Social Icons

Pages

Selasa, 29 April 2008

Penemuan Tuhan

Sosok dalam keremangan senja itu tercenung. Ketika malam telah menjadi gelap, dia melihat bintang, lalu dia berkata, ``Inilah Tuhanku``. Namun, tatkala bintang itu tenggelam, dia berkata, ``Saya tidak suka kepada yang tenggelam.`` Kemudian, tatkala dia melihat bulan terbit, dia
berkata, ``Inilah Tuhanku``.
 
Namun, setelah bulan itu terbenam, dia berkata, ``Sesungguhnya jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang sesat.`` Kemudian, tatkala dia melihat matahari terbit, dia
berkata, ``Inilah Tuhanku, ini yang lebih besar``, maka tatkala matahari itu telah terbenam, dia berkata, ``Hai kaumku, sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kamu persekutukan.`` (QS Al-An``am: 76--78).
Demikianlah, proses pencarian sang Pencipta yang pernah dilakukan oleh Bapak Para Nabi, Ibrahim Khalilullah, dengan memahami fenomena alam disertai dengan kesadaran jernih, dimulai dari awal rangkaian sebab-sebab dan mencapai penemuan Tuhan Alam Semesta.
 
Begitu pula kita, tiap-tiap kita telah dianugerahi kemampuan untuk meneliti alam dengan pandangan komprehensif. Melalui indra, kita tidak lagi melihat alam sebagai sekadar kumpulan bagian-bagian yang saling
terisolasi, tetapi harus dapat memperhatikan kesalinghubungan di antarbagian itu dan kesamaan asal-usulnya.
 
Peredaran matahari dan bulan (QS Ar-Rahman: 5), turunnya hujan dan ragam buah-buahan (QS Al-Baqarah:22), tiupan angin untuk penyerbukan (QS Al- Hijr: 22), geografi dan kosmologi (QS Al-Ghasyiyah: 18--20), dan manfaat
besi (QS Al-Hadid: 25), adalah sebagian dari fenomena alam yang harus secara integral kita pahami. Kemudian sampailah pada kesimpulan dankeyakinan tentang keberadaan Tuhan, Sang Pencipta (QS Fussilat:53).
 
Selanjutnya, seperti yang dikatakan oleh Rasulullah bahwa beliau diutus kepada seluruh manusia sejak zamannya hingga akhir zaman nanti, dengan membawa Alquran sebagai mukjizat, untuk melemahkan (li ikjazi) argumentasi orang-orang kafir. Telah terbukti bahwa Alquran itu adalah benar-benar kalam Allah, bukan buatan Muhammad SAW yang ummi, ataupun
buatan penyair-penyair Arab tersohor (QS Al-Baqarah:23).
 
Terakhir, dengan diutusnya Rasulullah SAW dan pemberitahuan Alquran, barulah kita mengetahui bahwa Tuhan (Ilah) itu adalah Allah, seperti dijelaskan dalam Surat Luqman ayat 25, ``Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, ``Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?`` Tentu mereka
akan menjawab, ``Allah``. Katakanlah, ``Segala puji bagi Allah``, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.`` Wallahu a``lam.

 

Disalin dari Message Gamais ITB di Friendster FKMKI Unhas