Social Icons

Pages

Rabu, 28 Mei 2008

Jhony Indo


Mungkin diantara kita ada yang belum mengenal sosok Jhoni Indo, Namun di
tahun 70-an dan 80-an, Nama Jhoni Indo sangat Fenomenal, Beliau adalah Perampok yang di takuti dan disegani, bahkan karena fenomenalnya sepak terjang beliau di dunia hitam ini, pada sekitar tahun tahun 80-an, kisahnya di Filimkan dalam bioskop, hingga kisahnya lebih dikenal lagi di seantero Indonesia.

Sungguh hidayah Alloh tidak mengenal batas, siapapun yang berusaha meraihnya Alloh akan memberikannya dan 'memeluknya dengan kasih sayangNya.
Saat dalam Penjara, Hati kecilnya berteriak, ia tidak ingin hidupnya terus berlumur dosa dalam lembah hitam. Ia sering melihat teman-temannya dalam sel melakukan sholat dan ia merasakan kedamaian. Ketertarikannya kepada islam mulai besar namun Ia merasa dirinya kotor dan tidak pantas menghadap Tuhan. Hingga teman2nya memberikan sebuah komik Islam yang sudah usang, di depan cover komik itu tertulis "Umar Ibnul Khottob".

Dia sangat takjub dengan tokoh dalam komik itu, Sebelum mengenal Islam Umar Ibnul Khottob adalah Seorang Preman Pasar yang ditakuti yang terkenal bengis dan bringas yang tidak segan2 menebas leher lawannya. Bahkan saat itu Ia pun sangat bernafsu ingin membunuh Rasululloh SAW.

Namun Stelah Mengenal Islam dan pribadi Rasul yang sebenarnya, Sungguh jauh berbeda, Umar yang dulu Bringas dan bengis kini menjadi penyayang dan mudah tersentuh hatinya, keberanian yang dulu ia gunakan untuk mendzolimi orang lain, kini ia gunakan untuk mencegah kedzoliman dan menegakkan keadilan. Umar yang dulu Hina, kini menjadi seorang Pemimpin Islam (Presiden) yang mulia dan sangat dicintai Rakyatnya. Dan semasa Rasululloh Hidup, Ia menjadi Pembela Utama Rasululloh, bahkan nyawanya rela Ia tukar Untuk membela Rasullah Tercinta.

Subhanallah, Hanya dari sebuah Komik Ini Allah membuka hati seorang Hamba yang Bernama Jhoni Indo, Kalau Umar yang Demikian Bejat bisa menjadi Mulia dengan Islam, mengapa saya tidak. Karena Itulah Ia Memakai Nama depannya muslimnya dengan Umar. Ustadz Umar.

Semoga kita bisa menauladani keberanian Seorang Jhoni Indo Untuk Berubah, Karena Hanya mereka yang memiliki tekad kuat dan Keberanian besar saja yang bisa Berubah,membebaskan dirinya dari dunia hitam menuju cahaya hidayahNya. Semoga Allah memuliakan Hidupnya dan anak turunannya. Amin Allahumma Amin.

Untuk Melihat Videonya, Silahkan Klik Link Di Bawah Ini, Semoga bermanfaat

Manusia Bertanya, Qur'an Menjawab

Manusia Bertanya : Kenapa aku diuji ?
Qur'an Menjawab : Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan : "Kami telah beriman", sedang mereka tidak diuji lagi? (Al-Ankabuut:2)
Manusia Bertanya : Kenapa aku tidak diuji saja dengan hal-hal yang baik ?
Qur'an Menjawab : boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (Al-Baqarah : 216)

Manusia Bertanya : Kenapa aku diberi ujian seberat ini?
Qur'an Menjawab : Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya. (Al-Baqarah : 286)

Manusia Bertanya : Bolehkah aku berputus asa ?
Qur'an Menjawab : ..dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir.(Yusuf : 87)

Manusia Bertanya : Bagaimana cara menghadapi ujian hidup ini?
Qur'an Menjawab : Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertaqwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.(Ali Imraan : 200) Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu'. (Al-Baqarah : 45)

Manusia Bertanya : Bagaimana menguatkan hatiku?
Qur'an Menjawab :..Cukuplah Allah bagiku; tidak ada Tuhan selain Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal.. (At-Taubah : 129)

Manusia Bertanya : Apa yang kudapat dari semua ujian ini?
Qur'an Menjawab : Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.. (At-Taubah : 111)

Sabda Nabi Saw : "sampaikan dariku walau hanya satu ayat"

Aminah Assilmi Menemukan Hidayah

Hidayah Allah diberikan kepada siapapun dan kapanpun, mereka yang jujur dengan diri sendiri dan mau membuka diri terhadap nilai2 kebenaran dan kemuliaan pasti akan Alloh mudahkan jalannya menuju Hidayah.

Aminah Assilmi, dulu ia sangat membeci Islam, ia mencari kelemahan islam, Namun dari sanalah Allah membuka Hatinya menuju Nur hidayah, dan kini Mantan Jurnalis Radio itu menjadi Penyuara Islam di dunia, Subahanallah.

Silahkan membaca kisahnya dan videonya dibawah ini.
http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5508_0_4_0_M
Film FITNA Ditampilkan, 3 WN Belanda Masuk Islam! - pelajaran berharga
http://swaramuslim.com/islam/more.php?id=5509_0_4_0_M

Rasulullah bersabda:
"Barang siapa menyakiti orang non muslim (dzimmi) maka itu sama halnya mereka menyakit diriku"
" Mudahkan Jangan Di Persulit "
" Sesungguhnya Aku di Utus Untuk menyempurnakan Akhlak yang Mulia"
" Allah Itu Lembut dan Suka kelembutan"

Rasulullah bersabda : " Barangsiapa Beriman kepada Alloh dan Hari Akhir, maka hendaknya ia memuliakan tetangganya"

Rasullah bersabda yang kurang lebih maksudnya sbb : "Jika Engkau Masak kuah dan tercium baunya, maka hendaknya engkau perbanyak kuahnya dan bagikan Untuk tetanggamu"
Dan Jika tetangga kita non muslim, mereka tetap memiliki Hak sebagai tetangga, itu yang rasul kita perintahkan untuk ummatnya.

"Orang Islam adalah siapa-siapa yang orang lain aman dari gangguan lidah dan tangannya"
Waallahu a'lam Bishawab.

Senin, 26 Mei 2008

Bencana-bencana Waktu

Bencana-bencana Waktu
1. Lalai.
Ini adal;ah penyakit pikiran. Kejadian peristiwa selalu dilihat dari lahirnya saja. Kurang memperhatikan hakikat dibalik kejadian dan sebab utama kejadian. Contoh sederhana, bencana alam yang banyak terjadi selalu ditinjau dari aspek lahiriyah belaka, tidak pernah dilihat dari sisi lain, yaitu hukum kausalitas dalam ajaran Islam bahwa siapa saja yang melenceng dari syari'at Allah pasti ada resikonya yaitu musibah yang mengerikan.
2. Menunda Pekerjaan
Menunda pekerjaan adalah di antara musibah-musibah waktu. "Nanti", "besok", "sebentar", "kapan-kapan" adalah di antara senjata pamungkas para penunda waktu.
Pernah ada seseoran yang meminta nasehat seorang lali-laki shalih dari Bani Abdil Qais, Ia hanya berkata dengan singkat, "waspadalah dari berkata "nanti". Ada juga yang mengatakan bahwa kata "nanti" adalah salah satu dari tentara iblis.
3.Mencerca Zaman
Di antara penyakit orang lemah adalah senang mencerca zaman. Ini sebenarnya prilaku orang-orang malas. Ketidakberdayaannya dalam melawan kemalasan dibungkus dengan cercaan kepada zaman di mana ia berada. Padahal Rasulullah melarang kita mencela zaman, karena zaman dan kejadian yang terjadi di dalamnya itu adalah ketentuan dari Allah.

Kamis, 22 Mei 2008

Dahsyatnya Cinta..

"Cinta", layaknya makanan pokok, istilah yang satu ini tidak pernah pudar sepanjang jaman. Selalu hadir dimanapun dan kemanapun kita berpaling. Betapa Dasyatnya Fitnah Cinta.... sehingga orang yang sedang dilanda cinta lazimnya akan terfokus untuk mendapatkan yang dicintainya. Akibatnya, tidak sedikit yang menjadi lalai dari mencintai Alloh serta Rasul-Nya.

Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, yang artinya: "Patutkah kamu mengambil dia (iblis) dan turunan-turunannya sebagai wali selain daripada-Ku , sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Alloh) bagi orang-orang yang zalim." (QS: Al-Kahfi: 50).

Sesunguhnya seseorang yang bercita-cita tinggi tidak akan terpengaruh oleh cinta yang bisa menghalangi ketenangan, membuat tidur tidak bisa nyenyak, membuat bingung akal pikiran, dan bahkan bisa membuat gila. Betapa sering terjadi seseorang yang sedang dimabuk cinta menghabiskan harta dan mengorbankan jiwa serta kehornatannya demi yang dicintainya. Bahkan ia rela mengorbankan agama dan dunianya.

Cinta sanggup membuat tuan menjadi pelayan, dan penguasa menjadi budak. Anda lihat, banyak orang yang sudah terlanjur masuk dalam jerat cinta ingin keluar darinya. Akan tetapi, hal itu mustahil. Betapa banyak fitnah cinta yang menjebloskan orang-orang yang bersangkutan ke dalam Neraka Jahim, menjerumuskan mereka pada siksa yang sangat pedih, dan membuat nereka meneguk air nereka yang panas mendidih. Wallohu A'lam

(Sumber Rujukan: 'Uluwwul Himmah, oleh Muhammad Ismail Al-Muqoddam; dan Lihat juga; Raudhat Al-Muhibbin wa Nuzhatul musytaqin, oleh Ibnul Qoyyim, hal 182-190; disarikan oleh Gani)