Demikian juga tokoh-tokoh yang terdahulu.  (36)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Juga menyatakan: “Hadits-hadits yang disampaikan Abu Hurairah, menurut  Abu Muhammad bin Hazm berjumlah 5374 buah. Bila dibandingkan dengan  seluruh hadits yang disampaikan oleh keempat Khulafa’ur-Rasyidin, jumlah  ini sangat banyak. Abu Bakar, misalnya, menyampaikan 142 hadits (yang  dimasukkan dalam Bukhari, 22), ‘Umar 537 hadits (yang dianggap shahih,  50), ‘Utsman 146 (Bukhari memasukkan 9 hadits, Muslim 5), dan ‘Ali 586  hadits (yang diangap shahih 50); semuanya hanya 1411 hadits dan itu  berarti Cuma 21 % dari jumlah hadits yang disampaikan Abu Hurairah  seorang diri. Dan jumlah ini hampir sama dengan jumlah ayat-ayat Al  Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, maka seluruh hadits yang disampaikan Abu Bakar  selama 20 tahun pergaulannya dengan Rasul, hanya diperoleh Abu Hurairah  dalam 16,7 hari duduk di Shuffah setelah ia menganut Islam, ‘Umar dalam  63,1 hari, ‘Utsman dalam 17,1 hari, ‘Ali dalam 68,9 hari, Tholhah bin  ‘Ubaidilah dalam 4,4 hari, Salman al-Farisi dalam 7 hari. Zubair bin al  Awaam dalam 1,1 hari, ‘Abdurraohman bin ‘Auf dalam 1 hari. Dan seluruh  haditsnya baru diucapkannya hampir 30 tahun sesudah Rasul Allah  SHALLALLAHU’ALAIHI WASALLAM wafat, sebagaimana pengakuannya, karena  sekembalinya dari Bahrain dia tidak diperkenankan mengobral haditsnya.  (37)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah benar para sahabat utama menuduh Abu Hurairah berdusta?  Sebagaimana dituduhkan diatas. Itu semua tidak benar, sebab para sahabat  besar seperti Abu Bakar, ‘Umar dan lain-lainnya memberikan pengakuan  dan menerima hadits Abu Hurairah. Sedangkan riwayat mereka menuduh Abu  Hurairah berdusta diriwayatkan dari Al Nadzam atau Bisyr Al Mirrisi atau  Abu Ja’far Al Iskafi yang merupakan musuh besar penentang Ahlus Sunnah  Wal Jamaah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dinisbatkan kepada ‘Umar bahwa beliau mengancam akan memukul  dan mengasingkannya apabila ia meriwayatkan hadits diambil dari kitab  lbnu ‘Asakir, bahwa Umar bin Al Khaththab Radhiallahu’anhu berkata  kepada Abu Hurairah Radhiallahu’anhu: “Engkau akan sungguh-sungguh tidak  meriwayatkan hadits dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, atau  aku pulangkan anda ke negeri Daus?” Dan kitab Ibnu ‘Asakir termasuk yang  banyak memuat hadits-hadits dhaif (lemah), bahkan maudhu’ (palsu). Jika  benar pernyataan tersebut, dapat difahami, bahwa kekhawatiran Umar  Radhiallahu’anhu itu terhadap hadits-hadits yang terkadang dibuat oleh  orang (yang diletakkan) bukan pada tempatnya, disebabkan mereka banyak  membicarakan hadits-hadits yang mengandung masalah rukhsah (keringanan  dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam), juga karena (dikhawatirkan) jika  seseorang memperbanyak meriwayatkan hadits mungkin terjadi kesalahan  atau kekeliruan, lalu orang-orang meriwayatkannya atau yang semisalnya.  (38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, tampaknya zhahir kisah ini menunjukkan, bila hadits ini merupakan  kepalsuan yang dilakukan oleh Rafidhah yang ingin menampakkan kesan  kebencian Umar Radhiallahu’anhu kepada hadits-hadits Rasul  Shallallahu’alaihi Wasallam. Kemudian pernyataan Umar Radhiallahu’anhu  sendiri menjadi bukti yang menunjukkan adanya kontradiksi isi  kandungannya. Artinya, ancaman Umar Radhiallahu’anhu kepada Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu dengan mengasingkannya ke negeri Daus tanah airnya  tidaklah perlu, sebab pengasingan itu tidak tepat. Juga, periwayatan  hadits-hadits tidak membutuhkan nasihat Umar Radhiallahu’anhu, jika  dimaksudkan untuk menjaga hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi  Wasallam. Bila yang diriwayatkan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu itu tidak  shahih, tidak benar pula Abu Hurairah Radhiallahu’anhu menghindari  daerah Daus, sebuah negeri yang juga dapat melindunginya? Jika  hadits-hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu itu tidak shahih menurut  pandangan Umar Radhiallahu’anhu, niscaya ia akan secepatnya memotong  lisan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dan tidak perlu mengasingkannya ke  negeri kaumnya atau ke daerah lainnya.(39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terdapat kisah ‘Umar menerima persaksian dan riwayat Abu Hurairah,  diantaranya kisah yang diriwayatkan Imam Al Bukhari rahimahullah dari  Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أُتِيَ عُمَرُ بِامْرَأَةٍ تَشِمُ فَقَامَ فَقَالَ أَنْشُدُكُمْ بِاللَّهِ  مَنْ سَمِعَ مِنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي  الْوَشْمِ فَقَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ فَقُمْتُ فَقُلْتُ يَا أَمِيرَ  الْمُؤْمِنِينَ أَنَا سَمِعْتُ قَالَ مَا سَمِعْتَ قَالَ سَمِعْتُ  النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَشِمْنَ وَلَا  تَسْتَوْشِمْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umar mendatangi seorang wanita yang bertato, lalu ia berdiri seraya  berkata,“Bersumpahlah kalian dengan nama Allah. Siapa diantara kalian  yang mendengar dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam tentang tato?” Abu  Hurairah Radhiallahu’anhu berkata: Akupun bangkit dan berdiri, seraya  berkata, “Saya mendengarnya, wahai Amirul Mukminin.” Umar  Radhiallahu’anhu bertanya,“Bagaimana yang engkau dengar?” Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu menjawab,“Aku mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam bersabda: ‘Janganlah kalian bertato dan meminta untuk ditato’  “(40)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini semua merupakan bantahan langsung dari perbuatan ‘Umar atas berita  bohong yang dinisbatkan kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga kisah ‘Aisyah Radhiallahu’anha yang disebutkan dalam  tuduhan mereka diatas adalah pernyataan beliau :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَلَا يُعْجِبُكَ أَبُو هُرَيْرَةَ جَاءَ فَجَلَسَ إِلَى جَانِبِ حُجْرَتِي  يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  يُسْمِعُنِي ذَلِكَ وَكُنْتُ أُسَبِّحُ فَقَامَ قَبْلَ أَنْ أَقْضِيَ  سُبْحَتِي وَلَوْ أَدْرَكْتُهُ لَرَدَدْتُ عَلَيْهِ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ  صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَمْ يَكُنْ يَسْرُدُ الْحَدِيثَ مِثْلَ  سَرْدِكُمْ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah Abu Hurairah membuatmu heran, datang lalu duduk di samping  kamarku menyampaikan hadits dari Rasulullah memperdengarkannya kepadaku  dan aku sedang shalat sunnah, lalu ia pergi sebelum aku menyelesaikan  shalat sunnahku. Seandainya aku mendapatinya tentu aku akan  membantahnya. Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam &lt;b&gt;tidak  menyampaikan hadits seperti penyampaian kalian.&lt;/b&gt;” (41)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah sebab pengingkarannya, Aisyah Radhiallahu’anhu tidak  melemahkannya dan tidak juga menuduhnya sebagai pendusta sebagaimana  yang dilakukan oleh sebagian penuduhnya. Sekalipun demikian, ‘Aisyah  Radhiallahu’anhu tetap mengakui, bahwa Abu Hurairah Radhiallahu’anhu  meninggalkan tempat sebelum ia Radhiallahu’anhu selesai dari shalatnya.  Padahal waktu shalat bukanlah waktu yang lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun pernyataannya “Jika aku menjumpainya, niscaya aku akan  menjawabnya,” yakni niscaya aku akan menegurnya dan menjelaskannya,  pelan dalam menyampaikan hadits itu lebih baik daripada memaparkannya  secara cepat.(42) Perkataan Aisyah Radhiallahu’anhu &lt;b&gt;“Sesungguhnya  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak menyampaikan hadits seperti  penyampaian kalian,”&lt;/b&gt; yaitu menyampaikan hadits dengan pelan dan  tersusun rapi, berurutan (menyelesaikan yang satu, kemudian baru yang  lainnya), agar tidak bercampur bagi yang mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak ada dalam pernyataan ‘A’isyah yang menunjukkan ia menolak hadits  Abu Hurairah atau menuduhnya telah berdusta atas nama Nabi atau  membuat-buat hadits palsu. Bahkan ‘A’isyah menerima dan membenarkan  periwayatan Abu Hurairah sebagaimana dalam hadits Khobaab yang bertanya  kepada Ibnu Umar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَا عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عُمَرَ أَلَا تَسْمَعُ مَا يَقُولُ أَبُو  هُرَيْرَةَ أَنَّهُ سَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ خَرَجَ مَعَ جَنَازَةٍ مِنْ بَيْتِهَا وَصَلَّى  عَلَيْهَا ثُمَّ تَبِعَهَا حَتَّى تُدْفَنَ كَانَ لَهُ قِيرَاطَانِ مِنْ  أَجْرٍ كُلُّ قِيرَاطٍ مِثْلُ أُحُدٍ وَمَنْ صَلَّى عَلَيْهَا ثُمَّ رَجَعَ  كَانَ لَهُ مِنْ الْأَجْرِ مِثْلُ أُحُدٍ فَأَرْسَلَ ابْنُ عُمَرَ  خَبَّابًا إِلَى عَائِشَةَ يَسْأَلُهَا عَنْ قَوْلِ أَبِي هُرَيْرَةَ ثُمَّ  يَرْجِعُ إِلَيْهِ فَيُخْبِرُهُ مَا قَالَتْ وَأَخَذَ ابْنُ عُمَرَ  قَبْضَةً مِنْ حَصْبَاءِ الْمَسْجِدِ يُقَلِّبُهَا فِي يَدِهِ حَتَّى  رَجَعَ إِلَيْهِ الرَّسُولُ فَقَالَ قَالَتْ عَائِشَةُ صَدَقَ أَبُو  هُرَيْرَةَ فَضَرَبَ ابْنُ عُمَرَ بِالْحَصَى الَّذِي كَانَ فِي يَدِهِ  الْأَرْضَ ثُمَّ قَالَ لَقَدْ فَرَّطْنَا فِي قَرَارِيطَ كَثِيرَةٍ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wahai Abdullah bin Umar tidakkah engkau mendengar apa yang disampaikan  Abu Hurairah, bahwa beliau mendengar Rasululloh Shallallahu’alaihi  Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang keluar bersama jenazah dari  rumahnya dan menyolatkannya kemudian mengiringinya sampai dikubur, maka  ia mendapat pahala  dua Qiraath. Setiap Qirath seperti gunung uhud.  Barang siapa yang menyolatkan jenazah kemudian pulang, maka mendapat  pahala seperti gunung uhud”. Lalu Ibnu Umar mengutus Khobaab ke ‘A’isyah  untuk menanyakan perkataan Abu Hurariroh tersebut kemudian kembali  kepadanya memberitahu pernyataan ‘A’isyah. Lalu Ibnu Umar mengambil  segenggam kerikil masjid yang ia bolak-balikkan ditangannya sampai  datang utusan beliau tersebut. Lalu berkata utusan tersebut: ”A’isyah  berkata: ‘Sungguh benar Abu Hurairah’. Lalu Ibnu Umar membuang  kerikil-krikil yang ada ditangannya ke tanah, kemudian berkata: ‘Kita  telah kehilangan banyak qiraath’.(43)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pernyataan Imam ‘Ali yang mereka kemukakan diatas merupakan  kedustaan sebagaimana disampaikan penulis kitab Difa’ ‘An Abu Hurairah:  “Tidak ada referensi yang valid dan terpercaya yang menunjukkan adanya  pernyataan yang menyakinkan, bahwa Ali Radhiallahu’anhu menuduh Abu  Hurairah Radhiallahu’anhu telah berdusta, atau melarangnya meriwayatkan  hadits. Akan tetapi, sebagian musuh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu  berusaha berargumen dengan mengambil riwayat dari Abu Ja’far Al Iskaafi,  bahwa ketika mendengar hadits Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, (maka) Ali  Radhiallahu’anhu berkata: “Ketahuilah, sesungguhnya sedusta-dusta  orang…,” atau ia berkata: “Sedusta-dusta orang terhadap Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam ialah Abu Hurairah Ad Dausi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat ini adalah dhaif (lemah) dan tertolak. Sebab, jalur sanadnya  dari Al Iskaafi; ia seorang pengikut hawa nafsu, sekaligus menyeru orang  menuhankan hawa nafsunya. Disamping itu, ia juga seorang rawi yang  tidak tsiqah.(44) Bahkan demikian ini merupakan dusta besar yang telah  disingkap kebohongannya, berdasarkan kesepakatan sebagian besar putra,  sahabat dan  para panglima Ali Radhiallahu’anhu, serta sejumlah tokoh  Syi’ah generasi awal dan anak keturunan Al Hasyimi tetap diam dan terus  meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, atau meriwayatkan  haditsnya melalui jalan periwayatan orang-orang terpercaya (tsiqat) jika  mereka tidak mendengarnya langsung dari Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu.”(45)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya ada peringatan dan pengingkaran para sahabat terhadap  banyaknya riwayat Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, maka ini menunjukkan  kepada kita, bahwa mereka selalu mengutamakan kehati-hatian, ketelitian,  kejelian dalam meriwayatkan dan menyandarkan cara periwayatannya.  Mereka tidak memperbanyak (menyampaikan hadits), karena takut terjatuh  pada kekeliruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Abu Hurairah Radhiallahu’anhu memaparkan apa yang beliau dengar,  tidak ada perasaan takut seperti mereka. Hal ini, karena kepercayaan Abu  Hurairah terhadap hafalan serta daya ingatnya. Sehingga, bukanlah  sesuatu yang aneh dan salah, jika kita mendapatkan ada orang yang  memandang penting memperbanyak riwayat, sedangkan yang lain membatasi  dengan mengingkari banyaknya riwayat Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khususnya, apabila seorang sahabat mendapatkan dhahir hadits-hadits yang  memerintahkan untuk membatasi dalam meriwayatkan hadits dengan  merajihkannya dari hadits-hadits lain, yang memerintahkan untuk  menyampaikan dan memperbolehkan meriwayatkan hadits (secara bebas) -atau  barangkali- belum mendengar hadits-hadits lainnya.(46)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mereka mulai mempertanyakan kenapa Abu Hurairah banyak  menyampaikan hadits melebihi para sahabat besar lainnya, seperti  Khalifah Al Rasyidin. Usaha membandingkan riwayat Abu Hurairah dengan  riwayat Khulafa’ Ar Rasyidin dalam jumlah hadits yang diriwayatkan  mereka merupakan satu kesalahan yang besar, dengan dasar-dasar sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang benar bahwa Khulafa’ Ar Rasyidin telah mendahului Abu Hurairah  dalam persahabatan dan keislaman serta penerimaan hadits. Namun mereka  sibuk mengurus permasalahan negara dan pengaturan hukum serta pengiriman  para ulama, ahli qur’an dan Qadhi’(hakim). Sehingga mereka telah  menunaikan amanat yang mereka emban sebagaimana mereka telah menunaikan  amanat mengurus permasalahan umat. Sebagaimana kita tidak mencela Khalid  bin Al Walid dengan sedikitnya periwayatan beliau dari Rasululllah  karena sibuk dengan jihad. Demikian juga tidak mencela Abu Hurairah  dengan banyaknya periwayatan beliau karena sibuk dengan ilmu. Setiap  orang dimudahkan Allah kepada yang terbaik baginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah meluangkan seluruh waktu dan pikirannya kepada ilmu dan  pengajaran tanpa ikut serta dalam politik. Ditambah dengan kebutuhan  orang kepada beliau karena usia panjang beliau. Hal ini membuat  perbandingan antara beliau dengan sahabat-sahabat besar atau Khulafa’ Ar  Rasyidin tidak benar.(47)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasa aneh dan tuduhan memperbanyak hadits telah dijawab oleh Abu  Hurairah sendiri dalam pernyataannya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّكُمْ تَقُولُونَ  إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يُكْثِرُ الْحَدِيثَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُونَ مَا بَالُ الْمُهَاجِرِينَ  وَالْأَنْصَارِ لَا يُحَدِّثُونَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ وَإِنَّ إِخْوَتِي  مِنْ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمْ صَفْقٌ بِالْأَسْوَاقِ وَكُنْتُ  أَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلْءِ  بَطْنِي فَأَشْهَدُ إِذَا غَابُوا وَأَحْفَظُ إِذَا نَسُوا وَكَانَ  يَشْغَلُ إِخْوَتِي مِنْ الْأَنْصَارِ عَمَلُ أَمْوَالِهِمْ وَكُنْتُ  امْرَأً مِسْكِينًا مِنْ مَسَاكِينِ الصُّفَّةِ أَعِي حِينَ يَنْسَوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Abu Hurairah berkata: ‘Kalian akan menyatakan, bahwa Abu  Hurairah banyak meriwayatkan hadits. &lt;b&gt;Dan Allahlah tempat (untuk  membuktikan) janji.&lt;/b&gt; Juga mengatakan ‘Mengapa orang-orang Al  Muhajirin dan Anshor tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti  periwayatan Abu Hurairah?’ Sungguh, saudara- saudaraku dari Muhajirin  disibukkan dengan jual-beli di pasar. Sedangkan saudara- saudaraku dari  Anshor disibukkan oleh pengelolaan harta mereka. Adapun aku seorang  miskin yang selalu mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam &lt;b&gt;selama  perutku berisi.&lt;/b&gt; Aku hadir saat mereka tidak hadir, dan aku ingat  dan paham saat mereka lupa.”(48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lafadz Imam Ahmad: &lt;i&gt;“Sedang aku adalah seorang yang i’tikaf  (berdiam diri di masjid (Ahlus Sifah), dan paling banyak turut serta  dalam majelis-majelis Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku hadir saat  mereka tidak hadir, dan aku menghafalnya ketika mereka lupa.”&lt;/i&gt;(49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam lafadz Al Hakim: &lt;i&gt;“Sungguh, isteri ataupun jual-beli di pasar  tidak menyibukkan kami dari turut serta bersama Rasul Shallallahu’alaihi  Wasallam, melainkan aku meminta kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam satu kalimat yang Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam ajarkan  kepadaku atau sesuap makanan yang Beliau berikan kepadaku“&lt;/i&gt;.(50)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat dalam pernyataan dan sejarah Abu Hurairah, beliau telah  mencurahkan seluruh potensinya untuk mendengar, menghafal dan  menyaksikan seluruh peristiwa pada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam  ditambah dengan kemampuan beliau menghafal yang demikian kuat dan waktu  mulazamahnya setelah berdatangan orang untuk masuk Islam. Tentunya hal  ini meembuatnya dapat menghafal hadits-hadits yang tidak ada dikalangan  sahabat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini terbukti. Kita dapati sebagian besar kibaar sahabat (tokoh-tokoh  besar sahabat) telah menyadari dan mengakui, bahwa mereka telah  disibukkan dengan jual beli di pasar dari pada mendengarkan sebagian  hadits-hadits Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam sebagaimana yang  dilukiskan oleh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu. Lihatlah, Al Faruq Umar  bin Khaththab mendengar sebuah hadits dari Abu Musa Al Asy’ari, lalu ia  mengingkarinya, sampai Abu Said Al Khudri bersaksi menguatkan Abu Musa  Al Asy’ari, bahwa ia mendengar hadits itu juga, lalu Umar (pun) berkata:  &lt;b&gt;“Aku belum tahu hadits ini termasuk perkara Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam. Jual-beli di pasar telah melalaikanku dari  mendengar hadits ini” .&lt;/b&gt;(51)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahkan tidak hanya jual-beli yang melalaikan Beliau Radhiallahu’anhu  semata. Juga tempat tinggal Beliau yang berada di ‘Awaali (52) Madinah.  Tidak seperti Abu Hurairah Radhiallahu’anhu yang hanya beberapa langkah  dari kamar Aisyah Radhiallahu’anhu. Jika demikian, maka tidaklah aneh  jika Abu Hurairah Radhiallahu’anhu mengetahui sesuatu yang tidak  diketahui oleh sahabat-sahabat lama (tokoh besar sahabat).(53)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian tertolaklah tuduhan orang-orang yang beralasan dengan  sedikitnya hadits yang diriwayatkan oleh kibarush shahabah (sahabat  senior) untuk menolak dan mendustakan riwayat-riwayat Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu yang telah banyak meriwayatkan hadits. Tidak lain  mereka sendirilah yang berdusta. Sedikitnya riwayat dari sahabat senior  Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, tak lain karena mereka telah  wafat sebelum dibutuhkan oleh umat. Dan yang banyak riwayatnya, hanyalah  dari Umar bin Al Khathab dan Ali bin Abi Thalib. Sebab, keduanya  dijadikan pemimpin (kaum muslimin), sehingga ditanya dan memutuskan  perkara kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh sahabat Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam adalah para  pemimpin tauladan yang dicontoh dan dikenang seluruh amalan yang mereka  kerjakan. Mereka dimintai fatwa dan berfatwa; mereka mendengar  hadits-hadits Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam lalu menyampaikannya.  Sehingga banyak sahabat-sahabat senior yang lebih sedikit haditsnya  dibanding dengan lainnya; seperti: Abu Bakar, Utsman, Thalhah, Az  Zubair, Sa’ad bin Abi Waqash, Abdul Rahman bin Auf, Abu Ubaidah bin Al  Jarrah, Sa’ad bin Zaid bin Amr bin Naufal, Ubay bin Ka’ab, Sa’ad bin  Ubadah, Ubadah bin Ash Shamith, Usaid bin Khudhair, Muadz bin Jabal dan  lainnya yang segenerasi dengan mereka radiyallahu’anhum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tidak mendapatkan mereka banyak meriwayatkan hadits sebagaimana  para sahabat-sahabat muda, seperti: Jabir bin Abdullah, Abu Sa’id Al  Khudri, Abdullah bin Umar bin Al Khaththab, Abdullah bin Amr bin Al Ash,  Abdullah bin Abbas, Rafi’ bin Khudaij, Anas bin Malik, Al Barra’ bin  Azib dan yang segenerasi dengan mereka; sebab mereka hidup (setelah para  tokoh tua sahabat)  dan berumur panjang, sehingga orang-orang  membutuhkan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, banyak para sahabat sebelum dan setelahnya meninggal  bersama ilmunya. Sebagian mereka ada yang tidak menyampaikan satu  haditspun dari Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, yang mungkin  lebih lama bersahabat, belajar dan mendengar hadits Beliau  Shallallahu’alaihi Wasallam dibandingkan dengan orang yang meriwayatkan  hadits. Akan tetapi kita memahami hal ini, karena mereka sangat  berhati-hati dalam meriwayatkan hadits. Atau yang bersangkutan tidak  perlu menyampaikan, karena banyaknya sahabat-sahabat Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam (yang telah meriwayatkan hadits). Atau  karena kesibukkan mereka dengan ibadah dan pergi berjihad di jalan Allah  hingga mereka wafat, dan tidak satu pun hadits yang diriwayatkan  darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al Mu’allimi rahimahullah berpendapat, disana ada dua tugas. Yang  pertama menerima hadits dan penjelasan langsung dari Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam. Yang kedua adalah tugas menyampaikan.  Adapun menerima hadits dan penjelasan langsung dari Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam (talaqqi), maka para sahabat tidak mampu  terus-menerus bermulazamah (mengikuti Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam) dengan konsisten; sedangkan Anas dan Abu Hurairah  radiyallahu’anhuma secara terus-menerus mengikuti Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam untuk melayani Beliau Shallallahu’alaihi  Wasallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal itu menunjukkan secara pasti, bahwa keduanya menerima langsung dari  Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam lebih banyak, dibandingkan dengan  talaqqi para shahabat yang sibuk dengan perdagangan dan pertaniannya.  Disamping itu, Abu Hurairah Radhiallahu’anhu memiliki antusiasme yang  tinggi terhadap ilmu, juga talaqqi hadits-hadits yang dihafal  orang-orang yang telah mendahuluinya dalam bersahabat dengan Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam, sehingga terkadang beliau meriwayatkannya  dari mereka.(54)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun dalam hal menyampaikan. Sesungguhnya Abu Bakar Radhiallahu’anhu  hanya hidup pada masa penyampaian hadits selama kurang lebih dua tahun,  dan dalam keadaan sibuk melaksanakan tugas menata permasalahan kaum  muslimin. Sedangkan Umar Radhiallahu’anhu, pada masa Abu Bakar  Radhiallahu’anhu, (ia) disibukkan dengan tugas kementerian (pendamping  Abu Bakr) dan perdagangan. Setelah wafatnya Abu Bakar Radhiallahu’anhu  ia sibuk menata dan mengatur urusan kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam kitab Al Mustadrak, bahwa Muadz bin Jabal  Radhiallahu’anhu mewasiatkan sahabat-sahabatnya untuk mencari ilmu. Lalu  beliau menyebutkan kepada mereka nama-nama: Abu Darda’, Salman, Ibnu  Mas’ud dan Abdullah bin Sallam, radiyallahu’anhum. Lalu Yazid bin  Umairah berkata, &lt;i&gt;“Lalu (bagaimana) Umar bin Al Khathab?”&lt;/i&gt; Muadz  Radhiallahu’anhu menjawab, &lt;i&gt;"Janganlah anda bertanya kepada Umar,  sebab ia orang yang sibuk.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Utsman dan Ali radhiyallahu’anhuma pada masa hidupnya  disibukkan dengan tugas-tugas kementerian (pendamping Khalifah) dan  lainnya, kemudian disibukkan dengan tugas sebagai khalifah dan  menghadapi berbagai macam fitnah dan ujian. Orang yang semangat dan  gemar mencari ilmu, mengejar mereka dan yang semisalnya; memandang  seluruh shahabat adalah orang-orang yang tsiqah (terpercaya). Karenanya  mereka menganggap cukup dengan kedudukan sahabat- sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat generasi senior memandang, bukan menjadi suatu keharusan  yang mendesak atas mereka untuk menyampaikan (hadits), kecuali jika  dibutuhkan. Juga memandang cukup, jika amal sudah dilakukan berdasarkan  hal tersebut, sehingga tidak ada sedikitpun dari Sunnah Nabi yang  diabaikan. Disebabkan para sahabat masih sangat banyak dan masa tinggal  serta kehidupan mereka akan panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula berbagai kegiatan yang membutuhkan tabligh (penyampaian  hadits) amatlah banyak. Atas itu semua, Allah Ta’ala telah berjanji  menjaga syariatNya. Meskipun demikian, mereka pun sangat hati-hati  terhadap dirinya, karena takut salah. Mereka juga berpendapat, jika ada  salah seorang diantara mereka keliru saat dibutuhkan menyampaikan  (hadits), maka yang bersangkutan termaafkan; (ini) berbeda jika  menyampaikannya sebelum dibutuhkan lalu ia keliru. Sekalipun demikian,  mereka sangat suka orang lain yang mencukupkannya. Walaupun demikian  adanya, mereka tetap meriwayatkan berbagai macam hadits. Sampai kepada  mereka dari sebagiannya, bahwa Abu Hurairah telah banyak meriwayatkan  hadits dan tidak ada yang mengingkarinya. Yang ada, hanyalah kisah yang  menunjukkan, bahwa memperbanyak riwayat menyalahi yang utama.(55)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang aneh bin ajaib, ada orang yang kaget dengan banyaknya hadits Abu  Hurairah dan lebih aneh lagi dibahas pada abad kedua puluhan ini! Apakah  kaget dengan hafalan Abu Hurairah yang mampu menghafal 5374 hadits?  Atau kaget beliau menghafal sejumlah ini dari Rasulullah  Shallallahu’alaihi Wasallam selama tiga tahunan? Jika kaget dengan  kuatnya hafalan beliau, maka ini bukanlah sarana untuk mencelanya,  karena banyak orang Arab yang telah menghafal lebih banyak dari hafalan  Abu Hurairah. Kita lihat banyak para sahabat yang telah hafal Al Qur’an,  hadits dan syair-syair. Lalu apa katanya tentang mereka? Apa yang ia  katakan tentang hafalan Abu Bakar tentang nasab Arab? Apa yang  dikatakannya tentang Hammaad Al Raawiyah orang yang paling tahu sejarah,  syair, berita, nasab dan bahasa orang Arab? Apa yang dikatakan padanya  jika ia menyampaikan untuk setiap huruf hija’iyah seratus qasidah yang  panjang dari syair jahiliyah saja? Apa yang dikatakannya tentang hafalan  hibrul umat Ibnu Abaas dan hafalan imam Az Zuhriy, Asy Sya’bi dan  Qatadah bin Da’amah Al Sadusi? Jadi hafalan Abu Hurairah bukanlah baru  dan aneh. Apalagi bila diketahui bahwa hadits-hadits yang berjumlah 5374  itu tidak semuanya shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga Abu Hurairah tidak dapat dituduh melalui hafalan dan banyaknya  hadits beliau ini. Jika ia kaget dengan kemampuan Abu Hurairah menerima  hadits-hadits yang banyak ini dari Rasulullah selama 3 tahun, maka ia  telah lupa bahwa Abu Hurairah bersahabat dengan Nabi Shallallahu’alaihi  Wasallam di tahun-tahun yang penting. Masa terjadinya  peristiwa-peristiwa sosial, politik dan pensyari’atan secara umum  sehingga memungkinkan beliau menghafal seluruhnya tersebut.(56)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penutup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan dan syubhat yang dilontarkan musuh Islam seputar sahabat Abu  Hurairah masih sangat banyak, namun sebagaian yang telah dibantah diatas  mudah-mudahan dapat menjadi ibroh bagi kaum muslimin dan menjadi  peringatan terhadap bahaya yang mengancam mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai penutup kami bawakan pernyataan Ibnu Khuzaimah yang dinukil Dr.  Muhammad ‘Ajaaj Al Khathib dalam kitab As Sunnah Qabla Al Tadwiin dari  Al Mustadrak ‘Ala Al Shahihain karya imam Al Hakim. Nashnya sebagai  berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;“Orang yang telah buta hatinya mencela Abu Hurairah hanya  karena ingin menolak hadits beliau. Karena mereka tidak faham maknanya.  Orang tersebut adakalanya seorang mu’aththil jahmi (pengikut alirat  sesat Jahmiyah (pen)) yang mendengar hadits-hadits beliau yang  menyelisihi madzhab mereka yang kufur, lalu mencela Abu Hurairah dan  menuduhnya dengan tuduhan yang Allah telah sucikan darinya dalam rangka  membuat opini pada orang awam dan rendahan bahwa hadits-hadits beliau  tidak benar. Adakalanya ia seorang khowarij yang mengangkat pedang  kepada kaum muslimin dan tidak memandang kewajiban mentaati khalifah dan  imam. Jika ia mendengar hadits-hadits Abu Hurairah dari Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam menyelisihi madzhabnya yang sesat, tidak  dapat cara menolak berita-berita beliau ini dengan hujjah maka ujungnya  mencela Abu Hurairah. Atau seorang Qadariy (pengikut aliran sesat  Qadariyah) yang meninggalkan islam dan kaum muslimin dan mengkafirkan  kaum muslimin yang mengikuti takdir yang telah ditakdirkan Allah dahulu  dan tetapkan sebelum hamba itu melakukannya. Jika melihat hadits-hadits  yang beliau sampaikan dari Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam  menetapkan taqdir, tidak mendapatkan hujjah yang mendukung pendapat  mereka yang merupakan kekufuran dan kesyirikan, maka hujahnya adalah  menyatakan bahwa berita-berita Abu Hurairah tidak boleh dipakai sebagai  hujjah. Atau seorang bodoh   yang ingin menjadi faqih dan mencarinya  bukan dari tempatnya, jika mendengar berita Abu Hurairah menyelisihi  pendapat madzhab orang yang dipilihnya dengan taklid tanpa hujjah, maka    mencela Abu Hurairah dan menolak hadits-haditsnya yang menyelisihi  madzhab mereka dan berhujah dengan hadits-hadits Abu Hurairah atas orang  yang menyelisihinya jika haditsnya tersebut sesuai dengan  madzhabnya!!!”.(57)&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;36) Saqifah op.cit hlm 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;37) Saqifah op.cit hlm 16.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;38) Al Bidayah Wa An Nihayah, oleh Ibnu Katsir VIII/106.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;39) Zhulumaatu Abi Ar Rayyah, halaman 43.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;40) Al Bukhari, dalam Shahihnya kitab Al Libaas bab Al Mustawsyimah no.  5490 hlm VII/214&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;41) Muslim, dalam Shahihnya kitab AL Ilmu Bab Sardu Al Hadits no. 3303&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;42) Fathul Bari, VII/389-390.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;43) Muslim dalam Shahihnya kitab Al Jana’iz Bab Fadhlu ‘Ala Al Sholat  Waittiba’uha no. 1574.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;44) Abu Hurairah Rawiyatul Islam, halaman 278, yang dikutip apa yang  dituduhkan oleh Al Iskaafi dari Syarhu Nahji Al Balaghah, I/468 Cet.  Beirut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;45) Difa’ ‘An Abi Hurairoh, op.cit hlm 123&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;46) ibid hlm 87 dengan perubahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;47) Al Sunnah Qabla Al Tadwiin op.cit hlm 450.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;48) Al Bukhari,dalam Shahihnya, kitab Al Buyu’ Bab Ma Ja’a Fi Qaulihi  Ta’ala Faidza Qadhaita Al Sholat no. 1906 – III/135. dan Ahmad bin  Hambal dalam Musnad Ahmad hadits no. 7273&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;49) Al Musnad, XIV/122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;50) Al Mustadrak, III/510 dengan sanad yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;51) Muslim, VI/179.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;52) Nama daerah di kota Madinah. Hingga kini masih dikenal dengan nama  tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;53) Difa’ ‘An Abi Hurairoh op.cit hlm 72-75 secara singkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;54) Al Anwaa’u Al Kasyifah, halaman 141. kami nukil dari Difa’ ‘An Abi  Hurairoh op.cit hlm 91&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;55) Difa’ ‘An Abi Hurairoh op.cit hlm 91.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;56) Dinukil secara bebas dari Al Sunnah Qabla Al Tadwiin op.cit hlm 449.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;57) As Sunnah Qabla Tadwiin op.cit hlm 467-468.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tulisan ini di posting ulang dari sumber:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=207157338060" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/no&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;te.php?note_id=20715733806&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;0&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 2. Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (2)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=207293203060" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/no&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;te.php?note_id=20729320306&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;0&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; 3. Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (3)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.facebook.com/note.php?note_id=207344738060" target="_blank" rel="nofollow" onmousedown="'UntrustedLink.bootstrap($(this),"&gt;&lt;span&gt;http://www.facebook.com/no&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;te.php?note_id=20734473806&lt;/span&gt;&lt;wbr&gt;&lt;span class="word_break"&gt;&lt;/span&gt;0&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7377276637059986249?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7377276637059986249'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7377276637059986249'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/12/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah_4502.html' title='Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (3)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3714755475516482342</id><published>2009-12-19T08:33:00.001-08:00</published><updated>2009-12-19T08:38:36.488-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (2)</title><content type='html'>&lt;b&gt;Syubhat 4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berkata: “Ia mendatangi para sahabat seperti ‘Umar dan Abu Bakar  dengan berpura-pura meminta dibacakan sebuah ayat Al Qur’an, menurut  pengakuannya sendiri, padahal ia ingin agar ditawari makanan, tetapi  tiada seorang sahabatpun menawarkan makanan kepadanya, kecuali Ja’far  bin Abi Thalib, yang langsung mengajak Abu Hurairah ke rumahnya.&lt;/b&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah: “Demi Allah, tiada lain kecuali  Dia, aku sering menekan perutku ke bumi karena lapar, dan pada suatu  hari, karena lapar, aku menekan perutku dengan batu sambil duduk di  jalan tempat mereka keluar dari masjid. Aku bertemu Abu Bakar dan aku  bertanya kepadanya tentang ayat kitab Allah, dan aku tidak menanyainya  kecuali (dengan maksud) agar dia memberi aku makan; tapi ia berlalu dan  tidak melakukannya. Dan ‘Umar bertemu denganku dan aku bertanya mengenai  ayat kitab Allah, aku tidak bertanya (kepadanya) kecuali agar ia  mengajak aku makan, dan ia tidak melakukannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukhari: “Aku bila bertanya mengenai sebuah ayat (al Qur’an) kepada  Ja’far (bin Abu Tholib) maka dia tidak akan menjawab kecuali setelah ia  mengajakku kerumahnya”. Dibagian lain: “Aku meminta kepada Ja’far bin  Abi Thalib untuk membacakan kepadaku ayat (Al Qur’an) yaitu artinya,  agar dia memberi aku makan, dan dia (Ja’far bin Abu Tholib) adalah orang  yang paling baik terhadap orang miskin. Ia mengajak kami ke rumahnya  dan memberi kami makan seadanya”. (20)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini dibawakan imam Al Bukhari yang lengkapnya berbunyi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اللَّهِ الَّذِي لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ إِنْ كُنْتُ لَأَعْتَمِدُ  بِكَبِدِي عَلَى الْأَرْضِ مِنْ الْجُوعِ وَإِنْ كُنْتُ لَأَشُدُّ  الْحَجَرَ عَلَى بَطْنِي مِنْ الْجُوعِ وَلَقَدْ قَعَدْتُ يَوْمًا عَلَى  طَرِيقِهِمْ الَّذِي يَخْرُجُونَ مِنْهُ فَمَرَّ أَبُو بَكْرٍ فَسَأَلْتُهُ  عَنْ آيَةٍ مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِلَّا لِيُشْبِعَنِي  فَمَرَّ وَلَمْ يَفْعَلْ ثُمَّ مَرَّ بِي عُمَرُ فَسَأَلْتُهُ عَنْ آيَةٍ  مِنْ كِتَابِ اللَّهِ مَا سَأَلْتُهُ إِلَّا لِيُشْبِعَنِي فَمَرَّ فَلَمْ  يَفْعَلْ ثُمَّ مَرَّ بِي أَبُو الْقَاسِمِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ  وَسَلَّمَ فَتَبَسَّمَ حِينَ رَآنِي وَعَرَفَ مَا فِي نَفْسِي وَمَا فِي  وَجْهِي ثُمَّ قَالَ يَا أَبَا هِرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ  قَالَ الْحَقْ وَمَضَى فَتَبِعْتُهُ فَدَخَلَ فَاسْتَأْذَنَ فَأَذِنَ لِي  فَدَخَلَ فَوَجَدَ لَبَنًا فِي قَدَحٍ فَقَالَ مِنْ أَيْنَ هَذَا اللَّبَنُ  قَالُوا أَهْدَاهُ لَكَ فُلَانٌ أَوْ فُلَانَةُ قَالَ أَبَا هِرٍّ قُلْتُ  لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْحَقْ إِلَى أَهْلِ الصُّفَّةِ  فَادْعُهُمْ لِي قَالَ وَأَهْلُ الصُّفَّةِ أَضْيَافُ الْإِسْلَامِ لَا  يَأْوُونَ إِلَى أَهْلٍ وَلَا مَالٍ وَلَا عَلَى أَحَدٍ إِذَا أَتَتْهُ  صَدَقَةٌ بَعَثَ بِهَا إِلَيْهِمْ وَلَمْ يَتَنَاوَلْ مِنْهَا شَيْئًا  وَإِذَا أَتَتْهُ هَدِيَّةٌ أَرْسَلَ إِلَيْهِمْ وَأَصَابَ مِنْهَا  وَأَشْرَكَهُمْ فِيهَا فَسَاءَنِي ذَلِكَ فَقُلْتُ وَمَا هَذَا اللَّبَنُ  فِي أَهْلِ الصُّفَّةِ كُنْتُ أَحَقُّ أَنَا أَنْ أُصِيبَ مِنْ هَذَا  اللَّبَنِ شَرْبَةً أَتَقَوَّى بِهَا فَإِذَا جَاءَ أَمَرَنِي فَكُنْتُ  أَنَا أُعْطِيهِمْ وَمَا عَسَى أَنْ يَبْلُغَنِي مِنْ هَذَا اللَّبَنِ  وَلَمْ يَكُنْ مِنْ طَاعَةِ اللَّهِ وَطَاعَةِ رَسُولِهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُدٌّ فَأَتَيْتُهُمْ فَدَعَوْتُهُمْ فَأَقْبَلُوا  فَاسْتَأْذَنُوا فَأَذِنَ لَهُمْ وَأَخَذُوا مَجَالِسَهُمْ مِنْ الْبَيْتِ  قَالَ يَا أَبَا هِرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ خُذْ  فَأَعْطِهِمْ قَالَ فَأَخَذْتُ الْقَدَحَ فَجَعَلْتُ أُعْطِيهِ الرَّجُلَ  فَيَشْرَبُ حَتَّى يَرْوَى ثُمَّ يَرُدُّ عَلَيَّ الْقَدَحَ فَأُعْطِيهِ  الرَّجُلَ فَيَشْرَبُ حَتَّى يَرْوَى ثُمَّ يَرُدُّ عَلَيَّ الْقَدَحَ  فَيَشْرَبُ حَتَّى يَرْوَى ثُمَّ يَرُدُّ عَلَيَّ الْقَدَحَ حَتَّى  انْتَهَيْتُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَقَدْ  رَوِيَ الْقَوْمُ كُلُّهُمْ فَأَخَذَ الْقَدَحَ فَوَضَعَهُ عَلَى يَدِهِ  فَنَظَرَ إِلَيَّ فَتَبَسَّمَ فَقَالَ أَبَا هِرٍّ قُلْتُ لَبَّيْكَ يَا  رَسُولَ اللَّهِ قَالَ بَقِيتُ أَنَا وَأَنْتَ قُلْتُ صَدَقْتَ يَا رَسُولَ  اللَّهِ قَالَ اقْعُدْ فَاشْرَبْ فَقَعَدْتُ فَشَرِبْتُ فَقَالَ اشْرَبْ  فَشَرِبْتُ فَمَا زَالَ يَقُولُ اشْرَبْ حَتَّى قُلْتُ لَا وَالَّذِي  بَعَثَكَ بِالْحَقِّ مَا أَجِدُ لَهُ مَسْلَكًا قَالَ فَأَرِنِي  فَأَعْطَيْتُهُ الْقَدَحَ فَحَمِدَ اللَّهَ وَسَمَّى وَشَرِبَ الْفَضْلَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Demi Allah. Tidak ada sesembahan yang benar, kecuali Dia. Sungguh aku  tempelkan perutku ke tanah karena lapar dan aku ganjal perutku dengan  batu menahan lapar. Sungguh pada suatu hari aku duduk di jalan yang  biasa mereka pakai pulang dari (bertemu) Rasulullah Lalu Abu Bakar  melintasi jalan itu. Aku pun bertanya kepadanya tentang satu ayat Al  Qur’an. Dan tidaklah aku menanyakannya, kecuali agar Abu Bakar  menjamuku. Beliau pun melewatiku dan tidak berbuat apa-apa. Lalu  melintas di jalan itu, Umar bin Al Khaththab. Aku pun bertanya kepadanya  satu ayat Qur’an. Dan tidaklah kutanyakan hal itu, kecuali agar beliau  menjamuku. Namun beliau pun melintas dan tidak berbuat apa-apa. Kemudian  setelah itu Abul Qasim Muhammad melintas di jalan itu seraya tersenyum  ketika memandangku. Beliau mengetahui yang sedang bergejolak dalam  hatiku dan yang tersirat dari wajahku. Kemudian Beliau memanggilku, &lt;i&gt;”Wahai,  Abu Hirr,”&lt;/i&gt; aku pun menjawabnya,&lt;i&gt;”Aku penuhi panggilanmu, wahai  Rasulullah.”&lt;/i&gt; Beliau bersabda,&lt;i&gt;”Ikuti aku.”&lt;/i&gt;. Beliau beranjak  meninggalkanku dan aku pun mengiringi di belakang Beliau  Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau masuk rumah dan aku pun meminta izin  dan diizinkan. Ketika Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam memasuki  rumah, beliau mendapati susu dalam gelas besar (bejana). Beliau  Shallallahu’alaihi Wasallam bertanya, &lt;i&gt;“Darimana susu ini?”&lt;/i&gt; Mereka  (isteri-isteri Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam) Radhiallahu’anhum  menjawab,&lt;i&gt;”Hadiah dari fulan atau fulanah untuk engkau.”&lt;/i&gt; Beliaupun  memanggilku,&lt;i&gt;”Wahai, Abu Hirr.”&lt;/i&gt; Aku pun menjawabnya,&lt;i&gt;”Kupenuhi  panggilanmu, wahai Rasul.”&lt;/i&gt; Beliau bersabda,&lt;i&gt;”Temuilah Ahlush  Shuffah dan undanglah mereka kesini.”&lt;/i&gt; Kata Abu Hurairah, Ahlush  Shuffah adalah tamu Islam. Mereka tidak bersandar kepada keluarga  tertentu. Tidak memiliki harta dan famili seorang pun juga. Jika datang  kepada Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam shadaqah, Beliau  Shallallahu’alaihi Wasallam kirimkan makanan tersebut kepada mereka dan  sama sekali tidak ikut mencicipi makanan tersebut. Jika datang kepada  Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam berupa hadiah (untuknya), maka Beliau  Shallallahu’alaihi Wasallam pun mengirimkannya kepada Ahlush Shuffah  dan ikut bersama menikmatinya. Hal itu kurang berkenan bagiku, maka aku  berkata (dalam hati),&lt;i&gt;”Apakah susu ini cukup untuk Ahlush Suffah?!  Menurutku, akulah yang berhak pertama kali meminum susu agar aku menjadi  kuat dengannya".&lt;/i&gt; Maka ketika Beliau datang, Beliau memerintahku  untuk membagikannya kepada mereka. Padahal, mungkin susu itu tidak akan  sampai kepadaku. Namun, mentaati Allah dan RasulNya merupakan keharusan,  maka akupun mendatangi dan mengundang mereka. Lalu mereka datang dan  mohon izin masuk. Kemudian Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam pun  mengizinkannya. Lalu mereka mengambil posisi masing-masing di tempat  yang ada di rumah Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam. Beliau  memanggilku,&lt;i&gt;”Wahai, Abu Hirr.”&lt;/i&gt; Aku pun menjawabnya, &lt;i&gt;“Kupenuhi  panggilanmu, wahai Rasul ….”&lt;/i&gt; Beliau bersabda lagi, &lt;i&gt;“Ambil dan  bagikan kepada mereka.”&lt;/i&gt; Aku pun mengambil gelas dan memberikannya  kepada salah seorang (diantara mereka); ia meminumnya hingga puas dan  kenyang, lalu ia kembalikan gelas itu dan aku berikan kepada orang lain;  lalu meminumnya sampai puas dan kenyang. Begitu seterusnya hingga  berakhir kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam dalam keadaan seluruh  Ahlush Shufah kenyang. Lalu Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam mengambil  gelas tadi dan meletakkannya di atas tangan Beliau Shallallahu’alaihi  Wasallam seraya memandangku sambil tersenyum dan bersabda, &lt;i&gt;“Wahai,  Abu Hirr. Duduk dan minumlah.”&lt;/i&gt; Akupun duduk dan meminumnya. Lalu  Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda lagi, &lt;i&gt;“Minumlah,”&lt;/i&gt;  lalu aku minum. Beliau terus memerintahku minum, sehingga aku berkata,&lt;i&gt;”Cukup.  Demi yang mengutusmu dengan kebenaran, tidak lagi aku dapati tempat  untuk minuman dalam tubuhku. Beliau bersabda,”Berikanlah kepadaku,”&lt;/i&gt;  aku pun menyerahkan gelas tadi, kemudian Beliau Shallallahu’alaihi  Wasallam memuji Allah dan meminum susu yang tersisa“. (21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berdalih dengan kisah ini untuk menguatkan pernyataan mereka  terdahulu dalam mencela Abu Hurairah sebagai orang yang beramal untuk  sesuap makanan, namun apakah karena kejadian tersebut, lalu kita tolak  seluruh hadits beliau? Apalagi sampai menghina beliau sebagai orang yang  punya hobi makan dan disebut sebagai pembawa hadits lesung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meneliti kehidupan para sahabat menemukan bahwa beliau dalam  hal ini tidak sendirian. Ada diantara sahabat yang berbuat hal yang  serupa, diantaranya Watsilah bin Al Asqaa’ sebagaimana diriwayatkan Al  Hakim dengan lafadz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Kami bertempat tinggal selama tiga hari. Setiap orang yang menuju  masjid mengajak dua dan tiga orang sesuai dengan kemampuannya, dan  memberi mereka makan”&lt;/i&gt;. Beliau berkata lagi, &lt;i&gt;”Aku termasuk yang  tidak dibawa selama tiga hari tiga malam. Tiba-tiba aku melihat Abu  Bakar di kegelapan malam. Aku pun mendatanginya dan memintanya untuk  membacakan surat Saba’ hingga sampai di rumahnya. Aku berharap ia  mengundangku makan malam. Lalu beliaupun membacakannya kepadaku hingga  depan pintu rumah (beliau) kemudian berhenti  di depan pintu sampai  selesai membacakan seluruhnya. Kemudian ia masuk dan meninggalkanku di  luar. Kemudian aku menemui Umar. Aku berbuat seperti itu dan beliau  (pun) berbuat serupa dengan perbuatan Abu Bakar terdahulu. Keesokan  harinya, pagi-pagi aku menemui Rasul Shallallahu’alaihi Wasallam dan  menceritakan hal tersebut padanya, dan Beliaupun menjamuku.”&lt;/i&gt; (22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;apakah kita menolak seluruh hadits Waatsilah karena peristiwa ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kisah beliau dengan Ja’far bin Abu Thalib dibawakan Imam  Bukhari dengan lafadz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;خَيْرُ النَّاسِ لِلْمَسَاكِينِ جَعْفَرُ بْنُ أَبِي طَالِبٍ يَنْقَلِبُ  بِنَا فَيُطْعِمُنَا مَا كَانَ فِي بَيْتِهِ حَتَّى إِنْ كَانَ لَيُخْرِجُ  إِلَيْنَا الْعُكَّةَ لَيْسَ فِيهَا شَيْءٌ فَنَشْتَقُّهَا فَنَلْعَقُ مَا  فِيهَا&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaik-baik manusia terhadap orang miskin adalah Ja’far bin Abu Thalib.  Dia terus mengunjungi kami dan memberi makan kami apa yang ada di  rumahnya, sampai-sampai membawa tempat makanan tanpa berisi makanan.  Kami pun memegangnya, lalu menjilati sisa yang ada di tempat makanan  tersebut. (23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah perbedaan dan penukilan ngawur yang menjadi cirri khas ahli  bid’ah dan musuh Islam!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syubhat 5&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan: “Keperibadian Abu Hurairah lemah. Tatkala kembali  dari Bahrain, Umar bin Khathab mencurigainya menggelapkan uang baitul  mal. ‘Umar menuduhnya sebagai pencuri dan menyebutnya sebagai musuh  Allah dan musuh kaum muslimin, dalam riwayat lain, musuh Kitab atau  musuh Islam. (24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan mereka ini berdasarkan riwayat yang disampaikan Ibnu Sa’ad  dengan sanad yang shahih tentang kisah kepulangan Abu Hurairah dari  tugasnya sebagai amir (gubernur) Bahrain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menghadap Umar bin Khathab dengan membawa uang sebanyak 400.000  dari Bahrain. Umar Radhiallahu’anhu bertanya padanya: &lt;i&gt;“Apakah engkau  menzhalimi seseorang?”&lt;/i&gt; Ia menjawab,&lt;i&gt;“Tidak.”&lt;/i&gt; Umar  Radhiallahu’anhu bertanya lagi,&lt;i&gt;“Apakah engkau mengambil sesuatu  dengan tidak benar?”&lt;/i&gt; Ia menjawab,&lt;i&gt;“Tidak.”&lt;/i&gt; Umar  Radhiallahu’anhu bertanya lagi, &lt;i&gt;“Berapa banyak yang engkau bawa untuk  pribadi?”&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;“Sebanyak &lt;b&gt;20.000&lt;/b&gt;.”&lt;/i&gt; Umar  Radhiallahu’anhu bertanya, “Dari mana engkau mendapatkannya?” Ia  menjawab, &lt;i&gt;“Aku berdagang.”&lt;/i&gt; Umar Radhiallahu’anhu berkata,  “Hitunglah modal dan rizkimu (gajimu), maka ambillah. Sedang yang  lainnya simpanlah diBaitul Mal.” (25)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam lafazh Abu Ubaid, (disebutkan) Umar berkata padanya: &lt;i&gt;“Wahai,  musuh Allah dan musuh KitabNya. Apakah engkau  mengambil (mencuri)  harta?”&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;“Aku bukan musuh Allah dan bukan musuh  KitabNya. Akan tetapi aku adalah musuh bagi yang menentang keduanya dan  aku tidak mencuri harta Allah.”&lt;/i&gt; Umar bertanya kembali: &lt;i&gt;“Dari mana  berkumpul untukmu uang sejumlah 10.000 dirham?”&lt;/i&gt; Ia menjawab, &lt;i&gt;“Kudaku  berkembang biak. Pemberian untukku selalu aku dapatkan. Begitu juga  sahamku (bagianku dari pembagian rampasan perang), juga berkembang dan  bertambah.”&lt;/i&gt; Lalu Umar mengambilnya dariku. Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu berkata, &lt;i&gt;“Ketika kutunaikan shalat Shubuh, aku  mintakan ampunan untuk Amirul mukminin.”&lt;/i&gt;(26)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita lihat para musuh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu mempergunakan  perkataan keras Umar Radhiallahu’anhu ini untuk mencaci Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu dan menuduhnya mencuri dan merampas; padahal  permasalahannya tidak demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Radhiallahu’anhu melakukan pengambilan sebagian harta tersebut  terhadap sejumlah pejabatnya (27) dan tidak mengkhususkan kepada Abu  Hurairah dengan perlakuan semacam ini. Sebabnya, ketika Amr bin Ash  Sha’iq melihat harta para pejabat semakin bertambah banyak, ia merasa  aneh, lalu menulis surat kepada Umar bin Al Khaththab dalam bentuk  bait-bait syi’ir.(28)  Lalu Umar Radhiallahu’anhu pun mengirim utusan  kepada para petugas. Diantara mereka adalah Sa’ad Radhiallahu’anhu, dan  Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, lalu ia mengambil harta mereka menjadi  setengah bagian.(29) Begitu juga ia memutasi Abu Musa Al Asy’ari dari  tugas di Bashrah, dan hartanya dibagi menjadi dua bagian. Demikian juga  pada Al Haarits bin Wahb.(30)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar Radhiallahu’anhu tidaklah menuduh Abu Hurairah Radhiallahu’anhu,  dan tidak juga hanya mengambil harta miliknya saja. Bahkan itulah sistem  politik Umar Radhiallahu’anhu terhadap para pejabatnya; bukan atas  dasar syubhat, namun itu merupakan ijtihad dan kehebatan beliau dalam  me-manage perkara-perkara kaum muslimin. (31)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Umar Radhiallahu’anhu sangat mencintai sahabat, sebagaimana ia  mencintai dirinya. Dan beliau sangat tidak suka, bila salah seorang dari  mereka mendapatkan harta yang berbau syubhat. Berita perbuatan beliau  ini banyak diriwayatkan dalam perjalanan hidupnya. (32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khalifah Umar Radhiallahu’anhu khawatir atas mereka. Jangan-jangan orang  bermu’amalah dalam perdagangan dan usaha dengan mereka karena jabatan  yang disandangnya. Karenanya beliau mengambil sebagian dari harta mereka  dan meletakkannya di Baitul Mal agar terlepas tanggung jawabnya di  hadapan Allah Ta’ala. Kemudian ia pun memberikannya kepada mereka  setelah pengambilan tersebut dari harta Baitul Mal sesuai jumlah yang  layak. Dengan demikian menjadi halallah bagi mereka tanpa ada  syubhat.(33)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para penuduh tersebut hanya memandang dan menukil riwayat ini sesuai  dengan keinginannya, lalu menjadikanya sebagai senjata untuk menyerang  sahabat Abu Hurairah dan menuduhnya berkepribadian lemah, tanpa  menyebutkan riwayat secara lengkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal dalam riwayat tersebut terdapat bantahan Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu terhadap Umar Radhiallahu’anhu, ketika Umar  Radhiallahu’anhu berkata padanya, &lt;i&gt;“Wahai, musuh Allah dan musuh  kitabNya. Apakah engkau telah mencuri harta Allah?”&lt;/i&gt;, Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu menjawab,&lt;i&gt;“Aku bukan musuh Allah dan bukan musuh  KitabNya. Akan tetapi aku adalah musuh bagi yang menentang keduanya.”&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian jelaslah Umar tidak mencurigai dan menuduh Abu Hurairah  mencuri. Hal ini dibuktikan dengan keinginan beliau mengangkat kembali  Abu Hurairah untuk kedua kalinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana diriwayatkan Abu Ubaid setelah riwayat diatas dengan bunyi:  “Kemudian, setelah itu Umar Radhiallahu’anhu berkata kepadaku: &lt;i&gt;“Bukankah  engkau mau bertugas kembali?”&lt;/i&gt; Aku menjawabnya: &lt;i&gt;“Tidak”&lt;/i&gt;. Ia  berkata: &lt;i&gt;“Mengapa, (tidak mau) padahal telah bertugas orang yang  lebih baik darimu, yakni Yusuf”&lt;/i&gt;. Akupun menimpalinya,&lt;i&gt;“Sesungguhnya  Yusuf seorang Nabi dan anak seorang Nabi pula. Sedangkan aku adalah  anak Umaimah, dan aku takut tiga dan dua”&lt;/i&gt;. Umar Radhiallahu’anhu  berkata, &lt;i&gt;“Kenapa engkau tidak berkata lima?”.&lt;/i&gt; Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu menjawab, &lt;i&gt;“Aku takut berbicara tanpa dasar ilmu dan  memutuskan tanpa hilm (sabar dan hati-hati).”&lt;/i&gt; Atau ia berkata: &lt;i&gt;“Aku  berkata tanpa hilm (sabar dan hati-hati), dan aku memutuskan perkara  tanpa dasar ilmu”&lt;/i&gt;. Seorang perawi (dari Ibnu Sirin) berkata: &lt;i&gt;“Keraguan  ini berasal dari Ibnu Sirin”&lt;/i&gt;.  Lalu Abu Hurairah berkata lagi (yg  dua hal),&lt;i&gt;“Dan aku takut akan dipukul punggungku dan dicela  kehormatanku dan diambil hartaku dengan paksa.”&lt;/i&gt;(34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya Umar Radhiallahu’anhu telah mengetahui Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu pernah berkhianat, niscaya tidak akan memakainya sama  sekali dan tidak akan memanggilnya untuk kedua kalinya. Seandainya  Khalifah Umar Radhiallahu’anhu meragukan sifat amanah Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu sedikit saja, tentu beliau akan menghakimi dan  menghukumnya dengan hukuman syar’i. Akan tetapi, beliau telah mengetahui  sifat amanah dan keikhlasannya, maka beliaupun kembali menemui Abu  Hurairah meminta menjadi pejabat beliau.(35)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20) Saqifah op.cit hlm 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21) Shahih Al Bukhari,dalam Shahihnya kitab Al Riqaaq, Bab Kaifa ‘Isy  Rasululloh wa Ashhabihi Wa Takhallihim min Al Dunya no. 5971 hlm  VIII/120.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22) Dinukil dari Difaun ‘An Abi Hurairoh, op.cit hlm 45-46 dari Al  Mustadrak, IV/116.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23) Al Bukhari, dalam Shahihnya kitab Al Ath’imah, Bab Al Halwa wa Al  Asl, no. 5431 hlm IX/557.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24) Saqifah op.cit hlm 13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25) Thabaqaat Ibnu Sa’ad, IV/336 dengan sanad yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26) Al Amwaal, oleh Abu Ubaid, halaman 269.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27) Al Bidayah Wan Nihayah, VlIII/13.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28) Al Amwaal, oleh Abu Ubaid, halaman 269. Muhammad ‘Ajaj Al Khathib  menyebutkan di hlm. 225 dari Thabaqat Ibnu Sa’ad, 105/J.3/Q.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29) Al Amwaal, oleh Abu Ubaid, halaman 269; dinukil dari Difa’ ‘An Abi  Hurairoh op.cit hlm 141 dan menyatakan bahwa Muhammad ‘Ajaj Al Khathib  menyebutkan di halaman 225 dari Tahabaqat lbnu Sa‘ad, 105/J.3/Q.2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30) Difa’ ‘An Abi Hurairoh op.cit hlm 140 dan menyatakan bahwa Muhammad  ‘Ajaj mengisyaratkan di halaman 225, bahwa Ibnu Abdi Rabbih menyebutkan  berita keduanya dalam Al Aqdu Al Farid, I/33.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31) Abu Hurairah Rawiyatul Islam, halaman 225; As Sunnah Qabla At  Tadwin, halaman 438.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32) Al Anwaar Al Kasyifah, karya Abdurrahman Al Mu’allimiy halaman 213.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33) ibid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34) Al Amwaal, oleh Ibnu Ubaid, halaman 269 dengan sanad yang shahih  dari jalan Yazid bin Ibrahim At Tasatuni dari lbnu Sirin, dan kisah itu  sendiri dalam Al Mustadrak, 11/ 347 dan Uyunu Al Atsaar, I/53. diambil  dari AL Difa’ ‘An Abu Hurairoh op.cit hlm 142.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;35) As Sunnah Qabla At Tadwin, halaman 438.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3714755475516482342?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3714755475516482342'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3714755475516482342'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/12/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah_268.html' title='Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (2)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7476154986835890339</id><published>2009-12-19T08:31:00.000-08:00</published><updated>2009-12-19T08:33:46.997-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1)</title><content type='html'>Mencela dan melecehkan para sahabat dengan penghinaan dan tuduhan ngawur  merupakan cara-cara pengikut iblis dan musuh-musuh Islam(1). Tujuan  mereka sebenarnya hanyalah berusaha mencela dan merendahkan para saksi  kebenaran islam dan hendak mencela Rasulullah Shallallahu’alaihi  Wasallam dengan menyatakan beliau memiliki sahabat-sahabat yang jelek  dan tidak memilih sahabat yang baik saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya dengan cara ini mereka ingin menghancurkan agama islam dan  memadamkan cahayanya. Namun Allah tidak ingin cahaya agamaNya padam,  bahkan Allah menyempurnakan cahaya agamaNya walaupun kaum kafir pengikut  iblis tidak suka dan marah. Biarlah mereka mampus dengan kemarahan dan  kedengkiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hendak memadamkan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam  dengan slogan yang tampak luarnya rahmah dan ilmiah namun di dalamnya  menyimpan dendam kesumat dan penipuan besar serta kepandiran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Slogan studi kritis hadits, studi ilmiyah dan kebebasan berpendapat, ini  semua hanyalah semu dan fatamorgana, tujuannya hanya satu menghancurkan  Islam dengan segala cara. Oleh sebab itu berhati-hatilah wahai kaum  muslimin dari racun yang mereka tebarkan dimana-mana untuk merusak  aqidah dan syariat kita.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara para sahabat yang mereka serang adalah perawi hadits Nabi  terbanyak Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dengan melemparkan tuduhan  ngawur dan kritikan tanpa dasar, namun dibungkus dengan kata-kata indah  dan ilmiyah sehingga banyak menipu kaum muslimin yang belum mengenal  aqidah dan syariat islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam makalah singkat ini kita coba mengungkap beberapa tuduhan  yang dilontarkan musuh islam kepada tokoh besar kita Abu Hurairah  Radhiallahu’anhu yang terzahlimi dengan mencoba membantah dan  membedahnya dengan tetap terus memohon kepada Allah kemudahan dan  petunjuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara syubhat yang dilontarkan dengan zhalim oleh para musuh Islam  adalah;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syubhat 1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka(2) menyatakan: “Berbeda dengan para sahabat lain, para ahli  sejarah tidak dapat memastikan nama sebenarnya dari Abu Hurairah,  namanya dizaman jahiliyah maupun dizaman Islam. Begitu pula asal  usulnya.”. (3)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga menyatakan : “Abu Hurairah bukan sahabat besar, bukan dari kaum  muhajirin bukan Anshor, bukan penyair Rasul, bukan keluarga Rasul, malah  asal-usulnya, orang tuanya, bahkan nama aslinyapun tidak diketahui  orang.”. (4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu terkenal dengan "kunyah"  (julukannya) melebihi namanya. Namun pernyataan diatas tidak benar  seluruhnya dan tidak dapat dijadikan alasan untuk melecehkan Abu  Hurairah. Adapun sejarah Abu Hurairah Radhiallahu’anhu pada masa  jahiliyah memang tidak dikenal, namun, demikian itu satu kewajaran,  karena bangsa Arab -seluruhnya- tenggelam dalam ke-jahiliyah-an dan  terkungkung di wilayah jazirahnya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak peduli dengan keadaan dunia. Begitu juga dunia tidak peduli  dengan keadaan dan kondisi mereka, kecuali yang berhubungan dengan  perniagaan, karena melintasi wilayah mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru, ketika Islam datang, Allah memuliakan dan menjadikan mereka  sebagai pengemban risalahNya, jadilah setiap individu dari mereka  memiliki sejarah yang ditulis menjadi bahan pembicaraan. Dan para  perawi, selalu memperhatikan berita mereka, serta mereka memiliki murid  yang mengambil ilmu dan petunjuk dari mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ahli sejarah sudah memahami, bahwa terkenalnya seseorang dengan  gelar atau julukan merupakan perkara biasa dan wajar. Bahkan, terkadang  seseorang berselisih dalam hal nama dan kun-yah (julukan)nya,  sebagaimana terjadi atas khalifah pertama, beliau dikenal dengan  gelarnya Abu Bakar. Begitu juga dengan Abu Ubaidah, Abu Dujanah dan Abu  Darda’. Mereka merupakan tokoh besar dan pahlawan dari kalangan sahabat.  Namun lebih dikenal dengan gelar-gelar mereka, hingga sebagian besar  manusia tidak mengetahui nama mereka yang sebenarnya. Belum pernah kita  dengar pada kurun waktu tertentu, bahwa kedudukan dan keturunan dapat  menentukan penghargaan intelektualitas.(5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karenanya, celaan dan pelecehan terhadap julukan Abu Hurairah dan  ketenaran beliau dengannya melebihi namanya adalah tidak benar. Apalagi  para ulama Islam telah me-rajih-kan nama beliau di zaman Jahiliyah  adalah Abdus Syamsi dan setelah masuk Islam adalah Abdurrahman. Kemudian  tuduhan beliau tidak jelas asal usulnya juga satu kebodohan dari mereka  (para penuduh ini) karena asal-usul dan nasabnya cukup terhormat.(6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah ihwal Abu Hurairah Radhiallahu’anhu dalam hal ini berbeda dengan  ihwal sahabat-sahabat Nabi lainnya? Lalu, mengapa ketiak-jelasan sejarah  kehidupan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu pada masa jahiliyah merusak  kedudukan dan menghancurkan posisi beliau dalam Islam? Apakah ada dalam  Kitabullah, bahwa orang yang tidak dikenal sejarahnya sebelum Islam  harus direndahkan dan dilecehkan posisi dan kedudukannya serta meragukan  terhadap semua riwayatnya dari hadits-hadits Rasul? Maha Suci Allah,  sesungguhnya ini merupakan tuduhan dan tipu daya yang besar.(7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syubhat 2&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan: “Abu Hurairah ada di Madinah hanya 1 tahun 9 bulan di  Shuffah. Abu Hurairah datang kepada Rasulullah pada bulan Safar tahun 7  Hijriyah, setelah perang Khaibar dan tinggal di emperan masjid Madinah  (Shuffah) sampai bulan Zulqaidah tahun 8 Hijriyah, karena pada bulan itu  ia disuruh Rasul ke Bahrain menemani Al Ala’ Al Hadhrami sebagai  Muadzdzin“.(8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan ini tidak benar, sebab Abu Hurairah Radhiallahu’anhu  bersahabat dengan Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam sekitar 4 tahun  lebih.(9) Sebagaimana ditegaskan oleh Humaid bin Abdurrahman Al Himyari  dalam pernyataannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَقِيتُ رَجُلًا صَحِبَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ  أَرْبَعَ سِنِينَ كَمَا صَحِبَهُ أَبُو هُرَيْرَةَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Aku berteman dan berjumpa dengan orang-orang yang bersahabat dengan  Nabi sebagaimana persahabatan Abu Hurairah dengan Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam selama empat tahun.”.&lt;/i&gt; (10)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang kepergiannya menemani Al ‘Alaa’  Al Hadhrami tidak menunjukkan  beliau menetap di sana sampai Rasulullah meninggal, apalagi adanya  riwayat yang menyatakan beliau ber-mulazamah dengan Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam selama empat tahun di atas. Demikian juga  pendapat yang didukung riwayat otentik menunjukkan beliau ikut serta  perang Khaibar walaupun tidak seluruhnya (11) dan mengikuti haji bersama  Abu Bakar Ash Shidiq Radhiallahu’anhu tahun 9 H.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Syubhat 3&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka menyatakan : “Ia sendiri menceritakan bahwa ia mendatangi Rasul  bukan karena ia mendapat hidayah atau karena kecintaannya kepada Nabi  seperti yang lain, tapi untuk mendapatkan makanan. Dalam riwayat Ahmad,  Bukhari dan Muslim, Abu Hurairah berkata: “Aku adalah seorang miskin,  aku bersahabat dengan Rasul Allah untuk mengisi perutku.” (12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam riwayat lain: “Untuk memenuhi perutku yang lapar.” Dalam  riwayat Muslim: “Aku melayani Rasul Alllah untuk mengisi perutku.” Atau  Aku menetap dengan Rasul Allah untuk mengisi perutku” kemudian  menyatakan lagi : “Ia juga punya hobi makan, karena kesukaannya yang  berlebihan akan makanan, maka sering juga disebut sebagai pembawa  ‘hadist lesung’ (lesung -al-mihras- , alat untuk menumbuk dan mengulek  makanan. Lihat, “Hadits Lalat” dan “Hadits Pundi-pundi”) (13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bantahan:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Riwayat-riwayat yang dipakai mereka sebagai dasar tuduhan mereka  terhadap Abu Hurairah Radhiallahu’anhu, bahwa beliau melakukan aktivitas  mendengar hadits Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam hanya untuk  mencari sesuap nasi yang mengenyangkan perutnya dalam kata lain  melakukannya hanya karena sedikit dunia yang rendah, memang diriwayatkan  secara shahih dengan lafadz:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ إِنَّكُمْ تَقُولُونَ  إِنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ يُكْثِرُ الْحَدِيثَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى  اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَقُولُونَ مَا بَالُ الْمُهَاجِرِينَ  وَالْأَنْصَارِ لَا يُحَدِّثُونَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ  عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِثْلِ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ وَإِنَّ إِخْوَتِي  مِنْ الْمُهَاجِرِينَ كَانَ يَشْغَلُهُمْ صَفْقٌ بِالْأَسْوَاقِ وَكُنْتُ  أَلْزَمُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى مِلْءِ  بَطْنِي فَأَشْهَدُ إِذَا غَابُوا وَأَحْفَظُ إِذَا نَسُوا وَكَانَ  يَشْغَلُ إِخْوَتِي مِنْ الْأَنْصَارِ عَمَلُ أَمْوَالِهِمْ وَكُنْتُ  امْرَأً مِسْكِينًا مِنْ مَسَاكِينِ الصُّفَّةِ أَعِي حِينَ يَنْسَوْنَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;i&gt;“Sesungguhnya Abu Hurairah berkata: ‘Kalian akan menyatakan, bahwa  Abu Hurairah banyak meriwayatkan hadits. &lt;b&gt;Dan Allahlah tempat (untuk  membuktikan) janji.&lt;/b&gt; Juga mengatakan ‘Mengapa orang-orang Al  Muhajirin dan Anshar tidak banyak meriwayatkan hadits, seperti  periwayatan Abu Hurairah?’ Sungguh, saudara- saudaraku dari Muhajirin  disibukkan dengan jual-beli di pasar. Sedangkan saudara- saudaraku dari  Anshar disibukkan oleh pengelolaan harta mereka. Adapun aku seorang  miskin yang selalu mengikuti Rasulullah &lt;b&gt;selama perutku berisi.&lt;/b&gt;  Aku hadir saat mereka tidak hadir, dan aku ingat dan paham saat mereka  lupa.”&lt;/i&gt; (14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Beliau di lafadz pertama &lt;b&gt;“Allah-lah tempat (membuktikan)  janji”&lt;/b&gt; pengertiannya, bahwa Allah akan menghisabku jika aku sengaja  berdusta, (dan) sekaligus akan menghisab orang-orang yang menuduhku  dengan tuduhan yang keji. (15) Adapun pernyataan beliau: &lt;b&gt;“selama   perutku berisi“&lt;/b&gt;, yakni merasa telah puas dengan sesuap makanan,  sehingga beliau tidak pernah tidak hadir di sisi Nabi. (16)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau demikian tuduhan atas beliau sangat dipaksakan sekali dan tidak  ilmiah. Hal itu karena Abu Hurairah tidak sekedar menceritakan  persahabatannya yang sama-sama dimiliki sahabat lainnya semata. Namun,  Beliau dalam pernyatannya tersebut ingin juga menceritakan keistimewaan  (yang dimilikinya). Keistimewaan tersebut adalah kebersamaan Beliau  bersama Rasulullah yang tidak dimiliki oleh yang lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keistimewaan tersebut beliau jelaskan dengan caranya (yang)  tawadhu’,  dengan menyatakan: &lt;b&gt;“Selama perutku berisi“&lt;/b&gt;, lalu menyebutkan  keistimewaan para sahabat lainnya, sebagai orang-orang yang mampu dan  kuat mencari penghidupan. Hal ini, demi Allah, merupakan akhlak yang  luar biasa.(17)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuduhan Abu Hurairah banyak makan dan bersemangat mendapatkan makanan  serta bersahabat dengan Nabi hanya karena makanan, bukan karena hidayah  Islam atau kecintaan pada beliau merupakan tuduhan keji yang hanya  dilontarkan orang yang hasad atau orang yang memiliki kerusakan syaraf.  Jika tidak, bagaimana mungkin seorang yang berakal dapat membenarkan  pemahaman, bahwa Abu Hurairah sanggup meninggalkan negerinya, kabilah  dan tanah airnya demi menjumpai Rasul hanya (sekadar) untuk makan dan  minum semata?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Abu Hurairah di kabilahnya tidak mendapatkan makan dan minum?  Lalu untuk apa Abu Hurairah datang ke Madinah? Apakah di negerinya ia  tidak bisa mendapat makanan dan minuman sebagaimana yang diperoleh para  petani dan pedagang di sana? Tuduhan ini betul-betul pelecehan terhadap  sahabat yang mulia ini. Dan para penuduh lebih layak dilecehkan dan  diragukan keikhlasannya dari beliau. Hingga sampai sejauh inikah  kebutaan hati dan kedengkian mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam pernyataan mereka ini terdapat penyimpangan makna, karena  dalam riwayat tersebut bukan dengan lafadz &lt;b&gt;Shuhbah (bersahabat)&lt;/b&gt;,  namun yang benar, sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari  dengan lafadz &lt;b&gt;‘Alzamu‘ (selalu menemani dan mengikuti)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga Imam Muslim meriwayatkannya dengan lafadz: “Aku adalah  seorang miskin yang melayani Rasul selama perutku berisi”. Hal ini  menunjukkan penyimpangan yang jelas dari pernyataan beliau, sebab kata &lt;b&gt;“persahabatan”  (shuhbah)&lt;/b&gt; tidak sama dengan kta &lt;b&gt;“mulazamah” dan “al khidmah”  (melayani dan membantu)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga pernyataan beliau ini jelas-jelas untuk menjelaskan sebab  banyaknya periwayatan beliau terhadap hadits-hadits Nabi seperti telah  jelas dari alur pernyataannya. Demikian juga para penuduh ini disamping  telah melakukan tahrif (penyimpangan) di atas juga memotong pernyataan  beliau yang merubah konotasi maknanya, sehingga terfahami bahwa  pendorong utama persahabatan beliau adalah mencari sesuap makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal semua itu, beliau katakan untuk menjelaskan sebab pendorong  menjadi sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits. Demikianlah,  tahrif (menyimpangkan sesuatu dari lafadz atau makna sebenarnya) sudah  menjadi adat kebiasaan orang yang menyimpang dari jalan yang lurus dan  penyembah hawa nafsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, darimana mereka mengklaim diri mereka mampu mengungkapkan secara  benar dan jelas sebab persahabatan Abu Hurairah dengan Nabi  Shallallahu’alaihi Wasallam? Apakah mereka lebih tahu dari Rasulullah  yang telah memberikan pengakuan dan pujiannya kepada Abu Hurairah? (18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak cukup hanya dengan itu, bahkan menyatakan, bahwa makna  lafadz (عَلَى) pada perkataan Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (’عَلَى مِلء  بَطْنِيْ) bermakna untuk yang menunjukkan sebab. Ini juga merupakan  kedustaan dan penipuan lain, sekaligus sebagai bukti mereka selalu  mencari jalan untuk menjatuhkan pribadi Abu Hurairah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Abu Hurairah ini telah difahami dengan benar oleh para ulama  Islam, seperti pernyataan Imam Nawawi ketika menjelaskan perkataan Abu  Hurairah (ala mil’i bathni): “Maknanya aku senantiasa mulazamah dengan  Beliau Shallallahu’alaihi Wasallam. Aku rela dengan makananku. Aku tidak  mengumpulkan harta untuk simpanan dan tidak untuk yang lainnya. Dan  akupun tidak berusaha menambah porsi makanan bagiku. sedangkan maksud  pernyataan beliau ‘melayani‘, bukan sebagai upaya untuk memperoleh gaji  atau upah”.(19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga jelaslah kebatilan tuduhan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(bersambung)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Ustadz Kholid Syamhudi, Lc.&lt;br /&gt;_______________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Semua tuduhan dan kecaman dalam pembahasan ini diambil dengan huruf  per huruf dari buku &lt;b&gt;“Saqifah, Awal Perselisihan Umat”&lt;/b&gt; karya  seorang syiah dari Lampung yang bernama &lt;b&gt;O. Hashem&lt;/b&gt;, cetakan ketiga  tahun 1415 H -1994 M, terbitan penerbit Al Muntazhar, Jakarta barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini sebenarnya hanya menukil tuduhan dan kecaman para pendahulunya  dari kalangan orang syiah dan musuh-musuh Islam. Maka hendaklah kaum  muslimin berhati-hati terhadap buku ini karena berisi kebohongan dan  kelicikan dalam mengolah kata sehingga dapat mengelabuhi kaum muslimin  yang tidak memiliki dasar pengetahuan islam yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian jawabannya kami ambilkan dari kitab Difa’un ‘An Abi Hurairah  karya Abdul Mun’im Shalih Al ‘Ali Al ‘Izzi, tanpa tahun, Dar Al Syuruq,  Bairut,  As Sunnah Qabla Al Tadwin karya Dr. Muhammad ‘Ajaaj Al Khathib,  cetakan kelima tahun 1401 H, Dar El Fikar, Bairut, dan kitab-kitab  hadits serta beberapa referinsi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Kami gunakan kata ‘mereka‘ disini karena tuduhan ini juga dilontarkan  orang lain, baik di Indonesia atau di negara lain agar lebih bersifat  umum. Karena penulis buku Saqifah hanya mengekor dan menukil dari orang  lain, diantaranya Abu Rayah (dimesir) atau orang-orang syi’ah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3) Saqifah, op.cit hlm 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4) ibid hlm 20.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5) Dikutip dari kitab Difa’un ‘An Abu Hurairah dari pernyataan Al Ustadz  Al Khathib dalam kitab Abu Hurairah Rawiyatul ISlam, halaman 213.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6) Insya Allah akan disajikan pembahasan Abu Hurairah Pribadi  menganggumkan. (- ibnu abdillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7) Dikutip dari pernyataan Dr. As Siba’i dalam Sunnah Wa Makanatuha,  halaman 307.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8) Saqifah op.cit hlm 11&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9) Siar A’lami An Nubala, karya Al Dzahabiy, Tahqiq Syu’aib Al Arnauth,  Maktabah Al Risalah, Bairut hlm II/426.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10) Musnad Ahmad,no. 16793; Abu Dawud, dalam Sunannya, kitab Al  Thoharoh, Bab Al Nahyu ‘an Dzalika no 73 hlm I/19; Al Nasa’i, dalam  sunannya kitan Al Ziinaah bab Al Akhdzi ‘An Al Syaarib no. 4968 hlm  I/130 dengan sanad-sanad yang shahih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11) Lihat Riwayat-riwayat tersebut dalam kitab Difa’ ‘An Abi Hurairoh  karya Abdul Mun’im Al’Izzi. Hlm 25-26.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12) Saqifah op.cit 12&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13) ibid hlm 14.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14) Al Bukhari,dalam Shahihnya, kitab Al Buyu’ Bab Ma Ja’a Fi Qaulihi  Ta’ala Faidza Qadhaita Al Sholat no. 1906 – III/135. dan Ahmad bin  Hambal dalam Musnad Ahmad hadits no. 7273&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15) Fathul Bari, karya Ibnu Hajar, tanpa tahun, Maktabah Al Salafiyah,  hlm V/28.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16) Fathul Bari, op.cit IV/288.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17) Dari pernyataan Al Mualimi rahimahullah dalam Al Anwaar Al  Kaasyifah, halaman 147.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18) Lihat hadits - hadits tentang pujian Rasulullah kepadanya. (Insya  Allah disajikan bersama Artikel Abu Hurairah pribadi yang mengagumkan -  ibnu abdillah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19) Syarh An Nawawi terhadap Shahih Muslim, tashhih Syeikh Kholil  Ma’muun Syeihaa, cetakan ketiga tahun 1317 H, Dar Al Ma’rifah, Baerut  hlm XV/270. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7476154986835890339?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7476154986835890339'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7476154986835890339'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/12/menjawab-syubhat-tentang-abu-hurairah_19.html' title='Menjawab Syubhat Tentang Abu Hurairah Radhiallahu’anhu (1)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4846709736532340644</id><published>2009-10-07T20:36:00.000-07:00</published><updated>2009-10-07T20:39:17.103-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><title type='text'>Utamakan Dawah, Dahulukan Kuliah, Berprestasi!!</title><content type='html'>Bagi kalangan aktivis dakwah LDK FKMKI UNHAS (Lembaga Dakwah Kampus Forum Komunikasi Mushallah dan Kerohanian Islam Universitas Hasanuddin) rangkaian kata-kata di atas bukanlah hal asing lagi. Yup, sangat jelas termaktub dalam AD/ART FKMKI yang menyebutkannya sebagai slogan organisasi ini. Namun yakin bagiku, masih banyak dari teman sekalian yang masih belum faham maksud dan nilai-nilai yang tersirat dari konstelasi kata-kata di atas ini.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insan tarbiyah pasti telah paham atau paling tidak pernah mengkaji salah satu pemahaman dasar kita dalam mengkaji Islam. Bahwa islam itu adalah agama yang syumul (menyeluruh). Bahwa ternyata untuk memahami Islam kita tidak boleh melihatanya secara parsial (sebagian saja), tapi dari sisi dimana Islam itu mencakup segala sisi dinamika kehidupan. Bahwa Islam itu adalah ajaran tauhid, menyucikan hati, kelompok pemikir, grup olahraga, pasukan militer, berpolitik, kesenian dll. Dan menurut penulis, untuk memahami Islam secara benar kita harus memakai cara pandang bahwa Islam adalah agama yang menyeluruh dan universal. Semua aspek-aspek kehidupan itu terintegral dalam ajaran Islam. Sehingga jika ada seseorang memahami Islam secara setengah-setengah saja, bisa dipastikan dia akan menyimpang dari pemahaman yang benar tentang agama Allah ini. Contohnya, jika hanya berpikir bahwa islam itu hanya sholat dan ngaji saja, maka kehidupannya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak akan bermanfaat bagi orang banyak. Bahkan akan timbul fanitisme pada pemikirannya sendiri dan begitu mudah mengkafirkan muslim yang lain. Naudzubillah..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga harus paham, dalam memperjuangkan dakwah Islam, tak boleh terfokus hanya pada satu sisi kehidupan saja. Jangan hanya fokus pada usaha-usaha pada penegakkan pemerintahan Islam saja, atau hanya pada tarbiyah saja, atau malah hanya politik saja. Karena Islam yang berat sebelah (tidak menyeluruh) bisa jadi hanya akan tumbuh sebagai simbol saja, dan kehilangan izzah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang dipahami oleh ikwah FKMKI, bahwa dalam berdakwah dikampus jangan kemudian kita memilah-milahkan mana yang harus kita kerjakan. Mana yang lebih penting antar organisasi, dakwah, atau akademik. Kami memahami bahwa semua aspek kehidupan kemahasiswaan adalah sesuatu yang terintegrasi, tidak terpisahkan. Bahwa mahasiswa itu adalah seorang yang sholeh akademisi organisatoris. Saya jadi teringat kata-kata Ust. Masturi, Lc “Seorang mahasiswa itu baru dikatakan mahasiswa jika dia memiliki akademik yang bagus dan kemampuan organisasi yang mantap”..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman-teman sekalian, slogan FKMKI “Utamakan Dakwah, Dahulukan Kuliah, Berprestasi!” jika ditelaah secara EYD akan menghasilkan pemaknaan yang sangat rancuh. Pertanyaan yang sering muncul “Loh, jadi mana yang lebih penting dakwah atau kuliah nih??”. Namun kemudian jika kita melihatnya sesuai dengan cara pandang bahwa Islam itu Syumul (Menyeluruh) maka sangat jelas sekali. FKMKI mengajak kita untuk memahami dunia kampus ini secara menyeluruh, tidak parsial. Bahwa dakwah tidak terpisahkan dengan kuliah, kuliah tidak terpisahkan dari organisasi, dan organisasi tidak boleh terpisahkan dengan dakwah. Subhanallah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;By Sekretaris Jendral LDK FKMKI UNHAS 2008-2009&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4846709736532340644?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4846709736532340644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4846709736532340644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/10/utamakan-dawah-dahulukan-kuliah.html' title='Utamakan Dawah, Dahulukan Kuliah, Berprestasi!!'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1047410352083511670</id><published>2009-09-12T21:04:00.000-07:00</published><updated>2009-09-12T21:09:19.835-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Inilah Skenario Runtuhnya WTC</title><content type='html'>&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-family:Georgia;font-size:100%;color:#ff0000;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;  &lt;p class="capt" style="float: left; width: 90px; font-style: italic; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;img style="width: 76px; height: 97px;" src="http://i29.tinypic.com/25pr70k.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;Bohong Besar Amerika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;img src="http://i30.tinypic.com/ml19mu.jpg" width="150" align="right" hspace="5" /&gt;Setiap 11 September, rakyat Amerika mengenang tragedi runtuhnya menara kembar World Trade Centre (WTC) di New York, AS, yang memakan banyak korban. Gedung kembar itu hancur luluh bagaikan gedung tua yang diledakkan oleh bahan peledak dari dalam setelah ditabrak dua pesawat terbang komersial. Hari itu, jaringan televisi AS meliput secara live dari lokasi peristiwa. Tayangan itu terbidik dari beberapa sudut dan terlihat langsung oleh jutaan pemirsa televisi. Pers AS lalu seperti menyanyikan lagu koor, mengutip keterangan resmi: 'Menara itu runtuh diserang oleh teroris Muslim yang digerakkan oleh Usamah Bin Laden dari Afghanistan'. Tapi, tak semua pers mengikuti koor itu. Theiry Meyssan, seorang jurnalis asal Prancis mencoba melihat peristiwa itu secara objektif. ''Saya akan menjungkirbalikkan seluruh versi resmi serangan 11 September 2001,'' katanya. &lt;img src="http://swaramuslim.com/images/emoticons/video.gif" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil investigative reporting -nya itu kemudian ia tuangkan ke dalam sebuah buku berjudul &lt;b&gt;9/11 The Big Lie America&lt;/b&gt; , diterjemahkan penerbit Jalan Lurus dengan judul, &lt;b&gt;Bohong Besar Amerika&lt;/b&gt; , Bandung, 2003.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah cerita versi &lt;b&gt;Thierry Meyssan&lt;/b&gt;: Kedua pesawat itu diidentifikasikan oleh FBI sebagai Boeing 767. Pesawat itu menghantam tepat pada sasarannya. Peristiwa ini sangat musykil. Dipandang dari ketinggian yang jauh, sebuah kota akan tampak seperti selembar peta dan semua acuan visual yang lazim menjadi hilang. Untuk menabrak menara, pesawat perlu dipraposisikan pada ketinggian sangat rendah. 'Karya' itu merupakan prestasi luar biasa bahkan pilot yang sangat berpengalaman pun sulit melakukannya. Konon yang melakukannya adalah pilot yang baru lulus latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class="capt" style="float: right; width: 200px;"&gt;&lt;img src="http://www.denistouret.net/textes/meyssan1.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;Thierry Meyssan&lt;/p&gt;Namun, ada satu cara untuk mendapat hasil demikian, yakni memakai rambu tuntun dari radio. Suatu sinyal yang dipancarkan dari sasaran, menuntun pesawat itu. Tak perlu banyak orang di pesawat dalam kendali pilot otomatis. Bahkan, pembajak sama sekali tidak dibutuhkan. Pesawat itu berada di bawah kendali remote control , mengendalikan pesawat tanpa pilot.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Setelah ditabrak, Menara Kembar runtuh sendiri. Sebuah komisi penyidik menyimpulkan bahwa terbakarnya bahan bakar pesawat menimbulkan panas yang melelehkan struktur logam utama kedua bangunan. Teori ini disangkal keras oleh Assosiasi Pemadam Kebakaran New York dan Journal Profesional, Fire Engineering bahwa struktur bangunan tersebut tahan api. Para petugas pemadam kebakaran malah mendengar ledakan di lantai dasar bangunan. Pakar terkenal dari Institut Pertambangan dan teknologi, Van Romero pun mengamininya. ''Keruntuhan itu diakibatkan oleh bahan peledak,'' katanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hari yang sama, Departemen Pertahanan mengeluarkan pengumuman singkat ''Pentagon diserang teroris pada pukul 09.38,'' kata Menteri Pertahanan Donald H. Rumsfeld. Pers AS pun heboh. Namun, ketika mau meliput peristiwa itu, para wartawan diusir dari tempat kejadian dengan alasan agar tidak menghalangi operasi penyelamatan. Toh, wartawan AP, Tom Horan, berhasil mendapatkan foto-foto ekslusive dari sebuah gedung dekat lokasi kejadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepala Staf Gabungan, Jenderal Richard Myers, mengindikasikan bahwa pesawat terbang bunuh diri itu adalah Boeing 757-200. Pukul 08.55 waktu setempat, Boeing itu turun ke ketinggian 29.000 kaki. Dua pesawat tempur F-16 segera melesat untuk mencegat Boeing itu, tapi katanya kehilangan jejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Meyssan ini tak masuk akal. ''Bagaimana percaya sebuah pesawat jet berbadan tambun bisa mengecoh dua pesawat tempur yang memburunya?'' Seandainya si Boeing berhasil mengatasi rintangan pertama pun, dengan mudah akan ditembak jatuh saat mendekati Pentagon. Pasalnya, di pangkalan udara Saint Andrew di sekitar Pentagon, berpangkalan Wing Tempur 113 Angkatan Udara dan Wing Tempur serang 321 Angkatan Laut. Masing-masing dilengkapi pesawat tempur F-16 dan F/A-18. Di atap gedung itu pun dipasang penangkis serangan udara dan rudal-rudal supercanggih. Mereka tentu tak akan pernah membiarkan sang Boeing menghampiri Pentagon.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesawat raksasa itu tiba-tiba mendekati tanah, seperti akan mendarat, langsung menabrak Gedung Pentagon. Anehnya tanpa merusak tiang lampu dan bangunan-bangunan di sekitarnya. Moncong pesawat masuk ke pintu gerbang yang tengah direnovasi. Keterangan resmi ini, menurut Meyssan, meragukan. Tabrakan keras itu pastilah menimbulkan kebakaran besar, lalu pesawat menjadi onggokan gosong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Jika merujuk pada foto dari AP, Anda akan melihat tidak dijumpai bangkai pesawat di sana. Bahkan, sebuah gir roda pesawat pun tak tampak. Padahal pemotretan itu dilakukan di menit-menit pertama ketika mobil pemadam kebakaran tiba dan petugas belum menyebar,'' tulis Meyssan dalam bukunya itu. Diduga suara berdesing dan runtuhnya atap salah satu pintu gerbang Pentagon itu disebabkan oleh rudal tipe AGM. Jenis rudal ini menyerupai sebuah pesawat terbang sipil kecil, memang. Tapi, bukan pesawat terbang. Demikian Meyssan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari kontroversi itu, Presiden AS, George W Bush, segera mengumumkan bahwa serangan itu dilakukan oleh teroris Muslim, pimpinan Usamah bin Ladin. Maka, tanpa memerlukan penyelidikan seksama, dengan alasan memburu pimpinan Alqaidah itu, Bush memerintahkan penyerbuan ke negara Muslim Afghanistan. Gilirannya, Irak diduduki dengan alasan memiliki senjata pemusnah massal (yang kemudian ternyata tidak terbukti).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Bush menuding Muslim? Rupanya Bush mendapat bisikan dari Samuel Philip Huntington. Pandangan negatif penasihat gedung putih terhadap Islam ini tertuang dalam sebuah artikel yang dimuat di media Foreign Affairs yang terbit pada musim panas 1993 dengan judul ''The clash of Civilization''. Artikel yang memancing polemik ini kemudian diterbitkan dalam bentuk sebuah buku pada 1996. Menurut Huntington, setelah Uni Sovyet (ideologi komunis) runtuh, musuh berikutnya adalah Islam. Sudut pandang negatif terhadap Islam inilah yang rupanya diyakini Presiden Bush. Bush lalu mendeklarasikan perang atas nama membasmi teror.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dulu Indonesia negeri berpenduduk Muslim terbesar di dunia ini adalah negeri yang aman. Bangsa yang yakin bahwa agama adalah rahmat bagi sekalian alam. Tapi, sejak deklarasi Bush itu, tiba-tiba bom-bom canggih berledakan merobek ketenangan negeri 'jamrud Khatulistiwa' itu dan memakan banyak korban orang tak berdosa. Lalu pesantren dituding biang teror. Orang-orang berjenggot, berpakaian gamis dengan celana menggantung dicurigai. Ujung-ujungnya, kegiatan dakwah harus diawasi. Mungkinkah malapetaka ini bagian dari skenario global untuk menyudutkan Islam? (dakta)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;Zeitgeist  - World Trade Center&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/EF28204011A13788&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/p/EF28204011A13788&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=EF28204011A13788" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/view_play_list?p=EF28204011A13788&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;9/11: Blueprint For Truth&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/621A4B03C1169C78&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/p/621A4B03C1169C78&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=621A4B03C1169C78" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/view_play_list?p=621A4B03C1169C78&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;An Investigation Into 9/11 &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/7EB7DBEFFE4CB16B&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/p/7EB7DBEFFE4CB16B&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=7EB7DBEFFE4CB16B" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/view_play_list?p=7EB7DBEFFE4CB16B&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="box"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;The Truth And Lies Of 9/11&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;object width="480" height="385"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/p/3E202E4A4914645A&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="allowscriptaccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/p/3E202E4A4914645A&amp;amp;hl=en&amp;amp;fs=1" type="application/x-shockwave-flash" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true" width="480" height="385"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/view_play_list?p=3E202E4A4914645A" target="_blank"&gt;http://www.youtube.com/view_play_list?p=3E202E4A4914645A&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color:red;"&gt;9/11 Conspiracy&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;&lt;img src="http://gallery.swaramuslim.com/data/media/34/WTC911_concipiracy.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1047410352083511670?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1047410352083511670'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1047410352083511670'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/09/inilah-skenario-runtuhnya-wtc.html' title='Inilah Skenario Runtuhnya WTC'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://i29.tinypic.com/25pr70k_th.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7606825099760100741</id><published>2009-08-26T20:57:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T21:00:57.033-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) IV</title><content type='html'>Pendekatan Al-Qardhawi dalam Memperkenalkan Fiqih Jihad&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedudukan beliau, ulama, Al-Qardhawi, berbicara tentang pendekatannya dalam bukunya yang – sangat diharapkan – nyaman dan bermanfaat, mengatakan bahwa hal itu terletak pada enam pilar: yaitu, Al-Qur’anul karim, Sunnah yang suci, dan kekayaan Fiqih Islam. Selain itu, beliau mengatakan bahwa pendekatannya juga dibangun untuk membuat perbandingan antara undang-undang Ilahiyah dan sistem (hukum) positif, dengan memperhatikan realitas kontemporer di mana manusia hidup. Oleh karena itu, beliau juga mengadopsi pendekatan yang moderat sebagaimana yang selalu dia lakukan di setiap bukunya, penelitiannya, dan fatwanya. Dalam hal ini, Syeikh mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan yang saya adopsi dalam menulis buku ini tergantung pada sekelompok elemen:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, terutama bergantung pada teks-teks dari Al-Qur’anul karim, karena ini merupakan sumber yang pertama dan terpenting dalam Islam, di mana ini adalah kepastian dan tidak dapat dibantah. Hal ini telah dibuktikan secara pasti untuk menjadi (sumber yang) otentik/asli melalui sebuah mata rantai yang handal (tidak diragukan) dan tanpa ada gangguan, dihafal dalam hati, dilantunkan dengan ruh, dan ditulis dalam mushaf (salinan Al-Qur’an). Di sana tidak ada pertentangan tentang hal ini di kalangan para ulama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Al-Qur’an, kita bisa mendapatkan asli atau tidaknya (otentikasi/keaslian) sumber-sumber lain, termasuk sunnah Nabi itu sendiri. Oleh karena itu, keaslian dari Sunnah didirikan berlandaskan ayat-ayat Al-Qur’an. Selain itu, kita memahami Al-Qur’an dalam terangnya gaya ekspresi, dengan bahasa literal dan metaforanya, mempertimbangkan urutan dan konteks, menghindari (penafsiran) yang dibuat-buat dan sembarangan, dan menyesuaikan teks-teks, yakin bahwa ayat-ayat dalam kitab yang mulia ini saling menegaskan kebenaran antar satu sama lain, dan saling menjelaskan satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, gambaran pada narasi-narasi Sunnah yang terjamin yang benar-benar asli disampaikan dari Nabi SAW. Hal ini termasuk apa-apa yang beliau katakan, perbuatannya, dan persetujuannya yang telah disampaikan dalam hadits-hadits dengan mata rantai narasi yang dapat dipercaya (shahih), tanpa ada missing link, keganjilan, dan faktor-faktor yang mengacaukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, hadits-hadits tersebut tidak boleh kontradiksi dengan yang lebih kuat dan lebih otentik: ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits lain, atau apa-apa yang telah didirikan atas dasar pengetahuan dan alasan. Jadi, mereka harus ilustratif terhadap apa yang telah dinyatakan dalam Al-Qur’an, dan harus berjalan sesuai dengan Kitab dan neraca (keadilan) yang diturunkan oleh Yang Maha Kuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, penggunaan dari perbendaharaan fiqih Islam dan gambaran pada sumber daya nya yang melimpah, dengan tanpa bias dalam mendukung fiqih mazhab tertentu melawan mazhab yang lain, atau secara eksklusif berpegang teguh pada satu imam seraya mengabaikan imam yang lainnya. Sebaliknya, kita harus mempertimbangkan warisan yang besar ini untuk dimiliki oleh semua peneliti, sehingga mereka dapat menyelidiki hingga ke dalamnya, mengerti rahasia-rahasianya, dan memanfaatkan berbagai simpanan yang tersembunyi di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika melakukan hal tersebut, seorang peneliti harus membandingkan berbagai sudut pandang yang berbeda, tanpa mengambil posisi fanatik dalam mendukung pendapat tertentu, atau secara permanen mengikuti mazhab tertentu. Kita dapat mengambil pendapat Abu Hanifah dalam kasus tertentu, pendapat Malik pada kasus lainnya, dan Imam Syafi’i, Imam Ahmad, dan Dawud dalam kasus lainnya, dan seterusnya. Bahkan kita boleh – dalam beberapa hal – merujuk pada mazhab non-Sunni, seperti Zaydi, Ja’fari, atau mazhab Ibadi, jika mereka memberikan solusi yang dibutuhkan. Selain itu, kita boleh mengambil pendekatan mazhab yang sudah usang, seperti Al Awza’i, Ath-Thawri, atau At-Tabari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, tidak cukup bagi kita dengan hanya membandingkan mazhab-mazhab dan pendapat-pendapat dalam fiqih Islam serta institusi-institusinya. Sebaliknya, kita juga boleh membandingkan fiqih dari Syariat Islam secara keseluruhan dengan hukum positif Barat. Tujuan dari perbandingan ini adalah untuk mengilustrasikan tingkat keaslian dari Syariat, ketegasan prinsip-prinsipnya, ketidakterikatannya terhadap hukum-hukum lain, dan perpaduan Syariat antara idealisme dan realisme, serta antara hukum Ilahi dan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, menghubungkan fiqih kepada realitas kontemporer Ummat dan seluruh dunia. Hal ini karena fiqih dibuat untuk memecahkan berbagai masalah dari individu muslim, keluarga muslim, masyarakat muslim, negara muslim, dan ummat muslim melalui perundang-undangan yang toleran dari Syariah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, fiqih ini mencari penyembuhan-penyembuhan atau pengobatan-pengobatan terhadap berbagai penyakit muslim (dengan menggali sumber) dari dalam – bukan dari luar – khazanah Syariah yang mulia ini. Hal ini juga menjawab setiap pertanyaan yang diangkat oleh individu atau masyarakat tentang agama dan kehidupan. Fiqih juga menuntun perjalanan peradaban Ummat dalam cahaya hukum syariah yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, seperti halnya pada semua buku-buku dan penelitian-penelitian kami, dalam buku ini kami mengambil pendekatan yang Allah SWT hidayahkan kepada kami untuk memilih dan mendahulukan dakwah, tarbiyah, iftaa’, penelitian, reformasi dan renovasi, yaitu pendekatan moderat dan kelembutan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara aspek-aspek pendekatan fiqih ini, pemahaman dan ijtihad, adalah bahwa kita harus memperbaharui agama dari dalam dan melakukan ijtihad yang cocok dengan kehidupan dan perkembangan zaman kita sebagaimana imam-imam terdahulu kita melakukan ijtihad yang cocok dengan kehidupan dan zamannya. Kita harus menggunakan sumber-sumber pengetahuan dari apa-apa yang mana pandang-pandangan mereka berasal darinya, memahami sebagian teks dalam kerangka tujuan secara keseluruhan, dan merunut masalah-masalah ambigu kembali kepada masalah-masalah yang sudah jelas, serta merunut dari hal yang khusus ke umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kita harus ketat ketika hal ini mengarah pada hal-hal mendasar, dan membuat sesuatu lebih mudah ketika hal ini mengarah pada masalah-masalah sekunder, memadukan antara ketetapan Syariat dan variabel-variabel (faktor-faktor) zaman, dan menghubungkan teks asli dengan kenyataan yang masuk akal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini juga mengharuskan kita untuk menghindari sikap memihak terhadap sebuah pendapat lama atau meninggi-ninggikan pemikiran baru; untuk mematuhi prinsip bahwa tujuan-tujuan itu tidak berubah, namun metode-metode bisa fleksibel; dan untuk mendapatkan manfaat dari apa saja yang bermanfaat dari pandangan-pandangan lama sebagaimana kita juga menyambut setiap pemikiran baru yang berguna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tambahan, kita harus mencari inspirasi dari masa lalu, hidup pada saat ini, dan melihat ke masa depan, menggali hikmah yang muncul dalam setiap bahtera, dan mengukur berbagai prestasi dari pihak lain terhadap nilai-nilai yang kita miliki, dan dengan demikian, menerima apa-apa yang cocok untuk kita dan mengabaikan yang tidak bermanfaat untuk kita, dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemasyhuran beliau, ulama besar, Syeikh Al-Qardhawi telah membagi buku “Fiqih of Jihad” ke dalam sebuah pendahuluan, sembilan BAB, dan sebuah kesimpulan. Jadi, Insya Allah, kita akan mendapatkan tambahan resensi terhadap masalah-masalah lain yang diangkat oleh Imam dalam setiap bagian pada studinya ini. Kita memohon kepada Allah SWT untuk hidayah dan pertolongan-Nya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Dakwatuna.com&lt;br /&gt;Selesai.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7606825099760100741?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7606825099760100741'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7606825099760100741'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/fiqih-jihad-karya-yusuf-al-qaradhawi_8734.html' title='Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) IV'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1362760627216119374</id><published>2009-08-26T20:56:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:57:15.335-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) III</title><content type='html'>5. Para intelektual: Studi ini juga diperlukan untuk orang-orang yang memiliki pemikiran, penelitian, dan perenungan, khususnya mereka yang tertarik dengan pemikiran Islami dan gerakan-gerakan Islam, baik moderat maupun ekstremis, yang timbul darinya, dan juga aksi-aksi kekerasan – atau terorisme sebagaimana yang telah dijelaskan – di mana sebagian dari kelompok-kelompok ini terlibat di dalamnya. Hal ini, sebagai hasilnya, menggiring beberapa orang untuk melontarkan tuduhan kekerasan dan terorisme kepada Islam, sebagaimana semua aksi kekerasan dan semua bentuk terorisme adalah Islam. Tentu saja, hal ini salah dan tidak benar.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;6. Para orientalis: Non-muslim, seperti misalnya para orientalis dan mereka yang tertarik dengan studi Islam, juga membutuhkan studi semacam ini. Hal ini berlaku untuk mereka yang tertarik karena ingin mencari pengetahuan dan menemukan kebenaran, atau mereka yang tertarik dengan motivasi politik di mana dilakukan untuk melayani permintaan dari negara-negara tertentu, atau Barat secara umum. Hal ini juga berlaku untuk mereka yang memiliki motivasi keagamaan dalam rangka melayani gereja dan gagasan “Kristenisasi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Orang-orang yang terlibat dalam dialog: Studi ini sangat penting untuk mereka yang tertarik dalam dialog antar kepercayaan (antar agama), atau dialog antar budaya dan antar peradaban. Dari sudut pandang saya, studi ini merupakan sebuah batu bata yang signifikan dari dialog semacam itu, yang mana kuat di suatu waktu dan lemah di waktu yang lain; maju dan terbentur dari waktu ke waktu. Alasan untuk hal ini terletak pada pikiran yang picik dari beberapa pihak kepada pihak yang lain, kefanatikan yang mendominasi pikiran, dan pilihan cenderung kepada pemikiran turunan (warisan) daripada pemikiran yang tanpa paksaan. Tidak diragukan lagi, orang-orang tidak bisa berdialog jika mereka tidak memiliki pengetahuan tentang satu sama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Para politisi: Selain itu, para politisi dan para pengambil-keputusan di seluruh dunia juga membutuhkan studi ini. Mereka membuat keputusan yang amat penting yang berdampak krusial pada nasib bangsa, kehidupan manusia, potensi bangsa, dan kesucian agama. Serangan mereka terhadap agama didasari pada konsep mental mereka terhadap agama tersebut. Mereka, pada kenyataannya, tidak mengetahui tentang hal ini, belum pernah membaca kitab-kitabnya atau kenal dengan biografi nabi SAW; mereka belum pernah mempelajari sejarah agama ini atau bahkan memperoleh informasi yang signifikan tentang iman dan syariat agama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Militer: Sebagaimana para politisi membutuhkan studi ini untuk membentuk pendapat yang benar tentang jihad, begitu juga militer, baik itu dia muslim atau non-muslim. Mereka yang salah paham tentang realitas jihad di antara para pemimpin militer Barat, seperti misalnya para politisi Amerika, kebanyakan Jenderal di Eropa; juga – sayangnya – di seluruh dunia, harus membaca buku ini. Pada sisi kami, kami harus menerjemahkan buku ini untuk mereka sehingga mereka dapat membaca dan memahaminya dalam bahasa mereka sendiri. Tidak diragukan lagi, kebanyakan mereka, ketika nada logika disajikan secara jelas kepada mereka, tunduk padanya, dan tidak akan berdebat. Bahkan jika mereka perdebatkan di publik, mereka akan dikalahkan secara internal, dan ini adalah keuntungan yang besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Intelektual publik: Akhirnya, studi ini juga diperlukan oleh pembaca umum dan biasa, para intelektual yang belum diklasifikasikan di atas, muslim dan non-muslim. Orang-orang seperti ini merepresentasikan massa yang besar di berbagai negara. Mereka perlu mengetahui realitas pandangan dunia Islam dan realitas jihad di jalan Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1362760627216119374?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1362760627216119374'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1362760627216119374'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/fiqih-jihad-karya-yusuf-al-qaradhawi_26.html' title='Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) III'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6458233444274876424</id><published>2009-08-26T20:54:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:56:16.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) II</title><content type='html'>Syeikh yang terpelajar menulis bukunya yang berjudul Fiqih Zakat (Fiqh of Zakah), di mana dia memperoleh gelar PhD., pada tahun 1973. Tiga puluh enam tahun kemudian, beliau mempublikasikan bukunya yang berjudul Fiqih Jihad (Fiqh of Jihad), dan dalam mukadimah buku tersebut beliau menyatakan:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Saya merasa berkewajiban untuk melakukan penulisan tentang topik ini setelah Allah membuka dadaku untuk itu. Beberapa kali, sejak saya menyelesaikan buku Fiqh Zakat, terlintas dalam pikiran saya ide untuk menulis sebuah buku serupa mengenai Fiqih Jihad. Dan, beberapa kali punya kawan-kawan terhormat yang meminta saya untuk menulis tentang hal ini di mana masyarakat luas terpecah-belah. Namun, saya meminta maaf kepada mereka, memberikan alasan bahwa saya tidak memiliki semangat untuk melakukan tugas seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, saya menulis beberapa potongan tentang hal ini di masa lalu, menunggu saat yang tepat untuk menulisnya dengan cara yang reguler, cara yang tidak terputus-putus. Hal ini karena tema jihad adalah salah satu dari berbagai topik mendasar yang harus diarahkan melalui penulisan yang sistematis dalam rangka untuk (memenuhi) kebutuhan kaum muslimin, secara khusus, dan dunia, secara umum, agar memiliki pengetahuan yang benar tentang jihad, jauh dari melewati batas ekstrim dan – sebaliknya – kelalaian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun pada dasarnya Fiqih Zakat mengarahkan zakat sebagai salah satu kewajiban yang dikenakan oleh Islam kepada kaum muslimin dan salah satu pilar dasar Islam (rukun Islam), hal ini juga dianggap sebagai jenis jihad; ini adalah jihad dengan harta. Jenis jihad ini, sangat dihormati dan sangat diperlukan, baik pada saat ini maupun saat yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pentingnya Jihad dalam Fiqh yang Ditulis Yusuf Al-Qardhawi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari baris paling pertama pada mukadimah, Syeikh Yusuf Al-Qardhawi mengilustrasikan pentingnya kewajiban yang telah lepas ini dan bahaya yang dihasilkan untuk ummat saat ini dan yang akan datang. Beliau mengatakan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa jihad, garis batas ummat akan dilanggar, darah orang-orang yang ada di dalamnya akan semurah debu, tempat-tempat sucinya akan tidak lebih baik dari pasir di gurun, dan ummat tidak akan bernilai signifikan di mata musuh-musuhnya. Sebagai akibatnya, si pengecut akan mengambil hati untuk menyerang ummat, budak akan tampak di atas dengan arogan, musuh-musuh akan menguasai lahannya, mendominasinya, dan mengontrol orang-orangnya. Ini karena Allah SWT telah menjauhkan rasa takut dari hati para musuh dalam menghadapi ummat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jauh di masa lalu, ummat ini akan diberikan kemenangan atas musuhnya dengan jaminan rasa kagum yang ditanamkan Allah SWT ke dalam hati musuh untuk jarak satu bulan perjalanan. Lebih serius dari hal itu – atau katakanlah, salah satu alasan dibalik itu – adalah kenyataan bahwa ummat telah mengabaikan jihad, atau mungkin bahkan menghapuskannya dari agenda. Ummat telah menghapusnya dalam berbagai aspek-aspeknya: fisik, spiritual, intelektual, dan kultural.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ke-moderat-an Syeikh Al-Qardhawi dan Fiqh Jihad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syeikh Al-Qardhawi berbicara tentang sikap orang-orang tentang jihad, membaginya ke dalam tiga kategori. Mengenai kategori pertama, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah sebuah kategori yang berusaha untuk memberikan selubung kelalaian terhadap jihad dan menjauhkan jihad dari kehidupan ummat. Mereka, malahan, menganggapnya sebagai kepedulian dan peran utama mereka meningkatkan nilai-nilai spiritual dan amal-amal kebajikan ummat – sebagaimana klaim mereka –, dan mempertimbangkan hal ini sebagai jihad yang utama: perjuangan terus-menerus melawan setan dan hawa nafsu seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai kategori kedua, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai lawan dari kategori di atas, di sana ada yang lain lagi yang mempersepsikan jihad sebagai sebuah “perjuangan melawan seluruh dunia”. Mereka tidak membedakan antara yang memerangi kaum muslimin, berdiri di jalan dakwah, atau yang mencoba menjauhkan mereka dari agamanya, dan mereka yang melebarkan jembatan perdamaian kepada kaum muslimin dan menawarkan rekonsiliasi serta pemulihan hubungan dengan mereka, tidak menggunakan pedang kepada mereka dan tidak mendukung musuh dalam melawan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut kategori ini, semua orang kafir adalah sama. Orang-orang yang tergolong kategori ini percaya bahwa ketika kaum muslimin memiliki kemampuan, mereka berkewajiban untuk memerangi orang-orang kafir hanya dengan pertimbangan kekafiran mereka, yang mereka anggap sebagai alasan yang memadai untuk memerangi orang-orang kafir tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau lalu memilih pendekatan moderat yang direpresentasikan oleh kategori ketiga, beliau mengatakan,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kategori ketiga adalah “ummat yang moderat” (ummat pertengahan) di mana Allah SWT telah memberi petunjuk kepada pendekatan moderat dan diberikan pengetahuan, kebijaksanaan, dan pemahaman yang dalam mengenai syariah dan realitas. Oleh karenanya, kategori ini tidak tergelincir kepada kelalaian dari kategori pertama yang berusaha untuk membiarkan hak ummat tanpa dipersenjatai dengan kekuatan, Al-Qur’an-nya tidak dijaga dengan pedang, serta rumah dan tempat-tempat sucinya tanpa penjaga untuk melindungi dan mempertahankan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga, kategori ini tidak jatuh pada tindakan berlebihan dan ekstrimisme dari kategori kedua yang berusaha untuk memerangi orang-orang yang damai, dan mendeklarasikan perang melawan semua orang tanpa membeda-bedakan; putih atau hitam, di Timur atau di Barat. Tujuan mereka melakukan hal itu adalah untuk mengarahkan orang-orang ke (jalan) Allah SWT, mengantarkan mereka yang terbelenggu ke Surga dan membawa mereka secara paksa dengan tangan ke jalan yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka (kategori kedua itu) lebih lanjut menambahkan bahwa tujuan mereka adalah untuk menghilangkan hambatan-hambatan di depan orang-orang itu yang dibentuk oleh rezim yang zhalim yang tidak memungkinkan mereka untuk menyampaikan firman Allah dan seruan Rasul-Nya kepada masyarakat, sehingga mereka dapat mendengar dengan keras dan jelas dan bebas dari segala noda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Siapa Buku Ini Ditujukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman Al-Qardhawi me-list beberapa kategori orang-orang yang membutuhkan buku ini dalam rangka untuk memperoleh sebuah pemahaman yang akurat terhadap tema jihad dengan jalan yang bebas dari kelalaian dan berlebihan. Seakan-akan kategori-kategori ini memadukan berbagai kategori dari seluruh masyarakat, muslim dan non-muslim, pemerintah dan yang diperintah, orang-orang sipil dan militer, dan para pemikir serta intelektual. Beliau memaparkan 10 kategori yang saya pikir mencakup kategori dari seluruh lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Ulama Syariah. Kategori pertama yang membutuhkan studi semacam ini adalah para ulama bidang Syariah dan para imam fiqih, sebagaimana kebanyakan dari mereka menyuguhkan konsep-konsep yang sudah baku dan warisan budaya tentang jihad. Mereka, sebagai contoh, mempertahankan bahwa jihad adalah kewajiban kolektif dari ummat dan bahwa kewajiban ini mengharuskan kita untuk menyerbu negara-negara non-muslim sedikitnya setahun sekali, bahkan jika mereka tidak menunjukkan sikap permusuhan terhadap kita, hingga kini, daripada, mereka membentangkan tangan perdamaian dan rekonsiliasi. Meskipun pendapat ini menentang banyak ayat-ayat Al-Qur’an, efek dari ayat-ayat demikian – sebagaimana yang telah kami indikasikan di atas – ditiadakan dalam pandangan mereka atas dasar bahwa ayat-ayat tersebut telah dimansukh!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mahasiswa-mahasiswa bidang ilmu hukum: Demikian juga, studi ini dibutuhkan oleh para ahli undang-undang dan para spesialis dalam hukum internasional, banyak dari mereka telah membentuk pandangan mereka sendiri tentang Islam dan Syariah, khususnya tentang jihad, perang, dan perdamaian. Mereka telah memperoleh pandangan-pandangan tersebut dari kutipan terkenal tertentu dari beberapa buku maupun dari informasi yang disebarkan oleh beberapa penulis dan yang disampaikan dari mulut ke mulut. Orang-orang tersebut sampai batas tertentu tidak bisa disalahkan, karena para ulama Syariah sendiri bingung dalam hal ini. Maka apa yang akan terjadi dengan orang biasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Para Islamis: Lebih dari yang lain, studi tentang hal ini dibutuhkan oleh para Islamis. Oleh para “Islamis” di sini maksudnya adalah beberapa kelompok Islam yang bekerja dalam mendukung hal-hal Islami, dan yang disebut oleh beberapa pihak sebagai “kelompok politik Islam”. Kelompok-kelompok itu biasanya termasuk pemuda kebangkitan Islam di bawah bendera mereka masing-masing di berbagai negara, baik di dalam maupun di luar dunia Islam. Oleh karena itu, kelompok seperti ini, dengan perbedaan kecenderungan dan sikap mereka, apakah moderat atau ekstremis, benar-benar membutuhkan studi tentang hal ini, khususnya mereka yang dikenal dengan “kelompok kekerasan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Para sejarawan: Para sejarawan juga membutuhkan studi ini, khususnya mereka yang tertarik dengan biografi Nabi dan sejarah Islam, dan mereka yang mengintepretasikan berbagai peperangan yang dilakukan oleh Nabi SAW dengan cara yang tidak benar dan tidak adil, dengan memandang bahwa Rasulullah-lah yang memulai serangan dan perlawanan kepada para musyrikin. Mereka memberi contoh seperti perang Badar, penaklukan Mekah, dan perang Hunain. Mereka juga menyebutkan bahwa Nabi SAW memulai invasi melawan Yahudi di tempat dan di benteng mereka, menyebutkan perang Bani Qainuqa dan Bani An-Nadir, dan juga perang Tabuk di mana beliau memulai perang melawan Romawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung . ........ &lt;br /&gt;sumber: dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6458233444274876424?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6458233444274876424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6458233444274876424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/syeikh-yang-terpelajar-menulis-bukunya.html' title='Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) II'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3900740377440859797</id><published>2009-08-26T20:52:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:54:36.138-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><title type='text'>Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) I</title><content type='html'>Buku yang diberi judul “Fiqih of Jihad” ini ditulis oleh seorang mujahid dan ulama Syeikh Yusuf Al-Qaradhawi, berjumlah lebih dari 1400 halaman dan diterbitkan oleh Wahba Bookshop, Cairo. Banyak para pembaca yang gelisah menunggu penerbitan buku ini dalam jangka waktu yang sangat lama. Namun demikian, Syeikh mempertimbangkan dan menundanya sampai buku ini sepenuhnya selesai ditulis, lalu, setelah merasa puas dengan isinya, beliau merilisnya sebagai sebuah cahaya petunjuk yang mengusir awan kegelapan menaungi ummat yang kebingungan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Yusuf Al-Qardhawi? Dan Mengapa Jihad?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Belakangan ini, banyak ulama yang diminta untuk meluaskan ruang lingkup ijtihad mengenai hal-hal yang berkaitan dengan jihad, sejak beberapa topik yang meliputi amal-amal ibadah atau transaksi, khususnya transaksi finansial, telah menerima hasil kontribusi dari ijtihad individu dan kolektif. Sedangkan, jihad belum pernah mendapatkan sebuah kontribusi (usaha) serupa walaupun betapa urgennya hal ini dan betapa butuhnya masyarakat terhadap hal ini di seluruh lapisan usia, khususnya di zaman sekarang di mana banyak negara mengajak negara lainnya untuk berkolaborasi melawan ummat layaknya orang banyak yang duduk mengelilingi piring makanan dan mengajak orang lain untuk memakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sisi lain, orang lain merasa takut membuka pintu untuk penelitian dan penulisan pada topik jihad di zaman sekarang agar jangan sampai ijtihad muncul menjadi pembenaran dan lemah, seperti status ummat ini. Mereka takut bahwa ijtihad mungkin bisa berkembang menjadi pengkhidmatan dan pembenaran terhadap kenyataan pahit kita, menganjurkan kaum muslimin untuk mendukung perdamaian di zaman yang hanya mengenal bahasa agresi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka juga takut bahwa ijtihad mungkin menjadi sesuatu yang keras sebagai sebuah reaksi atas tumpahan darah di tangan musuh-musuh kita, pelanggaran atas kewajiban-kewajiban suci, dan penyerobotan atas lokasi-lokasi suci kita. Oleh karena itu, ia akan menjadi ijtihad yang bersifat balas dendam yang tidak menghormati hubungan kekerabatan atau ikatan perjanjian dan tidak menghormati kewajiban-kewajiban atau kesucian, yang memiliki motto perkataan Ibnu Zuhayr, “Barangsiapa yang tidak membahayakan orang akan dirugikan”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Allah SWT membuka hati Syeikh yang berpendidikan tinggi dan memudahkan sarana untuknya untuk melakukan beban yang besar ini dan menyelesaikan dengan baik tugas ini sehingga hal tersebut tidak menjadi ijtihad yang bersifat pembenaran atau pun pembalasan. Dengan demikian, buku tersebut datang bersinar ketika syeikh melewati usia 80 tahunnya (lahir tahun 1926). Dalam usianya yang terbaik, orang ini tidak takut dan tidak pula tergoda oleh pedang maupun kekayaan dari penguasa, walaupun demikian faktanya kenyamanan hidup ada dalam genggamannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia bahkan harus dilengkapi dengan beberapa kenyamanan tersebut sehingga dia bisa menggunakannya untuk memenuhi proyek-proyek yang dia kerjakan dan cita-citakan. Dengan semua alasan ekstra, dia tidak memberikan perhatian kepada berbagai sikap menyalahkan sepanjang jalannya mengenai Tuhan setelah hidup yang panjang dalam ketekunan dan jihad. Walaupun dia menerima banyak gangguan dan marabahaya dari dalam maupun luar negerinya, dia tetap gigih dan tekun, mencari balasan dari Allah SWT, sampai dia memperoleh peringkat tinggi yang merubah hati dan pikiran orang-orang terhadapnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak ada seorang pun yang dapat meragukan usaha dan jihad yang diusung oleh Syeikh untuk mempertahankan kepentingan agama, dalam ketajamannya pada fundamental (pokok-pokok) agama, dan pertahanannya pada batas-batas agama sepanjang hidupnya. Beliau tidak pernah dipusingkan dalam mencari berbagai kenikmatan dunia, tidak pernah membujuk siapa pun dalam hal keselamatannya di akhirat, dan tidak pernah memberikan perhatian kepada berbagai sikap menyalahkan yang dia terima sepanjang jalannya menuju Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, tidak ada yang dapat menuduh dia fanatik atau ekstrim karena dia adalah pemimpin dan ahli teori dalam ke-moderat-an di era modern serta muballigh dan penganjur jalan tengah di dalam pikiran dan fiqih nya.&lt;br /&gt;Dan lagi, kita menemukan bakat beliau dalam bidang hukum, pengetahuannya tentang realitas, keterikatannya yang kuat kepada hukum peninggalan zaman dulu, dan kompetensinya untuk berurusan secara benar dengan Al-Qur’an dan Sunnah. Jadi, dalam cahaya tersebut, kita berharap banyak bahwa banyak orang akan setuju dengan ijtihad dan pemikiran beliau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersambung........ &lt;br /&gt;sumber: Dakwatuna.com&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3900740377440859797?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3900740377440859797'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3900740377440859797'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/fiqih-jihad-karya-yusuf-al-qaradhawi.html' title='Fiqih Jihad Karya Yusuf Al-Qaradhawi (Sebuah Resensi Buku) I'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6240873019600337417</id><published>2009-08-26T20:37:00.000-07:00</published><updated>2009-08-26T20:42:05.959-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><title type='text'>Ikhlas</title><content type='html'>“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat, dan yang demikian Itulah agama yang lurus.” (QS Al-Bayyinah [98]: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas merupakan kata kunci seseorang yang takut kepada Allah, karena keikhlasan adalah syarat mutlak diterimanya ibadah seseorang. Kendati bersimbah peluh berkuah keringat, menghabiskan tenaga, terkuras pikiran, jika tidak ikhlas, tidak ada nilainya di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Menafkahkan seluruh harta jika hanya ingin disebut dermawan, tidak akan memiliki nilai apapun. Seseorang aktifis ibadah, tetapi ia tampakkan wajahnya yang pucat, tubuhnya yang kering, agar ia disebut sebagai orang yang begitu serius dalam masalah agama, bahkan ketika bicara dengan suara yang direndahkan, senyumnya diramah-ramahkan, sementara di hatinya tidak sama sekali ada denyut nadi Allah, melainkan hanya agar disebut sebagai sosok yang dekat dengan Allah, agar disebut sebagai hamba yang religius, tidak akan memiliki nilai apa pun di sisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah definisi ikhlas itu? Secara bahasa ikhlas terambil dari akar kata kholasha, khulushon, khalashon yang berkonotasi murni dan terbebas dari kotoran. Kata ikhlas menunjukkan makna murni, bersih, terbebas dari segala sesuatu yang mencampuri dan mengotorinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhlas adalah mengesampingkan pandangan manusia dengan senantiasa mengarahkan tujuan kepada Allah SWT, menyelaraskan antara perbuatan zahid dan batin, tidak menyertakan kepentingan pribadi ataupun imbalan duniawi dari apa yang di lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali jika (dilakukan) dengan penuh keikhlasan serta ditujukan untuk mendapatkan ridha-Nya”.(Al Hadis). Karena itu Imam Ali ra mengungkapkan bahwa orang yang ikhlas adalah orang yang memusatkan pikirannya agar setiap amalnya diterima oleh Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senada dengan Imam Ali, Ibnu Qayyim menjelaskan bahwa ikhlas adalah memfokuskan tujuan dan maksud (dari amalannya) hanya kepada Allah, melaksanakan ketaatan hanya kepada-Nya, tanpa menyekutukan-Nya dengan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW mengucapkan selamat kepada al mukhlisin (orang-orang yang ikhlas), yaitu orang-orang yang bila hadir tidak dikenal, bila tidak hadir dicari-cari, mereka pelita hidayah, mereka selalu selamat dari fitnah kegelapan (HR Baihaki).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu apa tanda keikhlasan itu, Zunun al-Misry mengungkapkan ada tiga tanda keikhlasan, yaitu manakala orang yang bersangkutan memandang pujian dan celaan manusia sama saja, melupakan amal ketika beramal, dan jika ia lupa akan haknya untuk memperoleh pahala di akhirat karena amal baiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan Syeikh al-Munajid meringkas tentang tanda-tanda ikhlas, yaitu bersemangat untuk beramal demi agama, amalan yang dilakukan secara diam-diam lebih banyak dari yang terang-terangan, bersegera untuk beramal dan meraih pahala, sabar untuk menahan diri dan tidak mengeluh, bertekad untuk menyembunyikan amal kebaikan, melakukan sesuatu dengan baik dan maksimal ketika sedang sendiri, dan memperbanyak amalan di kala sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agar kita menjaga hamba Allah yang ikhlas, para ulama memberikan kiat-kiat agar kita menjadi hamba-Nya yang ikhlas, yaitu: menyadari bahwa kita hanyalah hamba Allah, bukan hamba diri sendiri, juga bukan hamba berhala yang banyak bercokol di hati, memposisikan Allah dan Rasul sebagai prioritas utama dalam segala hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat bahwa kemampuan kita beribadah hanyalah semata anugerah Allah bukan ciptaan kita, manusia berkehendak, Allah berkehendak dan yang berlaku adalah kehendak Allah, bergaul dengan hamba Allah yang ikhlas, istiqomah dalam beribadah, dan selalu berdoa agar Allah berikan keikhlasan dalam diri. Semoga Allah memberikan karunia keikhlasan dalam setiap aktifitas dan ibadah yang kita lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : Postingan Ramli Rahim di Forum Facebook Group KAHMI Sulsel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6240873019600337417?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6240873019600337417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6240873019600337417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/ikhlas.html' title='Ikhlas'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7469965598708958097</id><published>2009-08-21T01:38:00.000-07:00</published><updated>2009-08-21T01:46:09.491-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Segenap Pengurus &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 255, 0);font-size:180%;" &gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LDK FKMKI Unhas &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengucapkan &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;selamat menunaikan Ibadah Puasa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;Ramadhan 1430 H&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Semoga Ramadhan  ini bisa semakin menambah keimanan kita dan semakin mendekatkan kita kepada-Nya. Amin &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7469965598708958097?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7469965598708958097'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7469965598708958097'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7996459501054700817</id><published>2009-08-10T03:07:00.000-07:00</published><updated>2009-08-10T03:10:49.782-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Sepuluh langkah Menyambut Ramadhan</title><content type='html'>1. Berdoalah agar Allah swt. memberikan kesempatan kepada kita untuk bertemu dengan bulan Ramadan dalam keadaan sehat wal afiat. Dengan keadaan sehat, kita bisa melaksanakan ibadah secara maksimal di bulan itu, baik puasa, shalat, tilawah, dan dzikir. Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Rasulullah saw. apabila masuk bulan Rajab selalu berdoa, ”Allahuma bariklana fii rajab wa sya’ban, wa balighna ramadan.” Artinya, ya Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan Sya’ban; dan sampaikan kami ke bulan Ramadan. (HR. Ahmad dan Tabrani)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Para salafush-shalih selalu memohon kepada Allah agar diberikan karunia bulan Ramadan; dan berdoa agar Allah menerima amal mereka. Bila telah masuk awal Ramadhan, mereka berdoa kepada Allah, ”Allahu akbar, allahuma ahillahu alaina bil amni wal iman was salamah wal islam wat taufik lima tuhibbuhu wa tardha.” Artinya, ya Allah, karuniakan kepada kami pada bulan ini keamanan, keimanan, keselamatan, dan keislaman; dan berikan kepada kami taufik agar mampu melakukan amalan yang engkau cintai dan ridhai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bersyukurlah dan puji Allah atas karunia Ramadan yang kembali diberikan kepada kita. Al-Imam Nawawi dalam kitab Adzkar-nya berkata, ”Dianjurkan bagi setiap orang yang mendapatkan kebaikan dan diangkat dari dirinya keburukan untuk bersujud kepada Allah sebagai tanda syukur; dan memuji Allah dengan pujian yang sesuai dengan keagungannya.” Dan di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah kepada seorang hamba adalah ketika dia diberikan kemampuan untuk melakukan ibadah dan ketaatan. Maka, ketika Ramadan telah tiba dan kita dalam kondisi sehat wal afiat, kita harus bersyukur dengan memuji Allah sebagai bentuk syukur.&lt;br /&gt;3. Bergembiralah dengan kedatangan bulan Ramadan. Rasulullah saw. selalu memberikan kabar gembira kepada para shahabat setiap kali datang bulan Ramadan, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan, bulan yang penuh berkah. Allah telah mewajibkan kepada kalian untuk berpuasa. Pada bulan itu Allah membuka pintu-pintu surga dan menutup pintu-pintu neraka.” (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salafush-shalih sangat memperhatikan bulan Ramadan. Mereka sangat gembira dengan kedatangannya. Tidak ada kegembiraan yang paling besar selain kedatangan bulan Ramadan karena bulan itu bulan penuh kebaikan dan turunnya rahmat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Rancanglah agenda kegiatan untuk mendapatkan manfaat sebesar mungkin dari bulan Ramadan. Ramadhan sangat singkat. Karena itu, isi setiap detiknya dengan amalan yang berharga, yang bisa membersihkan diri, dan mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bertekadlah mengisi waktu-waktu Ramadan dengan ketaatan. Barangsiapa jujur kepada Allah, maka Allah akan membantunya dalam melaksanakan agenda-agendanya dan memudahnya melaksanakan aktifitas-aktifitas kebaikan. “Tetapi jikalau mereka benar terhadap Allah, niscaya yang demikian itu lebih baik bagi mereka.” [Q.S. Muhamad (47): 21]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Pelajarilah hukum-hukum semua amalan ibadah di bulan Ramadan. Wajib bagi setiap mukmin beribadah dengan dilandasi ilmu. Kita wajib mengetahui ilmu dan hukum berpuasa sebelum Ramadan datang agar puasa kita benar dan diterima oleh Allah. “Tanyakanlah kepada orang-orang yang berilmu, jika kamu tiada mengetahui,” begitu kata Allah di Al-Qur’an surah Al-Anbiyaa’ ayat 7.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sambut Ramadan dengan tekad meninggalkan dosa dan kebiasaan buruk. Bertaubatlah secara benar dari segala dosa dan kesalahan. Ramadan adalah bulan taubat. “Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kamu beruntung.” [Q.S. An-Nur (24): 31]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Siapkan jiwa dan ruhiyah kita dengan bacaan yang mendukung proses tadzkiyatun-nafs. Hadiri majelis ilmu yang membahas tentang keutamaan, hukum, dan hikmah puasa. Sehingga secara mental kita siap untuk melaksanakan ketaatan pada bulan Ramadan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Siapkan diri untuk berdakwah di bulan Ramadhan dengan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;· buat catatan kecil untuk kultum tarawih serta ba’da sholat subuh dan zhuhur.&lt;br /&gt;· membagikan buku saku atau selebaran yang berisi nasihat dan keutamaan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Sambutlah Ramadan dengan membuka lembaran baru yang bersih. Kepada Allah, dengan taubatan nashuha. Kepada Rasulullah saw., dengan melanjutkan risalah dakwahnya dan menjalankan sunnah-sunnahnya. Kepada orang tua, istri-anak, dan karib kerabat, dengan mempererat hubungan silaturrahmi. Kepada masyarakat, dengan menjadi orang yang paling bermanfaat bagi mereka. Sebab, manusia yang paling baik adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Disadur dari artikel kiriman seorang sahabat)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7996459501054700817?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7996459501054700817'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7996459501054700817'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/08/sepuluh-langkah-menyambut-ramadhan.html' title='Sepuluh langkah Menyambut Ramadhan'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4829479536138004727</id><published>2009-07-25T06:46:00.000-07:00</published><updated>2009-07-25T06:48:55.309-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot News'/><title type='text'>SEMINAR ISLAM NASIONAL : Syariat Islam? Kenapa Tidak..!</title><content type='html'>SEMINAR ISLAM NASIONAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syariat Islam? Kenapa Tidak..!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat : Gedung PKP Universitas Hasanuddin&lt;br /&gt;Hari/tgl : Sabtu / 01 Agustus 2009&lt;br /&gt;Waktu : 08.00 wita - selesai&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembicara :&lt;br /&gt;1. Raihan Iskandar, LC (Penggiat Perda Syariat Islam Nangroe Aceh Darussalam)&lt;br /&gt;"Dinamika Penegakan Hukum Pidana Islam di Masyarakat Aceh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ir. Abdul Aziz Qahar Mudzakkar, M.Si (Ketua KPPSI Sulawesi Selatan)&lt;br /&gt;"Menegakkan Syariat Islam dalam Kehidupan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ikhwan Abdul jalil, LC (Sekjen DPP Wahdah Islamiyah)&lt;br /&gt;"Urgensi Penegakan Syariat Islam bagi Setiap Muslim"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Moderator:&lt;br /&gt;Dr. Andi A. Mustamin, MT (Dosen FTI UMI Makassar)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diselenggarakan oleh:&lt;br /&gt;LDK FKMKI Universitas Hasanuddin&lt;br /&gt;FoSEI Fak. Ekonomi Universitas Hasanuddin&lt;br /&gt;FOKUS Fak. Hukum Universitas Hasanuddin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HTM :&lt;br /&gt;Mahasiswa/Pelajar : Rp. 10.000&lt;br /&gt;Umum : Rp. 15.000&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contact person:&lt;br /&gt;Ikhsan : 085342003380&lt;br /&gt;Muthi : 085696422607&lt;br /&gt;Sudarmono : 085299878867&lt;br /&gt;Nining : 081338597981&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4829479536138004727?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4829479536138004727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4829479536138004727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/07/seminar-islam-nasional-syariat-islam.html' title='SEMINAR ISLAM NASIONAL : Syariat Islam? Kenapa Tidak..!'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3489532270693999805</id><published>2009-06-02T03:43:00.000-07:00</published><updated>2009-06-02T04:22:15.976-07:00</updated><title type='text'>Disain JAKET LDK FKMKI .........</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SiUJG3AwvvI/AAAAAAAAADQ/HoRfHWoXtdw/s1600-h/Jeket+Ok+editan.jpg"&gt;&lt;span style="font-family: courier new;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asalamu'alaikum........&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ane selaku Koord.Danus ingin Menpublikasikan Disain Jaket Pengurusan Tahun ini LDK FKMKI UNHAS.....Silahkan Yang ingin Memesan, Caranya:&lt;br /&gt;                       &lt;br /&gt;        Ketik: Nama Pemesan/Nama di Jaket_Fakultas_Jurusan_Angkatan_ukuran &lt;br /&gt;Jaket_Namanya diTaro diKantong Atas atau Kantong Bawah.&lt;br /&gt;        Kirim ke- 081 242 031 036 (Akh.Muchlis)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SyukroN Jiddan bt yg Pesan.......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Was5lm......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SiUJG3AwvvI/AAAAAAAAADQ/HoRfHWoXtdw/s1600-h/Jeket+Ok+editan.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 315px; height: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SiUJG3AwvvI/AAAAAAAAADQ/HoRfHWoXtdw/s400/Jeket+Ok+editan.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5342686546395971314" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3489532270693999805?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3489532270693999805'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3489532270693999805'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/06/disain-jaket-ldk-fkmki.html' title='Disain JAKET LDK FKMKI .........'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SiUJG3AwvvI/AAAAAAAAADQ/HoRfHWoXtdw/s72-c/Jeket+Ok+editan.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-9044836393891420703</id><published>2009-05-28T05:36:00.000-07:00</published><updated>2009-05-28T05:59:16.128-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam and Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Flu Babi adalah salah satu alasan mengapa Allah mengharamkan makan babi</title><content type='html'>Babi adalah salah satu di antara makanan-makanan yang Allah haramkan dalam Al Qur’an. Seorang Muslim sejati akan menunjukkan keteguhan dalam menaati perintah dan larangan Allah sekalipun ia tidak mengetahui hikmah di balik itu. Namun jika Allah menghendakinya, Dia juga dapat memperlihatkan kepada kita hikmah di balik sesuatu yang telah Dia haramkan. Peningkatan cepat baru-baru ini pada kasus flu babi, sebuah penyakit mematikan, adalah satu di antara alasan mengapa memakan babi adalah haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Flu babi adalah penyakit yang disebabkan oleh virus “H1N1” dan dapat ditularkan dari orang ke orang melalui udara. Seperti halnya virus flu pada manusia, virus flu babi terus-menerus berubah dalam tubuh babi. Saluran pernapasan babi memiliki penerima (reseptor) yang peka terhadap virus-virus seperti flu babi, flu manusia dan flu burung. Karena alasan itu, babi memperbesar kemungkinan virus-virus baru muncul di saat semua jenis virus itu tertularkan secara bersamaan. Virus A/H1N1, sebuah gabungan dari virus flu manusia, babi dan burung, hanya muncul pada penerima-penerima (reseptor) yang terdapat dalam saluran pernapasan babi; dengan kata lain, babi berperan sebagai sarang bagi virus-virus untuk bergabung bersama (berpadu). Karena manusia tidak memiliki kekebalan alamiah terhadap virus tersebut dan karena penyebarannya sangatlah cepat, Badan Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa penyakit tersebut bakal menyebar di luar kendali sebagai sebuah wabah.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/baltimoresun.com.jpg" align="middle" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Salah satu sisi paling menakutkan dari penyakit tersebut adalah kesamaannya dengan “Flu Spanyol” yang membawa kematian lebih dari 50 juta orang antara bulan September 1918 dan Juni 1920. Virus AH1N1 adalah penyebab penyakit tersebut pada kedua kasus itu. Flu Spanyol juga awalnya ditularkan kepada manusia dari babi-babi di Amerika, dari situ flu tersebut menyebar ke seluruh penjuru dunia, menjadi salah satu wabah terburuk dalam sejarah. Karenanya, jika flu babi tidak bisa dikendalikan, terdapat bahaya bahwa flu babi akan menyebar ke seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;Al Hadits Mengisyaratkan Bahwa Babi Akan Dimusnahkan di Zaman Akhir&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Empat belas abad lalu, Nabi kita, Muhammad SAW, mengisyaratkan bahwa babi-babi akan dimusnahkan di Zaman Akhir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="left" style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/div&gt; &lt;div style="font-family: times new roman;" face="arial" align="center"&gt; &lt;div align="left"&gt; &lt;/div&gt; &lt;table summary="" align="center" border="1" cellpadding="10" cellspacing="1" width="600"&gt;     &lt;tbody&gt;         &lt;tr&gt;             &lt;td&gt;             &lt;div align="left"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Imam Mahdi (as) akan datang sebagai hakim adil … ia akan membunuh babi dan membagikan harta benda, tapi karena keberlimpahan mereka tak seorang pun akan menerimanya.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;                 &lt;span style="font-size:100%;"&gt;(Al-Qawl al-Mukhtasar fi Alamat al-Mahdi al- Muntadhar, hal. 31)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;             &lt;/td&gt;         &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menunjukkan bahwa akan ada pembunuhan massal babi-babi di masa Imam Mahdi  (as). Bahkan, negara-negara mungkin harus menempuh jalan pembunuhan massal babi-babi demi mencegah penyebaran flu babi jika hal itu menjadi wabah yang mengancam seluruh dunia. Mesir malahan sudah mulai membunuh babi-babi dalam rangka melindungi diri terhadap penyakit itu. Hadits Nabi kita SAW menyatakan bahwa adalah penting untuk membunuh babi-babi, sumber flu babi, sama seperti pihak berwenang mengeringkan rawa-rawa yang menjadi tempat berkembang biak nyamuk-nyamuk, yang juga senantiasa menyebarkan penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/domuzgirbi_newyorktimes03may09.jpg" align="middle" width="400" height="387" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;Sebagaimana telah disebutkan, saluran pernapasan babi memainkan peran utama dalam kemunculan penyakit berbahaya ini. Hal itu hanyalah satu di antara sejumlah alasan di balik pengharaman Allah memakan babi. Ada banyak hikmah lain di balik Allah mengharamkan penggunaan babi. Sebagiannya dapat disebutkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Babi mengandung belerang dengan kadar tinggi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena babi mengandung belerang dengan kadar tinggi, ketika dimakan maka sejumlah besar belerang diserap tubuh. Jumlah yang berlebihan dapat menyebabkan berbagai penyakit, seperti infeksi persendian ketika belerang menumpuk di dalam tulang rawan, otot dan saraf; pengapuran dan hernia. Ketika babi dimakan secara teratur, jaringan ikat lunak dari babi menggantikan tulang rawan keras di dalam tubuh. Akibatnya, tulang rawan menjadi tidak mampu menopang bobot badan, yang pada akhirnya membawa pada kelainan persendian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/domuzgribi_theroot03may09.jpg" align="middle" width="400" height="226" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt; &lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Babi mengandung hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hormon pertumbuhan dalam kadar berlebihan yang tercerna melalui daging babi mengakibatkan pembengkakan dan kelainan bentuk jaringan. Hal itu dapat menimbulkan penimbunan lemak secara tiba-tiba dan berlebihan. Orang yang memakan babi pada umumnya memiliki bahaya lebih besar mengidap kegemukan. Hal itu berkemungkinan mendorong pertumbuhan yang tidak wajar pada tulang hidung, rahang, tangan dan kaki. Hal paling berbahaya mengenai hormon pertumbuhan dalam jumlah berlebih adalah bahwa hal ini membuka jalan bagi munculnya kanker.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/domuzgribi_ap.jpg" align="middle" width="400" height="249" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Memakan daging babi menyebabkan penyakit kulit&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zat yang dikenal sebagai “histamin” dan “imtidazol” pada daging babi menyebabkan gatal berlebihan. Zat-zat ini juga membuka jalan bagi penyakit-penyakit kulit menular seperti eksem, dermatitis dan neurodermatitis.  Zat-zat ini juga meningkatkan bahaya terjangkiti bisul, radang usus buntu, penyakit kantung empedu dan infeksi pembuluh darah nadi. Karenanya, para dokter menyarankan penderita penyakit jantung agar menghindari makan babi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/bangkokpost2009.jpg" align="middle" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="left"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:100%;" &gt;&lt;strong&gt;Memakan babi menyebarkan cacing trichina&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Cacing-cacing trichina yang dicerna melalui daging babi memasuki peredaran darah melalui lambung dan usus dan menyebar ke seluruh tubuh. Cacin trichina terutama mendiami jaringan otot pada daerah rahang, lidah, leher, tenggorokan dan dada. Cacing ini menyebabkan kelumpuhan pada otot-otot gerak mengunyah, berbicara dan menelan. Hal ini juga menimbulkan penyumbatan pembuluh darah balik (vena), meningitis dan infeksi otak. Kasus-kasus parah bahkan dapat berujung pada kematian. Sisi paling berbahaya penyakit ini adalah tidak adanya obat untuk menyembuhkannya. Berjangkitnya wabah cacing trichina telah diamati dari waktu ke waktu di Swedia, Inggris dan Polandia, walaupun sudah dilakukan pengawasan kesehatan hewan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/bangkok.jpg" align="middle" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:130%;" &gt;&lt;strong&gt; Babi sangatlah berlemak dan mengandung zat-zat beracun&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Babi sangatlah berlemak. Ketika dicerna, lemak tersebut memasuki peredaran darah dan menyebabkan pengerasan pembuluh darah nadi, meningkatkan tekanan darah dan serangan jantung (coronary infarct). Selain itu, babi mengandung suatu racun yang dinamakan “Sutoxin.” Kelenjar getah bening dipaksa bekerja lebih keras untuk mengeluarkan racun ini dari tubuh. Hal ini ditandai dengan membengkaknya kelenjar getah bening, khususnya pada anak-anak. Jika penyakit ini berlanjut, semua kelenjar getah bening akan membengkak, suhu badan naik dan rasa sakit mulai terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini hanyalah secuil bagian hikmah di balik pengharaman Allah memakan babi. Allah juga menunjukkan kepada kita hikmah pengharaman ini dengan menciptakan flu babi di Zaman Akhir. Bagi orang beriman yang tulus, sekalipun tidak memahami mengapa Allah mengharamkan hal apa pun, kewajiban utamanya adalah menjaga batas yang telah ditetapkan-Nya. Namun dengan adanya wabah baru-baru ini Allah memberitahukan kepada kaum beriman satu bagian lagi dari hikmah itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/span&gt; &lt;div  align="center" style="font-family:courier new;"&gt; &lt;div align="center"&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/naturenews.jpg" align="middle" width="300" height="388" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;img alt="" src="http://us2.harunyahya.com/Image/makaleler/losangelestimes.jpg" align="middle" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;div align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/div&gt; &lt;span style=";font-family:Verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;May 08, 2009&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://www.harunyahya.com/indo/index.php"&gt;Harun Yahya&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-9044836393891420703?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/9044836393891420703'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/9044836393891420703'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/05/flu-babi-adalah-salah-satu-alasan.html' title='Flu Babi adalah salah satu alasan mengapa Allah mengharamkan makan babi'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7428581780797792978</id><published>2009-04-29T20:27:00.001-07:00</published><updated>2009-05-28T05:54:39.313-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><title type='text'>untukmu wahai saudaraku</title><content type='html'>karena jual diri aku lupa diri&lt;br /&gt;aku lupa ada insan yang mesti dibelai&lt;br /&gt;karena jual diri aku jadi tahu&lt;br /&gt;bahwa umur bak semurah nilai sedekah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melangkah, mengharap hanya barokah&lt;br /&gt;yang lain mati yang lain menanti&lt;br /&gt;kapan jua ia dibeli&lt;br /&gt;harap harga pasti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mati tanpa mandi, disambut wangi kesturi&lt;br /&gt;hanya karena telah terpatri&lt;br /&gt;semangat menggerigi atau mati tak berarti&lt;br /&gt;karena jual diri aku lupa pada insan bermata jali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku lupa ada insan yang menanti&lt;br /&gt;menanti akan jadi istri&lt;br /&gt;atau mungkin akan jadi suami&lt;br /&gt;takbir seakan tak berarti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bagi orang yang tak jual diri&lt;br /&gt;yang tak tahu arti berbagi&lt;br /&gt;yang lupa makna saksi&lt;br /&gt;karena mata terhalau indah pelangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena jual diri aku takut mati&lt;br /&gt;takut mati sebelum yakin&lt;br /&gt;hidup ini pantas untuk dibeli&lt;br /&gt;karena jual diri aku jadi mengerti&lt;br /&gt;hidup tak hanya untuk kenyang, senang, dan menang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"saudaraku, simak pesanku",&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jika esok aku berduka, kuatkan aku, jika aku bahagia tetaplah disampingku.&lt;br /&gt;jika esok aku bersalah maklumi dan ajari aku.&lt;br /&gt;jika esok aku jatuh sakit do'akanlah aku.&lt;br /&gt;dan jika esok malaikat Allah menjemputku lebih dulu, maafkan segala kesalahanku.&lt;br /&gt;karena aku tak tahu kapan Tuhan akan memanggilku dan sebelum itu terjadi, aku ingin engkau tahu bahwa "aku bahagia memiliki saudara sepertimu".&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7428581780797792978?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7428581780797792978'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7428581780797792978'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/04/untukmu-wahai-saudaraku.html' title='untukmu wahai saudaraku'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7949123946133443750</id><published>2009-03-17T00:03:00.000-07:00</published><updated>2009-03-17T00:15:51.459-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><title type='text'>Dasar Kerja Orang Bekerja</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Hadith :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dari Imran r.a katanya, s:aya bertanya:”Ya Rasulullah, apa dasar kerja orang yang bekerja?” Baginda menjawab;”Setiap orang dimudahkan mengerjakan apa yang dia telah diciptakan untuk itu.” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(al-Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uraian&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang bekerja. Bahkan manusia tidak akan mendapatkan suatu apa pun kecuali apa yang diusahakannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;img src="http://i298.photobucket.com/albums/mm280/agung19irawan/5.gif"&gt;&lt;/img&gt;&lt;img src="http://i36.photobucket.com/albums/e1/nurman_rosyidi/muhammad.gif"&gt;&lt;/img&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Oleh itu tidaklah menghairankan jika kita juga sering mendengar bahawa masuk syurga atau neraka itu sangat ditentukan oleh amal atau perbuatan seseorang, pekerjaannya atau usahanya ketika di dunia. Aspek-aspek kerja dalam Islam sesungguhnya terkandung dalam bentuk yang sangat luas mencakupi seluruh kehidupan itu sendiri, ia bersifat fizikal, intelektual dan juga spiritual. Apa yang ditekankan oleh Islam ialah supaya kita bekerja atau berusaha untuk kebaikan dan dengan cara yang baik kerana orang yang beriman dan bekerja dengan baik, Allah S.W.T akan memberinya kehidupan yang baik. Sesungguhnya kerja dengan amal mempunyai terjemahan yang sama di dalam Islam meskipun masyarakat mengenalinya dari sudut yang berbeza. Amal seringkali diberi makna pada tindakan atau kerja kebajikan sedangkan kerja dikategorikan pada tindakan manusia yang menghasilkan upah atau gaji dalam bentuk wang mahupun material dan sebagainya yang bersifat ekonomi untuk menjaga kelangsungan hidup bagi diri sendiri atau orang-orang yang di bawah tanggungjawabnya. Dalam Islam, dasar kerja atau amal adalah niat yang akan membezakan sama ada sesuatu tindakan itu berupa kebajikan atau tidak dan Allah menegaskan bahawa adalah menjadi satu kewajiban kepada kita untuk melakukan yang terbaik dalam memikul amanah dan tanggungjawab kerana Allah tidak akan memberatkan seseorang dengan sesuatu yang tidak mampu dilakukannya. Oleh sebab itu seseorang itu dikurniakan Allah kelebihan yang tersendiri dan untuk itu dia akan dimudahkan mengerjakan apa yang dia telah mahir (tahu) tentang sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7949123946133443750?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7949123946133443750'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7949123946133443750'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/03/dasar-kerja-orang-bekerja.html' title='Dasar Kerja Orang Bekerja'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6855569056107148931</id><published>2009-02-28T05:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T06:02:49.974-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>HIKMAH MENINGGALKAN PERKATAAN BOHONG</title><content type='html'>Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Luqman Hakim, menceritakan pada suatu hari ada seorang telah datang berjumpa dengan Rasulullah S.A.W. kerana hendak memeluk agama Islam. Sesudah mengucapkan dua kalimat syahadat, lelaki itu lalu berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Rasulullah. Sebenarnya hamba ini selalu saja berbuat dosa dan susah untuk meninggalkannya." Maka Rasulullah menjawab : "Maukah engkau berjanji bahwa engkau sanggup meninggalkan perkataan bohong?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Ya, saya berjanji" jawab lelaki itu singkat. Selepas itu, dia pun pulanglah ke rumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut riwayat, sebelum lelaki itu memeluk agama Islam, dia sangat terkenal sebagai seorang yang jahat. Kegemarannya hanyalah mencuri, berjudi dan meminum minuman keras. Maka setelah dia memeluk agama Islam, dia sedaya upaya untuk meninggalkan segala keburukan itu. Sebab itulah dia meminta nasihat dari Rasulullah S.A.W.&lt;br /&gt;Dalam perjalanan pulang dari menemui Rasulullah S.A.W. lelaki itu berkata di dalam hatinya :&lt;br /&gt;"Berat juga aku hendak meninggalkan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah itu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka setiap kali hatinya terdorong untuk berbuat jahat, hati kecilnya terus mengejek.&lt;br /&gt;"Berani engkau berbuat jahat. Apakah jawaban kamu nanti apabila ditanya oleh Rasulullah. Sanggupkah engkau berbohong kepadanya" bisik hati kecil. Setiap kali dia berniat hendak berbuat jahat, maka dia teringat segala pesan Rasulullah S.A.W. dan setiap kali pulalah hatinya berkata :&lt;br /&gt;"Kalau aku berbohong kepada Rasulullah berarti aku telah mengkhianati janjiku padanya. Sebaliknya jika aku bercakap benar berarti aku akan menerima hukuman sebagai orang Islam. Oh Tuhan....sesungguhnya di dalam pesan Rasulullah itu terkandung sebuah hikmah yang sangat berharga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah dia berjuang dengan hawa nafsunya itu, akhirnya lelaki itu berjaya di dalam perjuangannya menentang kehendak nalurinya. Menurut hadist itu lagi, sejak dari hari itu bermula babak baru dalam hidupnya. Dia telah berhijrah dari kejahatan kepada kemuliaan hidup seperti yang digariskan oleh Rasulullah S.A.W. Hingga ke akhirnya dia telah berubah menjadi mukmin yang soleh dan mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6855569056107148931?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6855569056107148931'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6855569056107148931'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/02/hikmah-meninggalkan-perkataan-bohong.html' title='HIKMAH MENINGGALKAN PERKATAAN BOHONG'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-251643892500066841</id><published>2009-02-28T05:53:00.001-08:00</published><updated>2009-02-28T05:56:15.658-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>Ikhlas (Download E-Book)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3675242/ikhlas.zip.html"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 266px;" src="http://photos-p.friendster.com/photos/38/04/68864083/1_510555966m.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Download E-Book ini &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3675242/ikhlas.zip.html"&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;atau klik gambar diatas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-251643892500066841?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/251643892500066841'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/251643892500066841'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/02/ikhlas-download-e-book.html' title='Ikhlas (Download E-Book)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4930592891547444668</id><published>2009-02-28T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-02-28T05:52:05.795-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Download'/><title type='text'>100 Pesan Nabi untuk Wanita Salihah (E-Book Download)</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.ziddu.com/download/3675241/100pesannabiuntukwanitasalihah.zip.html"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 200px; height: 270px;" src="http://photos-p.friendster.com/photos/38/04/68864083/1_696365954m.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Download E-Book ini dengan klik &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/3675241/100pesannabiuntukwanitasalihah.zip.html"&gt;disini &lt;/a&gt;atau klik gambar diatas&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4930592891547444668?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4930592891547444668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4930592891547444668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/02/100-pesan-nabi-untuk-wanita-salihah-e.html' title='100 Pesan Nabi untuk Wanita Salihah (E-Book Download)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6945021646024633453</id><published>2009-02-03T08:57:00.000-08:00</published><updated>2009-02-03T08:58:55.941-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Pengertian Al-Qur’an (Ta’riful Qur’an)</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian Al-Qur’an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(Ta’riful Qur’an)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembahasan tentang pengertian al-Qur'an (ta’riful Qur’an) mencakup tiga bagian pembahasan yaitu: definisi al-Qur'an, nama-nama al-Qur'an, dan fungsi atau kedudukan al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mukadimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman kaum muslimin   secara umum   terhadap al-Qur'an masih parsial (juz’i). Hal itu menyebabkan Al-Qur'an belum difungsikan secara menyeluruh dan utuh. Sebagian masyarakat memahami al-Qur'an sebagai obat (syifa) saja, maka mereka memfungsikannya hanya sebatas sebagai penyembuh. Sehingga, Al-Qur'an baru dekat dengan orang-orang yang sakit, sekarat atau sudah meninggal. Padahal al-Qur'an sebenarnya lebih dibutuhkan oleh orang-orang yang sehat. Sebagian yang lain hanya memahami al-Qur'an sebagai kitab bacaan yang pahalanya besar. Pemahaman yang terbatas ini mendorong masyarakat merasa puas setelah hanya membaca al-Qur'an.  Pemungsian al-Qur'an oleh masyarakat sangat dipengaruhi oleh pengetahuan (tashawur) dan persepsi mereka terhadap al-Qur'an itu sendiri. Hal inilah yang membuat pengenalan terhadap al-Qur'an menjadi sangat penting.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1.Pengertian al-Qur'an (ta’riful Qur’an)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para ulama tafsir al-Qur'an dalam berbagai kitab ‘ulumul qur’an, ditinjau dari segi bahasa (lughowi atau etimologis) bahwa kata al-Qur'an merupakan bentuk mashdar dari kata qoro’a – yaqro’uu – qiroo’atan – wa qor’an – wa qur’aanan.  Kata qoro’a  berarti menghimpun dan menyatukan; al-Qur'an pada hakikatnya merupakan himpunan huruf-huruf dan kata-kata yang menjadi satu ayat, himpunan ayat-ayat menjadi surat, himpunan surat menjadi mushaf al-Qur'an. Di samping itu, mayoritas ulama mengatakan bahwa al-Qur'an dengan akar kata qoro’a, bermakna tilawah: membaca. Kedua makna ini bisa dipadukan menjadi satu, menjadi “al-Qur'an itu merupakan himpunan huruf-huruf dan kata-kata yang dapat dibaca”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna al-Qur'an secara ishtilaahi, al-Qur'an itu adalah “Firman Allah SWT yang menjadi mu’jizat abadi kepada Rasulullah yang tidak mungkin bisa ditandingi oleh manusia, diturunkan ke dalam hati Rasulullah SAW, diturunkan ke generasi berikutnya secara mutawatir, ketika dibaca bernilai ibadah dan berpahala besar” Dari definisi di atas terdapat lima bagian penting:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an adalah firman Allah SWT (QS 53:4), wahyu yang datang dari Allah Yang Maha Mulia dan Maha Agung. Maka firman-Nya (al-Qur'an) pun menjadi mulia dan agung juga, yang harus diperlakukan dengan layak, pantas, dimuliakan dan dihormati.&lt;br /&gt;Al-Qur'an adalah mu’jizat. Manusia tak akan sanggup membuat yang senilai dengan al-Qur'an, baik satu mushaf maupun hanya satu ayat.&lt;br /&gt;Al-Qur'an itu diturunkan ke dalam hati Nabi SAW melalui malaikat Jibril AS (QS 26:192). Hikmahnya kepada kita adalah hendaknya al-Qur'an masuk ke dalam hati kita. Perubahan perilaku manusia sangat ditentukan oleh hatinya. Jika hati terisi dengan al-Qur'an, maka al-Qur'an akan mendorong kita untuk menerapkannya dan memasyarakatkannya. Hal tersebut terjadi pada diri Rasululullah SAW, ketika al-Qur'an diturunkan kepada beliau. Ketika A’isyah ditanya tentang akhlak Nabi SAW, beliau menjawab:  Kaana khuluquhul qur’an; akhlak Nabi adalah al-Qur'an.&lt;br /&gt;Al-Qur'an disampaikan secara mutawatir. Al-Qur'an dihafalkan dan ditulis oleh banyak sahabat. Secara turun temurun al-Qur'an itu diajarkan kepada generasi berikutnya, dari orang banyak ke orang banyak. Dengan cara seperti itu, keaslian al-Qur'an terpelihara, sebagai wujud jaminan Allah terhadap keabadian al-Qur'an. (QS 15:9).&lt;br /&gt;Membaca al-Qur'an bernilai ibadah, berpahala besar di sisi Allah SWT. Nabi bersabda: “Aku tidak mengatakan alif laam miim satu huruf, tetapi Alif satu huruf, laam satu huruf, miim satu huruf dan satu kebaikan nilainya 10 kali lipat” (al-Hadist).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali bin Abi Thalib berkata: Aku dengar Rasulullah SAW bersabda: “Nanti akan terjadi fitnah  (kekacauan, bencana)”  Bagaimana jalan keluar dari fitnah dan kekacauan itu Hai Rasulullah? Rasul menjawab: “Kitab Allah, di dalamnya terdapat berita tentang orang-orang sebelum kamu, dan berita umat sesudah kamu (yang akan datang), merupakan hukum diantaramu, demikian tegas, barang siapa yang meninggalkan al-Qur'an dengan sengaja Allah akan membinasakannya, dan barang siapa yang mencari petunjuk pada selainnya Allah akan menyesatkannya, Al-Qur'an adalah tali Allah yang sangat kuat, cahaya Allah yang sangat jelas, peringatan yang sangat bijak, jalan yang lurus, dengan al-Qur'an hawa nafsu tidak akan melenceng, dengannya lidah tidak akan bercampur dengan yang salah, pendapat manusia tidak akan bercabang, dan ulama tidak akan merasa puas dan kenyang dengan al-Qur'an, orang-orang bertaqwa tidak akan bosan dengannya, al-Qur'an tidak akan usang sekalipun banyak diulang, keajaibannya tidak akan habis, ketika jin mendengarnya mereke berkomentar ‘Sungguh kami mendengarkan al-Qur'an yang menakjubkan’, barang siapa yang mengetahui ilmunya dia akan sampai dengan cepat ke tempat tujuan, barang siapa berbicara dengan landasannya selalu benar, barang siapa berhukum dengannya hukumnya adil, barang siapa yang mengamalkan al-Qur'an dia akan mendapatkan pahala, barang siapa yang mengajak kepada al-Qur'an dia diberikan petunjuk ke jalan yang lurus” (HR Tirmidzi dari Ali r.a.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.Nama-nama al-Qur'an &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam al-Qur'an terdapat banyak nama-nama al-Qur'an. Dibalik nama itu kita akan memahami fungsi al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Qur'an&lt;br /&gt;Nama yang paling populer adalah al-Qur'an itu sendiri, Allah menyebutkannya 58 kali. Penyebutan berulang-ulang itu menjadi peringatan bagi manusia agar dapat memfungsikan al-Qur'an sebagai bacaan agar mendapatkan petunjuk dalam hidup (QS 2: 185)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Kitab&lt;br /&gt;Artinya, wahyu yang tertulis. Menurut Syaikh Abdullah ad Diros, penamaan dengan al-Kitab menunjukkan bahwa al-Qur'an tertulis dalam mushaf dan hendaknya melekat di dalam hati. Rasulullah bersabda: “Orang yang di dalam hatinya tidak ada sedikitpun al-Qur'an, bagaikan rumah yang rusak” (al-Hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Huda&lt;br /&gt;Artinya, petunjuk (QS 2:2). Sebagai petunjuk (al-Huda) merupakan fungsi utama dari diturunkannya al-Qur'an (QS 2:185). Kita tidak dapat menjadikan al-Qur'an sebagai petunjuk jika kita tidak membaca dan memahaminya, mengamalkannya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rahmah&lt;br /&gt;Berarti rahmat, terutama bagi orang-orang yang beriman (QS 17:82).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nur&lt;br /&gt;Berarti cahaya penerang. Konsekuensi dari pemahaman ini adalah dengan menjadikan al-Qur'an sebagai cahaya yang menerangi jalan hidup kita (QS 5:15-16).  Kita melihat tuntunan al-Qur'an, kemudian melangkah dengan tuntunan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruh&lt;br /&gt;Berarti ruh sebagai penggerak (QS 16:2). Ruh menggerakkan jasad manusia. Dengan nama ini Allah SWT ingin agar al-Qur'an dapat menggerakkan langkah dan kiprah manusia. Terutama perannya untuk memberikan peringatan kepada seluruh manusia bahwa tidak ada Ilah selain Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syifa’&lt;br /&gt;Berarti obat (QS 10:57). Al-Qur'an merupakan obat penyakit hati dari kejahiliyahan, kemusyrikan, kekafiran dan kemunafikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Haq&lt;br /&gt;Berarti kebenaran (QS 2:147).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayan&lt;br /&gt;Berarti penjelasan atau penerangan (QS 3:138; 2:185).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mauizhoh&lt;br /&gt;Berarti pelajaran dan nasehat (QS 3:138).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dzikr&lt;br /&gt;Berarti yang mengingatkan (QS 15:9).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Naba’&lt;br /&gt;Berarti berita (QS 16:89). Di dalam al-Qur'an memuat berita-berita umat terdahulu dan umat  yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.Fungsi dan kedudukan al-Qur'an&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi utama dari al-Qur'an adalah kitab petunjuk (kitabul hidayah). Di samping itu al-Qur'an juga memiliki fungsi-fungsi yang lain, antara lain:&lt;br /&gt;Kitab berita (an-Naba’ wal akhbar)   (QS 78:1-2)&lt;br /&gt;Kitab hukum dan aturan (al-hukmu wasy syari’ah)   (QS 5:49-50)&lt;br /&gt;Kitab berjuang (Kitabul Jihad)   (QS 29:69)&lt;br /&gt;Kitab pendidikan (Kitabut tarbiyyah)    (QS 3: 79)&lt;br /&gt;Kitab ilmu pengetahuan  (Kitabul ‘Ilm)   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6945021646024633453?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6945021646024633453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6945021646024633453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/02/pengertian-al-quran-tariful-quran.html' title='Pengertian Al-Qur’an (Ta’riful Qur’an)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4388034891360844440</id><published>2009-01-05T22:25:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T22:35:14.716-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot News'/><title type='text'>Ayo Bantu Palestina kita!!</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ayo Bantu Palestina kita!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Infaq ke:Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi&lt;br /&gt;No. Rek. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;311.01856.22 &lt;/span&gt;an &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nurdin QQ KISPA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Palestina tidak untuk didiskusikan, tidak untuk menjadi bahan konsumsi emosi semata, apalagi menjadi komoditas politik, naudzubillah... TAPI untuk dibantu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Membantu dengan fisik? Jihad qital? Kalau Anda tidak sanggup lari 10 km non stop di terik matahari jam 12 siang sambil memanggul beban 20 kg, dan tidak bisa bahasa Arab, maka lupakan saja. Malah merepotkan mereka. Jadi, mari kita bantu dengan materi. Ada KISPA yang insya Allah amanah, digawangi oleh ustadz Fery Nur. Sisihkan seikhlas kita, sumbang ke rekening KISPA (rekening bank Muamalat bisa ditransfer dari ATM BCA atau bank lain). Jangan pula lupa, bantu dengan doa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari bantu Palestina kita dengan:&lt;br /&gt;1. Uang, transfer ke no-rek di atas,&lt;br /&gt;2. Doa, kalau bisa qunut nazillah tiap shalat,&lt;br /&gt;3. Sebarkan no-rek dan website KISPA di forum dan milis.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4388034891360844440?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4388034891360844440'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4388034891360844440'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2009/01/ayo-bantu-palestina-kita.html' title='Ayo Bantu Palestina kita!!'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5212240112128822277</id><published>2008-12-16T19:52:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T00:10:40.883-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><title type='text'>Membangun dan Membina Militansi Kita</title><content type='html'>Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba'da tahmid wa shalawat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ikhwah rahimakumullah, Allah SWT berfirman di dalam Al-Qur'an Surat 19 Ayat 12 : .....&lt;br /&gt;Ya Yahya hudzil kitaaba bi quwwah ..." (QS. Maryam (19):12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tatkala Allah SWT memberikan perintah kepada hamba-hamba-Nya yang ikhlas, Ia tak hanya menyuruh mereka untuk taat melaksanakannya melainkan juga harus mengambilnya dengan quwwah yang bermakna jiddiyah, kesungguhan-sungguhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah telah diwarnai, dipenuhi dan diperkaya oleh orang-orang yang sungguh-sungguh. Bukan oleh orang-orang yang santai, berleha-leha dan berangan-angan. Dunia diisi dan dimenangkan oleh orang-orang yang merealisir cita-cita, harapan dan angan-angan mereka dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dan kekuatan tekad.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun kebatilan pun dibela dengan sungguh-sungguh oleh para pendukungnya, oleh karena itulah Ali bin Abi Thalib ra menyatakan: "Al-haq yang tidak ditata dengan baik akan dikalahkan oleh Al-bathil yang tertata dengan baik".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Allah memberikan ganjaran yang sebesar-besarnya dan derajat yang setinggi-tingginya bagi mereka yang sabar dan lulus dalam ujian kehidupan di jalan dakwah. Jika ujian, cobaan yang diberikan Allah hanya yang mudah-mudah saja tentu mereka tidak akan memperoleh ganjaran yang hebat. Di situlah letak hikmahnya yakni bahwa seorang da'i harus sungguh-sungguh dan sabar dalam meniti jalan dakwah ini. Perjuangan ini tidak bisa dijalani dengan ketidaksungguhan, azam yang lemah dan pengorbanan yang sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ali sempat mengeluh ketika melihat semangat juang pasukannya mulai melemah, sementara para pemberontak sudah demikian destruktif, berbuat dan berlaku seenak-enaknya. Para pengikut Ali saat itu malah menjadi ragu-ragu dan gamang, sehingga Ali perlu mengingatkan mereka dengan kalimatnya yang terkenal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Ketika Allah menyuruh Nabi Musa as mengikuti petunjuk-Nya, tersirat di dalamnya sebuah pesan abadi, pelajaran yang mahal dan kesan yang mendalam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada luh-luh (Taurat) segala sesuatu sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu; maka (Kami berfirman): "Berpeganglah kepadanya dengan teguh dan suruhlah kaummu berpegang teguh kepada perintah-perintahnya dengan sebaik-baiknya, nanti Aku akan memperlihatkan kepadamu negeri orang-orang yang fasiq".(QS. Al-A'raaf (7):145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian juga perintah-Nya terhadap Yahya, dalam surat Maryam ayat 12 :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hudzil kitaab bi quwwah" (Ambil kitab ini dengan quwwah). Yahya juga diperintahkan oleh Allah untuk mengemban amanah-Nya dengan jiddiyah (kesungguh-sungguhan). Jiddiyah ini juga nampak pada diri Ulul Azmi (lima orang Nabi yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad yang dianggap memiliki azam terkuat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah berkembang di tangan orang-orang yang memiliki militansi, semangat juang yang tak pernah pudar. Ajaran yang mereka bawa bertahan melebihi usia mereka. Boleh jadi usia para mujahid pembawa misi dakwah tersebut tidak panjang, tetapi cita-cita, semangat dan ajaran yang mereka bawa tetap hidup sepeninggal mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa artinya usia panjang namun tanpa isi, sehingga boleh jadi biografi kita kelak hanya berupa 3 baris kata yang dipahatkan di nisan kita: "Si Fulan lahir tanggal sekian-sekian, wafat tanggal sekian-sekian".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya kita melihat bagaimana kisah kehidupan Rasulullah saw dan para sahabatnya. Usia mereka hanya sekitar 60-an tahun. Satu rentang usia yang tidak terlalu panjang, namun sejarah mereka seakan tidak pernah habis-habisnya dikaji dari berbagai segi dan sudut pandang. Misalnya dari segi strategi militernya, dari visi kenegarawanannya, dari segi sosok kebapakannya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Seharusnyalah kisah-kisah tersebut menjadi ibrah bagi kita dan semakin meneguhkan hati kita. Seperti digambarkan dalam QS. 11:120, orang-orang yang beristiqomah di jalan Allah akan mendapatkan buah yang pasti berupa keteguhan hati. Bila kita tidak kunjung dapat menarik ibrah dan tidak semakin bertambah teguh, besar kemungkinannya ada yang salah dalam diri kita. Seringkali kurangnya jiddiyah (kesungguh-sungguhan) dalam diri kita membuat kita mudah berkata hal-hal yang membatalkan keteladanan mereka atas diri kita. Misalnya: "Ah itu kan Nabi, kita bukan Nabi. Ah itu kan istri Nabi, kita kan bukan istri Nabi". Padahal memang tanpa jiddiyah sulit bagi kita untuk menarik ibrah dari keteladanan para Nabi, Rasul dan pengikut-pengikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayyuhal ikhwah rahimakumullah,&lt;br /&gt;Di antara sekian jenis kemiskinan, yang paling memprihatinkan adalah kemiskinan azam, tekad dan bukannya kemiskinan harta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Misalnya anak yang mendapatkan warisan berlimpah dari orangtuanya dan kemudian dihabiskannya untuk berfoya-foya karena merasa semua itu didapatkannya dengan mudah, bukan dari tetes keringatnya sendiri. Boleh jadi dengan kemiskinan azam yang ada padanya akan membawanya pula pada kebangkrutan dari segi harta. Sebaliknya anak yang lahir di keluarga sederhana, namun memiliki azam dan kemauan yang kuat kelak akan menjadi orang yang berilmu, kaya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dalam kaitannya dengan masalah ukhrawi berupa ketinggian derajat di sisi Allah. Tidak mungkin seseorang bisa keluar dari kejahiliyahan dan memperoleh derajat tinggi di sisi Allah tanpa tekad, kemauan dan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihatnya dalam kisah Nabi Musa as. Kita melihat bagaimana kesabaran, keuletan, ketangguhan dan kedekatan hubungannya dengan Allah membuat Nabi Musa as berhasil membawa umatnya terbebas dari belenggu tirani dan kejahatan Fir'aun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkat do'a Nabi Musa as dan pertolongan Allah melalui cara penyelamatan yang spektakuler, selamatlah Nabi Musa dan para pengikutnya menyeberangi Laut Merah yang dengan izin Allah terbelah menyerupai jalan dan tenggelamlah Fir'aun beserta bala tentaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi? Sesampainya di seberang dan melihat suatu kaum yang tengah menyembah berhala, mereka malah meminta dibuatkan berhala yang serupa untuk disembah. Padahal sewajarnya mereka yang telah lama menderita di bawah kezaliman Fir'aun dan kemudian diselamatkan Allah, tentunya merasa sangat bersyukur kepada Allah dan berusaha mengabdi kepada-Nya dengan sebaik-baiknya. Kurangnya iman, pemahaman dan kesungguh-sungguhan membuat mereka terjerumus kepada kejahiliyahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi marilah kita menengok kekayaan sejarah dan mencoba bercermin pada sejarah. Kembali kita akan menarik ibrah dari kisah Nabi Musa as dan kaumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam QS. Al-Maidah (5) ayat 20-26 : "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya: "Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah atasmu, ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu, dan dijadikan-Nya kamu orang-orang merdeka dan diberikan-Nya kepadamu apa yang belum pernah diberikan-Nya kepada seorangpun di antara umat-umat yang lain".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hai, kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa, sesungguhnya dalam negri itu ada orang-orang yang gagah perkasa, sesungguhnya kami sekali-kali tidak akan memasukinya sebelum mereka keluar dari negri itu. Jika mereka keluar dari negri itu, pasti kami akan memasukinya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut (kepada Allah) yang Allah telah memberi nikmat atas keduanya: "Serbulah mereka dengan melalui pintu gerbang (kota) itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah hendaknya kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata: "Hai Musa kami sekali-kali tidak akan memasukinya selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya, karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berkata Musa: "Ya Rabbku, aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah berfirman: "(Jika demikian), maka sesungguhnya negri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun, (selama itu) mereka akan berputar-putar kebingungan di bumi (padang Tiih) itu. Maka janganlah kamu bersedih hati (memikirkan nasib) orang-orang yang fasiq itu".&lt;br /&gt;Rangkaian ayat-ayat tersebut memberikan pelajaran yang mahal dan sangat berharga bagi kita, yakni bahwa manusia adalah anak lingkungannya. Ia juga makhluk kebiasaan yang sangat terpengaruh oleh lingkungannya dan perubahan besar baru akan terjadi jika mereka mau berusaha seperti tertera dalam QS. Ar-Ra'du (13):11, "Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum, sampai mereka berusaha merubahnya sendiri".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Musa as adalah pemimpin yang dipilihkan Allah untuk mereka, seharusnyalah mereka tsiqqah pada Nabi Musa. Apalagi telah terbukti ketika mereka berputus asa dari pengejaran dan pengepungan Fir'aun beserta bala tentaranya yang terkenal ganas, Allah SWT berkenan mengijabahi do'a dan keyakinan Nabi Musa as sehingga menjawab segala kecemasan, keraguan dan kegalauan mereka seperti tercantum dalam QS. Asy-Syu'ara (26):61-62, "Maka setelah kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa: "Sesungguhnya kita benar-benar akan tersusul". Musa menjawab: "Sekali-kali tidak akan tersusul; sesungguhnya Rabbku bersamaku, kelak Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semestinya kaum Nabi Musa melihat dan mau menarik ibrah (pelajaran) bahwa apa-apa yang diridhai Allah pasti akan dimudahkan oleh Allah dan mendapatkan keberhasilan karena jaminan kesuksesan yang diberikan Allah pada orang-orang beriman. Allah pasti akan bersama al-haq dan para pendukung kebenaran. Namun kaum Nabi Musa hanya melihat laut, musuh dan kesulitan-kesulitan tanpa adanya tekad untuk mengatasi semua itu sambil di sisi lain bermimpi tentang kesuksesan. Hal itu sungguh merupakan opium, candu yang berbahaya. Mereka menginginkan hasil tanpa kerja keras dan kesungguh-sungguhan. Mereka adalah "qaumun jabbarun" yang rendah, santai dan materialistik. Seharusnya mereka melihat bagaimana kesudahan nasib Fir'aun yang dikaramkan Allah di laut Merah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seandainya mereka yakin akan pertolongan Allah dan yakin akan dimenangkan Allah, mereka tentu tsiqqah pada kepemimpinan Nabi Musa dan yakin pula bahwa mereka dijamin Allah akan memasuki Palestina dengan selamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam QS. 47:7, "In tanshurullah yanshurkum wayutsabbit bihil aqdaam" (Jika engkau menolong Allah, Allah akan menolongmu dan meneguhkan pendirianmu).&lt;br /&gt;Hendaknya jangan sampai kita seperti Bani Israil yang bukannya tsiqqah dan taat kepada Nabi-Nya, mereka dengan segala kedegilannya malah menyuruh Nabi Musa as untuk berjuang sendiri. "Pergilah engkau dengan Tuhanmu". Hal itu sungguh merupakan kerendahan akhlak dan militansi, sehingga Allah mengharamkan bagi mereka untuk memasuki negri itu. Maka selama 40 tahun mereka berputar-putar tanpa pernah bisa memasuki negri itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, Allah yang Rahman dan Rahim tetap memberi mereka rizqi berupa ghomama, manna dan salwa, padahal mereka dalam kondisi sedang dihukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi tetap saja kedegilan mereka tampak dengan nyata ketika dengan tidak tahu dirinya mereka mengatakan kepada Nabi Musa tidak tahan bila hanya mendapat satu jenis makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orientasi keduniawian yang begitu dominan pada diri mereka membuat mereka begitu kurang ajar dan tidak beradab dalam bersikap terhadap pemimpin. Mereka berkata: "Ud'uulanaa robbaka" (Mintakan bagi kami pada Tuhanmu). Seyogyanya mereka berkata: "Pimpinlah kami untuk berdo'a pada Tuhan kita".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan seperti itu pun kini sudah mentradisi di masyarakat. Banyak keluarga yang berstatus Muslim, tidak pernah ke masjid tapi mampu membayar sehingga banyak orang di masjid yang menyalatkan jenazah salah seorang keluarga mereka, sementara mereka duduk-duduk atau berdiri menonton saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw memang telah memberikan nubuwat atau prediksi beliau: "Kelak kalian pasti akan mengikuti kebiasaan orang-orang sebelum kalian selangkah demi selangkah, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta dan sedepa demi sedepa". Sahabat bertanya: "Yahudi dan Nasrani ya Rasulullah?". Beliau menjawab: "Siapa lagi?".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebodohan dalam meneladani Rasulullah juga bisa terjadi di kalangan para pemikul dakwah sebagai warasatul anbiya (pewaris nabi). Mereka mengambil keteladanan dari beliau secara tidak tepat. Banyak ulama atau kiai yang suka disambut, dielu-elukan dan dilayani padahal Rasulullah tidak suka dilayani, dielu-elukan apalagi didewakan. Sebaliknya mereka enggan untuk mewarisi kepahitan, pengorbanan dan perjuangan Rasulullah. Hal itu menunjukkan merosotnya militansi di kalangan ulama-ulama amilin.&lt;br /&gt;Mengapa hal itu juga terjadi di kalangan ulama, orang-orang yang notabene sudah sangat faham. Hal itu kiranya lebih disebabkan adanya pergeseran dalam hal cinta dan loyalitas, cinta kepada Allah, Rasul dan jihad di jalan-Nya telah digantikan dengan cinta kepada dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mentalitas Bal'am, ulama di zaman Fir'aun adalah mentalitas anjing sebagaimana digambarkan di Al-Qur'an. Dihalau dia menjulurkan lidah, didiamkan pun tetap menjulurkan lidah. Bal'am bukannya memihak pada Musa, malah memihak pada Fir'aun. Karena ia menyimpang dari jalur kebenaran, maka ia selalu dibayang-bayangi, didampingi syaithan. Ulama jenis Bal'am tidak mau berpihak dan menyuarakan kebenaran karena lebih suka menuruti hawa nafsu dan tarikan-tarikan duniawi yang rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kader yang tulus dan bersemangat tinggi pasti akan memiliki wawasan berfikir yang luas dan mulia. Misalnya, manusia yang memang memiliki akal akan bisa mengerti tentang berharganya cincin berlian, mereka mau berkelahi untuk memperebutkannya. Tetapi anjing yang ada di dekat cincin berlian tidak akan pernah bisa mengapresiasi cincin berlian. Ia baru akan berlari mengejar tulang, lalu mencari tempat untuk memuaskan kerakusannya. Sampailah anjing tersebut di tepi telaga yang bening dan ia serasa melihat musuh di permukaan telaga yang dianggapnya akan merebut tulang darinya. Karena kebodohannya ia tak tahu bahwa itu adalah bayangan dirinya. Ia menerkam bayangan dirinya tersebut di telaga, hingga ia tenggelam dan mati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan sejati akan diperoleh manusia bila ia tidak bertumpu pada sesuatu yang fana dan rapuh, dan sebaliknya justru berorientasi pada keabadian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Yusuf as sebuah contoh keistiqomahan, ia memilih di penjara daripada harus menuruti hawa nafsu rendah manusia. Ia yang benar di penjara, sementara yang salah malah bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu hal lagi yang bisa kita petik dari kisah Nabi Yusuf as. Wanita-wanita yang mempergunjingkan Zulaikha diundang ke istana untuk melihat Nabi Yusuf. Mereka mengiris-iris jari-jari tangan mereka karena terpesona melihat Nabi Yusuf. "Demi Allah, ini pasti bukan manusia". Kekaguman dan keterpesonaan mereka pada seraut wajah tampan milik Nabi Yusuf membuat mereka tidak merasakan sakitnya teriris-iris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal yang demikian bisa pula terjadi pada orang-orang yang punya cita-cita mulia ingin bersama para nabi dan rasul, shidiqin, syuhada dan shalihin. Mereka tentunya akan sanggup melupakan sakitnya penderitaan dan kepahitan perjuangan karena keterpesonaan mereka pada surga dengan segala kenikmatannya yang dijanjikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah ibrah yang harus dijadikan pusat perhatian para da'i. Apalagi berkurban di jalan Allah adalah sekedar mengembalikan sesuatu yang berasal dari Allah jua. Kadang kita berat berinfaq, padahal harta kita dari-Nya. Kita terlalu perhitungan dengan tenaga dan waktu untuk berbuat sesuatu di jalan Allah padahal semua yang kita miliki berupa ilmu dan kemuliaan keseluruhannya juga berasal dari Allah. Semoga kita terhindar dari penyimpangan-penyimpangan seperti itu dan tetap memiliki jiddiyah, militansi untuk senantiasa berjuang di jalan-Nya. Amin.&lt;br /&gt;Wallahu a'lam bis shawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan Untuk Murabbi: Setelah mendapatkan taujih ini diharapkan kader Memahami urgensi militansi kader dalam pemenangan dakwah serta memahami cara-cara membina militansi kader&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5212240112128822277?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5212240112128822277'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5212240112128822277'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/12/membangun-dan-membina-militansi-kita.html' title='Membangun dan Membina Militansi Kita'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-2412078302611526678</id><published>2008-12-16T19:33:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T00:13:38.563-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='taujihat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Kematian Hati</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kematian Hati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;(alm) Ust. Rahmat Abdullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang tertawa tanpa (mau) menyadari sang maut sedang mengintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang cepat datang ke shaf shalat layaknya orang yang amat merindukan kekasih. Sayang ternyata ia datang tergesa-gesa hanya agar dapat segera pergi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti penagih hutang yang kejam ia perlakukan Tuhannya. Ada yang datang sekedar memenuhi tugas rutin mesin agama. Dingin, kering dan hampa, tanpa penghayatan. Hilang tak dicari, ada tak disyukuri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari jahil engkau disuruh berilmu dan tak ada idzin untuk berhenti hanya pada ilmu. Engkau dituntut beramal dengan ilmu yang ALLAH berikan. Tanpa itu alangkah besar kemurkaan ALLAH atasmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau yang pandai bercakap tentang keheningan senyap ditingkah rintih istighfar, kecupak air wudlu di dingin malam, lapar perut karena shiam atau kedalaman munajat dalam rakaat-rakaat panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tersanjungkah engkau dengan licin lidahmu bertutur, sementara dalam hatimu tak ada apa-apa. Kau kunyah mitos pemberian masyarakat dan sangka baik orang-orang berhati jernih, bahwa engkau adalah seorang saleh, alim, abid lagi mujahid, lalu puas meyakini itu tanpa rasa ngeri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asshiddiq Abu Bakar Ra. selalu gemetar saat dipuji orang. "Ya ALLAH, jadikan diriku lebih baik daripada sangkaan mereka, janganlah Engkau hukum aku karena ucapan mereka dan ampunilah daku lantaran ketidaktahuan mereka", ucapnya lirih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang bekerja keras dengan mengorbankan begitu banyak harta dan dana, lalu ia lupakan semua itu dan tak pernah mengenangnya lagi. Ada orang beramal besar dan selalu mengingat-ingatnya, bahkan sebagian menyebut-nyebutnya. Ada orang beramal sedikit dan mengklaim amalnya sangat banyak. Dan ada orang yang sama sekali tak pernah beramal, lalu merasa banyak amal dan menyalahkan orang yang beramal, karena kekurangan atau ketidaksesuaian amal mereka dengan lamunan pribadinya, atau tidak mau kalah dan tertinggal di belakang para pejuang. Mereka telah menukar kerja dengan kata.&lt;br /&gt;Dimana kau letakkan dirimu?&lt;br /&gt;Saat kecil, engkau begitu takut gelap, suara dan segala yang asing. Begitu kerap engkau bergetar dan takut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah pengalaman dan ilmu makin bertambah, engkaupun berani tampil di depan seorang kaisar tanpa rasa gentar. Semua sudah jadi biasa, tanpa rasa.&lt;br /&gt;Telah berapa hari engkau hidup dalam lumpur yang membunuh hatimu sehingga getarannya tak terasa lagi saat ma'siat menggodamu dan engkau meni'matinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam-malam berharga berlalu tanpa satu rakaatpun kau kerjakan. Usia berkurang banyak tanpa jenjang kedewasaan ruhani meninggi. Rasa malu kepada ALLAH, dimana kau kubur dia ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di luar sana rasa malu tak punya harga. Mereka jual diri secara terbuka lewat layar kaca, sampul majalah atau bahkan melalui penawaran langsung. Ini potret negerimu : 228.000 remaja mengidap putau. Dari 1500 responden usia SMP &amp;amp; SMU, 25 % mengaku telah berzina dan hampir separohnya setuju remaja berhubungan seks di luar nikah asal jangan dengan perkosaan. Mungkin engkau mulai berfikir "Jamaklah, bila aku main mata dengan aktifis perempuan bila engkau laki-laki atau sebaliknya di celah-celah rapat atau berdialog dalam jarak sangat dekat atau bertelepon dengan menambah waktu yang tak kauperlukan sekedar melepas kejenuhan dengan canda jarak jauh" Betapa jamaknya 'dosa kecil' itu dalam hatimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemana getarannya yang gelisah dan terluka dulu, saat "TV Thaghut" menyiarkan segala "kesombongan jahiliyah dan maksiat"?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat engkau muntah melihat laki-laki (banci) berpakaian perempuan, karena kau sangat mendukung ustadzmu yang mengatakan " Jika ALLAH melaknat laki-laki berbusana perempuan dan perempuan berpakaian laki-laki, apa tertawa riang menonton akting mereka tidak dilaknat ?"&lt;br /&gt;Ataukah taqwa berlaku saat berkumpul bersama, lalu yang berteriak paling lantang "Ini tidak islami" berarti ia paling islami, sesudah itu urusan tinggallah antara engkau dengan dirimu, tak ada ALLAH disana?&lt;br /&gt;Sekarang kau telah jadi kader hebat.&lt;br /&gt;Tidak lagi malu-malu tampil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Justeru engkau akan dihadang tantangan: sangat malu untuk menahan tanganmu dari jabatan tangan lembut lawan jenismu yang muda dan segar. Hati yang berbunga-bunga didepan ribuan massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua gerak harus ditakar dan jadilah pertimbanganmu tergadai pada kesukaan atau kebencian orang, walaupun harus mengorbankan nilai terbaik yang kau miliki. Lupakah engkau, jika bidikanmu ke sasaran tembak meleset 1 milimeter, maka pada jarak 300 meter dia tidak melenceng 1 milimeter lagi ? Begitu jauhnya inhiraf di kalangan awam, sedikit banyak karena para elitenya telah salah melangkah lebih dulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang mau menghormati ummat yang "kiayi"nya membayar beberapa ratus ribu kepada seorang perempuan yang beberapa menit sebelumnya ia setubuhi di sebuah kamar hotel berbintang, lalu dengan enteng mengatakan "Itu maharku, ALLAH waliku dan malaikat itu saksiku" dan sesudah itu segalanya selesai, berlalu tanpa rasa bersalah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang akan memandang ummat yang da'inya berpose lekat dengan seorang perempuan muda artis penyanyi lalu mengatakan "Ini anakku, karena kedudukan guru dalam Islam adalah ayah, bahkan lebih dekat daripada ayah kandung dan ayah mertua" Akankah engkau juga menambah barisan kebingungan ummat lalu mendaftar diri sebagai 'alimullisan (alim di lidah)? Apa kau fikir sesudah semua kedangkalan ini kau masih aman dari kemungkinan jatuh ke lembah yang sama?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa beda seorang remaja yang menzinai teman sekolahnya dengan seorang alim yang merayu rekan perempuan dalam aktifitas da'wahnya? Akankah kau andalkan penghormatan masyarakat awam karena statusmu lalu kau serang maksiat mereka yang semakin tersudut oleh retorikamu yang menyihir ? Bila demikian, koruptor macam apa engkau ini? Pernah kau lihat sepasang mami dan papi dengan anak remaja mereka.&lt;br /&gt;Tengoklah langkah mereka di mal. Betapa besar sumbangan mereka kepada modernisasi dengan banyak-banyak mengkonsumsi produk junk food, semata-mata karena nuansa "westernnya" . Engkau akan menjadi faqih pendebat yang tangguh saat engkau tenggak minuman halal itu, dengan perasaan "lihatlah, betapa Amerikanya aku".&lt;br /&gt;Memang, soalnya bukan Amerika atau bukan Amerika, melainkan apakah engkau punya harga diri.&lt;br /&gt;Mahatma Ghandi memimpin perjuangan dengan memakai tenunan bangsa sendiri atau terompah lokal yang tak bermerk. Namun setiap ia menoleh ke kanan, maka 300 juta rakyat India menoleh ke kanan. Bila ia tidur di rel kereta api, maka 300 juta rakyat India akan ikut tidur disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini datang "pemimpin" ummat, ingin mengatrol harga diri dan gengsi ummat dengan pameran mobil, rumah mewah, "toko emas berjalan" dan segudang asesori. Saat fatwa digenderangkan, telinga ummat telah tuli oleh dentam berita tentang hiruk pikuk pesta dunia yang engkau ikut mabuk disana. "Engkau adalah penyanyi bayaranku dengan uang yang kukumpulkan susah payah. Bila aku bosan aku bisa panggil penyanyi lain yang kicaunya lebih memenuhi seleraku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-disadur dari sebuah situs- Selengkapnya...&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-2412078302611526678?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2412078302611526678'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2412078302611526678'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/12/kematian-hati.html' title='Kematian Hati'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-4899454016967646292</id><published>2008-12-12T02:35:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T00:06:39.724-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hot News'/><title type='text'>kalender FKMKI For Sale</title><content type='html'>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SUI-kLCC13I/AAAAAAAAACg/wLSd-HrcG3g/s1600-h/kaldender+fkmki-759704.jpg"&gt;&lt;img src="http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SUI-kLCC13I/AAAAAAAAACg/wLSd-HrcG3g/s320/kaldender+fkmki-759704.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5278850504389220210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;table border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="font-family: inherit; font-style: inherit; font-variant: inherit; font-weight: inherit; font-size: inherit; line-height: inherit; font-size-adjust: inherit; font-stretch: inherit;" valign="top"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;aslm..info buat teman2 smua...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambut datangnya tahun 2009, LDK FKMKI UNHAS kembali menyediakan Kalender Cantik buat teman2 semua..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kalender berbentuk mini berukuran 25 x 40 cm ini ditujukan spesial buat teman2 semua (desainnya bisa diliat pd lampiran)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Harganya terjangkau, Rp 10.000 Only...&lt;br /&gt;Penasaran ingin memiliki n memajang di kamar aau di pondokan???ayo buruan pesan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan sekarang via email atau bisa juga  dgn menghubungi pengurus fkmki (tlp / sms)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-4899454016967646292?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4899454016967646292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/4899454016967646292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/12/kalender-fkmki-for-sale.html' title='kalender FKMKI For Sale'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_J1YXOtWAa9w/SUI-kLCC13I/AAAAAAAAACg/wLSd-HrcG3g/s72-c/kaldender+fkmki-759704.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-9156457705543875959</id><published>2008-12-09T06:34:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T06:37:49.155-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islam and Science'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Bulan pernah terbelah</title><content type='html'>Allah berfirman: "Sungguh telah dekat hari qiamat, dan bulan pun telah terbelah (Q.S. Al-Qamar: 1)" Apakah kalian akan membenarkan kisah yang dari ayat Al-Qur'an ini menyebabkan masuk Islamnya pimpinan Hizb Islami Inggris ??. Di bawah ini adalah kisahnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam temu wicara di televisi bersama pakar Geologi Muslim, Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar, salah seorang warga Inggris mengajukan pertanyaan kepadanya, apakah ayat dari surat Al-Qamar di atas memiliki kandungan mukjizat secara ilmiah ?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawabnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;Tentang ayat ini, saya akan menceritakan sebuah kisah. Sejak beberapa waktu lalu, saya mempresentasikan di Univ. Cardif, Inggris bagian barat, dan para peserta yang hadir bermacam-macam, ada yang muslim dan ada juga yang bukan muslim. Salah satu tema diskusi waktu itu adalah seputar mukjizat ilmiah dari Al-Qur'an. Salah seorang pemuda yang beragama muslim pun berdiri dan bertanya, "Wahai Tuan, apakah menurut anda ayat yang berbunyi [Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah] mengandung mukjizat secara ilmiah ? Maka saya menjawabnya: Tidak, sebab kehebatan ilmiah diterangkan oleh ilmu pengetahuan, sedangkan mukjizat tidak bisa diterangkan ilmu pengetahuan, sebab ia tidak bisa menjagkaunya. Dan tentang terbelahnya bulan, maka itu adalah mukjizat yang terjadi pada Rasul terakhir Muhammad shallallahu 'alaihi wassalam sebagai pembenaran atas kenabian dan kerasulannya, sebagaimana nabi-nabi sebelumnya. Dan mukjizat yang kelihatan, maka itu disaksikan dan dibenarkan oleh setiap orang yang melihatnya. Andai hal itu tidak termaktub di dalam kitab Allah dan hadits-hadits Rasulullah, maka tentulah kami para muslimin di zaman ini tidak akan mengimani hal itu. Akan tetapi hal itu memang benar termaktub di dalam Al-Qur'an dan sunnah-sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam. Dan memang Allah ta'alaa benar-benar Maha berkuasa atas segala sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar pun mengutip sebuah kisah Rasulullah membelah bulan. Kisah itu adalah sebelum hijrah dari Mekah Mukarramah ke Madinah. Orang-orang musyrik berkata, "Wahai Muhammad, kalau engkau benar Nabi dan Rasul, coba tunjukkan kepada kami satu kehebatan yang bisa membuktikan kenabian dan kerasulanmu (mengejek dan mengolok-olok)?" Rasulullah bertanya, "Apa yang kalian inginkan ? Mereka menjawab: Coba belah bulan, .."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Rasulullah pun berdiri dan terdiam, lalu berdoa kepada Allah agar menolongnya. Maka Allah memberitahu Muhammad agar mengarahkan telunjuknya ke bulan. Maka Rasulullah pun mengarahkan telunjuknya ke bulan, dan terbelahlah bulat itu dengan sebenar-benarnya. Maka serta-merta orang-orang musyrik pun berujar, "Muhammad, engkau benar-benar telah menyihir kami!" Akan tetapi para ahli mengatakan bahwa sihir, memang benar bisa saja "menyihir" orang yang ada disampingnya akan tetapi tidak bisa menyihir orang yang tidak ada ditempat itu. Maka mereka pun pada menunggu orang-orang yang akan pulang dari perjalanan. Maka orang-orang Quraisy pun bergegas menuju keluar batas kota Mekkah menanti orang yang baru pulang dari perjalanan. Dan ketika datang rombongan yang pertama kali dari perjalanan menuju Mekkah, maka orang-orang musyrik pun bertanya, "Apakah kalian melihat sesuatu yang aneh dengan bulan?"Mereka menjawab, "Ya, benar. Pada suatu malam yang lalu kami melihat bulan terbelah menjadi dua dansaling menjauh masing-masingnya kemudian bersatu kembali...!!!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka sebagian mereka pun beriman, dan sebagian lainnya lagi tetap kafir (ingkar). Oleh karena itu, Allah menurunkan ayat-Nya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sungguh, telah dekat hari qiamat, dan telah terbelah bulan, dan ketika melihat tanda-tanda kebesaran Kami, merekapun ingkar lagi berpaling seraya berkata, "Ini adalah sihir yang terus-menerus", dan mereka mendustakannya, bahkan mengikuti hawa nafsu mereka. Dan setiap urusan benar-benar telah tetap.... " sampai akhir surat Al-Qamar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah kisah nyata, demikian kata Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar. Dan setelah selesainya Prof. Dr. Zaghlul menyampaikan hadits nabi tersebut, berdiri seorang muslim warga Inggris dan memperkenalkan diri seraya berkata, "Aku Daud Musa Pitkhok, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris. Wahai tuan, bolehkah aku menambahkan??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prof. Dr. Zaghlul Al-Najar menjawab: Dipersilahkan dengan senang hati."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud Musa Pitkhok berkata, "Aku pernah meneliti agama-agama (sebelum menjadi muslim), maka salah seorang mahasiswa muslim menunjukiku sebuah terjemah makna-makna Al-Qur'an yang mulia. Maka, aku pun berterima kasih kepadanya dan aku membawa terjemah itu pulang ke rumah. Dan ketika aku membuka-buka terjemahan Al-Qur'an itu di rumah, maka surat yang pertama aku buka ternyata Al-Qamar. Dan aku pun membacanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah dekat hari qiamat dan bulan pun telah terbelah...&lt;br /&gt;Maka aku pun bergumam: Apakah kalimat ini masuk akal?? Apakah mungkin bulan bisa terbelah kemudian bersatu kembali?? Andai benar, kekuatan macam apa yang bisa melakukan hal itu??? Maka, aku pun menghentikan dari membaca ayat-ayat selanjutnya dan aku menyibukkan diri dengan urusan kehidupan sehari-hari. Akan tetapi Allah Yang Maha Tahu tentang tingkat keikhlasam hamba-Nya dalam pencarian kebenaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka aku pun suatu hari duduk di depan televisi Inggris. Saat itu ada sebuah diskusi diantara presenter seorang Inggris dan 3 orang pakar ruang angkasa AS. Ketiga pakar antariksa tersebut pun menceritakan tentang dana yang begitu besardalam rangka melakukan perjalanan ke antariksa, padahal saat yang sama dunia sedang mengalami masalah kelaparan, kemiskinan, sakit dan perselisihan. Presenter pun berkata, " Andai dana itu digunakan untuk memakmurkan bumi, tentulah lebih banyak berguna". Ketiga pakar itu pun membela diri dengan proyek antariksanya dan berkata, "Proyek antariksa ini akan membawa dampak yang sangat positif pada banyak segmen kehidupan manusia, baik segi kedokteran, industri, dan pertanian. Jadi pendanaan tersebut bukanlah hal yang sia-sia, akan tetapi hal itu dalam rangka pengembangan kehidupan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan diantara diskusi tersebut adalah tentang turunnya astronot menjejakkan kakiknya di bulan, dimana perjalanan antariksa ke bulan tersebut telah menghabiskan dana tidak kurang dari 100 juta dollar. Mendengar hal itu, presenter terperangah kaget danberkata, "Kebodohan macam apalagi ini, dana begitu besar dibuang oleh AS hanya untuk bisa mendarat di bulan?" Mereka pun menjawab, "Tidak, ..!!! Tujuannya tidak semata menancapkan ilmu pengetahuan AS di bulan, akan tetapi kami mempelajari kandungan yang ada di dalam bulan itu sendiri, maka kami pun telah mendapat hakikat tentang bulan itu, yang jika kita berikan dana lebih dari 100 juta dollar untuk kesenangan manusia, maka kami tidak akan memberikan dana itu kepada siapapun. Maka presenter itu pun bertanya, "Hakikat apa yang kalian telah capai sehingga demikian mahal taruhannya. Mereka menjawab, "Ternyata bulan pernah mengalami pembelahan di suatu hari dahulu kala, kemudian menyatu kembali.!!! Presenter pun bertanya, "Bagaimana kalian bisa yakin akanhal itu?" Mereka menjawab, "Kami mendapati secara pasti dari batuan-batuan yang terpisah terpotong di permukaan bulan sampai di dalam (perut) bulan. Maka kami pun meminta para pakar geologi untuk menelitinya, dan mereka mengatakan, "Hal ini tidak mungkin telah terjadi kecuali jika memang bulan pernah terbelah lalu bersatu kembali".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar paparan itu, ketua Al-Hizb Al-Islamy Inggris mengatakan, "Maka aku pun turun dari kursi dan berkata, "Mukjizat (kehebatan) benar-benar telah terjadi pada diri Muhammad sallallahu alaihi wassallam 1400-an tahun yang lalu. Allah benar-benar telah mengolok-olok AS untuk mengeluarkan dana yang begitu besar, 100 juta dollar lebih, hanya untuk menetapkan akan kebenaran muslimin !!!! Maka, agama Islam ini tidak mungkin salah ... Maka aku pun berguman, "Maka, aku pun membuka kembali Mushhaf Al-Qur'an dan aku baca surat Al-Qamar, dan ... saat itu adalah awal aku menerima dan masuk Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-9156457705543875959?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/9156457705543875959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/9156457705543875959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/12/bulan-pernah-terbelah.html' title='Bulan pernah terbelah'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1690172049818228103</id><published>2008-12-09T06:29:00.000-08:00</published><updated>2008-12-09T06:33:49.194-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Pengembangan Diri: Memenuhi  Sepuluh Wasiat</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Keberadaan wasiat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt; Dari Ibnu Umar r.a  bersabda Rasulullah saw, bahwa: Seorang muslim yang mempunyai harta dan ingin diwasiatkannya, hendaklah wasiat itu telah ditulisnya dua malam sesudah itu (HR Muslim). Harta warisan  yang ditinggalkan seorang mati, sangat berbeda-beda,  Hadits menyebutkan  dalam bentuk: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, anak sholeh yang selalu mendoakan orang tuanya. Wasiat berupa pesan-pesan ilmu yang bermanfaat adalah hal yang luar biasa. Wasiat  berupa pendidikan  dan ilmu hingga mampu membentuk seseorang yang sholeh adalah  hal yang luar biasa.&lt;br /&gt;Sepuluh  Wasiat: Baca, renungkan dan kerjakan&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemikir besar Hasan Al Banna, pernah memberi 10 nasehat  kepada mujahid muda. Wasiat tersebut  diawali dengan kata-kata:  Baca, renungkan dan kerjakan sepuluh wasiat berikut ini. Pesan wasiat tersebut menunjukkan   begitu penting dan  serius, perlu direnungkan dengan baik dan dijabarkan dengan rinci, serta  harus dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Adapun sepuluh  wasiat tersebut adalah:&lt;br /&gt;1.Dalam kondisi bagaimanapun, dirikan sholat ketika mendengar adzan.&lt;br /&gt;2.Baca atau dengarkan Al Qur-an dan ingatlah Allah, jangan habiskan sebagian waktu anda pada hal-hal yang tidak berguna.&lt;br /&gt;3.Berusahalah untuk bisa berbicara bahasa Arab fushhah (baik, tidak pasaran) sebab itu termasuk doktrin Islam.&lt;br /&gt;4.Jangan memperbanyak debat dalam setiap urusan bagaimanapun bentuknya, sebab pamer kepandaian dan apa yang dinamakan riya’ itu tak akan mendatangkan kebaikan sama sekali.&lt;br /&gt;5.Jangan banyak tertawa, sebab hati yang selalu berinteraksi dengan Allah adalah hati yang tenang dan khusyu’.&lt;br /&gt;6.Jangan bergurau sebab sebuah ummat yang gigih berjuang tak mengenal selain kesungguhan.&lt;br /&gt;7.Jangan mengeraskan suara melebihi apa yang dibutuhkan oleh pendengar, sebab itu merupakan kecerobohan dan menyakitkan yang lain.&lt;br /&gt;8.Jauhi dari mengunjing orang dan menjelek-jelekkan kelompok atau organisasi, jangan membicarakannya selain kebaikan saja.&lt;br /&gt;9.Kenalkan diri anda kepada saudara-saudara seagama dan seperjuangan walaupun anda tak dituntut, sebab dasar da’wah kita adalah cinta dan kenal.&lt;br /&gt;10.Ketahuilah bahwa kewajiban itu lebih banyak dari pada waktu yang terluang, maka bantulah saudaramu untuk menggunakan waktunya dengan sebaik-baiknya dan jika anda punya kepentingan (tugas) selesaikan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari sepuluh wasiat tersebut, ada beberapa kata kunci penting, yaitu: kondisi bagaimanapun, sholat, Al quran, ingat Allah, waktu, bahasa arab, depat, riya, hati, kesungguhan, menyakitkan yang lain, mengunjing,  kelompok atau organisasi, Kenalkan diri, cinta dan kenal, kewajiban, bantulah saudaramu, sebaik-baiknya dan selesaikan segera.&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1690172049818228103?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1690172049818228103'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1690172049818228103'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/12/pengembangan-diri-memenuhi-sepuluh.html' title='Pengembangan Diri: Memenuhi  Sepuluh Wasiat'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5690124485761950789</id><published>2008-11-03T02:43:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T02:44:15.531-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Hal-hal yang merusak hati</title><content type='html'>Hati bisa rusak sebagaimana badan juga bisa rusak. Rusaknya hati bisa disebabkan banyak hal diantaranya: &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Karena sibuknya hati pada selain Allah SWT. Dan bergantung pada selain-Nya. Ada beberapa hal yang menjadikan hati itu sibuk pada selain Allah, diantaranya adalah; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.Cinta dunia dan tamak terhadapnya &lt;br /&gt;b.Mencari aib orang lain. Membenci, dengki terhadap mereka. &lt;br /&gt;c.Karena kurangnya dzikir terhadap Allah. Sebagaimana dalam sabda Rasul, “Perumpamaan orang yang ingat terhadap Allah dan yang tidak, adalah sebagaimana orang mati dan hidup”. Ibnu Qayyim mengomentari hadis ini, dan memberikan contoh, “Manusia dan dzikir bagaikan ikan dan air. Maka apabila ikan dipisah dari air niscaya akan mati. Demikian pula halnya manusia dengan dzikir”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dosa-dosa. Sebagaimana kita ketahui, banyaknya dosa menjadikan hati menjadi hitam. Allah SWT berfirman; “Sekali-kali (tidak), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka” (QS al-Muthaffifin 14). Makna “Raana atau ar-Raun” di ayat itu telah dijelaskan oleh Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seorang mukmin, apabila ia melakukan dosa, maka akan terbetik dihatinya noda hitam, apabila ia taubat dan beristighfar dari dosa tersebut. Maka noda itu akan hilang. Tetapi bila ia tambah maka akan bertambah pula noda tersebut, maka ia akan menutupi hatinya. Itulah “ar-Raun” yang disebutkan oleh Allah, sebagaimana firman Allah dalam surat al-Muthaffifin” (HR Ahmad dalam musnadnya, Nasai, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ibnu Jarir). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Terlalu banyak bergaul dengan manusia. Hal ini perlu diketahui bahwa yang dimaksud dengan banyak bergaul, ialah yang membuat lupa kepada Allah SWT. Sekiranya bergaul itu bermanfaat, maka tidak menjadi masalah. Seperti melakukan amar makruf dan nahi mungkar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Banyaknya makan dan minum. Imam Fudhail bin Iyad berkata, “Ada dua perbuatan yang membuat hati mati, banyak bicara dan banyak makan”. Dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah, beliau juga menjelaskan. ”Beliau ditanya tentang kebanyakan penyebab orang masuk kedalam Neraka, maka beliau menjawab, “Mulut dan kemaluan”. &lt;br /&gt;Imam Syafi’i berkata dalam Nuzhatul Fudlola’ 2/667, “Saya tidak pernah kenyang selama 16 tahun kecuali sekali. Lalu aku masukkan tangan ke mulut kemudian aku muntahkan kembali. Karena kenyang membuat badan berat, mematikan hati, mengurangi kecerdasan, membuat tidur dan melemahkan dalam ibadah”. &lt;br /&gt;Abu Sulaiman berkata segala sesuatu berkarat, dan karat hati adalah kenyang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Banyak tidur, banyak manusia menyia-yiakan umurnya untuk tidur. Yang bagus adalah sepertiga umurnya digunakan untuk tidur, dan selebihnya digunakan untuk beribadah. Apabila melewati batas sehingga banyak meningalkan hal-hal yang wajib maka hatinya akan mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun penyebab yang dapat menghidupkan hati, di antaranya adalah; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Dzikrullah. Manfaatnya telah diketahui bahwa orang yang mengingat Allah tidak akan mati hatinya dan tidak rusak. Rasul bersabda, “Perumpamaan orang yang ingat pada Allah dan yang tidak, seperti mati dan hidup” (Bukhari dalam bab keutamaan dzikir pada Allah) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Mengingat maut. Hal ini akan memendekkan khayalan. Dan mendorong untuk banyak beramal dan mengurangi dosa. Said Ibnu Jubair berkata; “Seandainya mengingat mati itu berpisah dari hatiku, saya takut hatiku akan rusak” (Nuzhatul Fudlala’ I/394). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Ziarah kubur. Ini sunah yang banyak ditinggalkan oleh kebanyakan orang shaleh, bahkan kaum muslimin pada umumnya. Padahal dia salah satu penghidup hati yang menghubungkan antara dia dan Rabnya. &lt;br /&gt;Sofwan bin Salim biasa datang ke Baqi’. Suatu hari salah seorang yang shalih mengikutinya karena ingin melihat apa yang ia perbuat. Orang shalih itu bercerita, “Lalu duduklah Sofwan dan ia masih saja menangis, sehingga saya kasihan padanya. Saya mengira bahwa yang dikubur salah satu keluarganya. Dan ia melakukan demikian pada kesempatan yang lain. Lalu aku mengikutinya kemudian ia duduk di samping kuburan yang lain. &lt;br /&gt;Dan ia melakukan hal yang serupa. Maka saya tanyakan hal ini pada Muhammad bin al Munkadir. Dan aku berkata, “ Sesungguhnya aku mengira yang dikubur sebagian keluarganya”. Maka Muhammad menjawab, “Mereka itu semuanya keluarga dan saudaranya. Memang dia itu adalah orang yang menggerakkan hatinya untuk mengingat mati setiap dia merasa hatinya keras”. (Nuzhatul Fudlala’ I/49. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Berkunjung ke orang yang shalih dan melihat apa yang mereka lakukan. Hal ini bermanfaat untuk menghidupkan hati, tetapi bila tidak bisa mengunjunginya, kita bisa membaca sejarah kehidupannya. &lt;br /&gt;Jakfar bin Sulaiman berkata, “Saya dulu apabila merasa hatiku keras, maka saya pergi dan melihat wajah Muhammad bin Wasi’, dia dulu seperti kematian (mampu melunakkan hati)”. &lt;br /&gt;Abu Hasf An Naisaburi berkata, “Saya menjaga hatiku 20 tahun kemudian Allah menjagaku 20 tahun” (Nuzhatul Fudlola’ II/913). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5690124485761950789?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5690124485761950789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5690124485761950789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/11/hal-hal-yang-merusak-hati.html' title='Hal-hal yang merusak hati'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-7565754250149254018</id><published>2008-11-03T02:42:00.000-08:00</published><updated>2008-11-03T02:43:16.090-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Abdurrahman bin Auf</title><content type='html'>Abdurrahman bin Auf termasuk kelompok delapan sahabat yang mula-mula masuk Islam. Ia termasuk sepuluh orang sahabat yang dijamin masuk surga oleh Rasululah. Selain itu, ia juga termasuk enam orang sahabat yang bermusyawarah dalam pemilihan khalifah menggantikan Umar bin Khaththab. Ia adalah seorang mufti yang dipercaya Rasulullah untuk berfatwa di Madinah. &lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf masuk Islam sebelum Rasulullah SAW melakukan pembinaan di rumah Arqam bin Abil Arqam, kira-kira dua hari setelah Abu Bakar masuk Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Ketika hijrah ke Madinah, Abdurrahman bin Auf dipersaudarakan dengan Sa'ad bin Rabi' Al-Anshari, salah seorang kaya yang pemurah di Madinah. Abdurrahman pernah ditawari Sa'ad untuk memilih salah satu dari dua kebunnya yang luas. Tapi, Abdurrahman menolaknya. Ia hanya minta kepada Sa'ad ditunjuki lokasi pasar di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, Abdurahman bin Auf berprofesi sebagai pedagang dan memperoleh keuntungan yang cukup besar. Omset dagangannya pun makin besar, sehingga ia dikenal sebagai pedagang yang sukses. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, kesuksesan itu tak membuatnya lupa diri. Ia tak pernah absen dalam setiap peperangan yang dipimpin Rasulullah. Suatu hari, Rasulullah SAW berpidato membangkitakn semangat jihad dan pengorbanan kaum Muslimin. Beliau berkata, "Bersedekahlah kalian, karena saya akanmengirim pasukan ke medan perang." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar ucapan itu, Abdurrahman bin Auf bergegas pulang dan segera kembali ke hadapan Rasulullah. "Ya, Rasulullah, saya mempunyai uang empat ribu. Dua ribu saya pinjamkan kepada Allah, dan sisanya aya tinggalkan untuk keluarga saya," ucap Abdurrahman. Lalu Rasulullah mendoakannya agar diberi keberkahan oleh Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW membutuhkan banyak dana untuk menghadapi tentara Rum dalam perang Tabuk, Abdurrahman bin Auf menjadi salah satu pelopor dalam menyumbangkan dana. Ia menyerahkan dua ratus uqiyah emas. Melihat hal itu, Umar bin Khathab berbisik kepada Rasulullah SAW, "Agaknya Abdurrahman berdosa, dia tidak meninggalkan uang belanja sedikit pun untuk keluarganya." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, Rasulullah pun bertanya kepada Abdurrahman, "Adakah engkau tinggalkan uang belanja untuk keluargamu?" &lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Ada, ya Rasulullah. Mereka saya tinggalkan lebih banyak dan lebih baik daripda yang saya sumbangkan." &lt;br /&gt;"Berapa?" Tanya Rasulullah. &lt;br /&gt;Abdurrahman menjawab, "Sebanyak rizki, kebaikan, dan upah yang dijanjikan Allah." Subhanallah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak itu, rizki yang dijanjikan Allah terus mengalir bagaikan aliran sungai yang deras. Abdurrahman bin Auf kini telah menjadi orang terkaya di Madinah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman bin Auf yang terdiri dari 700 ekor unta yang dimuati bahan pangan, sandang, dan barang-barang kebutuhan penduduk tiba di Madinah. Terdengar suara gemuruh dan hiruk-pikuk, sehingga Aisyah bertanya kepada seseorang, "Suara apakah itu?" &lt;br /&gt;Orang itu menjawab, "Iring-iringan kafilah dagang Abdurrahman." &lt;br /&gt;Aisyah berkata, "Semoga Allah melimpahkan berkah-Nya kepada Abdurrahman di dunia dan akhirat. Saya mendengar Rasulullah bersabda bahwa Abdurrahman bin Auf masuk surga dengan merangkak." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang itu langsung menemui Abdurrahman bin Auf dan menceritakan apa yang didengarnya dari Aisyah. Mendengar hal itu, ia pun bergegas menemui Aisyah. "Wahai Ummul Mukminin, apakah ibu mendengar sendiri ucapan itu dari Rasulullah?" &lt;br /&gt;"Ya," jawab Aisyah. &lt;br /&gt;"Seandainya aku sanggup, aku ingin memasuki surga dengan berjalan. Sudilah ibu menyaksikan, kafilah ini dengan seluruh kendaraan dan muatannya kuserahkan untuk jihad fi sabilillah." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak mendengar bahwa dirinya dijamin masuk surga, semangat berinfak dan bersedekahnya makin meningkat. Tak kurang dari 40.000 dirham perak, 40.000 dirham emas, 500 ekor kuda perang,dan 1.500 ekor unta ia sumbangan untuk peruangan menegakkan panji-panji Islam di muka bumi. Mendengar hal itu, Aisyah mendoakan, "Semoga Allah memberinya minum dengan air dari telaga Salsabil (nama sebuah telaga di surga)." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang akhir hayatnya, Abdurrahman pernah disuguhi makanan oleh seseorang -- padahal ia sedang berpuasa. Sambil melihat makanan itu, ia berkata, "Mush'ab bin Umair syahid di medan perang. Dia lebih baik daripada saya. Waktu dikafan, jika kepalanya ditutup, makakakinya terbuka. Dan jika kakinya ditutup, kepalanya terbuka. Kemudian Allah membentangkan dunia ini bagi kita seluas-luasnya. Sungguh, saya amat takut kalau-kalau pahala untuk kita disegerakan Allah di dunia ini." Setelah itu, ia menangis tersedu-sedu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdurrahman bin Auf wafat dengan membawa amalnya yang banyak. Saat pemakamannya, Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib berkata, "Anda telah mendapat kasih sayang Allah, dan anda telah berhasil menundukan kepalsuan dunia. Semoga Allah senantiasa merahmati anda. Amin." (sh)[masjid_annahl]    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-7565754250149254018?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7565754250149254018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/7565754250149254018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/11/abdurrahman-bin-auf.html' title='Abdurrahman bin Auf'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1233512839615668341</id><published>2008-10-17T09:57:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T09:59:54.814-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Abu Ubaidah bin al-Jarrah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Orang Kepercayaan Umat Ini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Beliau termasuk orang yang pertama masuk Islam. Kualitasnya dapat kita ketahui melalui sabda Nabi SAW: “Sesungguhnya setiap umat mempunyai orang kepercayaan, dan kepercayaan umat ini adalah Abu Ubaidah bin al-Jarrah.”&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra lahir di Mekah, di sebuah rumah keluarga suku Quraisy terhormat. Nama lengkapnya adalah Amir bin Abdullah bin Jarrah yang dijuluki dengan nama Abu Ubaidah. Abu Ubaidah adalah seorang yang berperawakan tinggi, kurus, berwibawa, bermuka ceria, rendah diri dan sangat pemalu. Beliau termasuk orang yang berani ketika dalam kesulitan, beliau disenangi oleh semua orang yang melihatnya, siapa yang mengikutinya akan merasa tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah termasuk orang yang masuk Islam dari sejak awal, beliau memeluk Islam selang sehari setelah Saidina Abu Bakar as-Shiddiq ra memeluk Islam. Beliau masuk Islam bersama Abdurrahman bin ?Auf, Uthman bin Mazun dan Arqam bin Abu al-Arqam, di tangan Abu Bakar as-Shiddiq. Saidina Abu Bakarlah yang membawakan mereka menemui Rasulullah SAW untuk menyatakan syahadat di hadapan Baginda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehidupan beliau tidak jauh berbeza dengan kebanyakan sahabat lainnya, diisi dengan pengorbanan dan perjuangan menegakkan Deen Islam. Hal itu tampak ketika beliau harus hijrah ke Ethiopia pada gelombang kedua demi menyelamatkan aqidahnya. Namun kemudian beliau balik kembali untuk menyertai perjuangan Rasulullah SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah sempat mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah SAW. Beliaulah yang membunuh ayahnya yang berada di pasukan musyrikin dalam perang Uhud, sehingga ayat Al-Quran turun mengenai beliau seperti yang tertera dalam surah Al Mujadilah ayat 22, artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;?Engkau tidak menemukan kaum yang beriman kepada Allah dan hari kiamat yang mengasihi orang-orang yang menentang Allah SWT dan Rasulullah, walaupun orang tersebut ayah kandung, anak, saudara atau keluarganya sendiri. Allah telah mematri keimanan di dalam hati mereka dan mereka dibekali pula dengan semangat. Allah akan memasukkan mereka ke dalam syurga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, mereka akan kekal di dalamnya. Akan menyenangi mereka, di pihak lain mereka pun senang dengan Allah. Mereka itulah perajurit Allah, ketahuilah bahwa perajurit Allah pasti akan berjaya.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih dalam perang Uhud, ketika pasukan muslimin kucar kacir dan banyak yang lari meninggalkan pertempuran, justeru Abu Ubaidah berlari untuk mendapati Nabinya tanpa takut sedikit pun terhadap banyaknya lawan dan rintangan. Demi didapati pipi Nabi terluka, iaitu terhujamnya dua rantai besi penutup kepala beliau, segera ia berusaha untuk mencabut rantai tersebut dari pipi Nabi SAW.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah mulai mencabut rantai tersebut dengan gigitan giginya. Rantai itu pun akhirnya terlepas dari pipi Rasulullah SAW. Namun bersamaan dengan itu pula gigi seri Abu Ubaidah ikut terlepas dari tempatnya. Abu Ubaidah tidak jera. Diulanginya sekali lagi untuk mengigit rantai besi satunya yang masih menancap dipipi Rasulullah SAW hingga terlepas. Dan kali ini pun harus juga diikuti dengan lepasnya gigi Abu Ubaidah sehingga dua gigi seri sahabat ini ompong karenanya. Sungguh, satu keberanian dan pengorbanan yang tak terperikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW memberinya gelaran “Gagah dan Jujur”. Suatu ketika datang sebuah delegasi dari kaum Kristen menemui Rasulullah SAW. Mereka mengatakan, “Ya Abul Qassim! Kirimkanlah bersama kami seorang sahabatmu yang engkau percayai untuk menyelesaikan perkara kebendaan yang sedang kami pertengkarkan, karena kaum muslimin di pandangan kami adalah orang yang disenangi.” Rasulullah SAW bersabda kepada mereka, “Datanglah ke sini nanti sore, saya akan kirimkan bersama kamu seorang yang gagah dan jujur.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan ini, Saidina Umar bin Al-Khattab ra mengatakan, “Saya berangkat mahu shalat Zuhur agak cepat, sama sekali bukan karena ingin ditunjuk sebagai delegasi, tetapi karena memang saya senang pergi shalat cepat-cepat. Setelah Rasulullah selesai mengimami salat Zuhur bersama kami, beliau melihat ke kiri dan ke kanan. Saya sengaja meninggikan kepala saya agar beliau melihat saya, namun beliau masih terus membalik-balik pandangannya kepada kami. Akhirnya beliau melihat Abu Ubaidah bin Jarrah, lalu beliau memanggilnya sambil bersabda, ‘Pergilah bersama mereka, selesaikanlah kasus yang menjadi perselisihan di antara mereka dengan adil.’ Lalu Abu Ubaidah pun berangkat bersama mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggalan Rasulullah SAW, Umar bin Al-Khattab ra mengatakan kepada Abu Ubaidah bin al-Jarrah di hari Saqifah, “Hulurkan tanganmu! Agar saya baiat kamu, karena saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘Sungguh dalam setiap kaum terdapat orang yang jujur. Orang yang jujur di kalangan umatku adalah Abu Ubaidah.’ Lalu Abu Ubaidah menjawab, ?Saya tidak mungkin berani mendahului orang yang dipercayai oleh Rasulullah SAW menjadi imam kita di waktu shalat (Saidina Abu Bakar as-Shiddiq ra), oleh sebab itu kita sayugia membuatnya jadi imam sepeninggalan Rasulullah SAW.?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain dari kehebatan sahabat yang satu ini adalah kezuhudannya. Ketika kekuasaan Islam telah meluas dan kekhalifahan dipimpin oleh Saidina Umar ra, Abu Ubaidah menjadi pemimpin di daerah Syria. Saat Umar mengadakan kunjungan dan singgah di rumahnya, tak terlihat sesuatu pun oleh Umar ra kecuali pedang, perisai dan pelana tunggangannya. Umar pun lantas berujar, “Wahai sahabatku, mengapa engkau tidak mengambil sesuatu sebagaimana orang lain mengambilnya?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau menjawab, “Wahai Amirul Mukminin, ini saja sudah cukup menyenangkan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Ubaidah bin al-Jarrah ra ikut serta dalam semua peperangan Islam, bahkan selalu mempunyai andil besar dalam setiap peperangan tersebut. Beliau berangkat membawa pasukan menuju negeri Syam, dengan izin Allah beliau berhasil menaklukan semua negeri tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika wabak penyakit Taun bermaharajalela di negari Syam, Khalifah Umar bin Al-Khattab ra mengirim surat untuk memanggil kembali Abu Ubaidah. Namun Abu Ubaidah menyatakan keberatannya sesuai dengan isi surat yang dikirimkannya kepada khalifah yang berbunyi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hai Amirul Mukminin! Sebenarnya saya tahu, kalau kamu memerlukan saya, akan tetapi seperti kamu ketahui saya sedang berada di tengah-tengah tentera Muslimin. Saya tidak ingin menyelamatkan diri sendiri dari musibah yang menimpa mereka dan saya tidak ingin berpisah dari mereka sampai Allah sendiri menetapkan keputusannya terhadap saya dan mereka. Oleh sebab itu, sesampainya surat saya ini, tolonglah saya dibebaskan dari rencana baginda dan izinkanlah saya tinggal di sini.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah Umar ra membaca surat itu, beliau menangis, sehingga para hadirin bertanya, “Apakah Abu Ubaidah sudah meninggal?” Umar menjawabnya, “Belum, akan tetapi kematiannya sudah di ambang pintu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepeninggalan Abu Ubaidah ra, Saidina Muaz bin Jabal ra berpidato di hadapan kaum Muslimin yang berbunyi, “Hai sekalian kaum Muslimin! Kalian sudah dikejutkan dengan berita kematian seorang pahlawan, yang demi Allah saya tidak menemukan ada orang yang lebih baik hatinya, lebih jauh pandangannya, lebih suka terhadap hari kemudian dan sangat senang memberi nasihat kepada semua orang dari beliau. Oleh sebab itu kasihanilah beliau, semoga kamu akan dikasihani Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang kematian Abu Ubaidah ra, beliau memesankan kepada tenteranya, “Saya pesankan kepada kalian sebuah pesan. Jika kalian terima, kalian akan baik, ‘Dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat, puasalah di bulan Ramadhan, berdermalah, tunaikanlah ibadah haji dan umrah, saling nasihat menasihatilah kalian, sampaikanlah nasihat kepada pimpinan kalian, jangan suka menipunya, janganlah kalian terpesona dengan keduniaan, karena betapa pun seorang melakukan seribu upaya, beliau pasti akan menemukan kematiannya seperti saya ini. Sungguh Allah telah menetapkan kematian untuk setiap pribadi manusia, oleh sebab itu semua mereka pasti akan mati. Orang yang paling beruntung adalah orang yang paling taat kepada Allah dan paling banyak bekalnya untuk akhirat. Assalamu?alaikum warahmatullah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau melihat kepada Muaz bin Jabal ra dan mengatakan, “Ya Muaz! Imamilah shalat mereka.” Setelah itu, Abu Ubaidah ra pun menghembuskan nafasnya yang terakhir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahu a’lam bisshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1233512839615668341?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1233512839615668341'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1233512839615668341'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/abu-ubaidah-bin-al-jarrah.html' title='Abu Ubaidah bin al-Jarrah'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5296257084341958663</id><published>2008-10-17T09:52:00.000-07:00</published><updated>2008-10-17T09:56:59.867-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><title type='text'>Ali bin  Abi Thalib</title><content type='html'>Nama beliau ra. adalah ’Ali bin Abi Thalib bin Abdul Muthalib (namanya Syaibah) bin Hasyim (namanya ’Amr) bin Abdu Manaf (namanya Mughirah) bin Qushay (nama aslinya Zaid) bin Kilab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin Nadhr bin Kinanah. Beliau ra. dipanggil Abul Husein dan Abu Turab oleh RasuluLlah saw.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Beliau ra. suami dari Fathimah ra., penghulu wanita sedunia, puteri RasuluLlah saw., sehingga ‘Ali ra. adalah juga menantu dari RasuluLlah saw. ‘Ali ra. adalah juga sepupu RasuluLlah saw., putera paman RasuluLlah saw., Abi Thalib, sehingga ‘Ali ra. merupakan Ahlul Bait RasuluLlah saw. Putera-puteri ’Ali ra. dari Fathimah ra. adalah: Al-Hassan ra., Al-Husein ra. (keduanya adalah penghulu pemuda penduduk Surga), Ruqayah ra., Ummu Kultsum ra. (kedua puteri tsb, sama dengan nama 2 kakak Fathimah ra.). ’Ali ra. juga memiliki putera dari seorang isteri wanita Bani Hanifah (setelah Fathimah ra. wafat), bernama Muhammad (bin) Al-Hanafiyah (demikian beliau dipanggil), seorang Tabi’in besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibunda ’Ali ra. adalah Fathimah binti Asad bin Hasyim, seorang wanita Bani Hasyim yang melahirkan seorang Bani Hasyim. Beliau ra. (ibunda ’Ali ra.) masuk Islam dan hijrah. ’Ali ra. sendiri termasuk salah seorang dari 10 sahabat ra. yang dijamin masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEBERAPA KEUTAMAAN ‘ALI RA.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;‘Ali ra. adalah orang yang pertama kali masuk Islam dari kalangan anak-anak. Sebagian riwayat mengatakan bahwa saat masuk Islam, beliau ra. baru berumur 10 tahun. Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’ad bahwa Al-Hassan bin Zaid bin Al-Hassan berkata: “‘Ali tidak pernah menyembah berhala sama sekali karena dia memang masih kecil.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat hijrah RasuluLlah saw, ’Ali ra. dengan penuh keberanian, tidur di atas tempat tidur RasuluLlah saw., sehingga para pengepung mengira RasuluLlah saw. masih di dalam rumah, sedang beliau saw. telah meninggalkan rumah tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali adalah salah satu dari 3 orang sahabat ra. yang melakukan perang tanding satu lawan satu melawan 3 tokoh kafir Quraisy saat Perang Badar. ‘Ali ra. berkata: ‘Utbah bin Rabiah (dari Kafir Quraisy, pen.) maju diikuti putra (Al-Walid, pen.) dan saudaranya (Syaibah, pen.). Ia berseru: ‘Siapa mau bertarung?’ Kemudian ditampilkan kepadanya seorang pemuda Anshar. Ia bertanya: ‘Siapa kamu?’ Maka mereka mengabarinya. ‘Utbah berkata: ‘Kami tidak membutuhkan kamu, tetapi kami inginkan putera-putera paman kami.’ Kemudian RasuluLlah saw. bersabda: ”Berdirilah, hai Hamzah! Majulah, hai ’Ali! Majulah hai ’Ubaidah bin Harits!” Kemudian Hamzah ra. menghadapi ’Utbah (dan berhasil membunuhnya, pen.) dan aku menghadapi Syaibah (dan membunuhnya, pen.). ’Ubaidah dan Al-Walid saling menyerang. Masing-masing saling melukai lawannya. Kemudian kami menyerang Al-Walid dan membunuhnya dan kami bawa ’Ubaidah.” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Dzar ra. bersumpah, kalau ayat:&lt;br /&gt;“Inilah dua golongan (golongan mukmin dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka...“ (Q. S. Al-Hajj : 19)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Turun mengenai orang-orang yang bertarung dalam Perang Badar; “Hamzah, ’Ali, ’Ubaidah ibnul Harits, ’Utbah bin Rabiah dan Syaibah bin Rabi’ah serta Al-Walid bin ’Utbah.“ (HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Bukhari juga meriwayatkan dari Sahl bin Sa’ad, dia berkata bahwa RasuluLlah saw. bersabda pada Perang Khaibar: “Saya sungguh-sungguh akan berikan bendera perang esok hari kepada orang yang dengannya Khaibar akan dibuka dan dia mencintai Allah dan Rasul Nya, sebagaimana Allah dan Rasul Nya mencintainya.” Malam itu para sahabat ramai membincangkan siapa yang akan mendapat kehormatan untuk mendapatkan bendera perang itu. Tatkala pagi menjelang, para sahabat segera menemui RasuluLlah saw. Semuanya berharap semoga bendera itu diberikan kepadanya. Lalu RasuluLlah saw. berkata: “Di mana ‘Ali?” Orang yang hadir saat itu berkata: “Dia sedang sakit mata.” RasuluLlah saw. bersabda: “Datangkan dia ke sini!” Lalu para sahabat ra. menjemputnya untuk menghadap RasuluLlah saw. ‘Ali ra. datang menemui RasuluLlah saw., dan RasuluLlah saw. menyemburkan ludah kepada kedua matanya dan berdoa. Dan sembuhlah kedua mata ‘Ali seakan-akan dia tidak pernah merasa sakit. Lalu RasuluLlah saw. serahkan bendera itu kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Ibnu Asakir bahwa Jabir bin ‘AbduLlah berkata: Pada saat perang Khaibar, ‘Ali mampu menjebol pintu Khaibar sendirian, hingga akhirnya kaum muslimin mampu masuk ke dalam benteng dan menaklukkan musuh-musuhnya. Lalu mereka menarik pintunya dan pintu tersebut tidak mampu ditarik kecuali oleh 40 orang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali ra. mengikuti semua perang yang diikuti oleh RasuluLlah saw., kecuali Perang Tabuk. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra. bahwa RasuluLlah saw. memerintahkan ‘Ali ra. untuk menggantikan beliau saw. sementara di Madinah pada saat kaum muslimin akan menuju Perang Tabuk. ‘Ali ra. saat itu berkata: “Engkau tempatkan aku bersama para wanita dan anak-anak di Madinah?” RasuluLlah saw. bersabda: “Tidakkah engkau rela menjadi laksana Harun di samping Musa di sisiku? Hanya saja memang tidak ada Nabi setelahku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim dari Sa’ad bin Abi Waqqash ra. dia berkata: Tatkala turun ayat:&lt;br /&gt;“Siapa yang membantahmu tentang kisah Isa sesudah datang ilmu (yang meyakinkan kamu), Maka Katakanlah (kepadanya): "Marilah kita memanggil anak-anak Kami dan anak-anak kamu, isteri-isteri Kami dan isteri-isteri kamu, diri Kami dan diri kamu; kemudian Marilah kita bermubahalah kepada Allah dan kita minta supaya la'nat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang dusta".” (Q. S. Ali ‘Imraan : 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau saw. memanggil ‘Ali, Fathimah, Hassan , Husein (radhiyaLlahu ‘anhum) lalu berkata: “Ya Allah, mereka adalah keluargaku.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Muslim meriwayatkan dari ‘Ali ra., dia berkata: “Demi Dzat Yang Membelah biji-bijian dan Menciptakan makhluk yang bernyawa, sesungguhnya RasuluLlah yang ummi (Muhammad saw.) mengatakan kepada saya bahwa tidak ada yang mencintaiku kecuali seorang mukmin dan tidak ada yang membenciku kecuali seorang munafik.” Imam Tirmidzi meriwayatkan hadits serupa dari Said Al-Khudri, dia berkata: Kami mengetahui seorang munafik dari kebencian mereka kepada ‘Ali bin Abi Thalib (ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ath-Thabarani dengan isnad shahih meriwayatkan dari Ummu Salamah ra. dari RasuluLlah saw, beliau saw. bersabda:&lt;br /&gt;“Barangsiapa mencintai ‘Ali, maka dia berarti mencintai saya, dan siapa yang mencintai saya, berarti dia mencintai Allah. Barangsiapa membenci ‘Ali, berarti dia membenci saya dan barangsiapa yang membenci saya berarti dia membenci Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bara’ bin ‘Azib ra. berkata, bahwa RasuluLlah saw. bersabda kepada ‘Ali ra: “Engkau dari aku dan aku dari kamu.” (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri, dia berkata: Beberapa orang mengeluh tentang ‘Ali. Maka berdirilah RasuluLlah saw. seraya berkata di depan publik:&lt;br /&gt;“Janganlah kalian mengeluhkan tentang ‘Ali, sesungguhnya dia adalah orang yang paling takut kepada Allah, dan paling berani dalam jihad di Jalan Allah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Bazzar, Abu Ya’la dan Al-Hakim meriwayatkan dari ‘Ali ra., dia berkata, RasuluLlah saw. memanggil saya lalu berkata:&lt;br /&gt;“Wahai ‘Ali, sesungguhnya dalam dirimu ada sesuatu yang menyerupai ‘Isa, dia dibenci orang Yahudi hingga mereka melecehkan ibunya, dan dicintai oleh orang-orang Nashrani hingga mereka mendudukkannya pada posisi yang tidak benar. Ketahuilah, sesungguhnya ada dua golongan yang akan hancur karena perlakuan mereka terhadapmu: Golongan yang berlebih-lebihan dalam mencintaimu hingga mereka mendudukannmu pada posisi yang tidak benar, dan golongan yang membencimu dengan keterlaluan hingga mereka melecehkanmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RasuluLlah saw. mengutus ‘Ali ke Yaman. Maka ia (’Ali ra., pen.) berkata: ”Wahai RasuluLlah, engkau utus diriku kepaa suatu kaum yang lebih tua dariku supaya aku putuskan perkara di antara mereka.” Nabi saw. berkata: ”Pergilah, karena Allah Ta’ala akan meneguhkan lisanmu dan memberi petunjuk kepada hatimu!” (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hakim meriwayatkan dari ‘AbduLlah bin Mas’ud dia berkata: Kami sama-sama mengatakan bahwa penduduk Madinah yang paling pandai dalam memutuskan perkara adalah ‘Ali (ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Sa’ad meriwayatkan dari Sa’id bin Musayyib dia berkata: ‘Umar bin Khaththab ra. selalu memohon perlindungan kepada Allah dari godaan syetan dalam memutuskan perkara sulit jika saat itu ‘Ali ra. tidak hadir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEKHILAFAHAN ‘ALI RA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Setelah ‘Utsman ra. syahid, ‘Ali ra. diangkat menjadi khalifah ke-4. Awalnya beliau ra. menolak, namun akhirnya beliau ra. menerimanya. Imam Ahmad meriwayatkan dengan sanad yang shahih dari Muhammad bin Al-Hanafiyah berkata: .....Sementara orang banyak datang di belakangnya dan menggedor pintu dan segera memasuki rumah itu. Kata mereka: "Beliau (‘Utsman ra.) telah terbunuh, sementara rakyat harus punya khalifah, dan kami tidak mengetahui orang yang paling berhak untuk itu kecuali anda (‘Ali ra.)". ‘Ali ra. berkata kepada mereka: "Janganlah kalian mengharapkan saya, karena saya lebih senang menjadi wazir (pembantu) bagi kalian daripada menjadi Amir". Mereka menjawab: "Tidak, demi Allah, kami tidak mengetahui ada orang yang lebih berhak menjadi khalifah daripada engkau". ‘Ali ra. menjawab: "Jika kalian tak menerima pendapatku dan tetap ingin membaiatku, maka baiat tersebut hendaknya tidak bersifat rahasia, tetapi aku akan pergi ke masjid, maka siapa yang bermaksud membaiatku maka berbaiatlah kepadaku". Pergilah ‘Ali ra. ke masjid dan orang-orang berbaiat kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Tarikh Al-Ya’qubi dikatakan: ‘Ali bin Abi Thalib (ra.) menggantikan ‘Utsman sebagai khalifah... dan dia (ra.) dibaiat oleh Thalhah (ra.), Zubair (ra.), Kaum Muhajirin dan Anshar (radhiyaLlahu ‘anhum). Sedangkan orang yang pertama kali membaiat dan menjabat tangannya adalah Thalhah bin ‘Ubaidillah (ra.).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad, Abu Daud dan At-Tirmidzy mentakhrij hadits berasal dari Safinah ra., ia berkata: Aku mendengar RasuluLlah saw. bersabda:&lt;br /&gt;“Kekhilafahan berlangsung selama 30 tahun dan setelah itu adalah kerajaan.” Safinah ra. berkata: “Mari kita hitung, Khilafah Abu Bakar ra. berlangsung 2 tahun, Khilafah ‘Umar ra. 10 tahun, Khilafah ‘Utsman ra. 12 tahun, dan Khilafah ‘Ali ra. 6 tahun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;’Ali ra. bekerja keras pada masa kekhilafahannya guna mengembalikan stabilitas dalam tubuh umat setelah sebelumnya Ibnu Saba’ dan Sabaiyahnya melancarkan konspirasi dan provokasinya guna menghancurkan Islam dari dalam. Pada masa kekepemimpinan ‘Ali ra. ini, Ibnu Saba’ dan Sabaiyah nya pun kembali melancarkan konspirasi dan makar mereka, sehingga membuat keadaan menjadi semakin rumit. Diriwayatkan bahwa pada akhirnya ‘Ali ra. membakar banyak dari pengikut Sabaiyah ini dan juga mengasingkan Ibnu Saba’ ke Al-Madain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;‘ALI RA. MEMERANGI KHAWARIJ&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Semula orang-orang yang kelak dikenal dengan khawarij ini turut membaiat ‘Ali ra., dan ‘Ali ra. tidak menindak mereka secara langsung mengingat kondisi umat belumlah kembali stabil, di samping para pembuat makar yang berjumlah ribuan itu pun telah berbaur di Kota Madinah, hingga dapat mempengaruhi hamba sahaya dan orang-orang Badui. Jika ‘Ali ra. bersegera mengambil tindakan, maka bisa dipastikan akan terjadi pertumpahan darah dan fitnah yang tidak kunjung habisnya. Karenanya ‘Ali ra, memilih untuk menunggu waktu yang tepat, setelah kondisi keamanan kembali stabil, untuk menyelesaikan persoalan yang ada dengan menegakkan qishash.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaum khawarij sendiri pada akhirnya menyempal dari Pasukan ‘Ali ra. setelah beliau ra. melakukan tahkim dengan Mu’awiyah ra. setelah beberapa saat terjadi perbedaan ijtihad di antara mereka berdua ra. (‘Ali ra. dan Mu’awiyah ra.). Orang-orang khawarij menolak tahkim seraya mengumandangkan slogan: “Tidak ada hukum kecuali hukum Allah. Tidak boleh menggantikan hukum Allah dengan hukum manusia. Demi Allah! Allah telah menghukum penzalim dengan jalan diperangi sehingga kembali ke jalan Allah.” Ungkapan mereka: ‘Tiada ada hukum kecuali hukum Allah’, dikomentari oleh Ali: “Ungkapan benar, tetapi disalahpahami. ”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhirnya ‘Ali ra. memerangi khawarij tsb., dan berhasil menghancurkan mereka di Nahrawan, di mana hampir seluruh dari orang Khawarij tsb berhasil dibunuh, sedangkan yang terbunuh di pihak ‘Ali ra. hanya 9 orang saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersabda RasuluLlah saw.:&lt;br /&gt;“Suatu kelompok akan melepaskan diri dari komunitas umat (yaitu Khawarij, pen.) ketika terjadi pertikaian di kalangan Kaum Muslimin, yang itu akan diperangi oleh golongan yang lebih utama dengan kebenaran (awla ath-thaa-ifataini bilhaq).” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SYAHIDNYA ‘ALI RA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dari Muhammad bin Sa’d, dari beberapa orang syaiknya, mereka berkata: “Ada 3 orang pemuka Khawarij (setelah peristiwa Nahrawan, pen.) yaitu AbdurRahman Ibnu Muljam, Al-Barak bin AbduLlah dan Amr bin Bakar At-Tamimy yang berkumpul di Makkah. Mereka berembug dan membuat kesepakatan bersama untuk membunuh tiga orang, yaitu ‘Ali ra., Mu’awiyah ra. dan ‘Amr bin Al-‘Ash ra....” Dari tiga orang tsb, hanya Ibnu Muljam yang berhasil melaksanakan rencana busuk tersebut. ‘Ali ra. terbunuh sebagai syahid saat beliau ra. sedang keluar untuk Shalat Subuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali ra. berkata (mengenai orang yang menyerangnya -yang menyebabkan syahidnya beliau ra.): “Beri ia makanan yang baik, dan sediakan untuknya tempat tidur yang empuk. Dan apabila aku masih hidup, maka aku lebih berhak untuk menuntuk balas kepadanya dengan memberikan maaf atau qishash. Akan tetapi jika aku mati, maka susulkan ia kepadaku, dan aku akan berbantahan dengan dirinya di hadapan Rabbul ‘Alamiin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dan Al-Hakim dengan sanad shahih meriwayatkan dari ‘Ammar bin Yasir bahwa RasuluLlah saw. bersabda kepada ‘Ali ra.:&lt;br /&gt;“Manusia yang paling celaka adalah dua orang: Pembunuh unta Nabi Shaleh dari Kaum Tsamud dan orang yang memukul kepalamu hingga jenggotmu berlumuran darah karenanya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BEBERAPA PERKATAAN HIKMAH ‘ALI RA&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Berkata ‘Ali ra.: “Ambillah lima nasehat dariku: Janganlah sekali-kali seseorang takut kecuali atas dosa-dosanya. Janganlah menggantungkan harapan kecuali kepada Tuhannya. Janganlah orang yang tidak berilmu merasa malu untuk belajar. Janganlah seseorang yang tidak mengerti sesuatu merasa malu untuk mengatakan “Allahu A’lam” saat dia tidak bisa menjawab suatu masalah. Sesungguhnya kedudukan sabar bagi iman laksana kedudukan kepala pada jasad. Jika kesabaran hilang, maka akan lenyap pula keimanan, dan jika kepala hilang maka tidak akan ada artinya jasad.” (Diriwayatkan oleh Sa’id bin Manshur dalam Sunannya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga diriwayatkan dari ‘Ali ra., dia berkata: “Akibat maksiat adalah lemah dalam ibadah, sempit dalam riizki, berkurang lezatnya kehidupan.” Lalu ditanyakan kepadanya, apa yang dia maksud berkurang lezatnya kehidupan. Beliau ra. menjawab: “Tidak merasakan nikmat pada yang halal, namun akhirnya dia mendapatkan yang mengakibatkan habisnya kenikmatan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;‘Ali ra., dia berkata: “Dua hal yang paling kutakuti atas kalian adalah panjang angan-angan dan mengikuti hawa nafsu. Angan-angan yang panjang dapat melalaikan akhirat, sedang mengikuti hawa nafsu dapat menghalangi seseorang dari kebenaran. Ingatlah, sesungguhnya dunia ini akan ditinggalkan dan akan datang penggantinya. Masing-masing, diantara dunia dan akhirat memiliki anak. Jadilah kalian anak-anak akhirat dan jangan menjadi anak-anak dunia, karena hari ini (dunia) ada amal dan tidak ada hisab, sedangkan hari esok (akhirat) ada hisab dan tidak ada lagi amal.” (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip, diringkas dan disusun kembali oleh PIP PKS ANZ wil. NSW dari:&lt;br /&gt;Tarikh Khulafa’ (Imam Suyuthi), Jejak Para Tabi’in (AbdurRahman Ra’fat Basya), Ramalan-Ramalan RasuluLlah saw. (An-Nadwi), Terjemah ’Tahqiq Mawaqif al-Shahabah fil Fitnah’ (Muhammad Amhazun), Kelompok Parsial dalam Memahami Aqidah (Hidayat Nurwahid), Keutamaan Para Sahabat Nabi Saw. (Mustafa Al-‘Adawi), Zuhud (Imam Ahmad), Terjemah ‘Talbis Iblis’ (Ibnul Jauzy)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( YP | PIPPKS-ANZ | www.pks-anz.org )&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5296257084341958663?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5296257084341958663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5296257084341958663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/ali-bi-abi-thalib.html' title='Ali bin  Abi Thalib'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1292822256834311300</id><published>2008-10-11T13:32:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T13:33:46.097-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Agar Anak Mencintai Ilmu</title><content type='html'>Perumpamaan orang yang mempelajari ilmu pada waktu kecil adalah seperti memahat batu, sedangkan perumpamaan mempelajari ilmu ketika dewasa adalah seperti menulis di atas air. (HR ath-Thabrani dari Abu Darda’ ra.).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah, tidak ditemukan suatu agama yang mendorong pemeluk-nya untuk memberikan pengajaran kepada anak-anak seperti Islam. Islam menjadikan seorang Muslim memiliki antusiasme yang sangat tinggi untuk belajar dan mengajar. Antusiasme inilah yang menjadikan mereka sangat isimewa sepanjang sejarahnya yang panjang. Apalagi bagi mereka, menuntut ilmu adalah ibadah yang paling utama, yang bisa dijadikan media untuk mendekatkan diri kepada Alllah.&lt;br /&gt;Masa kanak-kanak merupakan fase yang paling subur untuk melakukan pembinaan keilmuan dan pemikiran. Pada masa ini daya tangkap dan daya serap otak mereka berada pada kemampuan maksimal; dada mereka lebih longgar dan lebih hapal terhadap apa yang mereka dengar. Abu Hurairah ra. meriwayatkan secara marfû’, bahwa Rasulullah saw. bersabda (yang artinya): Siapa yang mempelajari al-Quran ketika masih muda, maka al-Quran itu akan menyatu dengan daging dan darahnya. Siapa yang mempelajarinya ketika dewasa, sedangkan ilmu itu akan lepas darinya dan tidak melekat pada dirinya, maka ia mendapatkan pahala dua kali. (HR al-Baihaqi, ad-Dailami, dan al-Hakim).&lt;br /&gt;Agar para orangtua dapat mengarahkan anak melangkah menuju ilmu, belajar, serta mencintai ilmu dan ulama, ada beberapa hal penting yang harus ditempuh:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanamkan bahwa menuntut ilmu adalah perintah Allah Swt.&lt;br /&gt;Kecintaan anak kepada Allah, yang seyogyanya sudah terlebih dulu ditanamkan, akan memunculkan ketaatan pada perintah-Nya dan takut akan azab-Nya, termasuk dalam menuntut ilmu. Cinta dan takut kepada Allah akan memunculkan sikap konsisten dalam mencari ilmu tanpa bosan dan dihinggapi rasa putus asa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tanamkan bahwa al-Quran adalah sumber kebenaran.&lt;br /&gt;Al-Quran sebagai sumber kebenaran (QS al-Maidah [5]: 48) sejak awal harus disampaikan oleh orangtua kepada anak. Semua yang benar menurut al-Quran itulah yang harus dan boleh dilakukan. Ini memerlukan keteladanan orangtua. Dengan begitu, anak akan melihat realisasi al-Quran sebagai sumber kebenaran dalam setiap perilaku orangtuanya. Begitu pula ketika menilai suatu keburukan, semuanya dinilai dengan standar al-Quran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Ajarkan metode belajar yang benar menurut Islam.&lt;br /&gt;Syaikh Taqiyuddin an-Nabhani menjelaskan dalam kitab As-Syakhshiyah al-Islâmiyyah jilid 1, bahwa Islam mengajarkan metode belajar yang benar, yaitu:&lt;br /&gt;1. Mempelajari sesuatu dengan mendalam hingga dipahami apa yang dipelajari dengan benar.&lt;br /&gt;2.  Meyakini ilmu yang sedang dipelajari hingga bisa dijadikan dasar untuk berbuat.&lt;br /&gt;3.  Sesuatu yang dipelajari bersifat praktis, bukan sekadar teoretis, hingga dapat menyelesaikan suatu masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam mempelajari alam semesta, misalnya, dikatakan secara teoretis bahwa bulan mengelilingi bumi. Untuk menjadikannya sebagai pemahaman yang mendalam haruslah anak diajak melihat fakta bulan, yang dari hari ke hari berubah bentuk dan besarnya. Dengan demikian, anak pun menjadi yakin bahwa perubahan tanggal setiap harinya adalah karena peredaran bulan. Dengan begitu, ia dapat mengetahui bahwa menentukan tanggal satu Ramadhan, misalnya, adalah dengan melihat bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Memilihkan guru dan sekolah yang baik bagi anak.&lt;br /&gt;Guru adalah cermin yang dilihat oleh anak sehingga akan membekas di dalam jiwa dan pikiran mereka. Guru adalah sumber pengambilan ilmu. Para Sahabat dan Salaf ash-Shâlih sangat serius di dalam memilih guru yang baik bagi anak-anak mereka.&lt;br /&gt;Ibnu Sina dalam kitabnya, As-Siyâsah, mengatakan, “Seyogyanya seorang anak itu dididik oleh seorang guru yang mempunyai kecerdasan dan agama, piawai dalam membina akhlak, cakap dalam mengatur anak, jauh dari sifat ringan tangan dan dengki, dan tidak kasar di hadapan muridnya.”&lt;br /&gt;Imam Mawardi (dalam Nashîhah al-Mulûk hlm. 172) menegaskan urgensi memilih guru yang baik dengan mengatakan, “Wajib bersungguh-sungguh di dalam memilihkan guru dan pendidik bagi anak, seperti kesungguhan di dalam memilihkan ibu dan ibu susuan baginya, bahkan lebih dari itu. Seorang anak akan mengambil akhlak, gerak-gerik, adab dan kebiasaan dari gurunya melebihi yang diambil dari orangtuanya sendiri.”&lt;br /&gt;Begitupun memilihkan sekolah yang baik yang di dalamnya diajarkan hal-hal yang tidak bertentangan dengan agama, apalagi yang merusak akidah anak-anak Muslim. Banyak orangtua memilih sekolah untuk anaknya sekadar agar anak dapat memperoleh ilmu dan prestasi yang bagus, tetapi lupa akan perkembangan kekokohan akidah dan akhlaknya.&lt;br /&gt;Namun demikian, tentulah guru yang paling pertama dan utama adalah orangtuanya, dan sekolah yang paling pertama dan utama adalah rumah tempat tinggalnya bersama orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengajari anak untuk memuliakan para ulama.&lt;br /&gt;Abu Umamah ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): Ada tiga manusia, tidak ada yang meremehkan mereka kecuali orang munafik. Mereka adalah orangtua, ulama, dan pemimpin yang adil. (HR ath-Thabrani).&lt;br /&gt;Ulama adalah pewaris para nabi. Memuliakan dan menghormati mereka, bersikap santun dan lembut di dalam bergaul dengan mereka, adalah di antara adab yang harus dibiasakan sejak kanak-kanak. Memuliakan ulama menjadikan anak akan memuliakan ilmu yang diterimanya, yang dengannya Allah menghidupkan hati seseorang. Abu Umamah ra. juga menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda (yang artinya): Sesungguhnya Luqman berkata kepada putranya, “Wahai anakku, engkau harus duduk dekat dengan ulama. Dengarkanlah perkataan para ahli hikmah, karena sesungguhnya Allah menghidupkan hati yang mati dengan cahaya hikmah, sebagaimana Dia menghidupkan bumi yang mati dengan hujan deras.” (HR ath-Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Membiasakan seluruh keluarga membaca dan menghapal ayat-ayat al-Quran dan Hadis Nabi saw.&lt;br /&gt;Dalam membina akidah anak, mengajarkan al-Quran dan Hadis Nabi saw. adalah hal yang utama dalam membentuk mentalitas anak. Keduanya merupakan sumber untuk menghidupkan ilmu yang akan menyinari dan menguatkan akal. Para Sahabat ra. sangat berambisi sekali mengikat anak-anak mereka dengan al-Quran. Anas bin Malik ra., setiap kali mengkhatamkan al-Quran, mengumpul-kan istri dan anak-anaknya, lalu berdoa untuk kebaikan mereka.&lt;br /&gt;Pada masa Rasulullah saw. masih hidup, Ibnu Abbas ra. telah hapal al-Quran pada usia sepuluh tahun. Imam Syafii rahimahullâh telah hapal al-Quran pada usia tujuh tahun. Imam al-Bukhari mulai menghapal hadis ketika duduk dibangku madrasah dan mengarang kitab At-Târîkh pada usia 18 tahun.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;7. Membuat perpustakaan rumah, sekalipun sederhana.&lt;br /&gt;Mempelajari ilmu tak akan lepas dari kitab ataupun buku-buku sebagai media referensi yang senantiasa akan memenuhi kebutuhan ilmu. Keberadaan perpustakaan rumah menjadi hal yang sangat penting untuk mengkondisikan anak-anak seantiasa dekat dengan ilmu dan bersahabat dengan kitab-kitab ilmu.&lt;br /&gt;Imam asy-Syahid Hasan al-Banna dalam Risâlah-nya, Sarana Paling Efektif dalam Mendidik Generasi Muda dengan Pendidikan Islam yang Murni, mengatakan, “Adalah sangat penting adanya perpustakaan di dalam rumah, sekalipun sederhana. Koleksi bukunya dipilihkan dari buku-buku sejarah Islam, biografi Salafus Shâlih, buku-buku akhlak, hikmah, kisah perjalanan para ulama ke berbagai negeri, kisah-kisah penaklukan berbagai negeri, dan semisalnya….”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Mengajak anak menghadiri majelis-majelis kaum dewasa.&lt;br /&gt;Nabi saw. pernah menceritakan bahwa beliau ketika masih kecil juga turut menghadiri majelis-majelis kaum dewasa. Beliau mengatakan: “Aku biasa menghadiri pertemuan-pertemuan para pemuka kaum bersama paman-pamanku….” (Diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan sanad sahih dalam Musnad-nya [2/157] dan oleh Ahmad [1/190]).&lt;br /&gt;Dengan membawa anak-anak ke majelis orang dewasa, akalnya akan meningkat, jiwanya akan terdidik, semangat dan kecintaannya kepada ilmu akan semakin kuat. Wallâhu a‘lam bi ash-shawâb. []&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1292822256834311300?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1292822256834311300'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1292822256834311300'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/agar-anak-mencintai-ilmu.html' title='Agar Anak Mencintai Ilmu'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6206175689085522361</id><published>2008-10-11T13:25:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T13:29:26.457-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Kebaikan-Kebaikan Akan Menghapus Kejahatan</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam, sholawat dan salam untuk nabi dan rasul yang paling mulia, nabi kita Muhammad, keluarga dan seluruh sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah ulasan tentang beberapa amalan yang mudah dilaksanakan dan akan mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dengan karunia dari Allah. Amalan-amalan ini banyak dilalaikan dan diremehkan oleh sebagian besar manusia, padahal di dalamnya terdapat banyak pahala, di antaranya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak sholat di al-Haramain asy-Syarifain&lt;/span&gt; (Masjid Haram dan Masjid Nabawi). Diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah ra. Rasulullah saw. bersabda: "Shalat di masjidku ini lebih afdhal dari 1000 sholat di masjid lainnya kecuali masjid Haram, dan sholat di masjid Haram lebih afdhal dari 100.000 sholat di masjid lainnya." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah). Dan sholat seorang wanita di rumahnya lebih baik daripada sholat di masjid Haram dan masjid Nabawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholat di masjid Quba'.&lt;/span&gt; Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang keluar hingga sampai ke masjid ini, masjid Quba', lalu sholat di dalamnya, maka baginya pahala yang sama dengan (pahala) umroh." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Nasai dan Ibnu Majah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Rutin melaksanakan sholat Dhuha&lt;/span&gt;. Dan waktu yang terbaik untuk melaksanakannya adalah ketika matahari sudah semakin terik, Rasulullah saw. bersabda: "Sholatnya orang-orang yang bertaubat adalah ketika unta kecil telah merasakan panasnya (matahari)." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menggandakan istighfar&lt;/span&gt;, seperti dengan membaca doa: "Ya Allah, ampunilah orang-orang mukminin dan mukminat, orang-orang muslimin dan muslimat, baik yang masih hidup di antara mereka maupun yang sudah meninggal." Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang meminta ampun untuk orang-orang mukmin dan mukminat maka Allah akan menuliskan untuknya setiap mukmin dan mukminat satu kebaikan." (HR. Thabrani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qiyamul Lail pada saat Lailatul Qodar&lt;/span&gt;. Tahukah Anda bahwa pahala orang yang melaksanakan qiyamul lail pada saat lailatul qodar lebih afdhal dari pahala ibadah selama kira-kira 83 tahun lebih 3 bulan? Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Quran) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan ijin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar." (QS. Al-Qodar: 1-5).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menggandakan tasbih,&lt;/span&gt; yaitu dengan membaca: "Maha suci Allah dan dengan memuji-Nya sebanyak makhluk-Nya, keridhoan diri-Nya, seberat Ars-Nya, dan sepanjang kalimat-Nya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membaca doa ketika akan memasuki pasar&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memasuki pasar maka hendaklah ia membaca [Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu yuhyi wayumiitu, wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khoir, wa huwa 'alaa kulli syai'in qodiir.] (Tiada Tuhan selain Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian, Yang menghidupkan dan Mematikan. Ia hidup dan tidak mati, di Tangan-Nya kebaikan dan Ia Maha Kuasa atas segala sesuatu.), maka Allah akan menulis baginya satu juta kebaikan, dihapuskan darinya satu juta kejelekan dan diangkat derajatnya satu juta derajat." Dan dalam riwayat lain disebutkan: "Dan akan dibangun untuknya rumah di surga." (HR. Ahmad, Tirmidzi, Ibnu Majah dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berumroh di bulan Romadhon.&lt;/span&gt; Karena berumroh di bulan Romadhon sama dengan berhaji sekali. Sebagaimana sebda Rasulullah saw. kepada Ummu Sinan: "Bila bulan Romadhon tiba maka berumrohlah karena berumroh di saat tersebut sama dengan berhaji sekali." Atau bersabda: "sama dengan berhaji bersamaku." (Muttafaqun 'alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengamalkan adab-adab pada hari Jumat&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang memandikan atau mandi lalu bersegera dan berjalan kaki, tidak dengan mengendarai sesuatu, lalu mendekati imam, menyimak dan tidak bercanda, maka baginya setiap langkah amal setahun pahala puasa dan sholatnya." (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi dan Nasai).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puasa.&lt;/span&gt; Nabi saw. menganjurkan untuk memperbanyak puasa sunnah dalam beberapa hari tertentu dalam satu tahun, misalnya puasa dua hari (Senin dan Kamis), hari-hari putih (13, 14, 15 setiap bulan Hijriah), bulan Sya'ban, enam hari di bulan Syawal, Muharrom, sepuluh Dzulhijjah, puasa hari Arafah bagi selain jemaah haji dan pada hari Asyura. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang berpuasa satu hari di jalan Allah, maka Allah akan menjauhkan wajahnya (dirinya) dari api neraka sejauh 70 tahun perjalanan." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memberi buka puasa bagi orang-orang yang berpuasa&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang memberi buka pada orang yang berpuasa maka baginya sama dengan pahala orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun." (HR. Ahmad dan Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak ucapan: [Laa haula walaa quwwata illaa billah] &lt;/span&gt;("Tiada daya dan kekuatan kecuali dengan (pertolongan) Allah."). Karena ucapan ini adalah salah satu kekayaan surga, sebagaimana dijelaskan dalam salah satu hadits Muttafaqun 'alaihi dari Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memenuhi kebutuhan manusia. &lt;/span&gt;Rasulullah saw. bersabda dalam salah satu hadits yang panjang: "Aku berjalan beriring dengan saudaraku sesama muslim dalam suatu keperluan lebih aku senangi daripada beri'tikaf di masjid selama satu bulan." (HR. Thabrani dan ditahsin oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholat dua rokaat setelah terbitnya matahari&lt;/span&gt;. Dari Anas bin Malik ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang sholat subuh berjamaah lalu duduk-duduk berdzikir kepada Allah hingga terbitnya matahari kemudian sholat dua rokaat maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umroh." Beliau berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Sempurna, sempurna, sempurna." (HR. Tirmidzi dan ditahsin oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Menyantuni anak yatim&lt;/span&gt;. Dari Sahal bin Saad bahwa Rasulullah saw. bersabda: "Saya dan pengasuh anak yatim di surga seperti ini." (HR. Bukhari) "Beliau memberi isyarat dengan kedua jarinya, jari telunjuk dan tengah." Dan Anda bisa melakukan itu melalui salah satu yayasan atau lembaga sosial lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Senantiasa sholat jenazah&lt;/span&gt;. Dari Abu Hurairah ra. berkata: "Rasulullah saw. bersabda: "Siapa yang menghadiri jenazah hingga disholati maka baginya pahala satu qirath, dan siapa yang menghadirinya hingga dimakamkan maka ia akan mendapatkan dua pahala qirath." Dikatakan kepada beliau: "Apakah qirath itu?" Beliau menjawab: "Yaitu seperti dua gunung yang besar." (Muttafaqun 'alaihi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak sholawat untuk Nabi saw. &lt;/span&gt;Jadi barangsiapa yang bersholawat untuk nabi saw. sekali, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali, dan akan menjadi manusia paling utama nanti pada hari kiamat. Allah swt. mewakilkan malaikat yang berkeliling menyampaikan salam ummatnya kepada nabi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholat Isya dan Subuh secara berjamaah&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang sholat isya secara berjamaah maka seakan-akan ia telah melaksanakan sholat tengah malam, dan barangsiapa yang sholat subuh berjamaah maka seakan-akan ia telah melaksanakan sholat sepanjang malam." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membaca tasbih, tahmid, dan takbir masing-masing 33 kali pada setiap selesai sholat&lt;/span&gt;, lalu membaca: laa ilaaha illallahu, wahdahuu laa syariikalahu, lahul mulku walahul hamdu, wahuwa 'alaa kulli syai'in qodiir. Ucapan ini memiliki keutamaan yang sangat besar sebagaimana diriwayatkan dalam hadits tentang orang-orang fakir Muhajirin yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah (hadits panjang Muttafaqun 'alaihi) dalam bab "Dzikir-dzikir yang dibaca setelah sholat fardhu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dakwah kepada Allah dan menasihati orang lain&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang mengajak kepada petunjuk maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan pahala orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia pun akan menanggung dosa yang sama dengan dosa orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosanya sedikitpun." (HR. Muslim). Jadi bila Anda menasihati orang lain untuk menuju Allah maka pahala nasihat itu ukan mengalir untukmu selama nasihat itu masih berguna bagi dirinya hingga hari kiamat. Misalnya dengan menyebarkan kebaikan seperti tulisan-tulisan yang ada di hadapan Anda sekarang ini, maka Anda akan mendapatkan pahala orang yang mengamalkannya hingga hari kiamat dengan adzin Allah swt..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sholat empat rokaat sebelum ashar&lt;/span&gt;. Sabda Rasulullah saw.: "Semoga Allah merahmati seseorang yang sholat 4 rokaat sebelum ashar." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Empat rokaat itu dilakukan dengan dua salam setelah adzan dan sebelum iqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengunjungi orang yang sakit.&lt;/span&gt; Sabda Rasulullah saw.: "Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit, maka ia akan tetap di khurfah surga." Rasulullah saw. ditanya: "Apakah khurfah surga itu wahai Rasulullah?" Beliau menjawab: "Buah surga yang dipetik." (HR. Muslim). "Dan Anda akan diampuni oleh 70.000 malaikat." (Sebagaimana yang terdapat dalam hadits panjang.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Puasa,&lt;/span&gt; mengikuti jenazah, menengok orang yang sakit, dan memberi makan orang miskin. Bila semua ini terkumpul pada seorang muslim pada satu hari maka ia akan masuk surga dengan karunia Allah, sebagaimana yang terjadi pada diri Abu Bakar ra., di mana Rasulullah saw. bersabda dalam hadits yang panjang: "Tidaklah hal itu semua berkumpul pada seseorang kecuali ia akan masuk surga." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengadakan perdamaian di antara manusia. &lt;/span&gt;Allah swt. berfirman: "Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi shodaqoh atau berbuat ma'ruf atau mengadakan perdamaian di antara manusia." (QS. An-Nisa: 114). Dan banyak hadits yang menunjukkan keutamaan hal itu, yang tidak mungkin kita membahasnya semua karena kesempatan yang terlalu sempit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak ucapan [Subhaanallahi walhamdulillahi walaailaaha illallahu wallahu akbar]. &lt;/span&gt;Ucapan ini lebih afdhal daripada hari terbitnya matahari, sebagaimana terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Nabi saw.. Ucapan ini juga termasuk yang paling disenangi oleh Allah swt. sebagaimana dalam hadits shohih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Membaca QS. Al-Ikhlas berulang-ulang&lt;/span&gt;. Karena surat ini sebanding dengan sepertiga Al-Quran dalam hal pahala dan kandungan maknanya, di mana surat ini mengandung Tauhid, pengagungan dan penghormatan kepada Allah swt.. Rasulullah saw. bersabda: "Qul huwallahu ahad, sebanding dengan sepertiga Al-Quran, dan Qul yaa ayyuhal kaafirun, sebanding dengan seperempat Al-Quran." (HR. Thabrani dan ditashih oleh as-Suyuti dan al-Albani). Dan perlu diperhatikan bahwa sepertiga dalam keutamaan tidak berarti merasa cukup membacanya dan meninggalkan bacaan surat-surat Al-Quran lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Shodaqoh jariyah.&lt;/span&gt; Misalnya dengan membantu pembangunan masjid, penggalian sumur, madrasah, tempat pengungsian, pendidikan anak tentang agama yang benar dan adab-adab Islam serta pendidikan anak untuk selalu melakukan kebaikan, karena bila anak Adam meninggal maka amalannya akan terputus kecuali tiga hal, di antaranya adalah anak sholeh yang mendoakan orang tuanya. Termasuk pula mencetak, menyebarkan dan membagikan buku-buku dan kaset-kaset yang berguna ataupun memberikan dukungan dana melalui kantor-kantor kerjasama dakwah, penyuluhan dan bimbingan untuk orang-orang asing atau yayasan dan lembaga keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sholat empat rokaat sebelum dhuhur dan empat rokaat setelahnya&lt;/span&gt;. Dari Ummu Habibah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang senantiasa melaksanakan sholat sunnat 4 rokaat sebelum dhuhur dan 4 rokaat setelah dhuhur maka Allah akan mengharamkan baginya neraka." (HR. Abu Daud dan Tirmidzi). Empat rokaat itu dengan dua salam antara adzan dan iqomah, dan 4 rokaat dengan dua salam setelah sholat dhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Qiyamul Lail,&lt;/span&gt; menyebarkan salam dan memberi makan. Dari Abdullah bin Salam ra., Nabi saw. bersabda: "Wahai sekalian manusia, sebarkanlah salam, berilah makan dan sholatlah di waktu malam sementara manusia sedang tidur, maka kalian akan masuk surga dengan selamat." (HR. Tirmidzi). Rasulullah saw. bersabda: "Sholat yang paling afdhal setelah sholat fardhu adalah sholat lail." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengikuti ucapan muadzin&lt;/span&gt;. Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca ketika mendengar adzan: [Allahumma rabba hadzihidda'watittaammati washsholatil qooimati aati Muhammadanil wasiilata walfadhiilata wab'atshu maqoomam mahmuudanilladzi wa 'adtah] ("Ya Allah, Tuhan pemilik panggilan yang sempurna ini (adzan) dan sholat (wajib) yang ditegakkan ini. Berilah wasilah (derajat yang tinggi) dan fadhilah kepada Rasulullah dan bangkitkanlah beliau pada maqom yang terpuji yang telah Engkau janjikan.") Maka ia berhak mendapatkan syafaatku nanti pada hari kiamat." (HR. Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak membaca dan menghapal Al-Quran&lt;/span&gt;. Allah swt. berfirman: "Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca Kitab Allah dan mendirikan sholat dan menafkahkan sebagian dari rizki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi." (QS. Faathir: 29). Dari Ibnu Mas'ud ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda: "Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitab Allah maka baginya satu kebaikan dan kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan. Saya tidak mengatakan bahwa 'alif laam mim' itu satu huruf, tetapi 'alif' satu huruf, 'laam' satu huruf, dan 'mim' satu huruf." (HR. Tirmidzi dan berkata: "Hadits hasan shohih").&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Memperbanyak dzikir kepada Allah&lt;/span&gt;. Sabda Rasulullah saw.: "Maukah kalian aku kabarkan kepada kalian amalan yang paling baik dan suci yang kalian miliki, yang paling tinggi dalam derajat kalian, paling baik bagi kalian daripada menginfakkan emas dan perak dan lebih baik daripada ketika kalian bertemu musuh lalu kalian memenggal lehernya atau mereka memenggal leher kalian?" Mereka menjawab: "Tentu". Beliau bersabda: "Yaitu dzikir kepada Allah Ta'ala." (HR. Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholawat dan salam untuk nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(Diambil dari buletin Daar Al-Gasem, For Publishing &amp;amp; Distribution, Saudi Arabia P.O. Box 6373 Riyadh 11442, telp. 4775311 - Fax 4774432) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6206175689085522361?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6206175689085522361'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6206175689085522361'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/kebaikan-kebaikan-akan-menghapus.html' title='Kebaikan-Kebaikan Akan Menghapus Kejahatan'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1203318924911193128</id><published>2008-10-11T13:14:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T13:15:17.056-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>AMALAN PASCA RAMADHAN</title><content type='html'>Segala puji bagi Allah, yang telah menurunkan bulan Ramadhan, bulan penuh berkah dan kemuliaan, di dalamnya terdapat satu malam yang nilainya sama dengan seribu bulan. Shalawat dan salam semoga tetap terlimpah kepada junjungan kita nabi Muhammad SAW, Rasul pilihan, penghulu para nabi, pelita umat di kegelapan dan kepekatan jahiliyah, uswah terbaik bagi umat seluruhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah menjadi keharusan, bahwa setiap yang datang, pasti akan pergi. Demikian halnya dengan bulan Ramadhan, sebentar lagi ia akan meninggalkan kita…. Tapi apakah kita siap melepas kepergiannya, hingga ia memberi atsar (pengaruh) dalam kehidupan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Ramadhan sesungguhnya adalah saksi atas amalan yang selama ini kita kerjakan, apakah itu berupa keburukan dan maksiat, ataukah ibadah dan amal shaleh. Maka sudah selayaknya jika kita melakukan kembali instrospeksi mulai sekarang, melakukan muhasabah terhadap semua yang pernah kita perbuat selama berada di bulan ini, agar Ramadhan tidak berlalu begitu saja seperti tahun-tahun sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa amalan yang harus kita laksanakan, baik yang wajib ataupun yang sunnah, setelah Ramadhan seperti :&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Menunaikan Zakat Fithrah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Zakat merupakan salah satu kewajiban dan rukun Islam.&lt;br /&gt;" Rasulullah SAW telah mewajibkan zakat fitrah satu sha' dari gandum atau satu sha' dari korma atas anak kecil, orang besar, orang merdeka, dan budak. Pada riwayat lain:"Atas laki-laki, wanita, orang merdeka, dan budak" HR. Bukhari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Menjaga Shalat Fardlu berjamaah dan shalat-shalat sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Ramadhan kita telah membiasakan diri kita untuk selalu terikat dengan masjid. Setiap adzan terdengar, kita ayunkan langkah untuk mengerjakan kewajiban shalat bersama-sama dengan muslimin yang lain berjamaah. Ketika Ramadhan berakhir, muncul semangat baru yang bermula dari kebersihan hati dan jiwa. Dan ini harus kita jaga agar bisa terlaksana sampai Ramadhan berikutnya. Kalau semangat bisa kita jaga, kita akan semakin mudah untuk melaksanakan shalat berjama'ah terlebih lagi pahala shalat ini sangat besar sebagaimana yang disabdakan Rasulullah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abdullah bin umar r.a., Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda : Shalat berjamaa'ah itu lebih mulia dari shalat sendirian duapuluh tujuh derajat, (H.R. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;Disamping itu kita tambah amalan shalat wajib kita dengan melakukan shalat rawatib (shalat yang mengiringi shalat wajib), shalat tahajjud, shalat witir dll, sebagai wujud dari ketaqwaan kita kepada-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Sholat 'Iedul Fitri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Shalat 'Ied Fitri hukumnya sunnah muakkadah. Shalat 'iedul fitri adalah salah satu syi'ar Islam sekaligus bukti atas kekuatan keimanan seseorang. Rasulullah SAW senantiasa mengerjakan dan memerintahkan kepada umatnya untuk mengerjakannya baik laki-laki ataupun perempuan. Hari itu adalah hari kebahagiaan dan kegembiraan, setelah selesai meksanakaan ibadah puasa Ramadhan satu bulan penuh. Namun kita dilarang mengkhususkan satu jenis ibadah pada hari ini yang tidak pernah diperintahkan dalam agama seperti mengkhususkan ziarah kubur pada hari itu, karena hal itu adalah termasuk bid'ah yng nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal-hal yang disunnahkan dalam shalat 'ied seperti : mandi dan memakai wewangian, mengenakan pakaian yang terbaik, makan sebelum melaksanakan shalat, mengumandangkan takbir, berdo'a untuk kebaikan kaum muslimin, berjalan kaki dengan menempuh jalan yang berbeda antara berangkat dan pulang, melaksanakan shalat 'ied di mushalla (tanah lapang tempat shalat 'ied dikerjakan). Bagi kaum wanita dianjurkan untuk bershadaqah sebagaimana yang diriwayatkan dari shahabat Bilal Bin Rabah r.a., bahwa beliau di masa Rasulullah SAW membentangkan kain untuk mengumpulkan shadaqah dari para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena begitu pentingnya, sehingga Rasulullah SAW memerintahkan seluruh anggota keluarga untuk berbondong-bondong menunaikannya. Orang tua, remaja, anak-anak, wanita-wanita yang sebelumnya dipingit, bahkan wanita-wanita yang sedang haid diperintahkan beliau untuk bersama menghadiri mushalla (tanah lapang tempat shalat 'ied dikerjakan). Mengucapkan takbir, berdo'a dan mendengarkan khutbah. Bagi wanita-wanita dilarang melakukan tabarruj (berdandan, membuka aurat memakai wewangian didepan laki-laki lain yang bukan mahram).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnatkan kaum muslimin untuk saling mengucapkan do'a Taqabbalallahu minnaa wa minkum. Sebagaimana hadits dari Jubair bin Nufail, dia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Apabila para shahabat Rasulullah SAW bertemu pada hari 'Iedul Fitri, mereka saling mengucapkan (mendo'akan) Taqabalaahu minnaa wa minkum." (Al Hafidz Ibnu Hajar mengatakan, isnad hadits ini hasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Berpuasa sunnah 6 hari setelah 'iedul fitri, dan puasa sunnah lainnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa 6 hari setelah 'idul fitri adalah ibadah yang sangat dianjurkan, Allah SWT menjanjikan pahala yang sangat besar bagi siapa saja yang mau mengamalkannya. Rasulullah SAW bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang berpuasa pada bulan Ramadhan, lalu dilanjutkan dengan puasa enam hari pada bulan Syawal, maka nilainya seperti berpuasa sepanjang tahun". (HR. Muslim, Abu Dawud dan At Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa ini boleh dikerjakan secara berturut-turut dan dapat pula berselang waktunya, di awal bulan Syawal setelah 'iedul fitri, di pertengahannya atau di akhir bulan. Puasa-puasa yang lain yang disunnahkan seperti ; puasa Senin dan Kamis, puasa tiga hari pada tiap pertengahan bulan qamariyah (tanggal 13, 14 dan 15), puasa di hari arafah dan 'Asyura, puasa di bulan Sa'ban, puasa nabi Daud (berpuasa sehari dan berbuka sehari secara kontinyu), ada hadits dari Ummu Salamah menerangkan bahwa Rasulullah SAW sering berpuasa di hari sabtu dan Minggu sebagai pengingkaran terhadap orang musyrik karena kedua hari itu adalah 'ied mereka (hadits tadi dishahihkan oleh Ibn Khuzaimah, Bulughul maram, hal 139, no. 711).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Menghiasi diri dengan sifat mahmudah dan akhlaq karimah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadlan dapat dijadikan sebagai moment penting untuk memulai perbuatan baik/ibadah, sifat-sifat baik dan akhlaq yang mulia. Dan ketika memasuki bulan-bulan setelahnya kita kondisikan diri untuk tetap melakukan ibadah yang sudah kita lakukan dibulan Ramadhan, kita jauhi perbuatan dosa serta kemungkaran yang kita tinggalkan pada bulan itu disertai dengan menghiasi diri dengan taqwa, hilm, amanah, sabar, istiqomah dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aminuddin&lt;br /&gt;Maraji': Fiqih Wanita, Syaikh Kamil Muhammad 'Uwaidah, Majlis Ramadhan, Syaikh Muhammad bin Shalih Utsaimin, Bulughul Maram, Al Hafidz Ibn Hajar al asqalani ditashhih dan di ta'liq oleh Muhammad Hamid Al Fiqiy.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1203318924911193128?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1203318924911193128'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1203318924911193128'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/amalan-pasca-ramadhan.html' title='AMALAN PASCA RAMADHAN'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3128867845478668102</id><published>2008-10-11T13:06:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T13:08:57.597-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>4 Orang Istri</title><content type='html'>Kisah dibawah ini mungkin bisa menjadi bahan renungan bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, ada seorang pedagang kaya yang mempunyai 4 orang istri.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dia mencintai istri yang keempat, dan menganugerahinya harta dan kesenangan yang banyak.  Sebab, dialah yang tercantik diantara semua istrinya. Pria ini selalu memberikan yang terbaik buat istri keempatnya ini. &lt;br /&gt;Pedagang itu juga mencintai istrinya yang ketiga. Dia sangat bangga dengan istrinya ini, dan selalu berusaha untuk  memperkenalkan wanita ini kepada semua temannya. &lt;br /&gt;Namun, ia juga selalu khawatir kalau istrinya ini akan lari dengan pria yang lain. &lt;br /&gt;Begitu juga dengan istri yang kedua. Ia pun sangat menyukainya. Ia adalah istri yang sabar dan pengertian.  Kapanpun pedagang ini mendapat masalah, dia selalu meminta pertimbangan istrinya ini. &lt;br /&gt;Dialah tempat bergantung. Dia selalu menolong dan mendampingi suaminya, melewati masa-masa yang sulit. &lt;br /&gt;Sama halnya dengan istri yang pertama. Dia adalah pasangan yang sangat setia. Dia selalu membawa perbaikan bagi &lt;br /&gt;kehidupan keluarga ini. Dia lah yang merawat dan mengatur semua kekayaan dan usaha sang suami. &lt;br /&gt;Akan tetapi, sang pedagang, tak begitu mencintainya.  Walaupun sang istri pertama ini begitu sayang padanya, namun, pedagang ini tak begitu mempedulikannya. &lt;br /&gt;Suatu ketika, si pedagang sakit. Lama kemudian, ia menyadari, bahwa ia akan segera meninggal.  Dia meresapi semua kehidupan indahnya, dan berkata dalam hati. "Saat ini, aku punya 4 orang &lt;br /&gt;istri. Namun, saat aku meninggal, aku akan sendiri. Betapa menyedihkan jika aku harus hidup sendiri."  Lalu, ia meminta semua istrinya datang, dan kemudian mulai bertanya pada istri keempatnya. "Kaulah yang paling  kucintai, kuberikan kau gaun dan perhiasan yang indah. Nah, sekarang, aku akan mati, maukah kau mendampingiku dan menemaniku? Ia terdiam. "Tentu saja tidak, "jawab istri keempat, dan pergi begitu  saja tanpa berkata-kata lagi. &lt;br /&gt;Jawaban itu sangat menyakitkan hati. Seakan-akan, ada  pisau yang terhunus dan mengiris-iris hatinya.  Pedagang yang sedih itu lalu bertanya pada istri ketiga. &lt;br /&gt;"Akupun mencintaimu sepenuh hati, dan saat ini, hidupku akan berakhir. &lt;br /&gt;Maukah kau ikut denganku, dan menemani akhir hayatku? &lt;br /&gt;Istrinya menjawab, Hidup begitu indah disini. Aku akan  menikah lagi jika kau mati. Sang pedagang begitu terpukul dengan ucapan ini. Badannya mulai merasa demam.  Lalu, ia bertanya pada istri keduanya. "Aku selalu berpaling padamu setiap kali mendapat masalah. Dan kau selalu mau  membantuku. Kini, aku butuh sekali pertolonganmu. Kalau ku mati, maukah kau ikut dan mendampingiku? Sang istri menjawab pelan. "Maafkan aku," ujarnya "Aku tak bisa menolongmu kali ini. Aku hanya bisa mengantarmu hingga ke liang kubur saja. Nanti, akan kubuatkan makam yang indah buatmu. &lt;br /&gt;Jawaban itu seperti kilat yang menyambar. Sang pedagang kini merasa putus asa. &lt;br /&gt;Tiba-tiba terdengar sebuah suara. "Aku akan tinggal denganmu. Aku akan ikut kemanapun kau pergi. Aku, tak akan  meninggalkanmu, aku akan setia bersamamu. Sang pedagang lalu menoleh ke samping, dan mendapati istri pertamanya disana. Dia tampak begitu kurus. Badannya tampak seperti orang yang kelaparan. Merasa menyesal, sang pedagang lalu bergumam, "Kalau saja, aku bisa merawatmu lebih baik saat ku mampu, tak akan kubiarkan kau seperti ini, istriku." &lt;br /&gt;Renungan : &lt;br /&gt;Teman, sesungguhnya kita punya 4 orang istri dalam hidup ini. &lt;br /&gt;Istri yang keempat, adalah  Seberapapun banyak waktu dan biaya yang kita keluarkan untuk tubuh kita supaya tampak indah dan gagah, semuanya akan hilang. Ia akan pergi segera kalau kita meninggal. Tak ada keindahan dan kegagahan yang tersisa saat kita menghadap-Nya. &lt;br /&gt;Istri yang ketiga, adalah status sosial dan kekayaan. &lt;br /&gt;Saat kita meninggal, semuanya akan pergi kepada yang lain. &lt;br /&gt;Mereka akan berpindah, dan melupakan kita yang pernah memilikinya. &lt;br /&gt;Sedangkan istri yang kedua, adalah kerabat dan teman-teman. &lt;br /&gt;Seberapapun dekat hubungan kita dengan mereka, mereka tak akan bisa bersama kita selamanya.&lt;br /&gt;Hanya sampai kuburlah mereka akan menemani kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan, teman, sesungguhnya, istri pertama kita adalah. Mungkin, kita sering mengabaikan, dan melupakannya demi kekayaan dan kesenangan pribadi. Namun, sebenarnya, hanya jiwa dan amal kita sajalah yang mampu untuk terus setia dan mendampingi kemanapun kita melangkah. Hanya amal yang mampu menolong kita di &lt;br /&gt;akhirat kelak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, selagi mampu, perlakukanlah jiwa dan amal kita dengan bijak. Jangan sampai kita menyesal belakangan. &lt;br /&gt;Mumpung masih hidup &lt;br /&gt;Mumpung masih sehat &lt;br /&gt;Mumpung masih longgar &lt;br /&gt;Mumpung masih muda &lt;br /&gt;Semoga Insya Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3128867845478668102?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3128867845478668102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3128867845478668102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/4-orang-istri.html' title='4 Orang Istri'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-6593433784960226073</id><published>2008-10-11T13:01:00.000-07:00</published><updated>2008-10-11T13:06:14.946-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Reaksi Terhadap Kezaliman</title><content type='html'>Ketika suatu perbuatan dzalim dilakukan seseorang, maka orang yang didzalimi akan memberikan reaksi yang beragam, antara lain : Ada yang membalas; Ada yang tidak membalas; Dan ada yang mendo’akan kebaikan kepada orang yang mendzalimi. Ketika sedang berjalan, Ibrahim bin Adham bertemu dengan seorang lelaki yang tidak dikenalnya.&lt;br /&gt;Lelaki itu bertanya kepadanya letak perkampungan terdekat. Ibrahim segera saja mengarahkan jari telunjuknya ke pemakaman yang ada di dekat situ sambil berkata, "Itulah perkampungan yang sebenarnya, sebuah perkampungan hakiki". Lelaki itu mundur sedikit lalu dengan perasaan kurang senang berkata, "Aku menanyakan letak perkampungan, mengapa kamu menunjukkan pekuburan kepadaku? Apa kamu hendak mengolok-olok aku?".&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan penuh kemarahan, lelaki itu memukul kepala Ibrahim dengan tongkatnya sehingga darah bercucuran dari kepala Ibrahim. "Pukullah kepala yang telah lama berbuat dosa kepada Allah ini", gumam Ibrahim bin Adham sambil berusaha menghentikan aliran darah dari kepalanya. Lelaki itu kemudian pergi.&lt;br /&gt;Kejadian ini di ketahui oleh orang yang kebetulan berada tidak jauh dari tempat itu. Ia lalu menghampiri pendatang tadi dan berkata, "Hai lelaki, tahukah kamu maksiat yang telah kamu lakukan hari ini? Kamu baru saja memukul kepala orang yang paling banyak beribadah di zamannya. Kamu baru saja memukul Ibrahim bin Adham, seorang zahid yang terkenal". Mendengar ini, lelaki itu segera kembali mendatangi Ibrahim lalu meminta maaf. "Aku telah memaafkanmu dan mendoakanmu masuk surga", kata Ibrahim. "Bagaimana mungkin?", seru lelaki itu dengan perasaan lega bercampur heran. "Karena, ketika kamu memukul kepalaku, aku bersabar, dan balasan bagi orang yang sabar tidak lain adalah surga. Jadi, tidaklah pantas jika aku masuk surga karena kamu, tetapi kemudian aku mendoakanmu masuk neraka. Ini juga bukanlah sikap yang bijaksana“, jelas Ibrahim bin Adham.&lt;br /&gt;Hal tersebut berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Sa’id bin Zaid r.a. salah satu dari sepuluh sahabat Rasul saw. yang dijamin masuk surga. Dari Urwah bin Zubair, bahwa Arwa binti Aus mengadukan Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nafil r.a. kepada Marwan bin Hakam. Ia menuduh Sa’id telah mengambil tanahnya. "Apakah setelah mendengar sabda Rasalullah saw. aku akan mengambil sebagian tanahnya?", kata Sa’id. "Apakah sabda Rasulullah saw. yang kamu dengar?", tanya Marwan. "Aku mendengar Rasullullah saw. Bersabda : “Barang siapa mengambil sejengkal tanah secara dzalim maka ia akan diberi kalung dari tanah itu seberat tujuh lapis bumi”, kata Sa’id. "Setelah mendengar hadis ini aku tidak memerlukan bukti lagi darimu", kata Marwan. Lalu Sa’id berdo’a, "Ya Allah, jika wanita ini berdusta maka butakanlah matanya dan matikanlah ia di tanahnya". 'Urwah berkata, "Wanita itu tidak meninggal kecuali setelah buta kedua matanya. Dan suatu hari ketika sedang berjalan di tanah miliknya ia terjerumus ke dalam sebuah lubang dan mati". (HR Bukhari dan Muslim). Syekh Ibnu Atha’illah As-Syadzili r.a. dalam kitabnya Latha’if Al-Minan menyebutkan, bahwa Ibrahim bin Adham memaafkan seseorang yang memukul kepalanya. Syekh Abu Abbas Al-Mursi r.a. mengatakan, bahwa sikap Sa'id bin Zaid r.a. salah seorang dari 10 sahabat Rasulullah saw. yang telah dijamin masuk surga, yang mendoakan keburukan bagi wanita yang menuduhnya telah mengambil tanahnya tanpa hak adalah lebih sempurna daripada sikap Ibrahim bin Adham yang memaafkan orang yang menyakitinya.&lt;br /&gt;Secara umum perbuatan Ibrahim bin Adham lebih baik dan utama. Berbagai dalil syariat juga menganjurkan agar manusia bersifat pema’af, kecuali pada peristiwa yang dialami oleh Sa’id bin Zaid, namun peristiwa seperti ini jarang terjadi dan bersifat khusus. Peristiwa yang terjadi pada diri Sa’id bin Zaid ini serupa dengan peristiwa yang pernah dialami Sa'ad bin Abi Waqqash. Suatu hari seorang warga Kufah menghina kehidupannya dalam beragama dan keteguhannya dalam memegang amanat. Dari Jabir bin Samurah r.a. beliau berkata, "Penduduk Kufah mengadukan Sa'ad bin Abi Waqqash kepada 'Umar bin Khathab r.a. Umar lalu memecat Sa’ad dan mengangkat ‘Ammar sebagai penggantinya. Penduduk Kufah mengatakan bahwa shalat Sa'ad tidak benar. Umar kemudian memanggil Sa'ad dan berkata, “Hai Abu Ishaq (julukan Sa'ad), penduduk Kufah mengatakan bahwa shalatmu tidak baik!”. Sa'ad menjawab, “Demi Allah, aku mengimami mereka sebagaimana shalatnya Rasulullah saw, tidak sedikit pun aku menguranginya. Pada saat shalat Isya kupanjangkan dua rakaat pertama dan kupendekkan dua rakaat yang lain!”. Umar berkata, "Wahai Abu Ishaq, ketahuilah, begitulah prasangka kami kepadamu". Umar lalu mengirim beberapa utusan untuk pergi bersama Sa'ad ke Kufah. Pada setiap masjid yang dikunjungi, mereka bertanya tentang Sa'ad, dan ternyata mereka semua memuji Sa'ad. Namun, ketika mereka memasuki masjid Bani Abbas, seorang yang bernama Usamah bin Qatadah, bergelar Abu Sa'adah, berdiri dan berkata, "Jika kalian menanyakan tentang Sa’ad, maka ketahuilah bahwa Sa'ad tidak pernah keluar memimpin pasukan dan bila menghukumi tidaklah adil". Sa’ad lalu berkata, “Demi Allah, aku akan mendoakannya dengan tiga hal. Ya Allah, jika hamba-Mu ini berdusta dan jika ia berdiri karena riya' dan sum'ah, maka panjangkanlah umurnya, jadikanlah ia selalu dalam keadaan fakir, dan timpakanlah kepadanya berbagai fitnah”. Usamah bin Qatadah hidup sampai lanjut usia. Jika ditanya, ia berkata, ”Aku adalah lelaki tua yang terkena fitnah karena do’a Sa’ad”.&lt;br /&gt;Abdul Malik bin Umar yang merawikan hadis ini dari Jabir bin Samurah dan berkata, “Sungguh aku melihat lelaki itu demikian tuanya sehingga alisnya menutupi kedua matanya. Ia selalu berada di tepi jalan menganggu setiap wanita yang berlalu lalang”. (HR. Bukhari dan Muslim). Sa’ad bin Abu Waqqash dan Sa’ad bin Zaid, adalah dua sahabat yang telah dijamin masuk surga. Sebenarnya peristiwa semacam ini banyak terjadi dalam kehidupan para sahabat dan tabi’in. Namun, jumlahnya jauh lebih sedikit dibandingkan dengan sikap pemaaf yang ditunjukkan oleh para Anbiya’ wa Al-Mursalin. Sikap yang benar adalah sebagaimana yang telah kita ketahui. Jika peristiwa tersebut berhubungan dengan harta benda dan kehormatan seseorang, maka memberi ma’af adalah lebih utama. Namun, jika peristiwa yang terjadi berhubungan dengan agama, kehormatan Allah dan hal-hal semacamnya, maka membalas adalah lebih utama. Semua sikap yang diriwayatkan di atas pernah dicontohkan oleh Rasululah saw. dalam ucapan maupun perbuatannya. Setiap orang yang mendalami Sunnah Nabawiyyah tentu mengetahuinya. (An-Nafais Al-Ulluwiyyah : 180-182)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-6593433784960226073?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6593433784960226073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/6593433784960226073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/reaksi-terhadap-kezaliman.html' title='Reaksi Terhadap Kezaliman'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-3207773934484069070</id><published>2008-10-06T20:42:00.000-07:00</published><updated>2008-10-06T21:10:27.484-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><title type='text'>Berita Gembira</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Segenap keluarga besar FKMKI Unhas menyatakan&lt;br /&gt;turut bersuka cita atas lahirnya Jundi baru penerus perjuangan dakwah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;GAZA MARKAZ SYUHADA RAMEN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Putra dari Akh &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Iswandi Khairy Ramen&lt;/span&gt;)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-3207773934484069070?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3207773934484069070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/3207773934484069070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/10/berita-gembira.html' title='Berita Gembira'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1791430126168999531</id><published>2008-09-10T21:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:56:37.045-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Bilal bin Robah</title><content type='html'>Sebagai keturunan Afrika mewarisi warna kulit hitam, rambut keriting, dan postur tubuh yang tinggi. Khas orang Habasyah ( Ethiopia sekarang ). Bilal pada mulanya adalah budak milik Umayyah bin Kholaf, salah seorang bangsawan Makkah. Karena keislamannya diketahui tuannya, Bilal disiksa dengan amat keras, hingga mengundang reaksi dari Abu Bakar yang kemudian membebaskannya dengan sejumlah tebusan. Karena tebusan ini, Bilal mendapat sebutan Maula Abu Bakar , atau orang yang dibeli untuk bebas oleh Abu Bakar, bukan untuk dijadikan budak kembali. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Muhammad bin Ibrahim at-Taimy meriwayatkan , suatu ketika Rasulullah wafat dan belum dikubur, Bilal mengumandangkan adzan. Saat Bilal menyeru : Asyhadu anna Muhammmadarrasulullah…., orang-orang yang ada dimasjid menangis. Tatkala Rasulullah telah dikubur, Abu Bakar berkata "Adzanlah wahai Bilal". Bilal menjawab, "Kalau engkau dahulu membebaskanku demi kepentingannmu, aku akan laksanakan, Tapi jika demi Allah, maka biarkan aku memilih kemauanku." Abu Bakar berkata "Aku membebaskanmu hanya demi Allah'. Bilal berkata," Sungguh aku tak ingin adzan untuk seorang pun sepenimggal Rasulullah ". Kata Abu Bakar, "Kalau begitu terserah kau". &lt;br /&gt;Zurr bin Hubaisy berkisah, Yang pertama menampakkan ke-Islaman adalah Rasulullah, kemudian Abu Bakar, Ammar dan ibunya, Shuhaib, Bilal dan Miqdad. Rasulullah dilindungi pamannya, Abu Bakar dibela sukunya, Adapun yang lain orang-orang musyrik menyiksa mereka dengan memakai baju besi dibawah terik matahari. Dari semua itu yang paling terhinakan adalah Bilal karena paling lemah posisinya ditengah masyarakat. &lt;br /&gt;Orang-orang musyrik menyerahkannya kepada anak-anak untuk diarak ramai-ramai dijalan-jalan Makkah. Ia tetap tegar dengan selalu menyatakan , Ahad…Ahad… Bilal mendapat pendidikan zuhud langsung dari Rasulullah. Suatu ketika Rasulullah datang kepada Bilal yang disisinya ada seonggok kurma. Rasulullah : "Untuk apa ini, Bilal ?" Bilal, "Ya, Rasulullah aku mengumpulkannya sedikit demi sedikit untukmu dan untuk tamu-tamu yang datang kepadamu." Rasulullah, "Apakah kamu tak mengira itu mengandung asap neraka ?" Infakkanlah, jangan takut tidak mendapat jatah dari Pemilik Arsy." &lt;br /&gt;Buraidah mengisahkan, suatu pagi Rasulullah memanggil Bilal, berkata , " Ya Bilal, dengan apa kamu mendahuluiku masuk syurga ? Aku mendengar gemerisikmu didepanku. Aku ditiap malam mendengar gemerisikmu." Jawab Bilal "Aku setiap berhadats langsung berwudhu dan sholat dua raka`at." Sabda Nabi S.A.W," Ya, dengan itu ". &lt;br /&gt;Oleh Karena itulah Bilal dijuluki sebagai mua'dzin pertama yang selalu suci. Dia merupakan mukmin yang sangat kuat pendiriannya tentang Islam, dia pula yang ketika disiksa orang-orang musyrik selalu mengatakan "ahad" yang maksudnya Tuhan hanya satu yaitu Allah SWT.&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1791430126168999531?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1791430126168999531'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1791430126168999531'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/bilal-bin-robah.html' title='Bilal bin Robah'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1292104813827312669</id><published>2008-09-10T21:53:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:54:48.467-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Do You Know?'/><title type='text'>Hamzah bin Abdul Muthalib</title><content type='html'>Thabarani telah mengeluarkan dari Al-Harits At-Taimi dia berkata: Adalah Hamzah bin Abdul Mutthalib r.a. pada hari pertempuran di Badar membuat tanda dengan bulu burung Na'amah (Bangau). Sesudah selesai peperangan, maka seorang dari kaum Musyrikin bertanya: Siapa orang yang bertanda dengan bulu burung Na'amah itu? Maka orang berkata: Dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib. Sahut orang itu lagi: Dialah orang yang banyak mepermalukan kita di dalam peperangan itu. (Majma'uz Zawa'id 6:81)&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bazzar mengeluarkan dari Abdul Rahman bin Auf ra. dia berkata: Bertanya Umaiyah bin Khalaf kepadanya: Hai Abdullah! Siapa orang yang memakai bulu burung Na'amah di dadanya pada perang Badar itu? jawabku: Dia itu paman Muhammad, dialah Hamzah bin Abdul Mutthalib ra. Berkata lagi Umaiyah bin Khalaf: Dialah orang yang banyak mempermalukan kita dengan senjatanya sehingga dia dapat membunuh banyak orang di antara kita. (Majma'uz Zawa'id 6:81)&lt;br /&gt;Hakim telah mengeluarkan dari Sabir bin Abdullah ra. dia berkata: Rasulullah SAW mencari-cari Hamzah pada hari Ubud setelah selesai peperangan, dan setelah semua orang berkumpul di sisinya: Di mana Hamzah? Maka salah seorang di situ menjawab: Tadi, saya lihat dia berperang di bawah pohon di sana, dia terus menerus mengatakan: Aku singa Allah, dan singa RasulNya! Ya Allah, ya Tuhanku! Aku mencuci tanganku dari apa yang dibawa oleh mereka itu, yakni Abu Sufyan bin Harb dan tentera Quraisy. Dan aku memohon uzur kepadamu dari apa yang dibuat oleh mereka itu dan kekalahan mereka, yakni tentera Islam yang melarikan diri! Lalu Rasulullah SAW pun menuju ke tempat itu, dan didapati Hamzah telah gugur. Sewaktu Beliau melihat dahinya, Beliau menangis, dan melihat mayatnya dicincang-cincang, Beliau menarik nafas panjang. Kemudian Beliau berkata: Tidak ada kain kafan buatnya?! Maka segeralah seorang dari kaum Anshar membawakan kain kafan untuknya. Berkata Jabir seterusnya, bahwa Rasulullah SAW telah berkata: Hamzah adalah penghulu semua orang syahid nanti di sisi Allah pada hari kiamat. (Hakim 3:199)&lt;br /&gt;Ibnu Ishak telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru bin Umaiyah Adh-Dhamri, dia berkata: Aku keluar bersama Abdullah bin Adiy bin Al-Khiyar pada zaman Mu'awiyah ra... dan disebutkan ceritanya hingga kami duduk bersama Wahsyi (pembunuh Hamzah ra.), maka kami berkata kepadanya: Kami datang ini untuk mendengar sendiri darimu, bagaimana engkau membunuh Hamzah ra. Wahsyi bercerita: Aku akan memberitahu kamu berdua, sebagaimana aku telah memberitahu dahulu kepada Rasulullah SAW ketika Beliau bertanya ceritanya dariku.&lt;br /&gt;Pada mulanya, aku ini adalah hamba kepada Jubair bin Muth'im, dan pamannya yang bernama Thu'aimah bin Adiy telah mati terbunuh di perang Badar. Pada saat kaum Quraisy keluar untuk berperang di Uhud, Jubair berkata kepadaku: Jika engkau dapat membunuh Hamzah, paman Muhammad untuk menuntut balas kematian pamanku di Badar, engkau akan aku merdekakan. Begitu tentara Quraisy keluar ke medan Uhud, aku turut keluar bersama mereka. Aku seorang Habsyi yang memang mahir untuk melempar pisau , dan sebagaimana biasanya orang Habsyi, jarang-jarang tidak mengenai sasaran apabila melempar. Apabila kedua belah pihak bertempur di medan Uhud itu, aku keluar mencari-cari Hamzah untuk kujadikan sasaranku, hingga aku melihatnya di antara orang yang bertarung, seolah-olahnya dia unta yang mengamuk, terus memukul dengan pedangnya segala apa yang datang menyerangnya, tiada seorang pun yang dapat melawannya. Aku pun bersiap untuk menjadikannya sasaranku. Aku lalu bersembunyi di balik batu berdekatan dengan pohon yang dia sedang bertarung, sehingga sewaktu dia datang berdekatan denganku, mudahlahlah aku melemparkan pisau racunku itu.&lt;br /&gt;Tatkala dia dalam keadaan begitu, tiba-tiba datang menyerangnya Sibak bin Abdul Uzza. Hamzah melihat Sibak datang kepadanya, lalu dia berteriak: Ayo ke sini, siapa yang mau mencari mati! Disabetnya dengan sekali ayunan kepalanya berguling di tanah. Maka pada ketika itulah, aku terus mengacung-acungkan pisau bengkokku itu, dan saat aku rasa sudah tepat sasaranku, aku pun melemparkannya ke Hamzah mengenai bawah perutnya terus rnenembu bawah selangkangnya. Dia mencoba menerkamku, tetapi dia sudah tidak berdaya lagi, aku lalu meninggalkannya di situ hingga dia mati. Kemudian aku kembali lagi untuk mengambil pisau bengkokku itu, dan aku membawanya ke perkemahan kami. Aku duduk di situ menunggu, dan aku tidak punya tujuan yang lain, kecuali membunuh Hamzah agar aku dapat dimerdekakan oleh tuanku.&lt;br /&gt;Kami kembali ke Makkah, seperti yang dijanjikan oleh tuanku, aku dimerdekakan. Aku terus tinggal di Makkah. Dan apabila kota Makkah ditaklukkan oleh Rasulullah SAW aku pun melarikan diri ke Tha'if dan menetap di sana. Ketika rombongan orang-orang Tha'if bersiap-siap hendak menemui Rasulullah SAW untuk memeluk Islam, aku merasa serba salah tidak tahu ke mana harus melarikan diri. Aku berfikir, apakah aku harus melarikan diri ke Syam, atau ke Yaman, ataupun ke negeri-negeri lainnya, sampai kapan aku akan menjadi orang buruan?! Demi Allah, aku merasakan diriku susah sekali. Tiba-tiba ada orang yang datang kepadaku memberi nasehat: Apa yang engkau takutkan? Muhammad tidak membunuh orang yang masuk ke dalam agamanya, dan menyaksikan syahadat kebenaran! Aku tidak punya jalan lain kecuali menerima nasehat itu. Aku pun menuju ke Madinah untuk menemui Rasulullah SAW. Tanpa diduga tiba-tiba Beliau melihatku berdiri di hadapannya menyaksikan syahadat kebenaran itu. Beliau lalu menoleh kepadaku seraya berkata: Apakah engkau ini Wahsyi? Jawabku: Saya, wahai Rasulullah! Beliau berkata lagi: Duduklah! Ceritakanlah bagaimana engkau rnembunuh Hamzah?! Aku lalu menceritakan kepadanya seperti aku menceritakan sekarang kepada kamu berdua.&lt;br /&gt;Setelah selesai bercerita, Beliau berkata kepadaku: Awas! Jangan lagi engkau datang menunjukkan wajahmu kepadaku! Karena itu aku terus-menerus menjauhkan diri dari Rasulullah SAW supaya Beliau tidak melihat wajahku lagi, sehinggalah Beliau wafat meninggalkan dunia ini. Kemudian saat kaum Muslimin keluar untuk berperang dengan Musailimah Al-Kazzab, pemimpin kaum murtad di Yamamah, aku turut keluar untuk berperang melawannya. Aku bawa pisau bengkok yang membunuh Hamzah itu. Ketika orang-orang sedang bertempur, aku mencuri-curi masuk dan aku lihat Musailimah sedang berdiri dan di tangannya pedang yang terhunus, maka aku pun membuat persiapan untuk melemparnya dan di sebelahku ada seorang dari kaum Anshar yang sama tujuan denganku. Aku terus mengacung-acungkan pisau itu ke arahnya, dan setelah aku rasa bidikanku sudah cukup tepat, aku pun melemparkannya, dan mengenainya, lalu orang Anshar itu menghabisi hidupnya dengan pedangnya. Aku sendiri tidak memastikan siapa yang membunuh Musailimah itu, apakah pisau bengkokku itu, ataupun pedang orang Anshar tadi, hanya Tuhan sajalah yang lebih mengetahui. Jika aku yang membunuhnya, maka dengan demikian aku telah membunuh orang yang terbaik pada masa hidup Rasulullah SAW dan aku juga membunuh orang yang paling jahat sesudah masa Beliau. (Al-Bidayah Wan-Nihayah 4:18)&lt;br /&gt;Bukhari telah mengeluarkan dari Ja'far bin Amru sebagaimana cerita yang sebelumnya, ketika orang ramai berbaris untuk berperang, keluarlah Sibak bin Abdul Uzza sambil berteriak: Siapa yang akan melawanku? Hamzah pun datang untuk melawannya, lalu Hamzah berkata kepadanya: Hai Sibak! Hai putera Ummi Anmar, tukang sunnat orang perempuan! Apakah engkau hendak melawan Allah dan RasulNya? Hamzah lalu menghantamnya dengan suatu pukulan yang keras menghabisinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1292104813827312669?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1292104813827312669'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1292104813827312669'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/hamzah-bin-abdul-muthalib.html' title='Hamzah bin Abdul Muthalib'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-323042863456451393</id><published>2008-09-10T21:51:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:53:08.159-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>LEBIH HEBAT DARI BERZINA</title><content type='html'>Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita berjalan terhuyung-huyung. Pakaiannya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam duka cita yang mencekam. Kerudungnya menangkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa rias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Ia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s. &lt;br /&gt;Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan salam. Maka terdengarlah ucapan dari dalam "Silakan masuk". Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, "Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya, Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya." "Apakah dosamu wahai wanita ayu?" tanya Nabi Musa as terkejut. "Saya takut mengatakannya." jawab wanita cantik. "Katakanlah jangan ragu-ragu!" desak Nabi Musa. Maka perempuan itupun terpatah bercerita, "Saya ......telah berzina." Kepala Nabi Musa terangkat, hatinya tersentak. &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Perempuan itu meneruskan, "Dari perzinaan itu saya pun......lantas hamil. Setelah anak itu lahir, langsung saya....... cekik lehernya sampai......tewas", ucap wanita itu seraya menagis sejadi-jadinya. Nabi musaberapi-api matanya. Dengan muka berang ia menghardik," Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!"...teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik. &lt;br /&gt;Perempuan berewajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk ke luar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau di bawa kemana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, "Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertobat dari dosanya? Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya?" Nabi Musa terperanjat. "Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?" Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. &lt;br /&gt;"Betulkah ada dosa yang lebih besar dari pada perempuan yang nista itu?" "Ada!" jawab Jibril dengan tegas. "Dosa apakah itu?" tanya Musa kian penasaran. "Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina". &lt;br /&gt;Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut. &lt;br /&gt;Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya. Berarti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman didadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya. &lt;br /&gt;Dikutip dari buku 30 kisah teladan - KH &gt; Abdurrahman Arroisy) Dalam hadist Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur'an, membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka'bah. &lt;br /&gt;Dalam hadist yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub. Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari di akherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. &lt;br /&gt;Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadist Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-323042863456451393?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/323042863456451393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/323042863456451393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/lebih-hebat-dari-berzina.html' title='LEBIH HEBAT DARI BERZINA'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-677932304456331170</id><published>2008-09-10T21:48:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:50:57.098-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Bila Al Qur'an bisa bicara!</title><content type='html'>"Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka. Mereka  kekal di dalamnya." (QS Al A'raaf [7] : 36).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila Al Qur'an bisa bicara!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku. Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci. Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari. Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari. Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra.&lt;br /&gt;Sekarang engkau telah dewasa...&lt;br /&gt;Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...&lt;br /&gt;Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...&lt;br /&gt;Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu. Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau  lupa dimana menyimpannya. Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu. Kadang kala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa. Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan. Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian. Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman. Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.  Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau  baca Koran pagi atau nonton berita TV. Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia. Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa, Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surah2ku (Basmalah). Di perjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi. Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu. Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu. Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai  kerja. Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu. Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun  kadang kau abaikan. Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku. Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV. Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga. Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk Hanya sekedar&lt;br /&gt;membaca berita murahan dan gambar sampah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari. Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu.  Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali. Itupun hanya beberapa lembar dariku. Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu. Engkaupun kini  terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan? Bila engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba...... Engkau  akan diperiksa oleh para malaikat suruhanNya. Hanya dengan ayat-ayat  Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu... Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...  Dan akhirnya kubur senantiasa menunggu kedatanganmu. Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu. Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati... Di kuburmu nanti.... Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan. Yang akan membantu engkau membela diri. Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu dari perjalanan di alam akhirat. Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu. Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci. Yang berasal dari  Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui. Yang disampaikan oleh Jibril&lt;br /&gt;kepada Muhammad Rasulullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu... Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu.  Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sentuhilah aku kembali...&lt;br /&gt;Baca dan pelajari lagi aku....&lt;br /&gt;Setiap datangnya pagi dan sore hari&lt;br /&gt;Seperti dulu....dulu sekali...&lt;br /&gt;Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...&lt;br /&gt;Di surau kecil kampungmu yang damai&lt;br /&gt;Jangan biarkan aku sendiri....&lt;br /&gt;Dalam bisu dan sepi....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Utamakan SELAMAT dan SEHAT untuk duniamu,&lt;br /&gt;Utamakan SHOLAT dan ZAKAT untuk akhiratmu"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-677932304456331170?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/677932304456331170'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/677932304456331170'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/bila-al-quran-bisa-bicara.html' title='Bila Al Qur&apos;an bisa bicara!'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5438379991041481325</id><published>2008-09-10T21:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:48:22.810-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Belajar Dari Binatang</title><content type='html'>Tiga binatang kecil menjadi nama dari surah di dalam Al-Qur’an, yaitu An-Naml (semut), Al Ankabut (laba-laba), dan An Nahl (lebah).&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Semut menghimpun makanan sedikit demi sedikit tanpa henti. Konon, binatang kecil ini dapat menghimpun makanan untuk bertahun-tahun sedangkan usiahnya sendiri tidak sampai sati tahun. Ia pun dikenal sebagai pekerja keras bahkan ia mampu memikul beban yang melebihi ukuran tubuhnya.&lt;br /&gt;Lain lagi dengan Laba-laba. Binatang ini sangat dikenal dengan sarangnya yang sangat unik. Sekilas tampak luarnya sangat rapuh, namun bagi binatang sebangsa serangga sekali ia tertangkap di sarang itu maka sarang itu seperti menggulung dan menyedot tenaga binatang yang terperangkap itu. Luar biasa!!&lt;br /&gt;Tetapi, bukan hanya sarangnya yang dasyat. Kata para ahli, ketika binatang ini selesai melakukan perkawinan, sang betina tak segan-segan menghabisi pejantannya dengan cara menyeratnya dengan sarang itu hingga mati. Bahkan telur-telur yang sudah menetas yang jumlahnya ratusan hingga ribuan itu berdesak-desakkan dan saling memangsa diantara mereka. Sebuah potret kehidupan yang sadis dan sangat mengerikan!!!.&lt;br /&gt;Akan halnya lebah. Inilah model kehidupan binatang memiliki karateristik yang nyaris sempurna tanpa cacat. Tidak ada bagian bagian dari kehidupannya yang tidak bermanfaat. Bahkan sengatan yang menjadi senjata mereka pun bias menjadi obat. Mulai dari tempat tinggalnya yang berbentuk segi enam sehingga para ahli menyebutkan bahwa bentuk seperti ini adalah bentuk sarang paling efisien, jauh dari pemborosan.&lt;br /&gt;Makanya pun tidak semabarangan. Ia hanya mau makan dengan yang baik-baik saja, dari kembang dan bunga yang manis dan bersih. Lebah mengolah makananya dan hasil olahanya menjadi madu yang dikenal sebagai makanan terbaik diantara jenis makanan yang ada.&lt;br /&gt;Dari aspek sumber daya dan potensi diri, masyarakat lebih dikenal sebagai tipikal masyarakat binatang yang sangat produktif, berdedikasi tinggi dan penuh kedisiplinan. Tidak ada satupun diantara mereka yang tidak memiliki peran (pengangguran). Subahanallah!&lt;br /&gt;Ayat-ayat Allah SWT diatas tentu semuanya dihadirkan dalam kerangka kepentingan manusia. Agar manusia bisa mengambil pelajaran untuk menyukseskan amanah yang diembannya yaitu sebagai hamba-Nya sekaligus sebagai califa Allah SWT dimuka bumi ini.&lt;br /&gt;Kita semua tentu sadar bahwa disekeliling masih banyak bahkan mungkin kebanyakan orang yang secara tidak sadar menjalani kehidupanya persis layaknya semut. Mereka berkeliaran disetiap jengkal sudut bumi ini tanpa rasa risihmempertontonkan keserakahan dan kerakusannya. Mereka berlebih-lebihan dalam mengingkari kewajibanya.&lt;br /&gt;Demikian juga manusia tipikal laba-laba. Mereka tidak lagi berpikir makanan apa yang kita makan hari ini? Tetapi, yang mereka pikirkan adalah “siapa yang kita makan hari ini”.&lt;br /&gt;Siapapun dan dimanapun mereka, semua manusia berpotensi menjadi manusia dengan “style” semut atau manusia super serakah layaknya laba-laba. Yang jelas, kedua tipe kehidupan ini semuanya tercela dan membawa lepada kebinasaan. Nah, agar manusia selamat dari fitnah hidup seperti ini maka ia perlu relajar meskipun harus “berguru” lepada binatang yang namanya lebah. Sebab, bukankah semua ini adalah ayat-ayat Allah SWT ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Created by ita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5438379991041481325?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5438379991041481325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5438379991041481325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/belajar-dari-binatang.html' title='Belajar Dari Binatang'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-845342771991088713</id><published>2008-09-10T21:15:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:43:32.714-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERJANJIAN HUDAIBIYAH (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;Baiat ar-Ridhwan&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Utusan dari pihak Quraisy tetap tidak berhasil meyakinkan penduduk Makkah, bahwa maksud kedatangan Rasulullah saw. dan rombongannya adalah untuk menunaikan umrah. Perundingan di antara kedua belah pihak menemui jalan buntu. Masing-masing pihak bersikukuh dengan maksudnya. Rasulullah saw. ingin tetap terus mengunjungi Baitullah, sementara pihak Quraisy tidak mengizinkannya dan menghalang-halangi kedatangan kaum Muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akhirnya, Rasulullah saw. mengambil inisiatif, memanggil Khirasy bin Umayah al-Khuzai, lalu mengutusnya guna menemui orang-orang Quraisy. Beliau menyerahkan untanya kepada Khirasy bin Umayah dan memerintahkan untuk menyampaikan pesan kepada orang-orang Qurasiy. Tatkala Khirasy bin Umayah sampai di tempat orang-orang Quraisy, mereka justru menyembelih unta yang ditunggangi Khirasy, dan bermaksud hendak membunuh Khirasy bin Umayah. Akan tetapi, hal itu dicegah oleh sebagian lainnya. Mereka melepaskan Khirasy dan kembali ke tempat Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Di tengah-tengah ketegangan yang semakin memuncak, pihak Quraisy melakukan provokasi agar Rasulullah saw. terpancing melakukan peperangan. Dengan itu, pihak Quraisy mempunyai alasan bahwa Rasulullah saw. yang pertama kali memulai peperangan, dan untuk itu layak dihukum. Pihak Quraisy juga ingin menunjukkan bahwa kunjungan Rasulullah saw. ke Baitullah hanyalah kedok untuk melakukan serangan tiba-tiba terhadap penduduk Makkah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan tetapi, provokasi mereka menemui kegagalan. Rasulullah saw. tetap tidak terpancing untuk melakukan serangan atau memulai peperangan. Pihak Quraisy pun menunggu-nunggu langkah apa yang akan dilakukan Rasulullah saw. selanjutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian Rasulullah saw. memanggil Utsman bin Affan, memerintahkannya untuk menemui Abu Sufyan bin Harb dan tokoh-tokoh Quraisy lainnya, sekaligus menjelaskan kepada mereka bahwa beliau tidak datang untuk berperang, namun untuk mengunjungi Baitullah dan mengagungkannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Utsman bin Affan berangkat ke Makkah dan berjumpa dengan Abban bin Said bin al-Ash. Abban bin Said memberikan perlindungan kepadanya hingga ia bisa menyampaikan pesan Rasulullah saw. Sesudah itu Utsman menjumpai Abu Sufyan bin Harb dan tokoh-tokoh Quraisy, lalu menyampaikan pesan Rasulullah saw kepada mereka. Selesai menyampaikan pesannya, mereka berkata kepada Utsman, "Apabila engkau ingin melakukan thawaf, silakan saja."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Utsman bin Affan menjawab, "Aku tidak akan melakukan thawaf hingga Rasulullah saw yang memulai thawaf."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Utsman bin Affan ditahan oleh orang-orang Quraisy di tempat mereka. Akan tetapi, berita yang sampai kepada Rasulullah saw. dan kaum Muslim adalah Utsman bin Affan dibunuh. Berita yang masih simpang-siur mengenai Utsman membuat Rasulullah saw. dan kaum Muslim mempertimbangkan langkah-langkah berikutnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tatkala Rasulullah saw. memperoleh berita bahwa Utsman bin Affan dibunuh, beliau bersabda, "Kita tidak pulang hingga mengalahkan kaum tersebut."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Beliau lalu mengajak kaum Muslim untuk berbaiat. Lalu berlangsunglah Baiat ar-Ridhwan yang dilakukan di bawah pohon. Mereka bertekad bulat, jika memang benar Utsman bin Affan dibunuh, mereka akan menyerang dan memerangi penduduk Makkah sampai mati.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Akan tetapi, tidak lama kemudian Utsman bin Affan kembali ke perkemahan Rasulullah saw. Ia melaporkan apa yang telah dilihat dan dilakukannya. Sementara itu, ketegangan di antara kedua belah pihak mulai mencair.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perjanjian Hudaibiyah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian orang-orang Quraisy mengutus Suhail bin Amr, saudara Bani Amir bin Luai kepada Rasulullah saw. Mereka berkata kepada Suhail, "Pergilah kepada Muhammad, berdamailah dengannya, dan isi perdamaian itu adalah bahwa ia harus pergi dari tempat kita tahun ini. Demi Allah, orang-orang tidak boleh memperbincangkan kita bahwa ia datang kepada kami dengan kekerasan."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suhail bin Amr berjumpa dengan Rasulullah saw. Melihat kedatangannya, Rasulullah saw bersabda, "Orang-orang Quraisy menginginkan perdamaian dengan mengutus orang ini."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Perundingan berlangsung sangat alot. Jalannya perundingan disaksikan oleh seluruh rombongan Rasulullah saw. Tatkala segala sesuatunya sudah beres dan tinggal penulisan (teks perjanjian), Umar bin al-Khaththab berdiri dan mendatangi Abu Bakar. Ia tampak kurang berkenan dengan berbagai klausul perjanjian, tetapi jawaban Abu Bakar tidak memuaskannya. Kemudian Umar mendatangi Rasulullah saw. dan bertanya kepada Rasulullah saw., "Wahai Rasulullah, bukankah engkau adalah utusan Allah?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw menjawab, "Ya, memang benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umar bertanya lagi, "Bukankah kita ini adalah kaum Muslim?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. Menjawab, "Ya, memang benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umar berkata lagi, "Bukankah mereka itu adalah orang-orang musyrik?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. Menjawab, "Ya, memang benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Umar berkata, "Jika demikian, mengapa kita menerima kehinaan untuk agama kita?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Lalu Rasulullah saw. Menjawab, "Aku adalah hamba Allah dan Rasul-Nya. Aku tidak akan menentang perintah Allah dan Dia tidak akan melalaikan aku."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sesaat kemudian, Rasulullah saw. memanggil Ali bin Abi Thalib ra. dan berkata kepadanya, "Tulislah: Bismillâhirrahmânirrahîm."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suhail bin Amr menukas, "Aku tidak mengenal kata-kata itu. Tulis saja Bismikallâhumma.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. pun berkata kepada Ali, "Tulislah Bismikallâhumma."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ali bin Abi Thalib pun menuliskannya. Rasulullah saw. melanjutkan perkataannya kepada Ali, "Tulislah: Ini adalah perjanjian antara Rasulullah dan Suhail bin Amr."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Suhail bin Amr menukas, "Jika aku memandangmu sebagai Rasulullah, aku pasti tidak akan memerangimu. Tulis saja namamu dan nama ayahmu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. pun berkata kepada Ali, "Tulislah: Ini adalah perjanjian antara Muhammad bin Abdullah dan Suhail bin Amr. Keduanya berjanji untuk menghentikan perang selama 10 tahun. Masing-masing pihak memberikan keamanan selama jangka waktu tersebut. Masing-masing pihak saling menahan diri terhadap pihak lainnya. Barangsiapa di antara orang-orang Quraisy datang kepada Muhammad tanpa izin pemiliknya (walinya), maka ia harus dikembalikan kepadanya. Barangsiapa di antara pengikut Muhammad pergi kepada orang-orang Quraisy, maka ia tidak dikembalikan kepadanya. Kita harus menjalankan isi perjanjian. Pencurian dan pengkhianatan tidak diperbolehkan. Barangsiapa ingin bergabung dengan perjanjian Muhammad, maka ia masuk ke dalamnya. Barangsiapa yang ingin bergabung dengan perjanjian orang-orang Quraisy, maka ia pun masuk ke dalamnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang Khuza'ah berdiri, lalu berkata, "Kami bergabung ke dalam perjanjiannya Muhammad."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang Bani Bakr juga berdiri lalu berkata, "Kami bergabung ke dalam perjanjiannya orang-orang Quraisy."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Isi perjanjian tersebut lanjutannya adalah: Engkau (Muhammad) pulang dari tempat kami tahun ini dan tidak boleh memasuki Makkah pada tahun ini. Tahun depan kami keluar Makkah, kemudian engkau memasuki Makkah dengan para sahabatmu. Engkau berada di sana selama tiga hari dengan membawa senjata layaknya seorang musafir, yaitu pedang di sarungnya dan tidak diperkenankan membawa persenjataan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Setelah menyelesaikan perjanjian, Rasulullah saw. berjalan ke arah hewan sembelihannya, lalu menyembelihnya; beliau pun duduk dan mencukur rambutnya (tahallul). Kaum Muslim yang masih memendam kekecewaan terhadap klausul Perjanjian Hudaibiyah, tatkala menyaksikan beliau menyembelih hewan sembelihan dan mencukur rambut, mereka pun segera mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Usai menyelesaikan seluruh keperluan kaum Muslim, Rasulullah saw. kembali ke kota Madinah. Pada saat beliau berada diantara Makkah dan Madinah, turunlah surat al-Fath. Sejak peristiwa ini tidak ada orang yang membicarakan Islam melainkan ia pasti masuk ke dalamnya. Dalam jangka waktu dua tahun setelah peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, orang-orang yang masuk Islam jumlahnya sama dengan jumlah orang-orang yang masuk Islam sebelum periode tersebut, bahkan lebih banyak lagi. [AF]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-845342771991088713?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/845342771991088713'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/845342771991088713'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perjanjian-hudaibiyah-bagian-2.html' title='PERJANJIAN HUDAIBIYAH (Bagian 2)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5972480404253573650</id><published>2008-09-10T21:12:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:14:37.556-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERJANJIAN HUDAIBIYAH (Bagian1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perjanjian Hudaibiyah merupakan peristiwa monumental dalam sirah Rasulullah saw. Peristiwa ini menunjukkan kepiawaian Rasulullah saw. dalam melakukan perundingan, visinya yang amat luas dan jauh ke depan, serta kemahirannya bermanuver politik terhadap musuh-musuhnya. Peristiwanya sendiri terjadi pada bulan Dzulqa'dah, akhir tahun keenam setelah Hijrah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Latar Belakangnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Melalui orang-orang yang ditugaskan untuk mencari informasi mengenai manuver-manuver politik dan militer yang akan dilakukan musuh-musuhnya (yaitu kafir Quraisy dan kaum Yahudi Khaibar), Rasulullah saw. mendengar adanya persekutuan rahasia antara orang-orang Yahudi Khaibar dan orang-orang Quraisy Makkah. Kedua belah pihak sepakat untuk menghadapi Rasulullah saw. secara bersama-sama. Di Jazirah Arab, tinggal mereka saja yang memiliki kekuatan dan potensi untuk melenyapkan Daulah Islamiyah. Rasulullah saw. membuat pertimbangan untuk menyelesaikan perkara ini dan menetapkan untuk menghadapi orang-orang Quraisy terlebih dulu. Saat itu akan memasuki bulan Dzulhijjah. Beliau memanfatkan hal itu dengan melakukan manuver politik yang menggunakan kamuflase ibadah umrah (haji). Beliau keluar dari Madinah dengan mempropagandakan serta mengekspose bahwa kunjungannya ke Makkah adalah untuk melakukan umrah dan bukan untuk berperang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah saw. mengajak orang-orang Arab dan orang-orang Badwi yang ada di sekitar Madinah untuk pergi bersama beliau, karena khawatir orang-orang Quraisy memerangi atau melarang beliau mengunjungi Baitullah. Beliau berangkat bersama para sahabat dari Muhajirin maupun Anshar dan orang-orang Arab lainnya. Beliau membawa serta hewan-hewan sembelihan dan mengenakan pakaian ihram untuk umrah. Hal ini dilakukan beliau untuk menunjukkan bahwa beliau keluar untuk mengunjungi Baitullah dan mengagungkannya, bukan untuk berperang. Apalagi beliau memerintahkan kepada kaum Muslim dan rombongan agar hanya membawa pedang saja, sama sekali tidak membawa peralatan dan logistik perang. Ini adalah strategi Rasulullah saw. yang sangat brilian, untuk menyembunyikan maksud yang sebenarnya. Menurut sebagian riwayat, rombongan yang turut serta kali ini berjumlah 1400 orang.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Perundingan Alot dan Melelahkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Keberangkatan Rasulullah saw. ke kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji diketahui oleh orang-orang kafir Quraisy. Mereka mengerahkan sekelompok orang di daerah Dzi Thuwa, untuk mencegah masuknya rombongan Rasulullah saw. ke kota Makkah. Sekelompok prajurit lainnya yang dipimpin oleh Khalid bin Walid (yang waktu itu belum memeluk Islam) bergerak ke wilayah Kuraul Ghamim. Karena itu, rombongan Rasulullah saw. menghindari jalan umum, dan melalui jalanan yang tidak biasa dan sangat sulit dilalui untuk menembus penghadangan musuh, hingga tiba di daerah yang dikenal dengan nama Hudaibiyah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasukan berkuda yang dipimpin Khalid bin Walid, yang dikirimkan pihak Quraisy untuk menghalang-halangi Rasulullah saw. beserta rombongannya, terkejut tatkala mendengar Rasulullah saw. dan rombongannya berhasil melewati mereka melalui jalan lain yang tidak biasa. Akhirnya, mereka kembali. Penduduk Makkah bimbang tentang apa yang harus dilakukan terhadap Muhammad saw. dan rombongannya. Apabila mereka memeranginya, itu berarti mereka telah melanggar kesucian Baitullah dan keharaman bulan-bulan haram; seluruh kabilah-kabilah Arab pasti akan memusuhi mereka. Akan tetapi, jika Muhammad saw. dan rombongannya dibiarkan, berarti kekalahan politik akan menimpa penduduk Makkah, dan kebinasaan mungkin akan dihadapi mereka. Lagi pula, bukan tidak mungkin Muhammad saw. hanya menjadikan ibadah umrah ini sebagai kedok bagi maksud yang sebenarnya, yaitu rombongan kaum Muslim sesampainya di Baitullah akan menyerang secara tiba-tiba penduduk Makkah. Keraguan merayapi tokoh-tokoh Quraisy. Hingga saat itu mereka tidak tahu apa maksud manuver Rasulullah saw. ini. Untuk memastikan apa maksud Muhammad saw. dan rombongannya mengunjungi Baitullah, mereka mengirimkan utusan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tidak lama kemudian, beliau didatangi Budail bin Warqa al-Khuzai disertai beberapa orang dari suku Khuza'ah yang diutus oleh pihak Quraisy. Mereka berbicara dan menanyakan alasan kedatangan beliau ke Makkah. Beliau menjelaskan kepada mereka bahwa kedatangannya bukan untuk berperang, namun untuk mengunjungi Baitullah dan mengagungkannya. Budail bin Warqa al-Khuzai beserta kawan-kawannya lalu kembali ke tempat orang-orang Quraisy, dan berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya kalian terlalu cepat bertindak terhadap Muhammad. Muhammad datang bukan untuk berperang, melainkan untuk mengunjungi Baitullah. Jadi, wasapadalah dan tolaklah dengan cara yang kasar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang Quraisy berkata, "Apabila ia datang untuk tujuan tersebut dan bukan untuk berperang, maka ia tidak boleh masuk ke tempat kita dengan kekerasan untuk seterusnya, dan ia tidak boleh menggali kapak peperangan dengan kita."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Penjelasan Budail hanya semakin membuat penduduk Makkah ragu. Untuk kedua kalinya mereka mengutus Mikraz bin Hafsh bin al-Akhyaf menjumpai Rasulullah saw. Tatkala beliau menyaksikan kedatangannya, beliau bersabda, "Orang ini adalah pengkhianat."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mikraz bin Hafsh tiba di tempat beliau, lalu berbicara dengan beliau. Beliau mengatakan dengan kata-kata yang sama sebagaimana yang dikatakan kepada Budail bin Warqa. Sesudah itu Mikraz bin Hafsh kembali kepada orang-orang Quraisy dan menceritakan kepada mereka apa yang dikatakan Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rupanya penjelasan Mikraz juga tidak memuaskan penduduk Makkah, lalu mereka mengutus al-Hulais bin al-Qamah guna menemui Rasulullah saw. Tatkala Rasulullah saw. mengetahui kedatangannya, beliau bersabda, "Orang ini berasal dari kaum yang suka beribadah. Oleh karena itu, tempatkan hewan sembelihan di hadapannya agar ia bisa menyaksikannya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika al-Hulais bin al-Qamah menyaksikan hewan sembelihan itu dari sisi lembah, dan hewan-hewan tersebut dikalungi sebagai tanda akan disembelih dan bulu-bulunya telah rusak karena terlalu lama berada di tempat ia akan disembelih, maka ia pun segera pulang menjumpai orang-orang Quraisy tanpa berjumpa dengan Rasulullah saw., karena rasa hormatnya kepada beliau. Ia pun menceritakan apa yang disaksikannya kepada orang-orang Quraisy. Lalu orang-orang Quraisy pun berkata kepadanya, "Duduklah engkau, karena engkau adalah orang kampung yang bodoh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Hulais bin al-Qamah marah mendengar perkataan orang-orang Quraisy. Ia berkata, "Hai orang-orang Quraisy, demi Allah, kami bersekutu dan mengikat perjanjian dengan kalian tidak untuk hal ini. Pantaskah orang yang menghendaki untuk mengagungkan Baitullah itu tidak boleh datang kepadanya? Demi Zat yang jiwa al-Hulais berada di tangan-Nya, kalian harus mengizinkan Muhammad untuk mengunjungi Baitullah, atau aku keluar dari persekutuan kalian bersama orang-orang Ahabisy."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Orang-orang Quraisy pun menukas, "Tahan dirimu, wahai al-Hulais, hingga kami bisa mengambil apa yang kami ridhai untuk kami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Untuk keempat kalinya orang-orang Quraisy mengutus Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi untuk pergi kepada Rasulullah. Tatkala Urwah tiba di tempat Rasulullah saw., ia duduk di hadapannya, lalu berkata, "Hai Muhammad, engkau mengumpulkan orang banyak kemudian membawa mereka kepada keluargamu untuk membunuh mereka? Orang-orang Quraisy telah keluar bersama kaum wanita dan anak-anak mereka dengan memakai kulit-kulit harimau. Mereka telah bersumpah, tidak akan mengizinkanmu masuk ke tempat mereka untuk selama-lamanya. Demi Allah, dengan mereka sepertinya kami melihat pengikut kalian akan menyingkir darimu besok pagi."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah saw. menjelaskan kepada Urwah bin Mas'ud ats-Tsaqafi seperti yang beliau katakan kepada utusan-utusan yang sebelumnya, bahwa beliau datang bukan untuk berperang. Urwah bin Mas'ud kemudian kembali kepada orang-orang Quraisy, seraya berkata kepada mereka, "Hai orang-orang Quraisy, sungguh aku telah mengunjungi Kisra di kerajaannya, Kaisar di kerajaannya, dan Najasy di kerajaannya. Demi Allah, aku tidak pernah menyaksikan seorang pemimpin di mata rakyatnya sebagaimana Muhammad di depan para sahabatnya. Sungguh, aku menyaksikan suatu kaum yang tidak akan menyerahkannya kepada siapapun untuk selama-lamanya. Oleh karena itu, pikirkanlah pendapat kalian." (Bersambung). [AF]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5972480404253573650?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5972480404253573650'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5972480404253573650'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perjanjian-hudaibiyah-bagian1.html' title='PERJANJIAN HUDAIBIYAH (Bagian1)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-916797462642511544</id><published>2008-09-10T21:04:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:07:10.494-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERANG THAIF</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pembagian Ghanimah&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; Sepulangnya dari Thaif, Rasulullah saw. kembali ke Ji’ranah, tempat dikumpulkannya tawanan perang dan harta rampasan dari kabilah Hawazin. Di Ji’ranah Rasulullah saw. didatangi oleh utusan dari kabilah Hawazin. Pada waktu itu Rasulullah saw. membawa tawanan (sebagai sabiy) kabilah Hawazin sebanyak 6.000 orang, terdiri dari anak-anak dan kaum wanita, begitu juga unta dan kambing yang tidak terhitung banyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesudah salat zuhur, utusan kabilah Hawazin berdiri dan berkata sebagaimana yang diperintahkan oleh Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda kepada utusan kabilah Hawazin, lalu bertanya kepada mereka mengenai Malik bin Auf an-Nashri, "Apa yang tengah ia kerjakan?:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Utusan kabilah Hawazin menjawab, "Malik bin Auf an-Nashri sedang berada di Thaif."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. bersabda, "Katakan kepada Malik bahwa jika ia datang kepadaku dalam keadaan Islam, aku akan mengembalikan keluarga dan hartanya kepadanya, dan aku berikan 100 ekor unta."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Berita itu pun disampaikan kepada Malik bin Auf an-Nashri. Ia keluar dari Thaif untuk menjumpai Rasulullah saw. Ia lalu masuk Islam dan keislamannya baik. Rasulullah saw. mengangkat Malik bin Auf an-Nashri sebagai pemimpin yang mengontrol orang-orang dari kaumnya yang telah memeluk Islam. Kabilah-kabilah dari kaumnya yang masuk Islam antara lain, Tsumalah, Salamah, dan Fahm. Bersama-sama kabilah tersebut Malik bin Auf memerangi orang-orang Tsaqif.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. memberikan bagian kepada para muallaf, yaitu tokoh-tokoh kaumnya. Dengan pemberian tersebut Rasulullah saw. ingin menaklukan hati mereka. Rasulullah saw. memberikan kepada Abu Sufyan bin Harb 100 unta, Muawiyah bin Abu Sufyan bin Harb 100 unta, Hakim bin Hizam 100 unta, al-Harits bin al-Harits bin Kaldah saudara Bani Abduddar 100 unta, al-Harits bin Hisyam 100 unta, Suhail bin Amr 100 unta, Huwaithib bin Abdul Uzza bin Abu Qais 100 unta, al-Ala’ bin Jariyah ats-Tsaqafi sekutu dari Bani Zuhrah 100 unta, Uyainah bin Hishn bin Hudzaifah bin Badr 100 unta, al-Aqra bin Habis at-Tamimi 100 unta, Malik bin Auf al-Nashri 100 unta, dan Shafwan bin Umayah 100 unta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. juga memberikan unta yang jumlahnya di bawah 100 ekor kepada sejumlah orang-orang Quraisy, seperti Makhramah bin Naufal az-Zukhri, Umair bin Wahb al-Jumahi, dan Hisyam bin Amr saudara Bani Amir bin Luai’.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;    Tatkala Rasulullah saw. membagi-bagikan harta rampasan perang kepada orang-orang Quraisy, kabilah-kabilah Arab, dan tidak memberikannya sedikitpun kepada kaum Anshar, maka kaum Anshar merasa sedih, sehingga mereka mempersoalkan hal ini. Salah seorang kaum Anshar berkata, "Demi Allah, Rasulullah saw telah bertemu dengan kaumnya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Saad bin Ubadah mendatangi Rasulullah saw. seraya berkata kepada beliau, "Kaum Anshar telah berkumpul untuk bertemu denganmu."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. mendatangi mereka. Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya dengan perkara yang layak diterima-Nya, lalu bersabda, "Wahai seluruh kaum Anshar, apa sebenarnya maksud dari ucapan kalian yang sampai kepadaku? Apa pula maksud kecaman kalian terhadapku? Bukankah aku datang kepada kalian yang saat itu tersesat, kemudian Allah memberi petunjuk kepada kalian. Kalian saat itu miskin kemudian Allah menjadikan kalian kaya. Kalian saat itu saling bermusuhan kemudian Allah menyatukan hati kalian."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kaum Anshar bereaksi, "Hal itu memang benar. Allah dan Rasul-Nya yang paling utama."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. melanjutkan sabdanya, "Mengapa kalian tidak menjawab pertanyaanku, wahai kaum Anshar?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kaum Anshar berkata, "Kami harus menjawab bagaimana, wahai Rasulullah? Sebab, karunia dan keutamaan itu adalah milik Allah dan Rasul-Nya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. selanjutnya bersabda:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demi Allah, apabila kalian menghendaki, kalian pasti berbicara, kalian berkata benar dan dibenarkan. Kalian (pasti) akan mengatakan, engkau datang kepada kami dalam keadaan didustakan, kemudian kami membenarkanmu. Engkau dalam kondisi terlantar, kemudian kami menolongmu. Engkau dalam kondisi terusir, kemudian kami melindungimu. Engkau dalam kondisi miskin, kemudian kami membantumu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai kaum Anshar, apakah kalian mempersoalkan dunia yang amat remeh, yang dengannya aku ingin menundukkan hati salah satu kaum agar mereka memeluk Islam, sedangkan aku menyerahkan kalian kepada keislaman kalian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Wahai kaum Anshar, tidakkah kalian ridha sekiranya orang-orang itu pulang membawa kambing-kambing dan unta-unta, sementara kalian pulang dengan membawa Rasulullah ke tempat kalian? Demi Zat Yang jiwa Muhammad berada di tang-Nya, kalaulah tidak karena peristiwa hijrah, (pasti) akan menjadi salah satu dari kaum Anshar. Apabila manusia melewati salah satu jalan, sementara kaum Anshar melewati jalan yang lain, maka aku pasti akan melewati jalan yang dilalui oleh kaum Anshar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ya Allah, sayangilah kaum Anshar, anak-anak kaum Anshar, dan cucu-cucu kaum Anshar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kaum Anshar pun menangis sampai jenggot mereka basah oleh airmata. Mereka berkata, "Kami ridha dengan Rasulullah sebagai bagian dari kami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sesudah itu Rasulullah saw pergi, dan kaum Anshar pun membubarkan diri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dengan peristiwa ini Rasulullah saw. menetapkan Madinah sebagai tempat tinggalnya, tidak tinggal di kota Makkah, meskipun Makkah baru saja ditaklukkan. Beliau mengangkat Atab bin Usaid sebagai wakilnya (sebagai wali) di kota Makkah, untuk mengatur dan mengurus seluruh kebutuhan penduduk Makkah. Beliau menugaskan Muadz bin Jabal untuk mengajarkan penduduk Makkah mengenai ajaran Islam. [Abu Fuad]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-916797462642511544?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/916797462642511544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/916797462642511544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perang-thaif.html' title='PERANG THAIF'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-2529698063972122236</id><published>2008-09-10T20:58:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:04:08.924-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERANG MU’TAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada bulan Jumada al-Ula tahun kedelapan Hijriah, Rasulullah saw. mengirimkan pasukannya ke wilayah Syam. Beliau menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan pasukan yang membawahi 3.000 prajurit. Rasulullah saw. bersabda, "Jika Zaid gugur, yang menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah Ja‘far bin Abu Thalib. Jika Ja‘far bin Abu Thalib gugur, yang menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah Abdullah bin Rawahah."&lt;br /&gt;Kekuatan militer yang dikirimkan Rasulullah saw. ke Mu‘tah adalah pasukan khusus, sama sekali tidak melibatkan dan memobilisasi kaum Muslim di Madinah, seperti yang beliau biasa lakukan dalam peperangan lainnya. Prajurit-prajurit yang diberangkatkan adalah orang-orang yang bertakwa, berani, tangguh, dan taat kepada para komandannya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pada bulan Jumada al-Ula tahun kedelapan Hijriah, Rasulullah saw. mengirimkan pasukannya ke wilayah Syam. Beliau menunjuk Zaid bin Haritsah sebagai komandan pasukan yang membawahi 3.000 prajurit. Rasulullah saw. bersabda, "Jika Zaid gugur, yang menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah Ja‘far bin Abu Thalib. Jika Ja‘far bin Abu Thalib gugur, yang menggantikan posisinya sebagai komandan pasukan adalah Abdullah bin Rawahah."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kekuatan militer yang dikirimkan Rasulullah saw. ke Mu‘tah adalah pasukan khusus, sama sekali tidak melibatkan dan memobilisasi kaum Muslim di Madinah, seperti yang beliau biasa lakukan dalam peperangan lainnya. Prajurit-prajurit yang diberangkatkan adalah orang-orang yang bertakwa, berani, tangguh, dan taat kepada para komandannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pasukan kaum Muslim berjalan dan singgah di Mu’an, kawasan Syam. Di sana mereka mendapatkan informasi bahwa pasukan Hiraklius telah tiba di Ma’ab, kawasan Balqa’, dengan membawa serta 100.000 prajurit Romawi; selain  100.000 prajurit gabungan dari Lakhm, Judzam, al-Yaqin, Bahra, dan Baly. Pasukan kedua ini dipimpin salah seorang dari Baly dan dari Irasyah yang bernama Malik bin Zafilah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mendengar informasi tersebut kaum Muslim berkemah di Mu’an selama dua malam untuk merundingkan langkah-langkah selanjutnya. Sebagian di antara mereka berkata, "Kita kirim saja surat kepada Rasulullah saw. dan kita jelaskan jumlah musuh agar beliau mengirimkan bantuan, lalu memerintahkan kita pulang."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Namun, Abdullah bin Rawahah memberikan support kepada mereka seraya berkata, "Wahai kaum Muslim, demi Allah, sesuatu yang kalian takuti sebenarnya adalah perkara yang kalian cari selama ini, yaitu mati syahid. Kita tidak memerangi musuh atas dasar jumlah yang besar dan kekuatan yang besar, tetapi atas dasar agama Islam ini, yang dengan itu Allah memuliakan kita. Berangkatlah kalian, niscaya kalian akan mendapatkan salah satu dari dua kebaikan, kemenangan atau mati syahid."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kaum Muslim pun bereaksi dengan berkata, "Abdullah bin Rawahah berkata benar."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasukan yang dipimpin Zaid bin Haritsah lalu melanjutkan perjalanannya hingga tiba di perbatasan al-Balqa, di Desa Masyarif. Mereka bertemu dengan pasukan Romawi dan pasukan gabungan orang-orang Arab. Kedua belah pihak saling mendekat, tetapi kaum Muslim menggeser posisinya ke Desa Mu’tah. Di tempat itu kedua belah pihak bertemu. Kedua pasukan bertemu dan terjadilah pertempuran dahsyat; pasukan kaum Muslim yang berjumlah 3.000 prajurit melawan pasukan gabungan musuh yang berjumlah 200.000 prajurit. Zaid bin Haritsah bertempur sambil memegang bendera perang Rasulullah saw. sampai ia gugur terkena lemparan tombak musuh. Bendera diambil-alih oleh Ja‘far bin Abu Thalib. Peperangan pun semakin sengit Ja’far terus menyerang musuh hingga gugur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sesaat sebelum syahidnya Ja‘far bin Abu Thalib, ia memegang bendera perang dengan tangan kanannya, namun tangan kanannya putus terkena sabetan pedang musuh. Kemudian ia memegang bendera itu dengan tangan kirinya, namun sabetan pedang musuh memutuskan tangan kirinya. Lalu ia mendekap bendera perang dengan sisa kedua lengannya hingga ia pun gugur. Usianya saat itu baru 33 tahun. Allah Swt. memberinya ganjaran dalam bentuk dua buah sayap di surga dan ia dapat terbang kemana pun yang dikehendakinya. Ada yang mengatakan bahwa salah seorang prajurit Romawi berhasil membunuhnya dengan membelah dua badannya (dari atas ke bawah, pen.).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Begitu Ja‘far gugur, Abdullah bin Rawahah mengambil-alih bendera perang. Ia maju dengan mengendarai kudanya. Sejenak ia bimbang seraya berkata, "Wahai diriku, aku bersumpah, engkau harus terjun ke medan perang. Engkau harus terjun ke medan perang, atau aku yang akan memaksamu terjun….Wahai diriku, apabila engkau tidak terbunuh, maka engkau tetap akan mati. Itulah kendali kematian yang telah mengenaimu. Apa yang engkau idam-idamkan telah diberikan kepadamu. Apabila engkau menjalankan perbuatan dua orang (maksudnya Zaid bin Haritsah dan Ja‘far bin Abu Thalib), maka engkau memperoleh petunjuk."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Kemudian Abdullah bin Rawwahah terjun ke medan perang. Saat itu ia didatangi oleh saudara sepupunya yang membawa sekerat daging. Abdullah bin Rawahah mengambil daging tersebut lalu menggigitnya. Namun, ia tertegun mendengar teriakan perang dari kedua kubu. Lalu ia membuang daging itu, mengambil pedangnya, kemudian bertempur hingga gugur sebagai syahid.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah Abdullah bin Rawahah gugur, kaum Muslim kemudian mengangkat Khalid bin Walid sebagai komandan perang. Ia mengambil-alih bendera perang dan melanjutkan peperangan melawan musuh hingga menjelang malam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Malam harinya kaum Muslim berunding dengan Khalid bin Walid sampai ia memutuskan untuk menggunakan taktik guna menggentarkan pasukan musuh. Ibn Walid memerintahkan beberapa kelompok prajurit kaum Muslim pada pagi harinya agar berjalan dari arah kejauhan menuju medan perang dengan menarik pelepah-pelepah pohon sehingga dari kejauhan terlihat seperti pasukan bantuan yang datang dengan membuat debu-debu beterbangan. Pasukan musuh yang menyaksikan peristiwa tersebut mengira bahwa pasukan kaum Muslim benar-benar mendapatkan bala bantuan. Mereka berpikir, bahwa kemarin dengan 3.000 orang pasukan saja merasa kewalahan menghadapi pasukan kaum Muslim, apalagi jika datang pasukan bala bantuan. Karena itu, pasukan musuh akhirnya mengundurkan diri dari medan perang, kembali ke daerah perkotaan di Syam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mundurnya pasukan Romawi dari medan Mu’tah dan kembalinya mereka ke benteng-benteng di wilayah perkotaan menunjukkan bahwa target yang dicanangkan Rasulullah saw. berhasil dicapai. Kerajaan Romawi tidak lagi memandang sebelah mata kekuatan Daulah Islamiyah. Mereka amat paham, bahwa seruan untuk memeluk Islam, atau ajakan untuk bergabung dalam satu bendera Islam, adalah ajakan sungguh-sungguh, yang jika tidak mereka respon, berarti akan berhadapan dengan para mujahid Muslim, yang akan menghancurkan hambatan-hambatan masuknya Islam ke tanah Syam dan kekuasaan Romawi. Kesungguhan Nabi saw. dalam hal ini sudah ditunjukkan dengan pengiriman ekspedisi militer ke Mu’tah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[AF]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-2529698063972122236?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2529698063972122236'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2529698063972122236'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perang-mutah.html' title='PERANG MU’TAH'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-143527275845886742</id><published>2008-09-10T20:55:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T20:58:18.277-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERANG KHAIBAR</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sekembalinya dari Hudaibiyah, Rasulullah saw. tinggal di Madinah selama bulan Dzulhijjah dan sebagian bulan Muharram. Di akhir bulan Muharram beliau segera mempersiapkan langkah berikutnya yang telah beliau jadikan khiththah dalam politik luar negerinya, yaitu berangkat menuju Khaibar. Langkah sebelumnya telah berhasil dengan gemilang. Melalui Perjanjian Hudaibiyah, beliau mampu memecah koalisi politik dan militer (kafir Quraisy dan kaum Yahudi) sekaligus mengisolasi pengaruh politik Makkah dari kawasan Jazirah Arab. Rasulullah saw. merasa aman dari ancaman yang berasal dari Selatan (kota Makkah). Tinggal menuntaskan ancaman dari wilayah Utara (yaitu Khaibar) dengan menyerang mereka secara tiba-tiba dan tak terduga.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekembalinya dari Hudaibiyah, Rasulullah saw. tinggal di Madinah selama bulan Dzulhijjah dan sebagian bulan Muharram. Di akhir bulan Muharram beliau segera mempersiapkan langkah berikutnya yang telah beliau jadikan khiththah dalam politik luar negerinya, yaitu berangkat menuju Khaibar. Langkah sebelumnya telah berhasil dengan gemilang. Melalui Perjanjian Hudaibiyah, beliau mampu memecah koalisi politik dan militer (kafir Quraisy dan kaum Yahudi) sekaligus mengisolasi pengaruh politik Makkah dari kawasan Jazirah Arab. Rasulullah saw. merasa aman dari ancaman yang berasal dari Selatan (kota Makkah). Tinggal menuntaskan ancaman dari wilayah Utara (yaitu Khaibar) dengan menyerang mereka secara tiba-tiba dan tak terduga.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menunjuk Numailah bin Abdullah al-Laitsi sebagai imam sementara di Madinah selama kepergiannya ke Khaibar dan menyerahkan bendera perang yang berwarna putih (liwa) kepada Ali bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. dan pasukannya menempuh perjalanannya dengan sangat cepat untuk memberi kesan serangan dadakan. Kaum Muslim tiba di Khaibar malam hari. Pagi harinya para pekerja di Khaibar yang biasa berangkat pagi-pagi untuk bekerja dengan membawa sekop dan keranjang tidak menyangka bahwa di depan benteng-benteng mereka telah berkemah pasukan kaum Muslim. Tatkala mereka menyaksikan Rasulullah saw. dan pasukannya, mereka terkejut seraya berteriak, "Muhammad bersama pasukannya!" Mereka lari terbirit-birit. Rasulullah saw. bersabda, "Allâhu akbar, hancurlah Khaibar. Apabila kita tiba di pekarangan suatu kaum, sungguh amat buruk pagi hari kaum yang telah diperingatkan."&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menguasai kebun-kebun Khaibar sedikit demi sedikit, satu demi satu. Benteng penduduk Khaibar yang pertama kali beliau taklukkan adalah Benteng Na’im, lalu Benteng al-Qamush, dan kemudian Benteng Bani Abu al-Huqaiq. Dari mereka, Rasulullah saw. memperoleh banyak tawanan wanita, di antaranya Shafiyah binti Huyay bin Akhthab, istri Kinanah bin ar-Rabi’ bin Abu al-Huqaiq. Shafiyah inilah yang kemudian diperistri beliau.&lt;br /&gt;Setelah berhasil menaklukkan benteng-benteng Khaibar dan perkebunannya, Rasulullah saw. meneruskan perjalanannya hingga tiba di dua benteng lainnya, yaitu al-Wathih dan as-Sulalim. Kedua benteng Khaibar inilah yang ditaklukkan paling akhir.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mengepung penduduk Khaibar di kedua benteng mereka, yaitu al-Wathih dan as-Sulalim. Tatkala mereka yakin akan kalah, mereka meminta beliau untuk mengasingkan (mengusir mereka) ke suatu tempat dan tidak perlu membunuh mereka, sebagaimana yang dilakukan terhadap Bani Qainuqa dan Bani Nadhir di Madinah. Beliau menerima permintaan mereka. Saat itu beliau sudah menguasai semua kebun penduduk Khaibar, as-Syiqq, Nathah, dan al-Katibah. Beliau juga telah menguasai benteng lainnya, kecuali benteng al-Wathih dan as-Sulalim.&lt;br /&gt;Akhirnya, Rasulullah saw. berdamai dengan mereka. Hasil perjanjian tersebut dianggap menguntungkan kedua belah pihak. Orang-orang Yahudi Khaibar dibiarkan tinggal di sana, dengan syarat, hasil kebun mereka dibagi dua dengan beliau, dan jika beliau ingin mengusir mereka maka beliau berhak melakukannya kapan saja. Rasulullah saw. juga melakukan perjanjian seperti itu dengan penduduk Fadak. Dengan demikian. Khaibar termasuk fa’i bagi kaum Muslim, sedangkan Fadak khusus milik Rasulullah saw. karena tidak ditaklukkan melalui pasukan berkuda maupun pejalan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian Khaibar&lt;br /&gt;Harta kekayaan Khaibar yang dibagi-bagi adalah asy-Syiqq, Nathah, dan al-Katibah. Asy-Syiqq dan Nathah dibagikan kepada kaum Muslim karena memang bagian mereka. Untuk al-Katibah, seperlimanya untuk Allah, Rasulullah saw., sanak kerabat beliau, anak-anak yatim, orang-orang miskin, makanan untuk istri-istri beliau, dan makanan untuk orang yang menjadi penghubung beliau dengan penduduk Fadak yang membawa perdamaian. Di antara mereka adalah Muhaiyyishah bin Mas‘ud, saat itu diberi 30 wasq gandum dan 30 wasq kurma. Khaibar dibagi-bagikan kepada para sahabat yang turut hadir dalam peristiwa Perjanjian Hudaibiyah, yang turut serta dalam Perang Khaibar, dan yang tidak turut hadir, yaitu Jabir bin Abdullah bin Amr bin Haram. Rasulullah saw. memberikan kepadanya bagian sebagaimana orang yang turut serta dalam Perang Khaibar.&lt;br /&gt;Lembah Khaibar mencakup as-Surair dan Khas. Kedua lembah itu diberikan Rasulullah saw. kepada Jabir bin Abdullah. Nathah dan Syiqq memiliki 15 bagian. Nathah dibagi-bagi lagi menjadi lima bagian dan asy-Syiqq tiga belas bagian; lalu dibagi menjadi 1.800 bagian. Sebab, jumlah bagian para sahabat terhadap harta kekayaan Khaibar adalah 1.800 bagian. Pasukan pejalan kaki berjumlah 1.400 orang dan pasukan berkuda berjumlah 200 orang. Setiap kuda memperoleh dua bagian dan penunggangnya satu bagian. Setiap bagian memiliki seorang koordinator yang membawahi 100 orang, sehingga jumlah total bagian tersebut adalah 18 buah.&lt;br /&gt;Rasulullah saw. membagi al-Katibah, yaitu lembah Khas, kepada sanak keluarganya dan beberapa lelaki dan wanita kaum Muslim. Beliau memberi Fathimah 200 wasq, Ali bin Abi Thalib 100 wasq, Usamah bin Zaid 200 wasq biji-bijian, Aisyah Ummul Mukminin 200 wasq, Abu Bakar bin Abu Quhafah 100 wasq,  Aqil bin Abu Thalib 140 wasq, anak-anaknya Ja‘far 50 wasq, Rabi‘ah bin al-Harits 100 wasq, ash-Shalth bin Makhramah dan dua orang anaknya 100 wasq, 40 wasq di antaranya untuk ash-Shalth, Qais bin Makhramah 30 wasq, Abu al-Qasim bin Makhramah 40 wasq, anak-anak perempuan Ubaidah bin al-Harits dan anak perempuan al-Hushain bin al-Harits 100 wasq, anak-anak Ubaid bin Abdu Yazid 60 wasq, anak Aus bin Makhramah 30 wasq, Misthah bin Atsatsah dan anak Ilyas 50 wasq, Ummu Rumaitsah 40 wasq, Nu’aim bin Hindun 30 wasq, Buhainah binti al-Harits 30 wasq, Uzair bin Abdu Yazid 30 wasq,  Ummu al-Hakam binti az-Zubair bin al-Muthalib 30 wasq, Jumanah binti Abu Thalib 30 wasq, Ummu al-Arqam 50 wasq, Abdurrahman bin Abu Bakar 40 wasq, Hamnah binti Jahsy 30 wasq, Ummu az-Zubair 40 wasq, Dzuba’ah binti az-Zubair 40 wasq, anak Abu Khunais 30 wasq, Ummu Thalib 40 wasq, Abu Bashrah 20 wasq, Numailah al-Kalbi 50 wasq, Abdullah bin Wahb dan kedua anaknya 90 wasq, kedua anaknya memperoleh 40 wasq dari bagian tersebut, Ummu Habib binti Jahsy 30 wasq, Malku bin Abdah 30 wasq, dan istri-istri beliau 700 wasq.&lt;br /&gt;Demikianlah, batu-batu besar yang selama ini menghambat perjalanan dakwah kaum Muslim di daerah Jazirah Arab seluruhnya runtuh, dan jalan untuk menaklukkan seluruh kawasan Hijaz dan Nejd sudah di pelupuk mata.&lt;br /&gt;Sejak ditaklukkannya daerah Khaibar, Fadak, Wadi al-Qurra, dan sekitarnya, khtiththah politik luar negeri Rasulullah saw. memiliki corak yang berbeda dengan  sebelumnya. Sebab, sejak itu beliau mulai berhadap-hadapan secara langsung dengan negara-negara dan kekuatan adidaya saat itu, yaitu Romawi (Byzantium) dan Persia. [AF]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-143527275845886742?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/143527275845886742'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/143527275845886742'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perang-khaibar.html' title='PERANG KHAIBAR'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1179281904722961649</id><published>2008-09-10T20:52:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T20:55:10.554-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PERANG BADAR AL-KUBRA</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Selama hampir dua tahun setelah hijrah Rasulullah saw. ke Madinah, beliau telah mengirimkan beberapa sariyah (ekspedisi militer tanpa kesertaan Rasul) dan ghazwah. Hingga saat itu, seluruh manuver militer tersebut belum menghadapi perang terbuka secara besar-besaran melawan pihak kafir Quraisy, sampai akhirnya terjadi peristiwa Perang Badar al-Kubra.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebab Peristiwa Badar ini adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb kembali dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut hasil perniagaan yang sangat banyak milik orang-orang Quraisy. Kafilah dagang Abu Sufyan terdiri dari 30 atau 40 orang Quraisy. Sama dengan strategi yang dijalankan dalam ekspedisi militer sebelumnya, saat ini pun Rasul saw. bermaksud untuk mencegat kafilah dagang Quraisy itu. Beliau mengajak kaum Muslim keluar.&lt;br /&gt;Kaum Muslim menyambut ajakan Rasulullah saw. Rasulullah saw. keluar dari Madinah bersama sahabat-sahabatnya setelah bulan Ramadhan berjalan beberapa malam. Beliau keluar dari Madinah pada hari Senin, tanggal 8 Ramadhan.&lt;br /&gt; Di dalam perjalanannya, Rasulullah saw. memperoleh informasi mengenai keberangkatan orang-orang Quraisy untuk melindungi unta-unta dan harta perniagaan mereka. Itu dilakukan setelah Abu Sufyan mengirimkan kurir untuk mengabarkan keadaannya kepada penduduk Makkah. Rasulullah saw. meminta pendapat dari para sahabatnya. Abu Bakar berdiri dan berkata (menyampaikan pendapatnya) dengan baik. Umar bin Khaththab juga berdiri dan berkata (menyampaikan pendapatnya) dengan baik. Miqdad bin Amr berdiri dan berkata, "Wahai Rasulullah, teruslah berjalan seperti yang diperlihatkan Allah kepadamu, karena sesungguhnya kami turut serta bersamamu. Demi Allah, kami tidak akan berkata kepadamu sebagaimana yang dikatakan Bani Israel kepada Musa, 'Pergilah engkau dan Tuhanmu, berperanglah, sesungguhnya kami duduk-duduk (saja) di sini (QS al-Maidah [5]: 24). Namun, (kami akan berkata), 'Pergilah engkau dan Tuhanmu berperang. Sesungguhnya kami turut serta berperang bersamamu dan bersama Allah.'"&lt;br /&gt;Rasulullah saw. mendoakan Miqdad bin Amr.  Rasulullah saw. gembira dengan ucapan para sahabatnya dan memperoleh semangat. Beliau bersabda, "Berangkatlah kalian dan bergembiralah, karena Allah telah menjanjikan dua kelompok kepadaku. Demi Allah, sepertinya aku tengah melihat tempat kematian kaum tersebut (orang-orang Quraisy)."&lt;br /&gt;Tatkala Rasulullah saw. memerintahkan pasukannya untuk berhenti dan hendak membuat markas di suatu tempat dekat mata air Badar, Hubab bin Mundzir bin Jamuh bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah (pemilihan) tempat ini termasuk tempat yang ditentukan Allah dan kita tidak boleh memajukannya atau pun mengakhirkannya? Ataukah (penentuan) tempat ini termasuk pendapat, (strategi) perang, dan tipudaya?"&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab, "(Penetapan) tempat ini termasuk pendapat, (strategi) perang, dan tipudaya."&lt;br /&gt;Hubab bin Mundzir berkata lagi, "Wahai Rasulullah, (kalau begitu) ini bukanlah tempat yang tepat. Pergilah bersama para sahabat hingga tiba di mata air yang paling dekat dengan orang-orang Quraisy. Kita berhenti di sana, lalu kita menutup dan menimbunnya. Kemudian kita membangun kolam, memenuhi kolam tersebut dengan air. Kita berperang melawan orang-orang Quraisy dalam kondisi kita bisa minum, sementara mereka tidak bisa minum."&lt;br /&gt;Rasulullah saw. menjawab, "Sungguh engkau memberi pendapat yang tepat."&lt;br /&gt;Lalu Rasulullah saw. dan para sahabatnya berjalan lagi. Sesampainya di mataair Badar beliau berhenti. Beliau memerintahkan pengaliran mataair, dan membangun kolam dekat dengan mataair tersebut, mengisinya dengan air, dan para sahabat melemparkan tempat-tempat airnya ke kolam tersebut.&lt;br /&gt; Dengan demikian, Rasulullah saw. dan pasukannya terlebih dulu sampai di Badar, dan memanfaatkannya dengan membangun markas, mengatur strategi perang—jika perang terjadi di tempat itu,  dan mengatur posisi pasukannya hingga pasukan musuh datang.&lt;br /&gt;Orang-orang Quraisy tiba keesokan harinya di tempat itu. Tatkala Rasulullah saw. melihat mereka tengah menuruni bukit pasir, beliau bersabda, "Ya Allah, inilah orang-orang Quraisy datang dengan pongah dan kesombongannya memusuhi-Mu, mendustakan Rasul-Mu. Ya Allah, berikanlah pertolongan-Mu yang telah Engkau janjikan kepadaku. Ya Allah, binasakanlah mereka pagi ini."&lt;br /&gt;Perang Badar akhirnya pecah pada hari Jumat, pagi hari tanggal 17 Ramadhan. Rasulullah saw. memohon kepada Allah Swt., meminta pertolongan yang dijanjikan kepadanya. Dalam doanya Rasulullah saw. berkata, "Ya Allah, apabila Engkau membinasakan kelompok ini (yakni para sahabat) pada hari ini, maka Engkau tidak akan disembah."&lt;br /&gt;Setelah didahului oleh perang tanding di antara kedua belah pasukan, perang pun pecah. Setelah perang usai dan rombongan besar pasukan musuh tercerai-berai melarikan diri ke kota Makkah, mayat-mayat orang musyrik yang terserak di medan Perang Badar dilemparkan oleh kaum Muslim ke dalam sumur.&lt;br /&gt;Jumlah keseluruhan kaum Muslim, baik dari kaum Muhajirin maupun kaum Anshar yang hadir di dalam Perang Badar, yang memperoleh bagian ghanîmah dan pahala jihad adalah 314 orang. Rinciannya, dari kaum Muhajirin sebanyak 83 orang; dari kaum Anshar (al-Aus) sebanyak 61 orang; dan dari kaum Anshar (al-Khazraj) sebanyak 170 orang.&lt;br /&gt; Jumlah syuhada Perang Badar dari kaum Muhajirin sebanyak 6 orang; syuhada Perang Badar dari kaum Anshar sebanyak 8 orang; jumlah keseluruhan korban dari pihak Quraisy di perang Badar adalah 70 orang; jumlah orang-orang Quraisy yang tertawan juga 70 orang. Tawanan Perang Badar yang harus ditebus oleh orang-orang musyrik saat itu adalah 4.000 sampai 1.000 dirham untuk setiap orang tawanan, kecuali tawanan yang tidak memiliki apa-apa, maka Rasulullah saw. membebaskannya tanpa uang tebusan.&lt;br /&gt;Atas pertolongan Allah Swt., kaum Muslim memperoleh kemenangan gemilang, dan wajah-wajah kaum kafir tersungkur tertimpa kehinaan. Sejak itu, posisi Negara Islam di Madinah semakin kuat dan berwibawa di depan seluruh kabilah di Jazirah Arab.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[AF]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1179281904722961649?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1179281904722961649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1179281904722961649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/perang-badar-al-kubra.html' title='PERANG BADAR AL-KUBRA'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-660230879935615327</id><published>2008-09-10T20:50:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T21:12:20.244-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PELAJARAN DARI PERANG UHUD (Bagian 2)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw. meninggalkan Madinah menuju Uhud pada hari Sabtu, 7 Syawal, 32 bulan setelah beliau berhijrah . Dalam Perang Uhud, pada awalnya pasukan kaum Muslim berhasil mendesak pasukan Quraisy hingga sebagian barisan mereka mundur. Namun, pasukan pemanah melanggar perintah Rasulullah saw. untuk tetap berada pada posisi mereka.&lt;br /&gt;Kejadian itu dituturkan oleh salah seorang sahabat. Yahya bin Abbad bin Abdullah bin az-Zubair berkata kepadaku, dari ayahnya, Abbad, dari Abdullah bin az-Zubair, dari Zubair:&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Demi Allah, aku melihat gelang kaki Hindun binti Utbah dan kawan-kawannya yang tercecer tidak diambil. Tiba-tiba saja pasukan pemanah keluar menuju perkemahan (kaum Quraisy) tatkala kita berhasil memporakporandakan pertahanan musuh. Mereka (pasukan panah) membiarkan punggung kita menghadap pasukan berkuda musuh. Akhirnya, kita disambut oleh pasukan berkuda musuh dari belakang kita. Lalu seorang penyeru pasukan Quraisy berkata, "Sesungguhnya Muhammad telah terbunuh." Kita pun mengalami kekalahan. Musuh telah mengalahkan kita setelah sebelumnya kita berhasil mengalahkan para pemegang bendera mereka sampai seseorang dari kita mendekat ke arah musuh.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Akhirnya, pertahanan kaum Muslim porak-poranda, dan mereka diserang oleh musuh-musuhnya. Karena pertahanan kaum Muslim terbuka, musuh berhasil masuk menuju tempat Rasulullah saw., kemudian melempari beliau dengan batu hingga beliau terjatuh. Batu mengenai gigi beliau, yaitu antara gigi depan dan gigi taring; melukai wajah dan bibir beliau hingga mengucurkan darah. Orang yang melempar beliau dengan batu adalah Utbah bin Abi Waqash.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rumor mengenai telah terbunuhnya Rasulullah saw. menggema di medan Uhud. Beberapa pasukan Muslim bahkan terpengaruh. Qasim bin Abdurrahman bin Rafi’, saudara Bani Abi bin an-Najjar, berkata bahwa Anas bin an-Nadhr, paman Aus bin Malik, tiba di tempat Umar bin al-Khaththab dan Thalhah bin Ubaidillah, bersama beberapa dari kaum Muhajirin dan Anshar yang tengah berhenti bertempur. Anas bin an-Nadhr berkata, "Mengapa kalian duduk-duduk?"&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Mereka menjawab, "Rasulullah saw. telah terbunuh."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Anas bin an-Nadhr berkata, "Jika memang begitu, apa yang akan kita lakukan dalam kehidupan ini sepeninggal beliau? Berjuanglah kalian (sampai mati) sebagaimana gugurnya Rasulullah saw."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Usai berkata demikian, Anas bin an-Nadhr maju ke tengah-tengah musuh dan bertempur habis-habisan hingga ia gugur. Anas bin Malik diberi nama Anas karena meniru nama Anas bin an-Nadhr, pamannya. Humaid ath-Thawil menuturkan bahwa Anas bin Malik berkata, "Saat itu, aku menemukan 70 luka (tebasan) pada tubuh Anas bin an-Nadhr, dan tidak ada yang mengenalinya selain saudara perempuannya yang mengenalinya melalui jari-jarinya."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Beberapa saat kemudian, rumor bahwa Rasulullah saw. telah terbunuh hanyalah prasangka dan kebohongan. Tatkala kaum Muslim mengetahui Rasulullah saw. masih hidup, mereka pun bangkit menyongsong beliau. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Rasulullah saw. berjalan menuju Gunung Uhud bersama beberapa sahabatnya. Tiba-tiba pasukan berkuda Quraisy mendaki gunung itu. Rasulullah saw. bersabda, "Ya Allah, tidak pantas mereka berada di atas kami."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian Umar bin al-Khaththab bersama beberapa orang dari kaum Muslim melawan mereka dan berhasil membuat mereka turun kembali dari gunung.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Peperangan mereda. Pihak Quraisy menarik diri dari medan perang dengan perasaan menang. Sementara itu, pasukan kaum Muslim terpukul menyaksikan korban dari pihak mereka. Sebagian korban yang gugur, seperti Hamzah, kondisi jenazahnya amat mengenaskan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;font-size:130%;" class="fullpost" &gt;Pelajaran dari Perang Uhud&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pelajaran paling berharga dari Perang Uhud adalah adanya kesalahan fatal yang dilakukan pasukan pemanah yang melanggar perintah komandan militer. Komandan mereka, Abdullah bin Zubair, telah mengingatkan mereka akan instruksi Rasulullah saw. yang harus dipatuhi, yaitu jangan sekali-kali meninggalkan posisi mereka. Akan tetapi, peringatan itu tidak mereka hiraukan, bahkan mereka meninggalkan celah yang seharusnya mereka jaga. Inilah kesalahan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Pasukan kaveleri Qurays yang dipimpin Khalid bin Walid (sebelum masuk Islam) tidak menytia-nyiakan kesempatan ini. Mereka berputar mengelilingi bukit untuk menerobos  dari belakang melalui celah yang ditinggalkan itu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Akibat serangan itu, pasukan Islam menjadi kocar-kacir; banyak di antara mereka yang terbunuh dan melarikan diri; banyak juga yang terluka, termasuk Rasulullah saw. Beliau terluka cukup serius akibat kepungan pasukan kafir yang berhasil menerobos sampai ke hadapan beliau. Mereka lalu menyerang  beliau sampai gigi geraham beliau patah. Mereka juga berhasil membunuh Mush’ab bin Umair – pemegang bendera (raya’) perang --- di hadapan Rasulullah saw. Rasul pun segera memberikan bendera itu kepada Ali bin Abi Thalib. (lihat Sirah Rasul).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Sekalipun demikian, Rasulullah saw sebagai panglima perang yang jenius dalam memimpin perang, mampu menerobos dan memecahkan kepungan itu sehingga pasukan Qurays yang sudah di atas angin tidak mampu menyelsaikan perang dengan tuntas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt; Dalam perhitungan militer, gugurnya 70 orang syuhada (10% dari 700 personel) tidak menjatuhkan kekuatan kaum Muslim. Fakta sejarah menunjukkan bahwa sekalipun ada opini kalah dalam Perang Uhud, tentara kaum Muslim tetap siaga dalam menjaga negara dan membela agama mereka. [FA]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-660230879935615327?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/660230879935615327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/660230879935615327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/pelajaran-dari-perang-uhud-bagian-2.html' title='PELAJARAN DARI PERANG UHUD (Bagian 2)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-5748572049610694049</id><published>2008-09-10T20:44:00.000-07:00</published><updated>2008-09-10T20:46:49.678-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sahabat'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Sejarah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>PELAJARAN DARI PERANG UHUD (Bagian 1)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setelah orang-orang kafir Quraisy menderita kekalahan dalam Perang Badar, tokoh-tokoh mereka yang masih hidup kembali ke kota Makkah. Abu Sufyan bin Harb tiba di Makkah beserta kafilah dagangnya. Sementara itu, Abdullah bin Abu Rabi‘ah, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Shafwan bin Umayyah berjalan bersama-sama dengan orang-orang Quraisy yang kehilangan ayah, anak, dan saudara dalam Perang Badar. Mereka menjumpai Abu Sufyan bin Harb, lalu berkata kepadanya maupun kepada para pedagang Quraisy yang turut bersamanya, “Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membunuh orang-orang terbaik kalian dan membinasakan orang-orang pilihan kalian. Oleh karena itu, bantulah kami dengan kekayaan kalian untuk memeranginya. Mudah-mudahan kami bisa membalaskan dendam atas kematian orang-orang kita.”&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah orang-orang kafir Quraisy menderita kekalahan dalam Perang Badar, tokoh-tokoh mereka yang masih hidup kembali ke kota Makkah. Abu Sufyan bin Harb tiba di Makkah beserta kafilah dagangnya. Sementara itu, Abdullah bin Abu Rabi‘ah, Ikrimah bin Abu Jahal, dan Shafwan bin Umayyah berjalan bersama-sama dengan orang-orang Quraisy yang kehilangan ayah, anak, dan saudara dalam Perang Badar. Mereka menjumpai Abu Sufyan bin Harb, lalu berkata kepadanya maupun kepada para pedagang Quraisy yang turut bersamanya, “Hai orang-orang Quraisy, sesungguhnya Muhammad telah membunuh orang-orang terbaik kalian dan membinasakan orang-orang pilihan kalian. Oleh karena itu, bantulah kami dengan kekayaan kalian untuk memeranginya. Mudah-mudahan kami bisa membalaskan dendam atas kematian orang-orang kita.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abu Sufyan dan para pedagang Quraisy menerima permintaan Abdullah bin Abu Rabi‘ah dan kawan-kawannya. Berita tentang telah berkumpul dan bersiap-siapnya orang-orang Quraisy untuk memerangi kaum Muslim sampai pada hari Jumat, sebelum orang-orang Quraisy itu bergerak ke luar Makkah. Informasi tersebut diperoleh Rasulullah saw. melalui keberadaan Abbas bin Abdul Muthalib, pamannya yang masih tinggal di kota Makkah. Ia bertindak sebagai informan bagi Rasulullah saw.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Menghadapi situasi semacam itu, Rasulullah saw. bermusyawarah dengan para sahabatnya, apakah pertempuran menghadapi orang-orang Quraisy akan dihadapi di luar kota Madinah atau bertahan di dalam kota Madinah. Rasulullah saw. bersabda kepada para sahabat, “Jika kalian menghendaki, kalian bisa tetap (bertahan) di Madinah dan membiarkan mereka di tempat mereka singgah. Jika mereka tetap berada di tempat tersebut, tempat itu menjadi tempat yang paling buruk. Jika mereka datang kepada kita maka kita akan memerangi mereka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Abdullah bin Ubay bin Salul memiliki pendapat yang sama dengan Rasulullah saw., yaitu tidak perlu (berperang) keluar dari kota Madinah menyongsong orang-orang Quraisy. Namun, beberapa orang dari kaum Muslim yang dimuliakan Allah untuk gugur sebagai syuhada di Perang Uhud dan peperangan lainnya, yang tidak turut serta di dalam Perang Badar, berkata, “Wahai Rasulullah, keluarlah bersama kita menyongsong musuh agar mereka tidak melihat kita sebagai orang-orang pengecut yang tidak memiliki nyali menghadapi mereka.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Para sahabat yang menghendaki pertempuran dengan menyongsong keluar menghadapi orang-orang Quraisy tetap berada di tempat Rasulullah saw. Beliau masuk ke rumahnya lalu mengenakan baju besinya. Saat itu hari Jumat dan kejadiannya adalah setelah usai shalat. Beliau lalu menjumpai para sahabatnya. Mereka merasa menyesal atas perilaku mereka sebelumnya yang memaksa berperang keluar kota Madinah. Karena itu, tatkala Rasulullah saw. bertemu dengan para sahabat, mereka berkata, “Wahai Rasulullah, kami telah memaksamu keluar dan hal itu tidak pantas kami lakukan. Jika engkau kehendaki, silakan (peperangan) tidak dilakukan keluar dari Madinah. Mudah-mudahan Allah memberi shalawat kepadamu.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw bersabda, &lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;“Jika Nabi telah mengenakan baju besi, maka ia tidak pantas untuk menanggalkannya, melainkan ia harus berperang (keluar).”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Kemudian Rasulullah saw. berangkat disertai 1.000 orang prajurit. Rasulullah saw. menunjuk Ibnu Ummi Maktum menjadi imam sementara kaum Muslim di Madinah selama kepergiannya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. bersama para sahabatnya tiba di asy-Syauth, yang terletak antara Madinah dan Uhud. Abdullah bin Ubay bin Salul beserta sepertiga pasukannya tiba-tiba memisahkan diri dari Rasulullah saw. Abdullah bin Ubay bin Salul berkata, “Ia (yakni Rasulullah saw.) menuruti pendapat para sahabatnya dan tidak mengikuti pendapatku. Wahai manusia, untuk apa kita membunuh diri kita sendiri di tempat seperti ini?”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Setelah itu, Abdullah bin Ubay bin Salul pulang kembali ke Madinah bersama para pengikutnya, yaitu orang-orang munafik dan orang-orang yang dihinggapi keragu-raguan. Ketika Abdullah bin Ubay bin Salul dan pengikutnya bersikukuh pulang ke Madinah, Abdullah bin Amr bin Haram berkata, “Wahai musuh-musuh Allah, mudah-mudahan Allah menjauhkan kalian, dan Dia akan membuat Nabi-Nya tidak memerlukan kalian.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasulullah saw. meneruskan perjalanannya dan singgah di jalan menuju Gunung Uhud, tepatnya di lembah yang berdekatan dengan Gunung Uhud, dan menghadapkan pasukannya ke Uhud. Beliau berkata, “Janganlah salah seorang dari kalian berperang sampai aku memerintahkannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span class="fullpost"  style="font-size:130%;"&gt;Beberapa Pelajaran&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;1. Dalam peristiwa Perang Uhud ini Rasulullah saw. menampakkan kebesarannya sebagai seorang pemimpin dan komandan perang, yaitu sikap beliau untuk mengambil suara terbanyak (mayoritas) dalam hal pelaksanaan praktis hukum Islam, tanpa mengubah legislasi dan kepastian hukum, betapapun pendapat mayoritas itu berbeda dengan pendapat yang diambil oleh beliau.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebagaimana kita ketahui, jihad fi sabilillah adalah wajib dan bersifat pasti. Yang beliau terapkan adalah menyangkut uslûb (cara) menghadapi musuh yang kafir; apakah pasukan Muslim akan menghadapi pasukan kafir dengan bertahan di dalam kota Madinah ataukah menyongsong musuh di luar kota Madinah? Keduanya tidak mengubah maupun membatalkan hukum jihad fi sabilillah yang bersifat fixed. Karena itu, kaum Muslim tetap menjalankan hukum jihad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Fenomena tersebut mengajarkan kepada kita satu hal—dalam topik syûrâ dan masyûrah—bahwa yang menyangkut kajian, pembahasan, atau dialog yang berujung pada pengambilan keputusan, jika topik tersebut menyangkut uslûb (cara) pelaksanaan hukum Islam yang telah pasti—dan bukan menyangkut hukum atas perkara tersebut, apakah akan dilaksanakan atau tidak—maka pengambilan keputusan ada di tangan mayoritas.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;2. Pengkhianatan Abdullah bin Ubay bin Salul, yang menarik diri kembali ke kota Madinah beserta 300 orang pengikutnya, dengan alasan menolak pendapat mayoritas kaum Muslim (yang menghendaki menyongsong musuh ke luar kota Madinah), merupakan dalih yang dibuat-buat. Alasan yang sebenarnya hanyalah keengganan melaksanakan jihad fi sabilillah. Seandainya mereka turut&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;[AF]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-5748572049610694049?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5748572049610694049'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/5748572049610694049'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/pelajaran-dari-perang-uhud-bagian-1.html' title='PELAJARAN DARI PERANG UHUD (Bagian 1)'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1343520637084895015</id><published>2008-09-04T23:07:00.000-07:00</published><updated>2008-09-04T23:14:55.742-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aksi FKMKI'/><title type='text'>Selamat dan Sukses</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-weight: bold;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: times new roman;"&gt;Segenap Pengurus &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;FKMKI Unhas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengucapkan&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Barakallahu Fii Kum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Kepada&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Wisudawan &amp;amp; Wisudawati Unhas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Pada Acara Wisuda ke-3 di Baruga A.P Pettarani Unhas tanggal 4 September 2008&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi Agama, Nusa Bangsa dan Negara.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-1343520637084895015?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1343520637084895015'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/1343520637084895015'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/09/selamat-dan-sukses.html' title='Selamat dan Sukses'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-2666075270353961382</id><published>2008-08-30T02:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T02:44:29.845-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Akhwat FKMKI'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Thinking'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tafakur'/><title type='text'>Marhaban ya Ramadhan</title><content type='html'>Bagi setiap orang utamanya bagi setiap manusia muslim bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang tidak asing lagi. Sebab bulan ini setiap tahunnya dilalui, setiap tahunnya ribuan bahkan jutaan umat islam melaksanakan ibadah puasa, sebab dalam bulan ini ladang amal terbuka lebar, ladang meraih pahala sebanyak-banyaknya begitu luas. Karena bulan ini, didalamnya terdapat satu malam yang disetarakan oleh Allah dengan seribu bulan. Makanya dalam tiap ibadah di bulan mendapatkan pahala dan keutamaan yang berlipat ganda disisi Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Tapi, dibalik itu semua ada sebuah fenomena unik yang kemudian menjadi tren yang sudah sangat luas dikalangan masyarakat. Kalau kita mengamati lebih jauh, maka ketika kita berjalan-jalan ke mal-mal atau tempat - tempat umum yang secara umum bisa kita sebut sarana-sarana lain yang mengelola produk barang dan jasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebulan sebelum masuknya bulan ramadhan, maka di mal - mal dan tempat-tempat perbelanjaan lainnya sudah sangat sibuk untuk mempersiapkan diri dalam rangka menyambut bulan tersebut. semua ruangan, setiap sudut di mal dihiasi dengan segala macam bentuk asesoris yang mampu menciptakan bahwa suasana Ramadhan benar-benar dirasakan di tempat tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini memang tidak salah, bahkan bisa dikatakan baik. Tapi yang menjadi pertanyaan kita selanjutnya adalah apakah muslim yang ada telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk memasuki bulan tersebut, Jangan sampai mal-mal tersebut lebih siap untuk memasuki bulan ramadahan dibandingkan dengan kita sebagai muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Silahkan kita evaluasi diri kita...... Marhaban yaa Ramadhan......Selamat melaksanakan ibadah puasa kepada seluruh Civitas Unhas......Raihlah keutamaan-keutamaan dibulan ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;0leh ; Arif A. M. Dullah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5781598992219254312-2666075270353961382?l=fkmki.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2666075270353961382'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5781598992219254312/posts/default/2666075270353961382'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://fkmki.blogspot.com/2008/08/marhaban-ya-ramadhan.html' title='Marhaban ya Ramadhan'/><author><name>FKMKI Unhas</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='33' height='30' src='http://bp2.blogger.com/_J1YXOtWAa9w/R90h52k0lcI/AAAAAAAAAAs/iiYXAUuepw0/S220/fkmki_unhas.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5781598992219254312.post-1390088232671681700</id><published>2008-08-30T02:40:00.001-07:00</published><updated>2008-08-30T02:45:29.370-07:00</upda
