Social Icons

Pages

Sabtu, 28 Juni 2008

BARAKALLAHU FIIKUM

SELAMAT KEPADA WISUDAWAN DAN WISUDAWATI UNHAS
SEMOGA ILMU YANG DIPEROLEH BISA BERMANFAAT BAGI AGAMA, MASYARAKAT DAN TANAH AIR

Dzulqarnain bukan Alexander Agung

Selama ini banyak disalahpahami bahwa Dzulqarnain adalah Alexander Agung atau Alexander the Great, seorang penakluk asal Macedonea. Padahal yang dimaksud Al-Qur’an, Dzulqarnain adalah seorang shalih yang hidup di masa Nabi Ibrahim, bukan seorang kafir yang merupakan anak didik filosof Yunani, Aristoteles.
Perbedaan masa antara Dzulqarnain yang hidup pada zaman Nabi Ibrahim dan Alexander yang dekat dengan zaman Nabi Isa terpaut 2000 tahun lebih. Berikut ini adalah beberapa fakta yang dapat membuktikannya:




1. Yang menunjukkan bahwa Dzulqarnain lebih dulu masanya dari Alexander adalah apa yang diriwayatkan oleh Al-Fahiki dari jalan ‘Ubaid bin ‘Umair bahwa Dzulqarnain menunaikan haji dengan berjalan kaki. Hal ini kemudian didengah oleh Ibrahim Alaihissalam sehingga beliau menemuinya.


2. Juga diriwayatkan dari jalan ‘Atha dari Ibnu Abbas bahwasanya Dzulqarnain masuk ke Masjidil Haram lalu mengucapkan salam kepada Nabi Ibrahim.


3. Juga dari Utsman bin Saj bahwasanya Dzulqarnain meminta kepada Nabi Ibrahim untuk mendoakannya. Nabi Ibrahim lalu menjawab: “Bagaimana mungkin, sedangkan kalian telah merusak sumurku?” Dzulqarnain berkata: “Itu terjadi di luar perintahku.” Maksudnya, sebagian pasukannya melakukannya tanpa sepengetahuannya.


4. Ibnu Hisyam menyebutkan dalam At-Tijan bahwa Nabi Ibrahim berhukum kepada Dzulqarnain pada suatu perkara, maka dia pun menghukumi perkara itu.


5. Ibnu Abi Hatim juga meriwayatkan dari jalan Ali bin Ahmad bahwa Dzulqarnain datang ke Mekah serta mendapati Ibrahim dan Ismail sedang membangun Ka’bah.


Dzulqarnain adalah seorang Arab, sedangkan Alexander/ Iskandar adalah orang Yunani. Bangsa Arab seluruhnya merupakan keturunan Sam bin Nuh, adapun bangsa Yunani adalah keturunan Yafits bin Nuh menurut pendapat yang kuat. Sehingga keduanya adalah pendapat yang berbeda.


Kisah Dzulqarnain telah diterangkan Al-Qur’an secara panjang lebar dalam Surat Al-Kahfi ayat 83-98, sebagai berikut:


“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulqarnain. Katakanlah: ‘Aku akan bacakan kepadamu cerita tentangnya.’ Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu, maka diapun menempuh suatu jalan. Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam, dan dia mendapati di situ segolongan umat. Kami berkata: ‘Hai Dzulqarnain, kamu boleh menyiksa atau boleh berbuat kebaikan terhadap mereka.’ Berkata Dzulqarnain: ‘Adapun orang yang aniaya, maka kami kelak akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikan kepada Rabbnya, lalu Dia mengazabnya dengan azab yang tidak ada taranya. Adapun orang-orang yang beriman dan beramal shalih, maka baginya pahala yang terbaik sebagai balasan, dan akan kami titahkan kepadanya (perintah) yang mudah dari perintah-perintah kami’.” (Al-Kahfi: 83-88 )


“Kemudian dia menempuh jalan (yang lain). Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. Dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya. Kemudian dia menempuh suatu jalan (yang lain lagi). Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kamu yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: ‘Hai Dzulqarnain, sesungguhnya Ya’juj dan Ma’juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?’ Dzulqarnain berkata: ‘Apa yang telah dikuasakan Rabbku kepadaku terhadapnya adalah lebih baik, maka tolonglah aku dengan kekuatan (manusia dan alat-alat), agar aku membuatkan dinding antara kamu dan mereka, berilah aku potongan-potongan besi.’ Hingga apabila besi itu telah sama rata dengan kedua (puncak) gunung itu, berkatalah Dzulqarnain: “Tiuplah (api itu).’ Hingga apabila besi itu sudah menjadi (merah seperti) api, diapun berkata: ‘Berilah aku tembaga (yang mendidih) agar kutuangkan ke atas besi panas itu.’ Maka mereka tidak bisa mendakinya dan mereka tidak bisa (pula) melubanginya. Dzulqarnain berkata: ‘Ini (dinding) adalah rahmat dari Rabbku, maka apabila telah datang janji dari Rabbku Dia akan menjadikannya hancur luluh, dan janji Rabbku itu adalah benar’.” (Al-Kahfi: 89-98 )




(sumber: Majalah Asy Syariah Vol IV/2008 )

SIAPAKAH DZULQARNAIN ITU?


SIAPAKAH DZULQARNAIN ITU?
Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Pertanyaan: Didalam Al-Qur'an diterangkan masalah Dzulqarnain, yaitu:
"Hingga apabila dia telah sampai pada tempat terbenammatahari, dia pun melihat matahari terbenam kedalam lautyang berlumpur hitam, dan dia mendapati disitu (di laut itu)segolongan ummat. Kami berkata, 'Hai Dzulqarnain! Kamu bolehmenyiksa mereka dan boleh berbuat kebaikan terhadapmereka'." (Q.s. Al-Kahfi: 86).
Apakah yang dimaksud dengan matahari yang terbenam dalammata air yang hitam?
Siapakah orang-orang yang didapati oleh Dzulkarnain?
Jawab:
Kisah Dzulqarnain telah diterangkan dalam Al-Qur'an padaSurat Al-Kahfi, tetapi Al-Qur'an tidak menerangkan siapakahsebenarnya Dzulqarnain, siapakah orang-orang yangdidapatinya, dan dimana tempat terbenam dan terbitnyamatahari? Semua itu tidak diterangkan dalam Al-Qur'an secararinci dan jelas, baik mengenai nama maupun lokasinya, halini mengandung hikmah dan hanya Allahlah yang mengetahui.
Tujuan dari kisah yang ada dalam Al-Qur'an, baik pada SuratAl-Kahfi maupun lainnya, bukan sekadar memberi tahu hal-halyang berkaitan dengan sejarah dan kejadiannya, tetapi tujuanutamanya ialah sebagai contoh dan pelajaran bagi manusia.
Sebagaimana Allah swt. dalam firman-Nya:

"Sesungguhnyapada kisah-kisah mereka itu terdapat pelajaranbagi orang-orang yang berakal." (Q.s.Yusuf: 111)
Kisah Dzulqarnain, mengandung contoh seorang raja saleh yangdiberi oleh Allah kekuasaan di bumi, yang meliputi Timur danBarat. Semua manusia dan penguasa negara tunduk ataskekuasaannya, dia tetap pada pendiriannya sebagai seorangyang saleh, taat dan bertakwa. Sebagaimana diterangkan dibawah ini:
"Berkata Dzulqarnain, 'Adapun orang yang menganiaya, makakelak Kami akan mengazabnya, kemudian dia dikembalikankepada Tuhannya, lalu Tuhan mengazabnya dengan azab yangtiada taranya'." (Q.s. Al-Kahfi: 87).
"Adapun orang yang beriman dan orang beramal saleh, makabaginya pahala yang terbaik sebagai balasan ..." (Q.s.Al-Kahfi: 88).
Jadi, apa yang diterangkan dalam Al-Qur'an, hanyalahmengenai perginya Dzulqarnain ke arah terbenamnya matahari,sehingga berada pada tempat yang paling jauh. Di situditerangkan bahwa dia telah melihat matahari seakan-akanterbenam di mata air tersebut, saat terbenamnya. Sebenarnya,matahari itu tidak terbenam di laut, tetapi hanya bagipenglihatan kita saja yang seakan tampak matahari ituterbenam (jatuh) ke laut. Padahal matahari itu terbitmenerangi wilayah (bangsa) lain.
Maksud dari ayat tersebut, bahwa Dzulqarnain telah sampai ketempat paling jauh, seperti halnya matahari terbenam di mataair yang kotor (berlumpur) , yang disebutkan diatas. Begitujuga maksud dari ayat tersebut, Dzulqarnain telah sampai ditempat terjauh, yaitu terbitnya matahari dan sampai bertemupula dengan kaum Ya'juj dan Ma'juj.
Dalam keadaan demikian, Dzulqarnain tetap pada pendiriannyasemula, yaitu sebagai seorang raja yang adil dan kuatimannya, yang tidak dapat dipengaruhi oleh hal-hal yangdikuasai dan kekuasaannya diperkuatnya dengan misalnyamembangun bendungan yang besar, yang terdiri daribahan-bahan besi dan sebagainya. Di dunia ini beliau selaluberkata dan mengakui, bahwa segala yang diperolehnya sebagaikarunia dari Allah dan rahmat-Nya.
Firman Allah swt. dalam Al-Qur'an:
"Dzulqarnain berkata, 'Ini (bendungan atau benteng) adalahsuatu rahmat dari Tuhanku, maka apabila sudah tiba janjiTuhanku, Dia pun menjadikannya rata dengan bumi (hancurlebur); dan janji Tuhanku itu adalah benar." (Q.s. Al-Kahfi:98).
Tujuan utama dari Al-Qur'an dalam uraian di atas ialahsebagai contoh, dimana seorang raja saleh yang diberikekuasaan yang besar pada kesempatan yang luar biasa dan,kekuasaannya mencakup ke seluruh penjuru dunia di sekitarterbit dan terbenamnya matahari. Dalam keadaan demikian,Dzulqarnain tetap dalam kesalehan dan istiqamahnya tidakberubah.
Firman Allah swt.:
"Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan di bumi dan Kamitelah memberikan kepadanya (Dzulqarnain) jalan (untukmencapai) segala sesuatu." (Q.s. Al-Kahfi: 84).
Mengenai rincian dari masalah tersebut tidak diterangkandalam Al-Qur'an dan As-Sunnah, misalnya waktu, tempat dankaumnya, siapa sebenarnya mereka itu. Karena tidak adamanfaatnya, maka sebaiknya kami berhenti pada hal-hal yangditerangkan saja. Jika bermanfaat, tentu hal-hal ituditerangkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah Rasulullah saw.
---------------------------------------
FATAWA QARDHAWI, Permasalahan, Pemecahan dan Hikmah
Dr. Yusuf Al-Qardhawi
Penerbit Risalah Gusti
Cetakan Kedua, 1996
Jln. Ikan Mungging XIII/1
Telp./Fax. (031) 339440
Surabaya 60177

Ingatlah Kematian

Sayidina Ali bin Abi Thalib pergi ke suatu kuburan. Setibanya disana, ia berkata, "Wahai para penghuni kubur, kabarkan kepada kami tentang kalian, atau kami yang akan mengabarkan kepada kalian. Kalau kabar dari kami ialah, harta kalian sudah dibagikan, istri-istri/suami-suami kalian sudah menikah lagi." Demi Allah, seandainya mereka bisa menjawab, mereka akan mengatakan, "Bagi kami, bekal yang paling baik hanyalah taqwa."


"Heran aku kepada manusia Seandainya mereka mau introspeksi diri, melihat dan melewatkan dunia pada yang lain, mereka akan tahu bahwa dunia itu hanyalah sebuah jembatan Tidak ada kebanggaan sejati, kecuali kebanggaan orang-orang yg bertaqwa Kelak ketika Allah mengumpulkan semua makhluk di padang mahsyar mereka akan tahu bahwa bertaqwa dan berbakti adalah simpanan yang terbaik.
Aku heran pada manusia yang begitu sombong padahal besok ia akan dikubur tanpa punya kuasa untuk menyegerakan yang diharapkan dan menangguhkan yang ditakuti semua yang ia usahakan berpindah pada orang lain."

"Bagianmu dari seluruh harta yang kamu kumpulkan sepanjang hidupmu hanyalah dua lapis kain kafan yang akan membungkus tubuhmu dan sebutir obat pengawet tubuh."

"Tidak ada sesuatu pun yang kamu lihat gemerlapan itu abadi karena yang abadi hanyalah Tuhan harta dan anak-anakmu akan lenyap. Kaum 'Aad sudah pernah ingin abadi, tetapi gagal. Begitu pula dengan Sulaiman sang pengendali angin, manusia, hewan dan jin.
Mana raja yang dahulu pernah paling berjaya di muka bumi ?
Di akhirat kelak semua akan tunduk dan tak mampu berdusta."

"Ingatlah kematian yang akan melanyapkan segala kenikmatan dan bersiaplah menghadapi kematian yang pasti akan datang."
Ingatlah kematian, niscaya kamu akan mendapatkan kenikmatan. Ingat kematian dapat mematahkan angan-angan yang kosong belaka."

"Akan ku ingat terus kematian, tanpa kenal rasa takut karena hatiku sangat keras laksana seonggok batu Akan kuburu terus dunia, karena aku merasa akan hidup lama meski dibelakangku kematian terus membuntuti jejak langkahku Ketahuilah, kematian seharusnya sudah cukup sebagai pelajaran dan ia telah ditentukan kepada siapa saja dan ia menunggu di sekitarnya tanpa ada yang bisa selamat darinya."

"Hai orang yang tertipu, kenapa kamu masih asyik bermain dengan sejuta harapan ketika ajal kematianmu sudah sangat dekat?
Seharusnya kamu tahu, sesungguhnya rakus adalah samudera luas yang menjauhkan bahtera dunia ke tengah-tengahnya.

Rasulullah SAW bersabda, 'Tuhanmu yang Maha Perkasa lagi Maha Agung berfirman, "Aku tidak menghimpun pada hambaku dua ketakutan sekaligus, dan tidak menghimpun dua rasa aman sekaligus. "Barangsiapa yang takut pada-Ku di dunia, Aku akan membuatnya aman di akhirat. Dan, barangsiapa yang merasa aman dari-Ku di dunia, Aku akan membuatnya takut di akhirat."

"Ketika kau dilahirkan ibumu, kamu menangis sementara orang-orang di sekelilingmu tertawa maka buatlah pada hari kematianmu mereka menangis sementara kamu tersenyum."

"Kuburan yang diam membisu itu sebenarnya sedang memberikan pelajaran kepadamu waktu-waktu yang terus berlalu telah mengabarkan berita kematianmu tetapi kamu malah asyik terlena dengan kesenangan-kesenangan dunia nafsumu berbisik padamu bahwa kamu masih hidup, dan belum mati."

"Ada dua hal yang meskipun ditangisi dengan cucuran air mata darah tetapi tidak akan pernah kembali yaitu lepasnya masa muda dan matinya orang-orang yang kita cintai."

Senin, 16 Juni 2008

Toilet Berbentuk Perempuan Berjilbab di Israel

imageIsrael kembali melakukan penghinaan terhadap simbol-simbol Islam.
Media massa Israel baru-baru ini melansir foto sarana buang air kecil yang dikeluarkan sebuah perusahaan di Israel, berbentuk perempuan berjilbab.


Jenis tempat buang air kecil ini, menurut media massa Israel sangat laris di p asaran Israel.
Sejumlah sumber seperti dikutip Albawaba menyebutkan bahwa bentuk toilet itu memang diarahkan untuk menghina simbol Islam dan kaum Muslimin.
Produk pertamanya berasal dari AS dan diimpor ke Israel. Kini, bentuk toilet seperti ini sangat banyak didapati di Israel (na-str/albwb/eramuslim)