Social Icons

Pages

Tampilkan postingan dengan label Aksi FKMKI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aksi FKMKI. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Oktober 2009

Utamakan Dawah, Dahulukan Kuliah, Berprestasi!!

Bagi kalangan aktivis dakwah LDK FKMKI UNHAS (Lembaga Dakwah Kampus Forum Komunikasi Mushallah dan Kerohanian Islam Universitas Hasanuddin) rangkaian kata-kata di atas bukanlah hal asing lagi. Yup, sangat jelas termaktub dalam AD/ART FKMKI yang menyebutkannya sebagai slogan organisasi ini. Namun yakin bagiku, masih banyak dari teman sekalian yang masih belum faham maksud dan nilai-nilai yang tersirat dari konstelasi kata-kata di atas ini.

Insan tarbiyah pasti telah paham atau paling tidak pernah mengkaji salah satu pemahaman dasar kita dalam mengkaji Islam. Bahwa islam itu adalah agama yang syumul (menyeluruh). Bahwa ternyata untuk memahami Islam kita tidak boleh melihatanya secara parsial (sebagian saja), tapi dari sisi dimana Islam itu mencakup segala sisi dinamika kehidupan. Bahwa Islam itu adalah ajaran tauhid, menyucikan hati, kelompok pemikir, grup olahraga, pasukan militer, berpolitik, kesenian dll. Dan menurut penulis, untuk memahami Islam secara benar kita harus memakai cara pandang bahwa Islam adalah agama yang menyeluruh dan universal. Semua aspek-aspek kehidupan itu terintegral dalam ajaran Islam. Sehingga jika ada seseorang memahami Islam secara setengah-setengah saja, bisa dipastikan dia akan menyimpang dari pemahaman yang benar tentang agama Allah ini. Contohnya, jika hanya berpikir bahwa islam itu hanya sholat dan ngaji saja, maka kehidupannya hanya untuk dirinya sendiri dan tidak akan bermanfaat bagi orang banyak. Bahkan akan timbul fanitisme pada pemikirannya sendiri dan begitu mudah mengkafirkan muslim yang lain. Naudzubillah..

Kita juga harus paham, dalam memperjuangkan dakwah Islam, tak boleh terfokus hanya pada satu sisi kehidupan saja. Jangan hanya fokus pada usaha-usaha pada penegakkan pemerintahan Islam saja, atau hanya pada tarbiyah saja, atau malah hanya politik saja. Karena Islam yang berat sebelah (tidak menyeluruh) bisa jadi hanya akan tumbuh sebagai simbol saja, dan kehilangan izzah.

Itulah yang dipahami oleh ikwah FKMKI, bahwa dalam berdakwah dikampus jangan kemudian kita memilah-milahkan mana yang harus kita kerjakan. Mana yang lebih penting antar organisasi, dakwah, atau akademik. Kami memahami bahwa semua aspek kehidupan kemahasiswaan adalah sesuatu yang terintegrasi, tidak terpisahkan. Bahwa mahasiswa itu adalah seorang yang sholeh akademisi organisatoris. Saya jadi teringat kata-kata Ust. Masturi, Lc “Seorang mahasiswa itu baru dikatakan mahasiswa jika dia memiliki akademik yang bagus dan kemampuan organisasi yang mantap”..

Teman-teman sekalian, slogan FKMKI “Utamakan Dakwah, Dahulukan Kuliah, Berprestasi!” jika ditelaah secara EYD akan menghasilkan pemaknaan yang sangat rancuh. Pertanyaan yang sering muncul “Loh, jadi mana yang lebih penting dakwah atau kuliah nih??”. Namun kemudian jika kita melihatnya sesuai dengan cara pandang bahwa Islam itu Syumul (Menyeluruh) maka sangat jelas sekali. FKMKI mengajak kita untuk memahami dunia kampus ini secara menyeluruh, tidak parsial. Bahwa dakwah tidak terpisahkan dengan kuliah, kuliah tidak terpisahkan dari organisasi, dan organisasi tidak boleh terpisahkan dengan dakwah. Subhanallah…

By Sekretaris Jendral LDK FKMKI UNHAS 2008-2009

Jumat, 21 Agustus 2009

Marhaban ya Ramadhan

Segenap Pengurus

LDK FKMKI Unhas

Mengucapkan

selamat menunaikan Ibadah Puasa
Ramadhan 1430 H
Semoga Ramadhan ini bisa semakin menambah keimanan kita dan semakin mendekatkan kita kepada-Nya. Amin

Sabtu, 25 Juli 2009

SEMINAR ISLAM NASIONAL : Syariat Islam? Kenapa Tidak..!

SEMINAR ISLAM NASIONAL

Syariat Islam? Kenapa Tidak..!

Tempat : Gedung PKP Universitas Hasanuddin
Hari/tgl : Sabtu / 01 Agustus 2009
Waktu : 08.00 wita - selesai

Pembicara :
1. Raihan Iskandar, LC (Penggiat Perda Syariat Islam Nangroe Aceh Darussalam)
"Dinamika Penegakan Hukum Pidana Islam di Masyarakat Aceh"

2. Ir. Abdul Aziz Qahar Mudzakkar, M.Si (Ketua KPPSI Sulawesi Selatan)
"Menegakkan Syariat Islam dalam Kehidupan"

3. Ikhwan Abdul jalil, LC (Sekjen DPP Wahdah Islamiyah)
"Urgensi Penegakan Syariat Islam bagi Setiap Muslim"

Moderator:
Dr. Andi A. Mustamin, MT (Dosen FTI UMI Makassar)

Diselenggarakan oleh:
LDK FKMKI Universitas Hasanuddin
FoSEI Fak. Ekonomi Universitas Hasanuddin
FOKUS Fak. Hukum Universitas Hasanuddin

HTM :
Mahasiswa/Pelajar : Rp. 10.000
Umum : Rp. 15.000

Contact person:
Ikhsan : 085342003380
Muthi : 085696422607
Sudarmono : 085299878867
Nining : 081338597981



Rabu, 29 April 2009

untukmu wahai saudaraku

karena jual diri aku lupa diri
aku lupa ada insan yang mesti dibelai
karena jual diri aku jadi tahu
bahwa umur bak semurah nilai sedekah

melangkah, mengharap hanya barokah
yang lain mati yang lain menanti
kapan jua ia dibeli
harap harga pasti

mati tanpa mandi, disambut wangi kesturi
hanya karena telah terpatri
semangat menggerigi atau mati tak berarti
karena jual diri aku lupa pada insan bermata jali

aku lupa ada insan yang menanti
menanti akan jadi istri
atau mungkin akan jadi suami
takbir seakan tak berarti

bagi orang yang tak jual diri
yang tak tahu arti berbagi
yang lupa makna saksi
karena mata terhalau indah pelangi

karena jual diri aku takut mati
takut mati sebelum yakin
hidup ini pantas untuk dibeli
karena jual diri aku jadi mengerti
hidup tak hanya untuk kenyang, senang, dan menang

"saudaraku, simak pesanku",

jika esok aku berduka, kuatkan aku, jika aku bahagia tetaplah disampingku.
jika esok aku bersalah maklumi dan ajari aku.
jika esok aku jatuh sakit do'akanlah aku.
dan jika esok malaikat Allah menjemputku lebih dulu, maafkan segala kesalahanku.
karena aku tak tahu kapan Tuhan akan memanggilku dan sebelum itu terjadi, aku ingin engkau tahu bahwa "aku bahagia memiliki saudara sepertimu".

Senin, 05 Januari 2009

Ayo Bantu Palestina kita!!

Ayo Bantu Palestina kita!!
Infaq ke:Bank Muamalat Indonesia (BMI) Cabang Slipi
No. Rek. 311.01856.22 an Nurdin QQ KISPA

Palestina tidak untuk didiskusikan, tidak untuk menjadi bahan konsumsi emosi semata, apalagi menjadi komoditas politik, naudzubillah... TAPI untuk dibantu.

Membantu dengan fisik? Jihad qital? Kalau Anda tidak sanggup lari 10 km non stop di terik matahari jam 12 siang sambil memanggul beban 20 kg, dan tidak bisa bahasa Arab, maka lupakan saja. Malah merepotkan mereka. Jadi, mari kita bantu dengan materi. Ada KISPA yang insya Allah amanah, digawangi oleh ustadz Fery Nur. Sisihkan seikhlas kita, sumbang ke rekening KISPA (rekening bank Muamalat bisa ditransfer dari ATM BCA atau bank lain). Jangan pula lupa, bantu dengan doa.

Mari bantu Palestina kita dengan:
1. Uang, transfer ke no-rek di atas,
2. Doa, kalau bisa qunut nazillah tiap shalat,
3. Sebarkan no-rek dan website KISPA di forum dan milis.


Senin, 06 Oktober 2008

Berita Gembira

Segenap keluarga besar FKMKI Unhas menyatakan
turut bersuka cita atas lahirnya Jundi baru penerus perjuangan dakwah:

GAZA MARKAZ SYUHADA RAMEN

(Putra dari Akh Iswandi Khairy Ramen)

Kamis, 04 September 2008

Selamat dan Sukses

Segenap Pengurus FKMKI Unhas

Mengucapkan
Barakallahu Fii Kum

Kepada
Wisudawan & Wisudawati Unhas

Pada Acara Wisuda ke-3 di Baruga A.P Pettarani Unhas tanggal 4 September 2008

Semoga Ilmu yang diperoleh bisa bermanfaat bagi Agama, Nusa Bangsa dan Negara.

Jumat, 18 Juli 2008

Tentang Amanah

Amanah, bagi sebagian orang mungkin bermakna kebanggaan karena ia datang sebagai wujud kepercayaan orang atas kemampuan kita dalam mengembannya. Sebagian lagi memaknainya sebagai anugrah karena dengannya kita punya otoritas untuk memerintah atau mengendalikan keadaan. Biasanya orang seperti ini akan begitu pongah dengan kekuasaannya. Sebagiannya lagi...menganggap amanah adalah beban yang mematahkan pundak dan membuat kita tak punya waktu untuk diri sendiri (dan untuk menyelesaikan kuliah misalnya).Biasanya, orang seperti ini kerap mengeluh dan mengkambing hitamkan amanah sebagai faktor penghambat kesuksesannya. Untuk orang yang memiliki kecerdasan emosional tinggi dan senang menyibukkan diri dengan berbagai aktivitas, menjalin kerjasama, membangun teamwork building, amanah adalah hobby. Sesuatu yang dijalani dengan enjoy tanpa tendensi apa-apa.


Aku sendiri??bagiku amanah adalah sesuatu yang harus dituntaskan secepatnya. Mungkin itu yang membuatku tidak pernah betah menjadi pengurus dalam bidang yang sama selama bertahun-tahun.Pokoknya kalo sudah selesai ya sudah. Tidak perlu ada improvisasi apalagi kebanggaan.
Penokohan. Barangkali banyak orang yang senang menjadi tokoh. Karena dengannya kita dikenal banyak orang, menjadi rujukan dalam bertindak, foto kita nangkring dimana-mana, dibutuhkan banyak orang, dan..dihargai. Itu yang paling penting. Tapi bagiku, menjadi tokoh membuat kita menjadi lebih mirip artis. Tidak punya privacy. Harus selalu kelihatan baik dihadapan banyak orang. Harus selalu tersenyum dalam keadaan susah maupun senang. Harus menjaga imej baik-baik agar tak jatuh. Pokoknya ribet deh.

Biasanya, jika mulai ada rasa ”dibutuhkan” dalam hatiku, aku mulai menghindar. Karena aku tidak suka menjadi orang yang dibutuhkan. Aku ingin menjadi orang yang bermanfaat saat ada, tapi kalo tidak ada tidak mengubah apa pun (tidak apa-apa ji maksudnya). Prinsip yang aneh
Tapi sebuah kesadaran lain mengetuk hatiku kini.Jika hidup dipenuhi pilihan, maka setiap orang harus punya sesuatu yang dipegang teguh agar tidak bingung menghadapi banyak pilihan.Pegangan itu bernama idealisme. Dan aku telah memilih islam sebagai idealismeku.Idealisme bagiku adalah sesuatu yang kita yakini kebenarannya, kita pegang teguh dan kita cintai. Dan salah satu konsekuensi dari cinta adalah bersedia mengorbankan apa pun yang kita punya.Apapun.
Maka tidak layak bagi seorang yang mengaku kader dakwah untuk tidak bersungguh-sungguh dalam berjuang atau ikut berjuang dalam barisan para mujahid hanya karena keinginan untuk memperoleh keuntungan materi, wanita,perhatian, popularitas dsb. Naudzubillah min dzalik. Sungguh, dakwah ini tidak menyediakan semua itu. Disini,di jalan dakwah ini hanya ada sumur-sumur amal yang akan kita gali untuk mencari mutiara lalu kita tukarkan dengan istana di surga Allah kelak. Sumur-sumur amal itu adalah amanah. Dan mutiaranya adalah pahala. Menurutku, memang ada tendensi yang harus kita cari. Tapi tendensi itu bernama gelar kesyahidan.Sebuah gelar nan agung yang akan disematkan oleh yang Maha Agung. Allah Rabbul Izzati.Ah, betapa indahnya jika nama kita disebut-sebut di kalangan penghuni langit. Lalu pundak kita akan ditepuk-tepuk oleh Rasulullah tercinta, dan Allah pun akan tersenyum pada kita.
Aduh, aku jadi malu membayangkannya. Apa aku pantas berharap seperti itu.Bukankah gelar itu juga yang menjadi obsesi para sahabat dan syuhada.Sebuah obsesi yang membuat mereka rela pergi dari negerinya tanpa membawa apa-apa. Rela menyerahkan hartanya dan menyisakan Allah dan Rasulnya kepada keluarga, rela meninggalkan kenikmatan nan halal di malam pertama demi memenuhi panggilan jihad. Sedangkan aku?Rasanya aku akan kalah bersaing dengan mereka.Tapi sudahlah, setidaknya aku juga punya mimpi seperti itu. Meskipun kata mujahidah farma masuk surga harus direncanakan, tapi aku yakin mimpi itulah yang akan meggerakkan kakiku agar semakin gesit melangkah untuk mempersembahkan yang terindah bagi dakwah ini. Lebih tepatnya untuk sebuah obsesi : Mencapai gelar syahidah, menjadi orang yang ditepuk pundaknya oleh Rasulullah, dan diberikan senyum oleh Allah.
Back to the first, sekarang saatnya untuk mengubah cara pandang tentang amanah (bagi yang keliru memaknai amanah), ataupun menyegarkan kembali pemahaman (jika pemahaman itu mulai usang) bahwa amanah adalah peluang untuk mencapai gelar kesyahidan. So,jika kita terobsesi dengan gelar syahidah, bersungguh-sungguhlah dalam menjalankan amanah.

Sabtu, 12 Juli 2008

Curhat Crew FKMKI

Dengan merasa memilki, kita akan paham seperti apa mencintai amanah, bagiku fkmki adalah rumah, dan ukhwah disana adalah adalah tempat berteduh...tempat berbagi.

Dakwah ini, terlalu banyak pelajaran yang bisa kita gali. Bersyukurnya orang-orang yang ada di dalamnya


Ada yang datang lalu pergi, ada yang hanya mampir, ada pula yang datang ke jamaah ini dan tidak akan pergi selamanya. Mungkin hingga nyawa terenggut. Mudah-mudahan salah satunya adalah aku, semoga...!.

Selasa, 08 April 2008

Salam FKMKI

Assalamu alaikum Wr. Wb.
Tetap semangat wahai saudaraku, jalan masih panjang. Semoga Allah selalu menyatukan hati kita. Hingga kita dipertemukan-Nya di Akhirat kelak. Insya Allah
a





Minggu, 06 April 2008

Halaman Download


Under Construction

Tulis juga pesan untuk FKMKI

Rabu, 02 April 2008

Selamat dan Sukses

Barakallahufiikum
Selamat dan sukses untuk semua Wisudawan dan Wisudawati Muslim Universitas Hasanuddin.
Semoga Ilmu yang dimiliki bisa bermanfaat bagi Agama, Bangsa dan Negara.

Rabu, 26 Maret 2008

Hot News

FKMKI Techno School
Materi :
Design Grafis
Image Editing
Video Editing
Animation Design
Web Design
Technical Meeting :
Sabtu, 5 April 2008 pukul 14.15 wita di Masjid Al-Afiah FK Unhas. Peserta yang sudah mendaftar sebelumnya wajib hadir.
Cara Mendaftar :
Ketik "FKMKI Nama Fakultas Jurusan Angkatan No.Tlp"
kirim ke:
untuk cowok/ikhwa : 081355352097
untuk cewek/akhwat : 085299813013
waktu pendaftaran:
25 maret - 5 April 2008
Start Training
Ahad, 13 April 2008
Kontribusi:
Rp. 5.000,-/ materi
Contact Person:
Edi Elektro 04 : 081355352097
Indah FKM 05 : 085299813013
FKMKI Techno School Khusus untuk Mahasiswa Muslim angkatan 2006 dan 2007 Universitas Hasanuddin


Blog FKMKI Unhas sekarang juga bisa diakses melalui http://fkmki.co.nr

Profil FKMKI

Selasa, 25 Maret 2008

Zmgt Akhi n Ukhthi, taujih untuk kita semua

Hidup di tengah-tengah belantara politik Indonesia ternyata tidak mudah. Apalagi jika niat ingsun ingin berdakwah meninggikan kalimat Allah. Berbagai macam jebakan, tipu daya, beserta fitnah-fitnah lain akan muncul di detik pertama ketika seseorang, atau suatu institusi memutuskan untuk memasuki dunia politik. Ambillah kalimat sederhana : "Partai Politik, bagaimanapun bentuknya tetap saja berorentasi pada kekuasaan semata". Kalimat ini jika ditujukan pada seseorang yang memang haus kekuasaan tentu akan memancing emosi, karena motivasi aslinya terbongkar. Letupan emosi juga sangat mungkin terjadi jika kalimat tersebut ditujukan pada orang-orang berjuang dengan tulus dengan wasilah partai politik karena kepeduliannya atas nasib bangsa. Wajar saja, dia berjuang habis, mengorbankan waktu, tenaga, harta, bahkan mungkin mempertaruhkan nyawa namun dianggap sama sebagai penjahat politik yang haus kekuasaan.
Cayyo n tetap berjuang demi dakwah ini
Dakwah tidak membutuhkan kita tapi kita yang butuh dakwah!!!!
Keep mujahid n istiqomah
AllahuAkbar !!!!!

Rabu, 19 Maret 2008

Salam Redaksi FKMKI

Assalamu alaikum, saudaraku. semoga rahmat dan karunia Allah SWT selalu tercurahkan untuk kita semua. Blog FKMKI Unhas ini baru dua bulan terbentuk, dan selama itu belum ada yang bisa saya posting. Beberapa tulisan yang ada di Blog ini sebagian hanya kami copy dari artikel orang lain yang ada di Internet. Mudah-mudahan kedepan kami bisa membuat artikel yang lebih variatif dan bermutu.
Tahap pengembangan selanjutnya untuk Blog FKMKI Unhas adalah merubah tempelate (tampilan) dengan yang lebih keren. Insya Allah nanti kami akan mengganti tampilannya dengan tampilan "Made in FKMKI". pastinya lebih keren dan tidak ada duanya.
Selain itu juga akan dibuatkan fasilitas Read More (baca selengkapnya) agar tulisan yang termuat di Blog terlihat lebih ringkas.
Jika ada saran, kritik, maupun pesan silahkan kirimkan ke Email :
terima kasih atas perhatian anda.
Assalamu alaikum
Ketua Tim Redaksi
Muhammad Ghazali

Kamis, 13 Maret 2008

Antara Menpora dan Sofa

Aku ingin bercerita tentang FKMKI fair. Sebuah episode yang sarat akan pelajaran tentang kerja keras, semangat, nilai-nilai persaudaraan , dan kekuatan doa. Ada banyak kenangan yang terukir disana, sehingga terlalu sayang jika tidak diabadikan dalam tulisan.
Semuanya bermula dari ‘mimpi’ seorang akhwat. Mimpi untuk mengadakan acara Training Model Manusia Muslim (TM3). Dahulu, ketika ia masih maba (masih culun-culunnya) pernah diadakan acara seperti ini dan ternyata hal itu sangat membekas di hatinya. Dia ingin acara seperti itu diulang lagi, karena tidak cukup baginya jika kesan itu hanya dirasakannya sendiri. Melihat semangatnya yang menggebu-gebu, departemen syiar FKMKI akhirnya mengamanahkan beliau untuk menjadi coaster pada sebuah big event FKMKI. Didalamnya terdapat kegiatan TM3 (seperti yang diimpikan coaster), DIARY (Dialog Anak Negeri), dan FKMKI peduli. Big Event ini bernama FKMKI Fair
Kepanitiaan pun terbentuk. Dengan semangat juang 45, kepanitiaan di tingkat SC menggodok habis-habisan konsep FKMKI fair dengan segala macam kreativitas pikiran yang coba tuk dicurahkan. Konsep yang sudah matang kemudian dipaparkan ke tataran OC untuk direalisasikan dalam bentuk kerja-kerja teknis. Disinilah pelajaran akan kerja keras itu berasal. Wajah-wajah yang kusut sehabis kuliah, bahu yang keletihan mengemban amanah di mana-mana , serta dompet yang semakin seret akan kocek bukanlah halangan untuk bekerja. Karena keyakinan akan janji Allah bagi orang yang berjuang dalam dinNya adalah nafas yang senantiasa menghidupkan semangat juang para panitia. (Ukhti…surga Allah menanti) . Bagi panitia akhwat, tiada hari tanpa menjual coki-coki. Sedangkan ikhwan, entahlah. barangkali tiada momen tanpa sosialisasi kegiatan. Setidaknya itulah aktivitas rutin panitia pada hari-hari terakhir menjelang kegiatan FKMKI Fair.
Perjalanan waktu yang terasa amat singkat akhirnya mengantarkan kami pada acara yang ditunggu-tunggu. Rangkaian FKMKI Fair diawali dengan kegiatan FKMKI peduli.Kegiatan ini adalah realisasi kepedulian FKMKI pada anak yatim dan kaum dhuafa. Sehari sebelumnya, seorang akhwat telah diamanahkan untuk berkoordinasi dengan pihak panti asuhan. Tapi amanah ini dialihkan ke saya karena akhwat tersebut sedang mengikuti ujian sidang pada hari bersamaan. Subhanallah, akhwat ini hanya beristirahat sehari dari amanah FKMKI karena “terpaksa” mengikuti ujian sidang dalam meraih gelar sarjananya. Lalu kita?berapa bulan kita cuti dakwah untuk mengejar penelitian yang tak kunjung selesai. Disinilah kita seharusnya belajar tentang bagaimana membangun komitmen dan loyalitas terhadap dakwah Bahwa mengejar prestasi akamdemik tidak harus membuat kita lari dari amanah.(Afwan, ini sekedar intermezzo. Tepatnya sebuah pesan bagi mereka yang takut akademiknya “terganggu” oleh dakwah)
Acara berlangsung sederhana, namun sarat akan nilai-nilai persaudaraan. Berbaur dengan anak yatim dan kaum dhuafa, bermain bersama, seperti ingin mengetuk nurani kita yang kadang angkuh untuk mengakui bahwa kita dan mereka adalah saudara , dan sebagai saudara mereka berhak mendapatkan kasih sayang dan perhatian kita.
Hari kedua adalah hari paling mendebarkan. Mendebarkan karena acara DIARI yang digelar hari itu seperti sebuah pertarungan reputasi seorang akhwat. Bagaimana tidak, pengelola gedung tidak akan percaya lagi dengan akhwat ini (Akhwat yang dikenal paling jago melobi birokrat) jika jumlah peserta dalam kegiatan ini kurang dari 500. Hitung-hitungan matematis panitia bahkan tak mampu menjangkau 2/3 nya. Dari mana bisa mencari orang sebanyak ini? padahal lazimnya kegiatan LDK tidak lebih dari 200 peserta. Disinilah kekuatan doa berbicara. Seandainya kekuatan itu hanya berasal dari kerja keras panitia, mungkin menghadirkan 400 orang peserta saja susah. Tapi ada tangan Allah disana. Tangan yang terulur bagi orang yang menghiasi malamnya dengan munajat kepadaNya sembari mengokohkan niat dalam hati untuk semata mencari keridhaanNya.Tanpa diduga, jumlah peserta yang datang melebihi target. Peserta yang awalnya diperkirakan hanya 400 orang ternyata membludak menjadi 700 lebih. Subhanallah, nikmat yang mana lagi yang mampu kami dustakan??Tapi ada kejadian lucu pada hari itu. Pemateri sudah dalam perjalanan ke gedung sementara sofa atau tempat duduk pemateri diatas podium belum juga datang. Akhwat yang berkoordinasi dengan penjemput staf menpora menyuruh supir untuk memperlambat jalannya mobil. Sementara akhwat yang berkoordinasi dengan penjemput sofa menyuruh mereka cepat-cepat mengambil sofanya.Akhirnya terjadi kejar-kejaran waktu antara menpora dan sofa.
Alhamdulillah, sofa sampai ke gedung beberapa menit sebelum pemateri datang.
Inilah sepenggal cerita yang sempat kuuraikan, sebagai pertanda terima kasih dan kebanggaan yang mengharu biru terhadap panitia dengan segenap kerja keras dan usahanya. Percayalah, senyum-senyum kelelahan kalian adalah ukiran kebanggan yang terpahat dalam sejarah kebesaran FKMKI.